IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.38 Perundungan 2


__ADS_3

Ivona tak lagi bisa tinggal diam menyaksikan perundungan yang dilakukan Kelly dan teman-temannya. Terlebih saat pria kurus itu mengeluarkan ponselnya, merekam keadaan Beny yang menyedihkan.


Dalam diamnya, Beny yang sedari tadi tertunduk memendam amarah dalam hatinya mengepalkan tangannya dengan kuat, sorot matanya berubah tajam mengingat perlakuan tidak pantas teman-teman sekelasnya ini.


"Lihatlah, monster ini marah," seru Jessica yang mendapati tangan Beny yang terkepal.


"Aku jadi takut, bagaimana kalau nanti dia mengamuk," ejeknya kemudian.


Pria kurus itu terus merekam kejadian itu sembari tertawa mencemooh Beny.


"Apa kau benar-benar ingin marah?" tanya seorang pria lainnya. Ia mendorong kepala Beny begitu saja.


"Sudahlah Yosua, biarkan saja dia marah. Aku juga ingin melihat bagaimana kalau seorang monster iru marah. Apakah dia akan menghancurkan kota seperti dalam film." ujar Kelly pada pria yang baru saja mendorong kepala Beny.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak seolah apa yang baru saja mereka lakukan adalah sebuah lelucon yang perlu ditertawakan. Ivona yang sudah tidak tahan lagi melihat aksi mereka, akhirnya muncul dari tempat persembunyiannya. Kelly dan Jessica sedang fokus menertawakan Beny, sementara si pria kurus terus saja merekam aksi tidak terpuji mereka. Hanya Yosua yang menyadari kehadiran Ivona.


Pria itu menatap lekat Ivona yang terus berjalan maju mendekati mereka. Aura dingin yang terpancar dari Ivona justru membuat Yosua tertarik pada gadis itu. Ia terus menatap lekat Ivona, murid pindahan yang tak diacuhkan oleh semua siswa ini ternyata begitu cantik di matanya, bahkan lebih cantik dari Vaya—sang primadona sekolah.


Kelly berhenti tertawa saat menyadari sikap Yosua yang tiba-tiba terdiam. Ia mencari tahu arah pandang Yosua, dan di sana ia menemukan Ivona sudah semakin dekat padanya dan teman-temannya. Kelly pun tersenyum dingin menyambut kedatangan Ivona.


"Lihatlah, satu pecundang lagi datan mengahampiri kita. Nampaknya Tuhan sedang berbaik hati dengan mengantarkan mangsa pada kita. Bukankah hal itu membuat kita tidak perlu bersusah payah," ujar Kelly dengan sinis.


Pria kurus itu kemudian mengarahkan kameranya pada Ivona yang baru saja datang. Mereka semua kembali tertawa seolah Ivona adalah mangsa yang datang sendiri ke kandang predator. Hanya sebentar ia mengambil gambar Ivona, kemudian kembali lagi pada Beny, si objek perundungan mereka kali ini.


Ivona terus berjalan melewati Kelly, Jessica dan juga Yosua. Tujuannya adalah pria kurus yang memegang kamera. Dengan cepat Ivona menyahut ponsel di tangan pria kurus itu, karena tidak siap, dengan mudah ponsel di tangan pria itu terlepas dan sudah berpindah tangan.

__ADS_1


Mereka semua hanya bisa tersentak saat Ivona melihat isi vidio di ponsel itu. Tenyata bukan hanya Beny korban perundungan yang dilakukan oleh Kelly dan teman-temannya, tapi masih banyak lagi korban lainnya, dan semua terekam jelas di ponsel yang dipegangnya saat ini.


"Apa yang kau lakukan, berikan ponselnya!" teriak Kelly.


"Oh ... jadi ini adalah bukti kejahatan kalian, para sampah masyarakat," sarkas Ivona.


Kelly dan semua temannya geram dengan sebuatan yang dilontarkan Ivona.


"Sampah masyarakat seperti kalian seharusnya tidak pantas untuk bersekolah di tempat elite seperti ini. Untuk apa kalian belajar jika akhirnya hanya menjadi virus bagi orang lain!" ejek Ivona, tak lupa senyum mencemooh ia tunjukkan dengan jelas di depan keempat orang temannya.


"Jangan khawatir, meski aku tidak pernah mendukung aksi jahat kalian, aku akan membantu kalian menghilangkan barang bukti." Setelah kalimatt itu selesai terucap, Ivona dengan santai menjatuhkan ponsel di tangannya ke lantai, kemudian menginjak ponsel itu hingga remuk.


"Dasar gila, apa yang kau lakukan, ha!" teriak Jesicca.


Ivona hanya tersenyum menyeringai. "Apa kau tuli, bukankan sebelumnya aku bilang aku akan membantu kalian menghilangkan barang bukti," jawab Ivona enteng.


"Benarkah?" tanya Ivona berpura-pura takut.


"Kau!" melihat aksi pura-pura Ivona membuat Kelly bertambah kesal pada gadis yang ia benci itu.


Ivona yang melihat ada botol bekas minum di sudut tembok, langsung berjalan menghampirinya. Ialu mengambil satu dari botol yang entah milik siapa. Di depan Kelly dan ketiga temannya, Ivona membenturkan botol itu ke dinding dengan keras hingga pecah. Serpihan botol itu bahkan ada yang terlempar di bawah kaki Kelly.


Kelly dan teman-temannya kaget melihat apa yang Ivona lakukan. Gadis gila itu kini berjalan kembali mendekati mereka dengan membawa sisa pecahan botol yang begitu membuat ngilu jika menggores kulit mereka.


"Kalian suka bermain-main bukan?" ujar Ivona sembari mengacungkan pecahan botol itu di depan wajah mereka.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita bermain-main dengan ini, bukankah akan terlihat lebih menarik?"


Kelly dan teman-temannya membawa langkah mereka mundur karena ide gila Ivona. Kaki mereka mendadak gemetar, semakin mundur seiring langkah Ivona yang mendesak maju.


"Kenapa, apa kalian takut?" cibir Ivona.


"Aku tadi melihat apa yang kalian lakukan pada Beny, sekarang aku ingin lihat bagaimana jika aku yang menggantikan Beny untuk bermain-main dengan kalian." Ivona terus mengacungkan pecahan botol itu pada Kelly dan temannya.


"Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak seperti kalian yang hanya bisa bermain kasar. Aku bisa melakukannya dengan cara yang halus. Percayalah, aku sudah sangat berpengalaman untuk merobek kulit seseorang," ucapan Ivona semakin tak masuk akal di pendengaran mereka. Apa yang Ivona katakan adalah hal gila yang biasa dilakukan oleh seorang Psikopat.


"Aku bukan psikopat seperti yang kalian duga, aku hanyalah gadis biasa yang sekedar ingin bermain-main dengan teman baru." Ucapan Ivona semakin membuat mereka menjauh. Ivona seolah tahu apa yang mereka pikirkan tentang gadis itu.


Mendadak tawa seorang pria menggema, mengisi sela-sela suasana yang mengerikan yang baru saja Ivona ciptakan. Yosua, pria itu sedari tadi hanya diam memperhatikan sikap Ivona yang di luar nalar. Dari semua orang yang berada di sana, hanya Yosua yang tidak termakan provokasi dari tindakan Ivona. Pria itu tetap tenang dalam diamnya.


"Kau sungguh menarik," ucap Yosua seolah memuji Ivona.


Kini, semua menatap Yosua, termasuk Ivona. Ivona melupakan pria satu ini, karena fokusnya tadi hanya pada tiga orang yang ketakutan di depannya.


"Tapi kau tidak akan sebanding dengan ku," lanjut Yosua.


Pria itu tersenyum mendekati Ivona, sangat dekat hingga ia bisa berbisik, "kau terlalu cantik untuk menjadi korbanku, tapi aku tidak suka dipermainkan seperti tadi."


Ivona membulatkan matanya mendengar bisikan Yosua. Pria ini bukan pria yang bisa diremehkan.


Yosua mundur, kembali pada teman-temannya. "Bagaimana jika kita berikan pelajaran untuk anak pindahan ini sebagai ucapan selamat datang," ucap Yosua di depan teman-temannya.

__ADS_1


Kelly dan kedua temannya merasa senang mendengar apa yang baru saja Yosua katakan. Inilah saat-saat yang mereka tunggu, saat Yosua menunjukkan siapa pria itu sebenarnya.


"Lakukan saja, aku bahkan tidak akan keberatan jika kau memberinya ucapan selamat datang dengan cara yang tragis," ucap Kelly.


__ADS_2