IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.48 Dasar Sampah


__ADS_3

"Kenana tujuan kita?" tanya Alexander sebelum memacu gasnya.


"Hill of Content," jawab Ivona cepat.


Alexander paham maksud Ivona. Segara ia melajukan mobilnya. Mobil hitam bak jaguar itu melesat di jalanan kota victoria. Membawa Ivona dan Alexander menuju toko buku terkenal yang berada di pusat kota.


Alexander menghentikan mobil hitamnya tepat di pelataran parkir toko buku dengan bangunan megah berdesain eksterior klasik itu. "Apa kau bisa menunguu di sini sebentar, aku hanya perlu membeli buku untuk tugas sekolahku," bohong Ivona.


Alexander mengangguk tanpa curiga. Ivona segera melepas seat beltnya , dan bergegas keluar dari mobil. Sedikit berlari Ivona membawa langkahnya masuk ke dalam bangunan bercat cokelat tersebut.


Perasaan menyesal langsung melingkupi dirinya saat baru memasuki toko buku, karena dia melihat Roy sedang berdiri di antara rak dengan buku yang berjejer. Mood-nya hancur seketika melihat pria yang tidak ingin ia lihat itu, segera saja ia berubah pikiran untuk meninggalkan tempat itu agar tidak bertatap muka dengan pria yang over percaya diri tersebut.


Baru saja Ivona ingin pergi, tapi Roy telah menyadari kehadirannya. "Ivona," seru Roy yang membuat langkah Ivona terhenti.


Pria itu berjalan mendekati Ivona dan berdiri tepat dihadapan gadis itu. Tatapannya dingin meremehkan saat melihat wajah Ivona. "Sedang apa kau di sini, huh?" tanya Roy sinis.


"Oh aku tahu, kau diam-diam mengikutiku, bukan?" Ivona belum sempat menjawab, tapi Roy surah kembali bertanya dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.


"Kau pasti menggunakan alat pelacak lokasi untuk menemukan ku di sini?" tuduhnya tanpa dasar.


Ivona malas sekali menanggapi pria tidak tahu diri ini, ia juga sedang malas untuk berdebat apa lagi berbincang, karena itu Ivona memutuskan benar-benar akan pergi.


Namun, tangan Roy mencekal pergelangan tangan Ivona saat Ivona baru saja akan melangkah. "Kau mau ke mana, bukankah tujuanmu adalah menemukanku?" sarkas Roy.

__ADS_1


Ivona diam karena ia memang benar-benar malas menangggapi pria satu ini.


"Kau benar-benar gadis tidak tahu malu, ya. Kau melakukan apa pun hanya demi bisa bersamaku. Apa kau sungguh tergila-gila padaku hingga mengikuti ke mana pun aku pergi seperti seorang stalker?" ucap Roy mengejek.


Ivona terlihat kesal dengan tuduhan Roy, kali ini ia tidak akan membiarkan pria satu ini menginjak-injak harga dirinya. Ivona langsung teringat akan sesuatu. Pemilik tubuh asli memang sangat menyukai Roy, bahkan telah menangung banyak kesedihan demi pria ini. Namun, Ivona tidak akan membiarkan itu terjadi pada dirinya saat ini.


Ivona menyunggingkan senyum misterius, "Apa kau yakin dengan apa yang kau ucapkan tadi. Tidakkah kau punya kaca di rumah untuk melihat siapa dirimu?" balas Ivona yang membuat Toy meradang mendengar ucapannya yang kasar.


"Asal kau tahu saja, pria sepertimu tidak pantas mendapatkan perhatian dariku apa lagi cintaku. Aku telah menemukan pria yang jauh lebih baik dan lebih pantas untuk aku cintai!" tegas Ivona.


Roy menatap dengan dingin, berpikir Ivona pasti sengaja memancingnya untuk marah. Gadis ini pasti berbohong.


"Untuk apa aku berbohong demi pria sepertimu," sahut Ivona cepat seolah tahu penyangkalan dalam hati Roy.


"Seorang pria dengan Roll Royce hitam itu tengah menungguku," sambungnya semakin membuat Roy naik darah.


Ivona sangat menikmati raut marah Roy. Pria ini memang harus diberi pelajaran agar rasa percaya dirinya yang berlebihan bisa di diskon.


"Dia adalah pria yang sejuta kali lebih baik dari mu, kau bahkan tidak ada seujung kukunya sekali pun," imbuh Ivona, sengaja membaut pernyataan yang berlebihan.


"Kau pasti bercanda," ujar Roy setelah merilik keluar, dari dinding kaca itu ia bisa melihat mobil Roll Royce yang terparkir di sana. Ada seorang pria dewasa yang berdiri bersandar pada cap mobil itu sembari memegang rokok.


"Terserah, yang pasti kau bukanlah tipeku, dan tidak akan bisa membuatku membuang-buang waktu hanya untuk mengikuti pria tidak berguna sepertimu!"

__ADS_1


"Kau, berani sekali berbicara lancang seperti itu!" pekik Roy, yang dibalas Ivona dengan senyum mengejek. Ini belum seberapa, Ivona bahkan bisa berbuat dan berkata jauh lebih kasar dari sekarang ini.


"Bukankah itu sebuah kenyataan, ap kau tidak bisa melihat perbwdaan yang sangat jauh antara dirimu dengan pria di luar itu." Ivona kembali menatap Alexander dari dalam toko.


Begitu pun Roy, meski ia marah dengan perkataan Ivona, tapi tak urung jua ia mengikuti mata Ivona untuk kembali menatap pria yang mereka bicarakan saat ini. Roy bahkan terpaku pada sosok Alexander yang begitu terlihat sempurna dari jarak pandangnya saat ini. Pria itu benar-benar makhluk sempurna.


Ivona tersenyum miring pada raut terpesona Roy. Pria itu masih tidak percaya dengan Ivona. "Kau pasti berbohong!" tuduh Roy.


"Orang seperti dirimu tidak akan pernah percaya meski aku berkata jujur. Kau hanya akan sadar jika kau sudah sudah mengetahui kebenaran betapa kau dan pria itu bagaikan langit dan bumi." Ivona menunjuk Alexander kembali.


Mata Roy terbelalak dengan apa yang baru saja Ivona katakan.


"Dasar Sampah!" ujar Ivona, kemudian berjalan meninggalkan Roy. Ia juga sempat menabrak bahu Roy dengan sengaja sebelum akhirnya naik ke lantai dua toko buku ini.


Roy yang dibuat penasaran pada pria sempurna yang diceritakan Ivona, ingin melihat langsung pria yang disukai Ivona itu. Akhirnya dia berjalan keluar dengan raut masam, dan melihat sebuah mobil Rolls Royce hitam dengan seorang pria yang berdiri di depanya. Pria itu begitu tampan, lebih dari bayangannya.


Aura pria itu mampu membuat tubuh Roy membeku, hanya dengan menatapnya saja. Ia tidak pernah bisa membayangkan jika pria ini adalah kekasih Ivona, gadis yang dulu tergila-gila padanya. Apakah Ivona tengah membohonginya saat ini, mana mungkin gadis seperti Ivona bisa mengenal pria sekelas pria tampan yang berdiri di hadapannya saat ini. Roy menepis segala perkataan Ivona, menolak kenyataan tentang cerita Ivona.


"Bohong, pasti dia bohong," gumamnya pada diri sendiri.


Alexander yang menyadari dirinya tengah menjadi pusat perhatian dari pemuda berseragam sama dengan Ivona itu, membalas tatapan itu dengan datar seperti memberikan sebuah tekanan pada pemuda itu. Kemudian dia membetulkan kaca mata hitamnya yang sedikit turun, dan mengabaikan Roy begitu saja.


Baru juga ditatap Alexander seperti itu, rasa tidak percaya diri langsung muncul di diri Roy. Roy berpikir bagaimana mungkin Ivona bisa mengenal pria seperti ini. Pria kelas atas dengan sejuta pesona.

__ADS_1


__ADS_2