
Direktur Jonathan tercengang sejenak, dia belum melapor polisi tapi polisi sudah datang mencarinya.
"Jadi, siapa di sini yang bernama Tuan Jonathan?" tanya polisi itu lagi.
Meski sedikit curiga, Jonathan mengakui tentang dirinya. "Saya Jonathan."
"Kalau begitu, Anda harus ikut kami ke kantor bersama putra Anda untuk memberikan keterangan," ujar polisi tersebut.
Jonathan semakin bingung saat ia dan Yosua diminta ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Bukankah seharusnya Ivona yang pergi ke kantor polisi dan memberikan keterangannya bahwa ia telah dengan sengaja menyerang Yosua, putranya. Namun, kenapa sekarang jadi dirinya dan Yosua yang harus ikut ke kantor polisi.
"Tu-tunggu, Pak. Mungkin Anda salah orang, bukankah seharusnya gadis gila ini yang ikut Anda ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, lalu kenapa sekarang jadi saya dan putra saya?" tanya Jonathan dengan ekspresi bingung.
"Ini menyangkut vidio perundungan yang diduga dilakukan oleh putra Anda yang bernama Yosua," jelas polisi.
Jonathan dan Yosua saling tatap, ia belum paham dengan maksud polisi itu mengenai vidio yang di maksud. "Maksud Anda apa, Pak?" tanya Jonathan lagi.
"Silahkan dilihat, Pak." Mr.Patrick sudah lebih dulu mencari tahu tentang vidio yang di maksud oleh polisi, dan sekarang ia sedang menunjukkannya pada kepala sekolah.
__ADS_1
Mr.Albert tercengang melihat penampakan vidio berlatar belakang sekolah yang ia pimpin dan diperankan oleh siswa berseragam sekolahnya. "Apakah vidio ini yang Anda maksud?" tanya Mr.Albert pada petugas polisi setelah menyaksikan vidio kekerasan itu dan menunjukkannya kepada polisi.
"Benar, vidio itu yang kami maksud, dan karena vidio itu juga kami meminta Tuan Jonathan dan putranya untuk bisa memberikan keterangan di kantor polisi," jawab petugas polisi tegas.
"Tunggu, saya tidak yakin jika yang ada dalam vidio itu adalah putra saya. Bisa saja 'kan, kalau vidio itu sudah di edit untuk menjatuhkan putra saya," Jonathan masih belum terima jika tuduhan tindak kekerasan dalam vidio itu ditujukan pada Yosua—putranya. Jonathan menatap Yosua yang terlihat takut. Namun ia enggan mengakui, sebagai orang tua, ia masih dibutakan cinta dan kasih sayangnya terhadap anak hingga tidak ingin tahu sama sekali dengan perilaku buruk putranya.
"Dari vidio ini kami melihat jika pelaku perundungan adalah putra Anda. Vidio ini bahkan sudah tersebar di postingan sekolah dan masuk ke daftar pencarian teratas. Total dari vidio perundungan ini ada enam puluh lima vidio, dan kesemuanya dilakukan oleh putra Anda yang bernama Yosua," jelas polisi.
Mr.Albert selaku kepala sekolah bertambah kaget dengan banyaknya vidio yang ada. Selama ini, ia pikir sekolah yang dipimpinnya aman terkendali. Namun rupanya, ia bisa kecolongan. Vidio perundungan ini membuktikan jika kondisi sekolah yang ia pimpin tidak baik-baik saja.
"Mr.Patrick, hubungi admin pengurus grup sekolah dan minta untuk vidio itu segera dihapus agar tidak semakin banyak yang menonton perbuatan tidak terpuji itu," suruh Mr.Albert.
"Bagaimana ini bisa terjadi di saat genting seperti ini," Mr.Albert terlihat mulai panik. Ada nama sekolah yang ia pertaruhkan jika vidio itu terus menyebar.
"Kami akan membantu Anda untuk menghapus vidio itu sesegera mungkin, dan sekarang yang harus ditindak lanjuti adalah keterangan dari Yosua dan juga Tuan Jonathan," ucap polisi kepada kepala sekolah.
"Saya tidak terima jika putra saya menjadi tersangka, dia adalah korban di sini. Anda bisa lihat bukti luka dari putra saya yang diakibatkan oleh gadis gila ini," ujar Jonathan, menunjuk Ivona.
__ADS_1
"Dan vidio itu belum tentu kebenarannya, seperti yang saya katakan sebelumnya, bisa saja vidio itu dibuat untuk menyesatkan dan membangun opini buruk tentang putra saya," kekeuh Jonathan dengan pendapatnya.
"Justru untuk membuktikan semua itu, apakah putra Anda bersalah atau tidak, Anda dan putra Anda harus bersedia ikut kami ke kantor polisi," bujuk petugas polisi tersebut.
"Saya tidak setuju, dan saya menolak untuk pergi ke kantor polisi," tolak Jonathan.
Suasana antara Jonathan dan petugas polisi masih memanas, ketika Beny menerobos masuk dan berkata, "Tunggu, saya adalah saksi sekaligus korban perundungan yang dilakukan oleh Yosua."
Sontak semua mata tertuju pada pria gendut yang baru saja bergabung.
"Semua benar, semua vidio itu juga benar. Yosua adalah pelaku perundungan selama ini. Dan alasan Ivona memukul Yosua, itu semua dia lakukan demi melindungiku," ujar Beny memberi kesaksian. Pria gendut itu kini menatap Ivona dengan perasaan lega. Setidaknya hari ini ia telah mencoba berani berbicara untuk membela Ivona.
Direktur Jonathan terlihat tidak percaya. "Apa maksudmu berkata begitu, apa kau teman dari gadis gila ini dan bersekongkol untuk menjatuhkan putraku, begitu!" sentaknya pada Beny.
"Saya berkata jujur, dan saya bisa memberikan bukti yang nyata." Beny langsung melepaskan seragam sekolahnya, untuk memperlihatkan bukti-bukti kejahatan Yosua selama ini. Banyak bekas luka dan memar kebiruan di tubuhnya yang terlihat jelas, sebagai bukti bahwa ia adalah korban perundungan yang dilakukan Yosua dan teman-temannya.
"Semua ini adalah bukti kekerasan yang dilakukan oleh Yosua," ucap Beny.
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan itu melihat jelas luka di tubuh pria gendut itu, dan mereka tercengang dengan banyaknya luka. Seketika raut wajah Nyonya Iswara langsung berubah. Ia tak menyangka jika tindakan Ivona memiliki dasar yang tak pernah terpikirkan olehnya.