
Yosua menatap tajam Ivona, suara tawanya terdengar mengerikan. Ia ingin membalas atas apa yang baru sjaa Ivona lakukan pada teman-temannya.
Beny yang sedari tadi hanya menjadi penonton, seketika merasa panik saat melihat raut mengerikan Yosua. Pria gendut itu tahu benar seperti apa kejamnya Yosua jika sudah marah. Beny tidak ingin Ivona menjadi korban Yosua selanjutnya, hanya karena ingin menolongnya yang tidak pantas disebut laki-laki. Ia bahkan menjadi pecundang di antara siswi di G-school.
"Ivona, pergilah dari sini dan jangan hiraukan aku," suruhnya dengan panik.
Yosua yang tidak suka dengan ucapan Beny, wajahnya langsung berubah menjadi bengis. Yosua merasa Beny terus-terusan ikut campur urusannya. Dengan kasar Yosua melayangkan tinjunya ke wajah Beny. Beruntung tinju itu tidak sampai mengenai Beny, karena dengan cepat Ivona menahan gerakan tangan Yosua.
Yosua menyeriangi saat Ivona berani melawannya. "Baiklah, mungkin aku harus memberimu pelajaran lebih dulu dari pada monster ini," ujar Yosua dengan tinjunya yang masih tertahan oleh Ivona.
Kelly dan yang lainnya tertawa melihat hal ini, karena mereka yakin akan kemampuan Yosua. Terlebih kalau hanya melawan seorang gadis seperti Ivona, itu adalah hal mudah bagi Yosua yang terkenal nakal.
Ivona masih bisa tersenyum saat semua orang menertawakannya. Sedetik kemudian, Ivona tiba-tiba menarik kerah Yosua untuk membuat pria itu tertarik ke arahnya, lalu mencengkeram leher pria itu tanpa ampun.
Semua mata terbelak menyaksikan apa yang dilakukan Ivona, mereka tidak percaya jika gadis seperti Ivona memiliki kekukatan yang cukup besar untuk bisa mencengkeram Yosua. Yosua yang semakin kekurangan oksigen karena tercekik, hanya bisa memberontak, berusaha melepaskan tangan Ivona yang bertengger kuat di lehernya.
__ADS_1
Ivona langsung mengangkat lututnya dan menendang perut pria itu dengan kuat, sebelum menghempasnya ke lantai. Yosua terbatuk-batuk memegangi leher dan perutnya. Ia menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk mengisi paru-parunya. Tidak hanya lehernya yang sakit tapi juga perut yang ditendang Ivona dengan sekuat tenaga.
"Seperti inikah pelajaran yang ingin kau berikan padaku?" sarkas Ivona.
Kembali, Kelly dan teman-temannya gemetar menyaksikan kegilaan Ivona. Bahkan Yosua yang tadi nampak tenang dan percaya diri kini dibuat lemas seketika saat merasakan sendiri perlakuan Ivona yang tak normal. Bagaimana bisa gadis seperti Ivona mampu mencekiknya dengan kuat dan menghempaskannya begitu saja. Tenaganya cukup besar dibandingkan seorang gadis pada umumnya.
"Apa kalian juga ingin merasakan pelajaran yang baru saja aku berikan pada teman kalian ini?" tanya Ivona pada Kelly dan kedua temannya sembari menunjuk Yosua.
"Aku tidak akan keberatan memberikan kalian pengalaman yang tak terlupakan ini, dan seperti yang kalian bilang sebelumnya, aku akan menganggapnya sebagai ucapan selamat datang dan salam perkenalan dariku." Ivona tertawa meremehkan.
"Gadis gila!" pekik Kelly.
Ivona tertawa mendengarnya. "Kau benar, aku memang gadis gila, karena itu jika aku menghilangkan nyawa kalian, aku hanya akan berlindung pada kegilaanku."
Tawa Ivona semakin terdengar mengerikan, lebih menakutkan dari tawa Yosua sebelumnya. "Tapi, jangan khawatir. Aku tidak akan sekejam itu pada teman baruku, aku juga masih punya jiwa pengampun untuk sampah masyarakat seperti kalian. Bagaimana jika aku menawarkan penawaran yang menarik."
__ADS_1
"Aku bisa melepaskan kalian dengan syarat, kalian harus berlutut di depan Benny, dan meminta maaf padanya atas apa yang kalian lakukan selama ini."
Kelly dan temannya saling tatap. Tentu saja mereka tidak akan mau dan tidak akan rela jika harus berlutut di depan siswa yang mereka sebut sebagai monster itu. Pria gendut ini adalah korban mereka, dan tidak akan mungkin mereka minta maaf pada pecundang seperti Beny. Bukan hanya Kelly, Yosua pun tak akan mau melakukan apa yang Ivona minta.
Saat ini dalam otak Yosua, ia sedang memikirkan cara untuk menyingkirkan gadis gila ini. Ia berpikir untuk mencari beberapa orang dari luar sekolah untuk menghabisi Ivona. Yah ... dengan begitu pekerjaannya akan jadi lebih mudah. Seringai tipis muncul di bibir Yosua saat menemukan ide cemerlang untuk membalas perlakuan Ivona kali ini.
Ivona bisa menangkap seringai tipis yang sempat tersungging di bibir Yosua, dan Ivona bisa menebak apa yang pria itu pikirkan hingga bisa berseringai seperti tadi.
"Ayo berlutut!" sentak Ivona pada Yosua yang diam saja.
Kelly yang meihat hal itu seakan tidak percaya jika Ivona serius dengan kata-katanya.
"Aku bilang berlutut!" hardiknya sekali lagi.
Yosua masih tetap bertahan untuk tidak mengikuti perintah Ivona. Ia tidak akan mau merendahkan diri dengan berlutut di depan Beny. Gengsinya terlalu besar untuk jadi pecundang di hadapan monster gendut itu.
__ADS_1
Merasa Yosua sengaja membangkang dan tidak menuruti perintahnya, Ivona langsung menendang belakang punggung Yosua. Seketika Yosua terperenyak, pecahan kaca langsung menancap di kaki pria itu. Yosua memekik kesakitan saat darah mengucur dari lututnya yang robek.