
Trending topik tentang adik perempuan Thomas sampai juga ke G-school. Viral-nya berita itu membuat hampir seluruh siswa membicarakannya. Sore hari saat Vaya berjalan di koridor, banyak yang menatapnya, kemudian saling berbisik.
Vaya memang sudah terbiasa menjadi pusat perhatian, tapi kali ini ia tak tahu apa yang menjadikan dirinya pusat perhatian. Vaya terlihat bingung saat hampir semua mata menatapnya.
"Itu Kak Vaya," teriak seorang siswi yang merupakan adik tingkat Vaya. Ia berlari menghampiri Vaya diikuti oleh teman-temannya yang lain.
Vaya yang masih belum tahu dengan situasi ini, semakin bingung saat banyak murid perempuan yang tiba-tiba mengelilinginya. Mereka berteriak memuja pada Vaya, sampai Vaya bingung harus apa.
"Tunggu-tunggu ... sebenarnya ada apa ini?" seru Vaya agar mereka berhenti sejenak dan menjelaskan apa yang terjadi.
"Kakak tidak tahu?" tanya salah satu dari siswi itu.
Vaya menautkan alisnya. "Apa?"
"Kak Vaya menjadi trending topik di media sosial," jawab siswi lainnya.
"Trending topik?" Vaya masih bingung dengan maksud mereka.
"Iya, Kak. Lihat ini." Seorang siswi memperlihatkan media sosialnya pada Vaya.
Vaya baru paham sekarang apa yang membuatnya menjadi pusat perhatian. Ia tersenyum bangga karena sekarang semakin banyak yang memujanya.
"Pasti sangat menyenangkan punya kakak laki-laki seperti Kak Thomas, yang begitu menyayangi adiknya hingga rela memarahi guru demi Kak Vaya," ucap siswi yang tadi menunjukkan ponselnya.
Tentu saja hal ini membuat hati Vaya berbunga sekaligus merasa tinggi hati, tapi ia cepat-cepat mengendalikan diri. Ia tidak boleh terlihat terlalu antusias, bagaimanapun juga ia harus menjaga image sebagai gadis lemah lembut dan baik hati.
"Ah ... biasa saja, semua kakak pasti akan melakukan hal sama pada adiknya," jawab Vaya malu-malu.
"Makin suka sama Kak Vaya yang rendah hati." Seoang siswi lain menatap penuh puja pada Vaya.
"Beruntung sekali Kak Vaya memiliki kakak seperti Kak Thomas dan beruntung bagi Kak Thomas memiliki adik seperti Kak Vaya," ucap yang lainnya.
Vaya kembali menampilkan senyum malu-malunya. "Jangan mengungkit Kakakku terus, jujur saja aku sedang kesal dengannya." Vaya berbicara seolah berbisik.
Entah apa yang terjadi dengan para siswi ini, saat Vaya membisikkan dirinya tengah kesal dengan kakaknya mereka justru menganggap itu adalah hal yang manis.
"Ih ... so sweet, jadi tambah iri dengan kehidupan Kak Vaya."
Hari ini adalah harinya Vaya, ia mendapatkan apa yang ia suka. Dikagumi banyak orang.
______________________
__ADS_1
Di sebuah Villa milik keluarga Alberic.
Alexander sedang mandi dan menerima telepon dari Tommy.
"Halo," sapa Alexander malas saat mengakat telpon dari temannya yang bernama Tommy.
"Halo, kawan. Apa kabarmu?" tanya Tommy.
"Tidak usah berbasa-basi, katakan saja apa maumu!" jawab Alexander ketus.
"Kau memang tidak pernah berubah, kawan, tapi itu yang kusukai darimu." Tommy terkekeh di seberang sana.
"Katakan saja atau aku tutup telponnya!" seru Alexander.
"Baiklah-baiklah, aku tidak mungkin melawan Tuan Muda Alberic." Tommy kembali terkekeh geli.
"Tom ... aku tu____"
"Tunggu, aku ingin meminta bantuanmu," potong Tommy cepat sebelum Alexander menutup telponnya.
"Aku bukan Dinas Sosial yang akan dengan senang hati memberikan bantuan!" jawab Alexander.
"Oh ... ayolah, kawan. Kau satu-satunya harapanku." Suara Tommy terdengar memelas.
Tommy tersenyum senang. "Begini kawan, aku ingin kau menjaga seorang anak untukku," jawab Tommy.
"Apa?" pekik Alexander. Seorang anak, sejak kapan temannya itu memiliki anak? Kenapa ia bisa tidak tahu.
"Hei ... jangan berpikir terlalu jauh, kawan! anak yang aku maksud adalah adik kandungku," jelas Tommy yang tahu kebingungan Alexander.
"Apa ... adik?"
"Ya ... aku ingin kau menjaga adikku sebentar saja," jawab Tommy.
"Tidak-tidak, aku tidak mau!" tolak Alexander tegas.
"Ayolah, kawan ... tolong aku," mohon Tommy.
"Tidak, aku bilang tidak ... berarti tidak!"
"Alex___"
__ADS_1
"Kau tahu bukan di rumahku ada anak kecil yang ingin aku buang ke tong sampah, dan aku tidak ingin menambah satu lagi!" sela Alexander.
Beberapa tahun ini Tommy yang bergelut di dunia entertainment sedang menanjak karirnya. Ia sangat sibuk jika harus menjaga Ivona. Begitu pun dengan saudaranya yang lain, yang memiliki kesibukan masing-masing. Ia belum menemukan orang yang bisa diandalkan untuk menjaga Ivona, dan itu membuat Tommy tidak tenang meninggalkan Ivona di rumah bersama Vaya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk meminta batuan dari teman lamanya, Alexander Alberic.
Tommy jarang melihat Alexander punya pacar sejak mengenalnya. Ia pikir Ivona akan aman untuk sementara jika tinggal bersama Alexander.
"Adikku bukan anak kecil lagi, dia akan lebih mudah diatur. Aku janji dia tidak akan menyusahkan mu," bujuk Tommy.
"Aku bilang tidak ... ya, tidak!" Alexander menutup telponnya sepihak. Setelahnya ia memblokir nomor Tommy.
Tommy yang sedang berada di kantornya, mendapatkan telpon dari pelayan di rumah yang mengadukan jika Ivona sedang marah dan tidak mau pulang. Sebagai kakak, Tommy merasa tidak tenang kalau Ivona sering berada di luar, sebab itulah ia ingin mencari seseorang untuk merawatnya.
Tommy mencoba menghubungi Alexander kembali, tapi nomornya sudah di black list oleh Alexander. Tommy belum ingin menyerah sekarang, Alexander adalah harapan satu-satunya bagi Tommy. Ia terus berusaha agar bisa membujuk Alexander untuk mau menjaga adiknya sementara waktu.
Tommy memanggil asistennya, dan memintanya untuk mengirim data Ivona kepada Alexander melalui ponsel milik asistennya itu. Setelah mengirimkan data, Tommy meminta asistennya agar mengirim pesan singkat juga.
["Untuk dua bulan saja, aku pasti akan kembali menjemput adikku pulang."]
Alexander yang menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal langsung membuka pesan itu. Setelah melihat isi pesan, Alexander yakin ini pasti dari Tommy yang menggunakan nomor orang lain.
Alexander kembali melihat data yang dikirim oleh Tommy, seketika ia berubah pikiran saat melihat data Ivona. Lalu memberikan balasan pesan untuk Tommy.
["Aku akan mempertimbangkannya."]
Tommy pikir, Alexander tersentuh dengan usahanya yang gigih. Sekarang ia bisa bernapas lega.
____________________
Keesokan harinya di G-school.
Kabar tentang murid pindahan tersebar ke seluruh sekolah. Murid yang katanya lebih cantik dari Vaya di kelas G telah membuat ulah dengan menantang guru. Ia membuat malu seluruh kelas di hadapan guru.
Seperti sebelum ia datang ke sekolah ini, kedatangannya pun langsung menjadi berita besar. Sikap Ivona yang dianggap menentang norma menjadi bahan pergunjingan kali ini.
"Kau dengar tidak kabar tentang murid pindahan itu?" tanya seorang siswa yang sedang berkumpul dengan temannya.
"Anak baru di kelas G itu, bukan?" sahut yang lain.
"Iya, aku dengar dia lebih cantik dari Vaya. Apa itu benar?" ujar yang lainnya lagi.
"Untuk apa cantik jika tidak punya prestasi dan sopan santun!"
__ADS_1
Mereka semua sedang asik bergosip tentang Ivona, tanpa tahu kebenarannya.