IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.62 Tamu Tuan Iswara


__ADS_3

Setelah pelayan itu mengantarkan dua pemuda yang menjadi tamu dari Tuan Iswara, ia segera undur diri. Semua mata tidak lepas dari menatap dua pemuda yang kini sudah berdiri tak jauh dari tempat mereka. Ivona langsung menunduk demi menghindari tatapan salah satu dari pemuda itu.


"Selamat malam, Tuan Iswara, maaf sudah mengganggu waktu Anda bersama keluarga," ucap salah seorang diantara dua pemuda.


"Hai, Jack, apa kabarmu?" sapa Tuan Iswara.


"Baik, Tuan. Saya harap Tuan dan Tuan Besar juga dalam keadaan sehat," jawab Jack.


"Ada perlu apa kau ke sini, Jack?" tanya Tuan Iswara.


"Sebelumnya, ijinkan saya memperkenalkan CEO baru dari Alberic Grop. Beliau adalah Tuan Muda Alexander Alberic, yang sekarang menduduki posisi sebagai CEO di Alberic Grop." Jack menunjuk Alexander yang berdiri di sampingnya.


Mendengar nama Alexander disebut, Ivona langsung mendongak. Saat matanya bersirobok dengan Alexander, ia justru mendapati sorot dingin dari pria itu. Hal lain yang membuat Ivona tercengang adalah penampilan Alexander yang sangat formal saat menemui keluarga Iswara.


"Bagaimana pria ini bisa ada di sini?" batin Ivona berucap.


Kakek Iswara dan Tuan Iswara segera sadar dan sedikit tidak percaya kalau mereka bisa bertemu dengan CEO baru Alberic Grop.


"Benarkah?" ucap Kakek. "Suatu kehormatan bagi kami keluarga Iswara bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan CEO perusahaan hebat seperti Alberic Grop. Ayo bergabunglah bersama kami," ajak Kakek ramah.


"Benar, mari bergabung bersama kami untuk makan malam," imbuh Tuan Iswara.


"Terima kasih, Tuan," jawab Jack. Kemudian mengajak Alexander untuk duduk dan bergabung bersama keluarga Iswara.


"Terima kasih," ucap Alexander, lalu mengambil duduk yang berseberangan dengan Thomas, tepatnya di sebelah Vaya. Sementara Jack duduk tepat di sisi Thomas.


Nyonya Iswara sempat mencuri pandang pada Alexander yang menurutnya begitu menawan. Dalam hatinya langsung terlintas pikiran jika Alexander dan Vaya bersatu pasti akan menjadi pasangan yang fenomenal. Alexander dengan kekayaan dan wajah rupawannya dan Vaya dengan bakat dan kecantikannya. Semua pasti akan memuja mereka menjadi pasangan paling diimpikan abad ini.

__ADS_1


Nyonya Iswara tidak bisa membayangkan jika dirinya akan menuai banyak puja-puji dari kolega dan teman-temannya, lebih dari pujian yang ia dapat kemarin saat Vaya melakukan tur pianonya. Nyonya Iswara bahkan tersenyum sendiri membayangkan semua itu.


Thomas yang berada tepat di hadapan Alexander, terus menatap pria itu. Ia ingat dengan jelas jika pria di hadapannya ini adalah pria yang membawa Ivona pergi dari rumah sakit dan juga dari kelab malam itu. Namun, ia memilih untuk diam saja karena tidak ingin membuat masalah bagi Ivona.


"Sebelumnya, perkenalkan dulu seluruh anggota keluargaku," ucap Kakek pada Alexander.


"Kau pasti sudah tahu, dia adalah putraku Iswara, dan di sebelahnya adalah istrinya." Kakek menunjuk Tuan dan Nyonya Iswara bergantian. Alexander menyapa dengan menundukkan sedikit kepalanya menatap Tuan dan Nyonya Iswara.


"Di sebelahnya ada Vaya." Kakek tidak menjelaskan siapa Vaya dalam keluarga ini.


Alexander menoleh sekejap pada Vaya, gadis itu langsung memasang senyum termanis di bibirnya.


"Di depanmu, ada Thomas, dia adalah anak laki-laki ke tiga di keluarga ini."


Alexander pun menatap Thomas sebagai penghormatan.


Alexander menatap datar pada Ivona. Hal itu membuat Ivona sedikit ragu untuk tersenyum sebagai sikap ramah tamah.


"Vaya juga putri kami, dia memiliki bakat yang luar biasa dalam bermain piano. Beberapa waktu lalu dia menjalankan tur pianonya, dan mendapatkan tanggapan yang positif dari para fansnya," sela Nyonya Iswara.


Vaya memasang senyum malu-malunya pada Alexander.


"Kalau aku boleh tahu, apakah Tuan Muda Alexander sudah memiliki istri?" tanya Nyonya Iswara tanpa basa-basi.


"Tuan Muda masih sendiri, Nyonya," jawab Jack.


Nyonya Iswara nampak senang mendengar status Alexander yang masih sendiri. "Itu berita yang sangat baik, Tuan Muda Alexander masih sendiri dan kami mempunyai putri yang berkelas untuk bisa bersanding dengan Tuan Muda, bukankah itu suatu takdir yang baik." Nyonya Iswara tersenyum menatap Vaya.

__ADS_1


"Bagaimana Vaya, apakah kau suka dengan Tuan Muda Alexander?" tanya Nyonya Iswara.


"A-aku, aku akan menurut apa pun yang ibu katakan," jawab Vaya dengan wajah bersemu merah.


"Lihatlah, Tuan Muda, putriku Vaya adalah anak yang sangat berbakti pada orang tua. Dia tidak akan membantah apa pun yang aku katakan. Dia juga memiliki sifat-sifat wanita kelas atas, aku yakin jika kalian bisa bersanding akan menjadi keberuntungan bagi kedua keluarga," ujar Nyonya Iswara.


"Bukankah begitu, suamiku?" Nyonya Iswara menatap suaminya meminta persetujuan.


Tuan Iswara belum berani menjawab. Ia tidak ingin bersikap lancang di hadapan ayahnya dengan mengambil keputusan perjodohan ini, walaupun sebenarnya ia juga sangat setuju dengan pernikahan aliansi dengan keluarga Alexander. Siapa yang akan menolak berjodoh dengan seorang Alexander Alberic, yang memiliki kerajaan bisnis terbesar di Victoria.


"Tidak apa, Tuan Muda, tidak usah terburu-buru. Kalian masih sangat muda, masih punya banyak waktu untuk saling mengenal. Aku jamin setelah kau mengenal putri kami Vaya, kau akan langsung jatuh cinta padanya dan pasti tak ingin berada jauh darinya." Nyonya Iswara terkekeh-kekeh di akhir kalimatnya.


"Bukankah begitu, Vaya?" Nyonya Iswara melirik Vaya.


Vaya kembali tersenyum malu. "Jangan terlalu memujiku, Ma. Aku takut jika Tuan Muda Alexander malah akan kabur karena mendengar Mama yang terlalu memuji-muji Vaya," jawab Vaya.


"Bagaimana mungkin Tuan Muda Alexander kabur jika sudah berdekatan dengan gadis cantik sepertimu. Kau punya segalanya, Sayang. Segalanya yang tidak akan mungkin membuat pria menolakmu," ujar Nyonya Iswara percaya diri.


"Sudah, Ma, hentikan ... Vaya malu." Meski berucap demikian tapi mata Vaya masih saja mencuri pandang pada Alexander.


"Mama tidak hanya sekedar memujimu, Sayang. Mama bicara apa adanya, tentang bakat dan ke______"


"Nana itu nama kecilmu?" Dengan mengabaikan apa pun yang Nyonya Iswara katakan, Alexander memotong ucapan istri dari Tuan Iswara itu.


Seketika semua menatap ke arah Ivona. Ivona sendiri langsung menatap Alexander yang tengah mengajaknya berbicara.


Raut wajah Nyonya Iswara sekita berubah masam, dia yang sedari tadi mempromosikan Vaya tapi justru Ivona yang menarik perhatian seorang Alexander Alberic. Bukan hanya Nyonya Iswara, tapi juga Vaya yang langsung kesal saat Ivona kembali mengacaukan mimpinya. Vaya menatap Ivona dengan perasaan marah yang tertahan, ingin sekali ia menyingkirkan Ivona dari hidupnya agar tidak ada lagi yang menghalangi setiap keinginannya.

__ADS_1


"Ivona ...," geram Vaya dalam hatinya, tangannya pun mengepal di atas pangkuannya.


__ADS_2