IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.64 Dokter Spencer


__ADS_3

Raut wajah Kakek Iswara berubah murka. "Selama aku masih hidup, tidak boleh ada yang mendahului keputusanku terlebih jika ituenyangkut keputusan pernikahan penerus keluarga Iswara, termasuk kau." Kakek menunjuk Nyonya.


Ucapan kakek barusan membuat Nyonya Iswara tidak bisa berkata-kata, kemarahan ayah mertuanya tidak akan berdampak baik jika ia terus melawan. Akhirnya, Nyonya Iswara lebih memilih untuk diam dan menahan amarahnya. Melihat ketegangan di antara istri dan ayahnya, Tuan Iswara segera mencari cara untuk mencairkan suasana.


"Ayah, tenanglah. Ini semua kan hanya rencana saja, istriku tidak bermaksud lancang, lagi pula Tuan Muda Alexander sendiri masih belum menentukan pilihan," sela Tuan Iswara.


"Tidak baik bagi kesehatan Ayah, jika Ayah terus menerus emosi." Mendengar nasehat putranya, emosi Kakek mulai mereda. Ia harus bisa mengontrol emosinya agar tidak berdampak buruk bagi kesehatannya.


"Oh ... ya, aku memiliki berita bagus untuk Ayah. Aku sudah berhasil menghubungi dokter Austin, dia adalah dokter spesialis otak yang terkenal sekali di bidangnya," ucap Tuan Iswara, yang melihat Ayahnya mulai tenang.


"Benarkah?" tanya Kakek.


"Iya Ayah, tapi sebelum kita membahas dokter Austin sebaiknya kita makan terlebih dahulu. Tidak enak dengan Tuan Muda Alexander yang sedari tadi sudah menunggu. Ayo kita mulai makan," ajak Tuan Iswara.


Kakek yang merasa tidak enak pada Alexander, langsung menyetujui ajakan putranya. "Maafkan, kami," ucap Kakek pada Alexander.


Alexander hanya bisa menjawab dengan tersenyum. Setelahnya mereka semua terdiam dan mulai makan dengan sangat tenang, tidak ada satu suara pun yang mengisi acara makan mereka selain denting sendok dan garpu. Acara makan malam pun selesai, dan Tuan Iswara mengajak mereka untuk melanjutkan acara berbincang mereka ke ruang keluarga.


Di sana, Tuan Iswara kembali bicara soal dokter spesialis otak yang begitu terkenal.


"Nanti kita akan menjadwalkan pertemuan Ayah dengan dokter Austin, supaya Ayah bisa segera tertangani," ucap Tuan Iswara.


"Aku dengar dokter ini sangat sulit dihubungi, bagaimana bisa kau menjadwalkan pertemuanku dengannya?" tanya Kakek.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Kakek, Tuan Iswara terlihat bangga dan tersenyum. "Kami mengenalnya melalui Vaya, dokter Austin yang menyaksikan Vaya berpidato punya kesan mendalam terhadap Vaya saat pidato di G-school. Beliau bilang, beliau sangat terpukau dengan penampilan Vaya," jawab Tuan Iswara tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.


"Vaya memang selalu menampilkan yang terbaik, bukan begitu, Sayang?" puji Nyonya Iswara.


"Mama, jangan selalu memujiku. Aku tidak akan bisa sehebat ini jika bukan karena Mama dan Keluarga yang mendukungku," ucap Vaya malu dan merendah.


Tuan dan Nyonya Iswara tersenyum bangga menatap Vaya. Putrinya itu tak pernah mengecewakannya. "Tentu, Sayang, kami akan selalu mendukungmu," ucap Nyonya Iswara.


Ivona yang duduk di samping sofa lebih memilih untuk bermain ponsel, ia sama sekali tidak berniat bicara dan tidak tertarik mendengar setiap pujian yang dilontarkan Nyonya dan Tuan Iswara untuk Vaya.


"Ayah jangan khawatir, dokter Austin akan segera menyembuhkan Ayah dengan kemampuan hebat yang ia miliki," ucap Tuan Iswara.


"Benar, Kakek. Aku yakin dokter Austin adalah dokter yang tepat untuk menangani penyakit Kakek, dia akan menyembuhkan Kakek," timpal Vaya.


Ivona yang masih sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak ia ketahui. "Permisi," pamit Ivona sebelum pergi menjauh untuk mengangkat telepon.


"Halo," sapa Ivona saat mengangkat panggilannya. "Ini siapa?" tanya Ivona.


"Halo, selamat malam Nona Ivona. Sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan diri. Saya adalah Dokter Spencer, dokter spesialis otak, teman dari Marcus," jawab dokter Spencer di ujung sana.


"Ya, dokter Spencer."


"Aku sudah menerima proposal yang kau buat, dan aku menyukai proyek yang kau rancang itu, sekaligus aku ingin mengajakmu bekerja sama dengan institut kedokteran milikku untuk lebih mengembangkan berbagai alat kesehatan untuk kepentingan dunia medis," ucap dokter Spencer.

__ADS_1


"Benarkah?" pekik Ivona.


"Iya, tentu saja. Aku sangat kagum dengan kemampuanmu, aku yakin ilmu kedokteran akan berkembang pesat jika kita bisa bekerja sama."


Ivona merasa sangat bahagia, akhirnya proposal miliknya disetujui dan dia punya kesempatan untuk menyembuhkan Kakek. Ivona tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.


"Tapi, dokter, sebelum aku bergabung dengan institut kedokteran milik Anda, aku punya syarat yang harus dokter penuhi," ucap Ivona.


"Syarat?" tanya dokter Spencer. Di sana dokter Spencer sedikit ragu, syarat apa yang kira-kira gadis ini inginkan untuk mau bergabung dengannya.


"Dokter, apakah Anda masih di sana?" tanya Ivona. "Halo, dokter?" panggil Ivona.


"Ah ... ya, aku masih di sini. Katakan apa yang kau inginkan sebagai syarat," jawab dokter Spencer.


"Begini dokter, aku memiliki seorang Kakek. Beliau sudah berusia di atas tujuh puluh tahun, dan saat ini beliau sedang menderita tumor otak. Kami di sini sudah mengupayakan penyembuhan bagi Kakek, tapi sampai sekarang belum ada hasil yang memuaskan. Bisakah dokter melakukan operasi untuk mengangkat tumor di kepala Kakekku," tutur Ivona.


"Bisakah kau mengirimkan laporan medisnya terlebih dulu padaku?"


"Tentu, dokter," jawab Ivona.


"Aku akan menganalisa terlebih dahulu tentang tumor yang bersarang di kepala kakekmu, baru aku bisa menentukan tindakan apa yang harus diambil untuk menyembuhkannya," ucap dokter Spencer.


"Itu artinya Anda setuju untuk melakukan pengobatan pada Kakekku, bukan?" tanya Ivona agar lebih yakin.

__ADS_1


"Tentu saja," jawab dokter Spencer. Dokter Spencer segera menyetujui syarat Ivona, baginya yang merupakan seorang ahli otak merasa tidak akan kesulitan untuk memenuhi syarat dari Ivona. Hal lainnya yang membuat ia tidak ragu untuk membantu penyembuhan kakek Ivona adalah bisa menarik Ivona untuk bergabung dengan institusi kedokteran mereka. Ia yakin kerja samanya dengan Ivona akan menghasilkan sesuatu yang besar, karena ia bisa melihat bakat dan kemampuan yang dimiliki Ivona. Semua bisa ia baca dari proposal yang diajukan Ivona.


__ADS_2