IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.159 Pengakuan


__ADS_3

"Kau tahu, kau selalu hadir dalam mimpiku setiap malam. Bahkan malam ini, mimpi yang membuatku terjaga adalah mimpi yang sama. Mimpi tentang dirimu."


"Kau pasti tak percaya, karena aku sendiri sulit mempercayainya."


Ivona tak ingin percaya tapi ia tak bisa juga meragukan. Ia terus saja mendengar pengakuan Aldrich tentang mimpinya.


"Lebih dari setahun yang lalu aku pertama kali memimpikan ini. Aku bermimpi tentang seorang gadis bergaun pengantin yang terjatuh kedalam kolam dengan luka tembak di dada kirinya, lalu seorang pria menyelamatkan gadis itu dan membawanya ke atas sembari terus memanggil nama gadis itu."


Ivona terus mendengarkan.


"Kau tahu siapa pria dan wanita itu?"


Ivona belum menjawab, tapi Aldrich sudah berkata, "Kau benar, wanita itu adalah kau, dan pria itu adalah aku," ujar Aldrich menjawab pertanyaannya sendiri.


Ivona mencerna semua mimpi yang Aldrich ceritakan. Kejadian itu sama persis dengan kejadian dalam novel, ketika ia dan Alexander akan menikah. Tragedi berdarah di hari pernikahannya, dan hal itulah yang membuatnya bisa kembali ke dunia nyata. Jika benar yang dikatakan Aldrich, apakah pria ini adalah reinkarnasi dari Alexander. Ah ... sejak kapan Ivona percaya dengan hal-hal seperti itu.


"Aku sudah bercerita pada ibuku kemarin. Ibuku adalah orang yang mempercayai tentang kelahiran kembali atau reinkarnasi. Ibuku bilang, mimpiku itu adalah gambaran kehidupanku sebelumnya yang belum selesai, dan lewat mimpi itu diriku yang dulu ingin aku menyelesaikan apa yang dulu belum tercapai," sambung Aldrich dengan mata yang tak lepas dari wajah Ivona.


"Maksudmu?" tanya Ivona.


"Menikahimu. Kata ibuku, jika aku menikahimu aku telah menyelesaikan apa yang ingin aku selesaikan di kehidupanku yang dulu dan dengan begitu aku tak akan lagi bermimpi buruk," jelas Aldrich.

__ADS_1


Ivona terdiam sesaat, kini pandangannya pun fokus pada pria yang berbaring di sampingnya. "Apa kau ingin menikah hanya karena aku mirip dengan wanita dalam mimpimu?"


Aldrich mengangguk jujur.


"Lalu bagaimana kau akan menjalani pernikahan nanti jika kau tak memiliki dasar apa pun untuk pernikahan itu?"


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin terbebas dari mimpi burukku itu."


Ivona mendengkus kesal dengan pengakuan Aldrich yang sangat jujur. "Lalu bagaimana dengan aku, apa kau pernah memikirkan tentang perasaanku nanti?"


Aldrich tak mengerti maksud Ivona, ia tak pernah berpikir sejauh itu. "Kita bisa berpisah nanti jika kau tak ingin lagi bersamaku, yang terpenting aku sudah menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan di kehidupan yang dulu dan aku terbebas dari mimpi yang menyiksaku itu."


Ivona langsung terduduk. "Keluar kau dari kamar ini!" usirnya setelah mendengar apa yang Aldrich katakan.


"Aku tidak ingin menikah denganmu!" tegas Ivona.


"Iya ... tapi kenapa?"


"Kau masih bertanya kenapa? Kita bukanlah orang yang sama dalam hal memandang pernikahan jadi kurasa kita tidak bisa menikah!"


Dahi Aldrich mengernyit, masih belum bisa menangkap maksud Ivona.

__ADS_1


"Dengarkan aku, Tuan Aldrich Ryder, aku adalah orang yang menganggap suci pernikahan. Aku ingin pernikahanku hanya terjadi satu kali dalam seumur hidupku, kau dengar? dari situ saja kita sudah berbeda jadi aku tidak ingin menikah dengan mu."


"Kau ini kenapa? kau tidak perlu terlalu terbawa perasaan. Begini saja, anggap saja kau telah menolongku sebagai imbalan karena aku telah membantu perusahaan ayahmu sehingga tidak jadi bangkrut."


"Ini bukan soal terbawa perasaan tapi ini adalah keyakinanku dalam hal pernikahan. Aku adalah anak hasil dari perceraian. Kau tahu bagaimana rasanya? Sangat tidak enak!


Aku mungkin termasuk anak yang beruntung, karena meskipun orangtuaku berpisah tapi aku masih bisa merasakan kasih sayang keduanya. Tapi ada hal yang tidak mereka tau, aku sering kesepian di antara mereka. Aku tidak ingin anakku nanti mengalami hal yang sama dengan apa yang aku rasakan."


Aldrich yang sebelumnya masih mendengarkan dengan rebahan ikut bangun juga. Ia duduk dan tertawa dengan apa yang Ivona khawatirkan.


"Apa kau berharap punya anak dariku?" ucapnya menatap lekat mata Ivona.


Ivona berdecap, melengos dengan menahan kesal. Pria ini tak bisa diajak serius. Sedetik kemudian ia kembali menatap Aldrich. "Aku tidak ingin menikah dengan mu jadi aku tidak berniat punya anak darimu!" tegas Ivona. Ia turun dari ranjang dan berjalan menuju dinding kaca yang memperlihatkan langit yang masih gelap.


"Sebaiknya kau keluar, atau biarkan aku pulang. Aku tidak akan mungkin menikah denganmu," ujar Ivona tanpa melihat Aldrich.


Pria itu menyusul Ivona dan berdiri tepat di sampingnya.


"Katakan syaratmu dan menikahlah denganku."


"Aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak aku cintai dan tidak mencintaiku, jadi jangan tanya lagi karena kita tidak akan menikah."

__ADS_1


Aldrich terdiam. Ia menatap Ivona yang terlihat kesal. "Bagaimana jika aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku, kau akan menikah denganku?"


__ADS_2