IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
22. Kelly dan Teman-temannya


__ADS_3

Semua teman dekat Kelly sedang berusaha menghasut Kelly agar melakukan tindakan pada sikap Ivona. Rasa kebencian pada diri mereka membuat mereka mendorong Kelly agar melakukan perundungan, dengan alasan bahwa Ivona telah berani menggoda Williiam dengan sikapnya yang aneh.


Seluruh murid di kelas tahu kalau Kelly menyukai William, tapi William menyukai Vaya dan Vaya berpacaran dengan Roy. Kelly tidak pernah khawatir soal Vaya karena menurutnya Vaya tidak memiliki perasaan apa pun pada William, tapi Ivona, anak pindahan itu seolah telah menabuh genderang perang karena telah berani menarik perhatian William.


Benar apa kata teman-temannya, ia harus memberi pelajaran pada Ivona agar tak lagi banyak tingkah, apa lagi bermimpi untuk merebut William darinya. Rasa cemburu membuat Kelly kesal dan marah pada Ivona. Ia pun berkata di hadapan semua murid perempuan kalau ingin memberi pelajaran pada Ivona.


"Kalian benar, aku akan memberikan gadis aneh itu pelajaran yang akan selalu ia ingat, agar ia tak punya sedikit pun pikiran untuk bersaing dengan ku," ucap Kelly.


Semua teman-temannya menyambut gembira keputusan Kelly.


"Aku akan selalu mendukung dan membantumu untuk mencapai tujuanmu," ujar Margaretha.


"Tentu saja, aku pun akan membantumu jika itu bisa membuatmu senang," timpal Merry.


"Benar, bagaimanapun caranya kami akan mendukungmu sampai William menjadi suamimu." Kali ini Jessica yang berbicara, terlihat berlebihan memang jika anak SMA membicarakan perihal suami. Apa lagi, status Kelly dan William yang belum jelas.


Meski terdengar berlebih-lebihan, tapi Kelly sangat bahagia mendengar ucapan dan dukungan teman-temannya. Hal paling membahagiakan adalah support temannya untuk menjadikan William suaminya.


Akhirnya Kelly dan teman-temannya memulai usaha pertama untuk memberi pelajaran pada Ivona. Mereka semua melakukannya dengan tertawa riang tanpa rasa bersalah.


Vaya yang baru saja kembali dari toilet, merasa kaget melihat aksi Kelly dan teman-temannya di meja Ivona. "Apa yang kalian lakukan?" seru Vaya.


Kelly dan teman-temannya pun menoleh. Mereka merasa takut saat tatapan Vaya sulit diartikan. "Apa kalian sedang berusaha untuk melakukan percobaan perundungan?" tanya Vaya.


"Ka-kami, kami hanya sedang bermain-main," jawab Jessica.


Vaya, masih dengan sorot matanya yang dingin mendekati kumpulan siswi di meja Ivona. Ia ingin melihat apa saja yang mereka lakukan pada Nona Muda keluarga Iswara itu.


"A-aku bisa menjelaskannya." Kelly mencegah Vaya sebelum sampai di meja Ivona, dan membawa Vaya keluar kelas.


"Tenanglah Vaya, aku melakukan semua ini untukmu," ucap Kelly saat mereka sampai di koridor.

__ADS_1


Vaya menatap aneh dengan pernyataan Kelly.


"Kau tidak percaya?" tanya Kelly. "Oh ... ayolah, Vaya. Bukankan kita punya hubungan yang baik, aku akan membantumu untuk menyingkirkan gadis itu. Aku yakin keberadaannya di keluargamu juga sangat mengganggu, bukan?"


Vaya memikirkan ucapan Kelly. Benar saja, Ivona adalah pengganggu dalam hidupnya, dia adalah kerikil yang harus segera disingkirkan.


"Benar, 'kan, ucapanku?" Kelly melihat perubahan ekspresi dari Vaya, yang tadinya terlihat dingin, kini nampak lebih bersahabat.


"Kalau kau punya ide yang lain, kau tinggal mengatakannya saja. Aku dan teman-temanku akan dengan senang hati melakukannya untukmu, kami semua juga tidak menyukai Ivona." Kelly memang pandai menjilat, terbukti Vaya bisa mengangguk menyetujui ucapannya.


"Baiklah, untuk saat ini aku tidak punya rencana apa pun untuk Ivona, jadi terserah kalian saja," jawab Vaya kemudian kembali masuk kelas dengan meninggalkan Kelly.


Kelly tersenyum menang, ternyata tak serumit yang ia bayangkan. Sangat mudah membujuk Vaya, yang dari awal memang terlihat membenci Ivona. Dengan senyum liciknya ia mengikuti Vaya masuk.


Di sisi lain, Ivona memanfaatkan waktu istirahatnya untuk berkeliling sekolah ini. Mencari tahu arah dan ruangan yang ada di G-school. Ia menghapal setiap jalan yang ia lewati. Meski sendirian saja, tapi ia cukup menikmati.


Setelah merasa lelah, ia putuskan untuk kembali ke kelas. Saat kembali, Ivona menyadari meja dan buku pelajarannya sudah rusak karena ternoda oleh tinta hitam.


Tatapannya berkeliling pada semua siswa yang ada di kelas itu. "Siapa yang melakukannya!" seru Ivona. Ia membuat kaget seluruh penghuni kelas dengan nada bicaranya yang lantang.


"Apa tidak ada yang mau mengaku!" seru Ivona lagi.


Masih sama saja, mereka semua memilih untuk tetap diam. Mata Ivona memindai setiap siswa, seakan melihat satu per satu ekspresi orang yang telah selesai melakukan tindak kejahatan.


Ia terus menatap nyalang pada semua siswa, hingga ia melihat Kelly yang tengah membetulkan rambutnya. Dengan cepat Ivona menghampiri Kelly dan bertanya, "Kenapa kau lakukan semuanya?"


Kelly sempat kaget saat Ivona menghampiri mejanya dan langsung menuduh dirinya, tapi sesaat kemuadian ia kembali tak acuh. Ia harus bersikap tenang seolah tak tahu apa pun. Kelly terus saja merapikan rambutnya tanpa menggubris Ivona yang masih menunggu jawabannya.


"Kau tuli atau kau bisu, hah!" sentak Ivona.


Kelly mendelik tajam mendengar ucapan Ivonq, ia tak terima dengan hinaan yang baru saja dilontrakan Ivona. Ia berdiri dan menatap Ivona dengan marah. "Apa yang kau katakan, ayo ulangi lagi kalau kau ingin aku merobek mulutmu!" balas Kelly.

__ADS_1


"Kau yang telah melakukannya bukan? kau yang telah merusak semua buku-bukuku!" Ivona kembali menuduh Kelly.


"Sembarangan saja kau bicara. Kau pikir siapa kau berani menuduhku tanpa bukti. Dasar tidak tahu diri!" jawab Kelly.


"Aku tidak sembarangan menuduh, aku punya bukti kuat jika kau yang melakukannya!" Ivona terus berbicara dengan nada tinggi.


"Bukti apa, hah!" Kelly mendorong tubuh Ivona hingga terhuyung tapi tidak sampai jatuh.


"Kau pikir siapa dirimu hingga aku harus peduli untuk mengerjaimu!" sambung Kelly.


"Kalau kau tidak mengaku aku akan melakukan hal yang di luar dugaanmu!" ancam ivona.


"Benarkah? oh ... aku takut, teman-teman anak baru ini mau melakukan sesuatu padaku, tolong bantu aku," ucap Kelly dengan mencemooh. Ia pun tertawa keras, begitu pula dengan teman-temannya yang lain, ikut serta menertawakan Ivona.


Ivona sudah kehabisan kehabisan kesabaran menghadapi Kelly. Ditariknya tangan Kelly, lalu ia angkat ke atas, dengan cengkeraman yang kuat.


Kelly meronta karena merasakan sakit di pergelangan tangannya. "Lepaskan aku, apa kau sudah gila, hah!" teriak Kelly.


"Ini buktinya, tinta di tanganmu adalah bukti kalau kau yang melakukan semua ini," seru Ivona.


Semua siswa di kelas kaget melihat cara Ivona membuktikan siapa pelaku yang telah merusak bukunya.


"Kau pikir hanya karena ada noda tinta di tanganku kau bisa menuduhku, semua siswa yang sering memegang pulpen pasti juga terkena noda tinta tanpa sengaja," elak Kelly. Ia tetap tak mau mengaku. Hal itu membuat Ivona semakin kasar dengan menekan pergelangan tangan Kelly, hingga gadis itu memekik kesakitan.


Ivona mulai menampilkan sisi gila dirinya saat William baru memasuki kelas dan melihat apa yang Ivona lakukan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya William.


"Will ... tolong aku, gadis gila ini menyakitiku." Bukan Ivona yang menjawab tapi Kelly yang justru mengadu.


"Iya, Ivona bahkan menuduh Kelly telah merusak buku-bukunya," imbuh Margaretha. Ia ingin Kelly mendapatkan simpatik dari William.

__ADS_1


William melirik ke meja Ivona, dan melihat buku-buku yang sudah berantakan. Dia pun bertanya pada semua murid di kelas, "Siapa yang melakukan semua ini?" teriak William.


Semua murid terkejut melihat reaksi William. Tidak biasanya William peduli dengan hal-hal seperti ini.


__ADS_2