IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia
Bab.77 Kekacauan 1


__ADS_3

Pria itu membelalakan mata, melihat pesan yang tertera di layar komputernya. Tidak hanya sampai di situ, hal yang lebih membuatnya merasa merinding adalah ikon panah di layar komputernya bergerak-gerak dan mau menghapus akun sosmed yang digunakan untuk mengunggah foto Ivona.


Melihat kejadian itu, penggemar Vaya itu menelan ludahnya kasar, seakan tidak percaya. Wajahnya mendadak jadi pucat pasi dan tubuhnya gemetaran.


"A-apa, ini?" ucapnya ketakutan.


"Kenapa bisa bergerak sendiri?" tatapnya tak percaya.


"Ti-tidak, ini tidak bisa dibiarkan." Pria itu berusaha menghentikan aksi komputer yang bergerak dengan sendirinya itu, Ia mencoba mengambil alih kembali kursor dengan mouse di tangannya. Akan tetapi, usahanya gagal, mouse di tangannya tidak bisa mengendalikan kursor yang bergerak dengan sendirinya itu. Ia hanya bisa melihat komputernya bekerja sendiri tanpa kendali darinya. Malahan, muncul sebuah kalimat di layar komputer itu.


[Anda yakin ingin menghapus akun?]


Pria itu semakin tidak percaya dengan kejadian ini. Apa yang terjadi dengan dirinya dan komputernya. Pikirannya benar-benar kacau, tidak bisa memahami situasi yang terjadi.


"Aaarggh!!!" pekiknya frustasi, karena tidak bisa melakukan apa pun pada komputernya sendiri. Saking frustasinya, pria itu langsung membanting komputernya sebagai bentuk pelampiasan kemarahan yang memuncak.


"Aargghh!!!" teriaknya lagi.


Pria itu terduduk melihat komputernya yang sudah hancur. Ia menjambak rambutnya dengan kuat, sembari terus berteriak.


"Bodoh ... bodoh ... bodoh!" makinya pada dirinya sendiri. Ia pun menangis meratapi nasib komputernya yang hancur juga akun yang ia gunakan untuk mengunggah foto Ivona.


Ia menatap puing-puing komputernya yang berserakan. Menyesali kebodohannya karena telah menerima tawaran untuk mengunggah foto dan memfitnah orang yang tidak ia kenal. Seharusnya akun yang ia gunakan itu bisa menghasilkan jutaan dolar jika ia memanfaatkannya pada hal-hal positif, tapi karena tergiur sejumlah uang kecil yang ditawarkan ia harus rela kehilangan akun tersebut, dan mimpi jutaan dolarnya.


Kini ia hanya bisa menangis, menyesali kebodohannya. Meratapi nasib komputernya yang telah hancur.


_______________

__ADS_1


Di ruangan Alexander, Ivona masih nampak serius dengan laptop di depannya. Ia masih sibuk untuk memberikan pelajaran bagi akun yang telah menyebar fitnah tentang dirinya.


Kemampuannya dalam bidang komputasi membuatnya begitu mudah meretas akun media sosial para pembenci dirinya itu. Bibirnya melengkung ke atas saat ia berhasil meretas satu per satu akun yang tidak bertanggung jawab itu.


"Kalian ingin bermain-main dengan ku, bukan. Ayo kita mulai permainannya. Aku ingin lihat, apa yang bisa kalian lakukan setelah ini," ucap Ivona dalam hati. Jari jemarinya masih sibuk menari di atas keyboard.


Mungkin dalam hal ini Ivona sedikit keterlaluan dalam membuat keributan di dunia cyber, karena bukan hanya akun pria itu yang diretas dan dibuat kacau. Namun, dalam kurun waktu tiga puluh menit saja, beberapa akun lain yang juga mengunggah gosip tentang Vaya dan Ivona, pun mengalami hal yang sama. Akun mereka tiba-tiba bermasalah. Tidak lagi bisa mereka gunakan untuk menghukum dan menghujat Ivona.


Ivona hanya tersenyum miring menyaksikan akun-akun yang sebelumnya mengunggah komentar hujatan tentang dirinya. Mereka mulai saling memperingati di grup akun media sosial agar yang lainnya jangan sampai menyebarkan berita itu lagi.


[Apa sistem sedang eror?]


[Aku tidak bisa menggunakan akunku.]


[Hei ... apa kalian mengalami hal yang sama denganku, aku tidak bisa ikut berkomentar dalam unggahan yang sedang viral tentang anak haram keluarga iswara.]


[Benarkah?]


[Apakah itu berarti, kita tidak boleh menyertakan nama Ivona dalam unggahan komentar kita agar bisa sukses.]


[Kurasa begitu, coba saja kalian lakukan. Jangan menulis kata tentang Ivona atau pun inisial yang mengarah pada nama itu, hal itu akan membuat unggahan kalian gagal.]


[Baiklah, aku akan mencobanya.]


[Satu hal lagi, jangan menyebarkan lagi berita tentang anak itu. Kita harus menyudahinya.]


Sayang sekali, Ivona harus menahan tawanya saat membaca percakapan di grop akun media sosial yang menggunjingkan tentang dirinya. Ia tidak bisa mengekspresikan kesenangannya karena masih bersama dengan Alexander. Sejak tadi ivona hanya bisa berbicara sendiri dalam hati.

__ADS_1


"Akhirnya, kalian paham juga maksudku. Kalau saja kalian lebih pintar dan bisa menggunakan otak kalian dengan lebih baik, aku tidak akan berbuat sekacau ini. Jujur saja aku bukan orang yang suka ikut campur urusan orang lain, apa lagi harus membaca obrolan kalian yang tidak ada manfaatnya untukku," batin Ivona.


Ivona terus memantau aktifitas akun yang ia retas. Melihat apa saja yang akan mereka lakukan selanjutnya setelah akun mereka bermasalah karena telah menyinggung Ivona. Dalam waktu singkat, Ivona melihat unggahan yang baru, akun-akun yang sebelumnya beramai-ramai memposting fitnah tentang dirinya, kini berbalik mem-post permintaan maaf pada Ivona.


Hal yang cukup membuat Ivona berpikir baik. "Baiklah, karena kalian telah mengakui kesalahan kalian, aku akan berbaik hati."


Namun, baru juga Ivona berniat memperbaiki sistem kembali, masalah baru muncul. Hujatan pada dirinya datang dari para netizen dan penggemar Vaya, yang tidak percaya dengan kekacauan yang baru saja terjadi. Mereka semakin kejam memarahi Ivona.


[Dasar anak haram sialan, bukannya bertobat malah semakin sombong. Pasti dia telah menyewa seorang hacker untuk mengacaukan sistem jaringan di kota ini.]


[Benar, dia pasti pelakunya. Buktinya mereka yang menyinggung namanya tidak bisa mengunggah komentarnya.]


[Hei ... anak haram, jangan beraninya main belakang. Muncul sini hadapi kita semua.]


[Pantas saja keluarganya tidak mengakui, dan memilih untuk menyembunyikannya. Dasar sombong!]


[Benar, dilihat dari sudut mana pun ia tidak bisa dibandingkan dengan Vaya. Apa lagi jika berbicara prestasi, tidak ada seujung kuku Vaya sekali pun.]


[Dasar anak Haram!]


Ivona yang sebelumnya sudah sedikit lega karena si penggunggah fitnah telah minta maaf, menjadi tersulut emosi kembali membaca komentar para fans fanatik Vaya.


"Jangan salahkan aku jika aku merusak alat yang harusnya kalian gunakan untuk hal yang positif. Ini adalah pelajaran untuk kalian semua yang tidak bisa bijak dalam menggunakan teknologi," ujar batin Ivona.


Setelah meretas akun, kini Ivona mengirimkan virus ke ponsel netizen dan para fans berat Vaya untuk membuat ponsel mereka hang. Tidak butuh waktu lama bagi Ivona yang sudah profesional untuk membuat kekacauan ini berlanjut.


"Sekarang nikmatilah kepanikan kalian!" Ivona terus menatap layar laptop di depannya, dengan tawa yang tertahan.

__ADS_1


Di luar sana, mereka yang ingin mengunggah komentar tentang Ivona menjadi panik, karena tiba-tiba ponsel mereka tidak bisa merespon apa pun yang mereka inginkan. Ponsel mereka hidup tapi tidak bisa diapa-apakan.


__ADS_2