
"Oke,gue bakal lakuin apa yang lo minta.Asalkan gue dapat maaf dari lo."Ucap Sasya pasrah.
"Besok kalau pulang harus pagi-pagi sekali,gue gak mau Darren tahu lo di sini.Secara kan rumah Darren sebelum rumah gue."Sasya hanya mengangguk.
Varo pun beranjak dan melangkah meninggalkan Sasya dan pergi ke kamarnya.
Di kamarnya
Varo memandangi langit-langit kamarnya,jika ditanya apakah dia masih mencintai Sasya atau tidak.
Jawabannya adalah masih mencintainya,Sasya adalah pacar pertama sekaligus cinta pertamanya.
Tapi Sasya dengan tega selingkuh darinya,Varo menerima Keisha karena 1 alasan.Yaitu agar dia dapat melupakan Sasya.
Varo pun akhirnya tertidur dengan sendirinya.
•
•
•
Sesuai permintaan Varo,pagi hari pukul 4 Sasya sudah bersiap-siap akan pulang.
"Mau kemana pagi-pagi begini?"Tanya Bunda Marissa saat Sasya menghampirinya di dapur.
"Mau pulang Tan."
"Nanti aja pulangnya,diantar Varo sekalian dia berangkat sekolah.Lagian ini masih sangat pagi."Ucap Bunda Marissa mengerutkan alisnya.
"Enggak usah deh Tan,Sasya gak enak ngrepotin terus."
"Gak ngrepotin kok,udah nurut aja.Nanti kamu sekolah apa enggak,sebaiknya jangan deh karena kamu masih berduka"Ucap Bunda Marissa.
"Sasya sekolah aja deh Tan,nanti malah kepikiran orang tua saya terus."Jawab Sasya sedikit sedih.
"Baiklah terserah kamu,sekarang kamu ke kamar aja dulu.Nanti kalau sarapan Tante panggil."Ucap Bunda Marissa mendorong pelan Sasya agar segera masuk ke kamar.
Sasya pun menurut dan kembali ke kamar tamu.
Sarapan pagi pun tiba
Semuanya sudah bersiap untuk sarapan tinggal menunggu Varo datang,tak lama kemudian Varo sudah sampai di ruang makan.
Lengkap menggunakan seragam dan tas punggung yang disampirkannya di salah satu bahunya.
"Pagi."Sapa Varo semangat dan tersenyum,tapi semangat dan senyuman itu hilang dalam sekejap saat melihat Sasya.
"Pagi Al,sarapan dulu."Jawab Bunda Marissa.
__ADS_1
"Varo buru-buru,mau langsung berangkat Bun."Ucap Varo memalingkan wajahnya tak suka.
"Kamu berangkat sama Sasya ya,kan kalian satu sekolah."Ucap Bunda Marissa senang.
"Tapi Bun-"
"Udah sih Al,berangkat sama Sasya aja kalian kan satu sekolah."Potong Ayah Nando yang sengaja membuat Varo kesal,Varo menatap tajam Ayahnya.
"Varo berangkat dulu,Assalamualaikum."Varo segera mencium tangan kedua orang tuanya,dan langsung keluar menuju garasi dimana motor sport kesayangannya berada.
"Sasya berangkat dulu ya Om,Tan.Assalamualaikum."Pamit Sasya ragu.
"Waalaikumsalam."Sasya pun berjalan menuju halaman dimana Varo sudah menunggunya,diikuti Tante Marissa yang kepo.Sementara Ayah Nando hanya menatap istrinya dan melanjutkan sarapan.
"Anterin sampek sekolah Al,awas kalau kamu turunin di pinggir jalan."Ancam Bunda Marissa.
"Iya Bun iya."Jawab Varo malas dan menaiki motornya,diikuti Sasya.Sasya agak ragu mau pegang bahu Varo.
Bunda Marissa yang melihatnya langsung mengambil tangan Sasya dan melingkarkannya di perut Varo,Sasya terkejut begitupun Varo.
"Pegangan biar gak jatuh."Ucap Bunda Marissa,Sasya hanya tersenyum.Varo pun melajukan motornya meninggalkan halaman rumah.
Kok gue deg-degan banget ya,gue udah gak berharap lagi sama Varo.Karena gue udah jahat sama dia'Batin Sasya'
Andai lo tahu Sya,jantung gue aja udah maraton lihat lo.Apalagi ini,lo gue bonceng.Coba aja dulu lo gak selingkuh,kita pasti bakal jadi pasangan yang bahagia'Bantin Varo'
Varo dan Sasya sudah sampai di sekolah,dan mereka sedang ada di parkiran.
Sasya turun dari motor Varo."Makasih Al."
Tak ada jawaban dari Varo,Sasya pun segera melangkah pergi meninggalkan parkiran.
Baru beberapa langkah berjalan,dia melihat Keisha dan Zanna berdiri tak jauh di depannya.Karena bingung Sasya pun hanya diam mematung.
Varo turun dan memarkirkan motornya,saat dia berbalik dia juga melihat Keisha dan Zanna.Keisha langsung putar balik dan sedikit berlari meninggalkan parkiran.
"Keisha!!!"Panggil Varo,dia pun mengejar Keisha.
Zanna menatap Sasya sinis dan menyusul Keisha,Sasya pun pergi ke kelasnya.
"Keisha,dengerin gue."Ucap Varo saat berhasil menggenggam pergelangan tangan Keisha,Keisha pun menatap Varo dengan berlinang air mata.
"Apa yang mau lo jelasin,lo tadi bilang gak bisa jemput gue.Tapi kenyataannya jemput Sasya bisa kan,pakek dipeluk segala lagi."Ucap Keisha parau.
"Sha,gue bisa jelasin kenapa gue bisa berangkat bareng sama dia.Bunda yang nyuruh."Ucap Varo bingung,karena gak mungkin dia bilang kalau kemarin Sasya nginep di rumahnya.
Keisha hanya diam menatap Varo.
"Eh,bro.Kemarin Sasya nginep di rumah lo ya,Bunda lo tadi bilang sama gue,pas gue ke rumah lo.Katanya lo udah berangkat sama Sasya?"Tanya Darren tiba-tiba dari arah belakang Varo,yang tidak melihat kalau ada Keisha.
__ADS_1
Keisha yang mendengarnya langsung pergi dari hadapan Varo.
"Ck,mulut lo itu ember banget sih.Keisha marah kan sama gue."Ucap Varo kesal.
"Emang salah gue apa,gue kan cuma nanya Gue juga gak tahu kalau tadi ada Keisha."
"Ck,tahu ah lo itu ngeselin banget."Ucap Varo dan pergi.
"Enak aja nyalahin orang,dasar gila."Gumam Darren.
Bel masuk pun berbunyi,semua siswa dan siswi masuk ke kelas masing-masing dan mengikuti pelajaran.
Zanna sesekali melirik ke arah Keisha,dia melihat kemarahan dan kesedihan di raut wajah Keisha.
Jam istirahat pun tiba
"Ke kantin yuk."Ajak Zanna.
"Lo aja deh Na,gue lagi gak mood "Jawab Keisha lesu.
Tiba-tiba Varo datang ke kelas Zanna bersama Darren,Keisha yang melihat Varo langsung bangkit dari duduknya dan hendak pergi.
Tapi tiba-tiba Varo memeluknya dari belakang,untung aja di kelas cuma ada mereka berempat.Zanna menatap mereka dengan mata yang berkaca-kaca.
Tiba-tiba Darren menarik tangannya dan keluar dari kelas.
"Lepasin,apaan sih lo itu."Ucap Zanna kesal sambil melepaskan tangannya yang dipegang Darren.
"Gak baik aja buat lo ada di dalam,gak baik buat hati lo."
"Sok tahu lo."Ucap Zanna ketus.
"Lha emang gue tahu."Ucap Darren.
"Lo itu ngeselin tahu nggak sih!!"Zanna dan Darren pun berdebat.
"Kok lo jadi marah-marah sama gue sih Na?"Tanya Darren kesal.
"Karena lo itu nyebelin tahu nggak sih."Jawab Zanna ketus.
"Wah,wah.Gue perhatiin dari tadi kalian ribut mulu,gak sekalian jadian aja nih."Ucap Santi tiba-tiba.
"Idiiiih najis."Jawab Zanna dan pergi dengan menghentakkan kakinya kesal,Santi menatap Darren.
"Apa lo lihat-lihat,mau minta foto sama gue?"Tanya Darren PD.
"Idiiiih narsis banget lo."Sinis Santi dan pergi,Darren pun memutuskan untuk pergi.
Jangan lupa like,komen,vote dan bagikan🤗
__ADS_1