
Mata Santi pun berbinar-binar dan tersenyum selebar mungkin.
"Gue minta ya."Pinta Santi penuh harap.
"Nih."Ucap Darren sambil menunjukkan nomer ponsel Keisha di handphonenya.
"Makasiiih Darren."Ucap Santi setelah menyimpan nomer ponsel Keisha,Darren pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku seragamnya.
"Yaudah kalau gitu,gue ke kantin dulu."Pamit Darren sambil menggandeng lengan Ronald.
Di taman sekolah
Zanna dan Varo sedang berdiri dengan canggung di depan bangku taman,Zanna menundukkan kepalanya karena merasa malu-malu senang karena kejadian tadi.
Sementara Varo,dia merasa gugup takut Zanna marah padanya.
"Emmm,kita duduk aja ya.Supaya gak capek berdiri terus."Ucap Varo dan duduk di bangku yang ada di belakangnya diikuti Zanna,walaupun sudah duduk mereka masih saja diam dan canggung.
"Emmm,soal yang tadi sorry banget ya Na.Gue bener-bener gak sengaja."Ucap Varo tulus dan menatap Zanna.
"Iya gak papa kok,santai aja."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo.
"Terus kenapa dari tadi lo diem aja,nunduk terus?"
"Enggak papa kok."
"Keisha ada di kelas ya tadi?"Tanya Varo was-was,takut jika Keisha melihat Varo menabrak Zanna tadi.
"Keisha gak masuk."Jawab Zanna tersenyum masam.
"Kenapa?"
"Katanya sih tadi sakit,kenapa.Kalian lagi bertengkar ya,Keisha sakit kok lo gak tahu?"Tebak Zanna.
"Hanya salah paham kecil, Emmm kalau gitu gue pergi dulu ya.Thanks ya Na."Ucap Varo.
"Iya Al sama-sama."
Varo pun berdiri dari duduknya dan pergi ke kantin ,Zanna pun tersenyum melihat kepergian Varo.
Varo sudah sampai di kantin,dia langsung duduk di samping Ronald dan meminum es tehnya Darren.
"Kenapa lo Al?"Tanya Darren,Varo hanya menggeleng dan meletakkan gelas yang berisi es teh di atas meja.Varo pun menatap lurus ke depan.
"Sssttt,lihat wajahnya Varo."Perintah Darren pada Ronald,Ronald pun menoleh ke samping dan menatap wajah Varo.
"Tampan."Ucap Ronald,Darren pun menghela nafas.
"Ya gue tahu kalau dia tampan,sekarang lihat deh ekspresinya."Perintah Darren lagi,Ronald menoleh lagi ke samping dan melihat ekspresinya Varo.
"Datar dan terlihat sangat serius,tapi kayak lebih tepatnya melamun sih."Ucap Ronald,Darren pun menepuk keningnya sendiri.
"Sekarang lo lihat matanya,awas aja ya kalau lo salah lagi."Perintah Darren lagi dengan nada kesal.
Ronald pun menoleh lagi ke samping dan melihat mata Varo,terlihat Varo sangat fokus memandang lurus ke depan.
__ADS_1
"Terlihat sangat fokus,cocok dengan ekspresi datarnya dan seperti pres,pres,pres apa ya namanya."Ucap Ronald berfikir keras.
"Bandeng presto."Sahut Darren sekenanya.
"Bukan,yang memimpin perusahaan itu lho.Pres,pres,pres apa sih namanya?"
"Presdir Ronaaaaald."Jawab Darren kesal.
"Nah itu maksudnya."Seru Ronald nyengir.
"Lo tahu nggak Varo kenapa?"Tanya Darren.
"Gak tahu,emang kenapa dia?"Tanya Balik Ronald.
"Dia itu lagi galau."
"Tahu dari mana kalau Varo lagi galau?"Tanya Ronald meremehkan.
"Ya tahulah,lo mau bukti?"
Ronald mengangguk.
"Lo kenapa sih Al?"Tanya Darren.
"Keisha,Keisha hari ini gak masuk.Katanya sakit."Jawab Varo masih menatap lurus ke depan.
"Terus?"Tanya Darren lagi.
"Keisha pasti masih salah paham sama gue."Jawab Varo lesu.
"Gak tahu,bingung gue."
Bel masuk pun berbunyi
Varo beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan kantin terlebih dahulu,Darren dan Ronald membayar pesanan mereka terlebih dahulu lalu pergi ke kelas masing-masing.
Jam pulang sekolah pun tiba
Zanna sedang mencegat taxi di depan gerbang sekolah,dia berniat akan pergi ke rumah Keisha.
"Al,Al tunggu!!!"Teriak Rianti dari arah belakang,Varo dan Darren pun menoleh.
"Gue duluan ya."Pamit Darren saat Rianti sudah berdiri di hadapan mereka,Darren pun melangkah pergi meninggalkan Varo dan Rianti.
"Ada apa Rianti?"Tanya Varo.
"Emmm,sorry ya Al.Darren pergi gara-gara gue."Ucap Rianti merasa bersalah,Varo tersenyum sekilas.
"Gak papa kok,Darren emang gitu orangnya.Oh iya,kenapa manggil gue?"
"Emmm,itu Sasya.Apa dia masih di rumah sakit?"Tanya Rianti.
"Kayaknya hari ini dia udah boleh pulang deh."
"Ooo yaudah kalau gitu,makasih Al."
__ADS_1
"Iya sama-sama."Jawab Varo.
Rianti pun segera pergi dari hadapan Varo.
'Itu Rianti kenapa coba,bisa jadi kalem kayak gitu'Batin Varo heran.
TIN
"Yuk bareng gue."Ajak Darren berhenti tepat di samping Zanna,Zanna memandang Darren kesal.
"Ogah,gue berani kok pulang sendiri."
"Bukan gitu,gue juga mau ke rumah Keisha buat jenguk dia.Kan enak kalau barengan."Ucap Darren.
"Curiga gue sama lo."Ucap Zanna sinis.
"Curiga,curiga apaan?"
"Ya curiga aja,kok lo peduli banget sama Keisha."Jawab Zanna.
"Y-ya kan kita teman,kalau salah satu dari kita ada yang sakit maka yang sehat harus menjenguk.Kalau ada yang kena musibah kita harus tolong."Ucap Darren,Zanna pun manggut-manggut.
"Yaudah deh."
Zanna pun naik ke atas motor Darren dan bonceng miring,setelah itu Darren melajukan motornya.
"Wooyyy Darren,tungguin kenapa!?!"Teriak Varo yang melihat Darren pulang bersama Zanna,Varo sedang berada di parkiran yang memang letaknya tak jauh dari pintu gerbang.
Varo pun berlari mengejar Darren,setelah cukup jauh Varo mengejar Darren dia baru ingat kalau dia juga bawa motor.
Dan motornya masih berada di parkiran sekolah,pucuk di cinta ulam pun tiba.
Ada sebuah taxi yang lewat,Varo menyetopnya dan Kembali ke sekolah dengan menaiki taxi.
Dia sudah tidak sanggup jika kembali lagi ke sekolah dengan berjalan kaki,beberapa menit kemudian taxi berhenti tepat di depan gerbang sekolah.
"Makasih Pak,ini uangnya."
Setelah membayar Varo segera keluar dari taxi,lalu bergegas mengambil motornya yang ada di parkiran.
Varo pun melajukan motornya meninggalkan sekolah,dalam perjalanan pulang Varo terus bertanya-tanya dalam hati.
Kemana Darren dan Zanna pergi,apakah Darren hanya mengantar Zanna pulang.
Atau mereka pergi ke rumah Keisha untuk menjenguknya tanpa mengajaknya.
Berbagai pertanyaan itu terhenti saat Varo melihat Rianti sedang berada di pinggir jalan bersama seorang laki-laki,laki-laki itu terlihat sangat kasar.
Dia menarik tangan Rianti sambil membentaknya,Varo segera menepikan motornya dan menghampiri mereka.
"Rianti."Panggil Varo pelan,sontak Rianti dan laki-laki itu pun menoleh.Ternyata laki-laki itu adalah Riko.
'Riko,bukankah dia selingkuhan Sasya dulu'Batin Varo terkejut.
"Varo."Panggil Rianti pelan dan berjalan mendekati Varo,tapi Riko menahannya dengan memegang pergelangan tangan Rianti dengan kuat
__ADS_1