Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Gerimis


__ADS_3

Varo dan Darren segera berjalan menuju parkiran klub itu,setelah menemukan motornya merekapun segera menaikinya.


"Kita pergi dulu yuk kemana gitu sebelum pulang."Ucap Varo menoleh kearah Darren.


"Sorry Al gue gak bisa,setelah ini gue harus segera siap-siap untuk kembali ke wilayah A."Ucap Darren.


"Yaudah deh kalau gitu gak papa,lo hati-hati perginya."Ucap Varo,Darren hanya mengangguk.


Varo segera melajukan motornya meninggalkan klub dan pulang,diikuti Darren di belakang.


Sementara itu


Sasya sedang berdiri di depan jendela kamarnya,hari ini Sasya tidak ingin pergi ke restoran dia hanya ingin didalam kamar saja.


"Apa bener kalau gue lagi hamil,tapi nggak mungkin juga kan kalau Tante Marissa bohong."Gumam Sasya menatap perutnya dan mengelus-elus dengan tangan kanan.


"Apa gue pergi ke dokter aja ya,untuk memastikan."Gumam Sasya.


Sasya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit Permatasari untuk mengecek apakah dirinya benar-benar sedang hamil atau tidak,Sasya tidak akan percaya jika dirinya sedang hamil sebelum membuktikannya sendiri.


Sasya pun naik taxi untuk pergi ke rumah sakit Permatasari.


Tak lama kemudian


Taxi pun berhenti di depan rumah sakit,setelah membayar Sasya pun keluar dari dalam mobil.


Taxi pun melaju meninggalkan Sasya,Sasya pun masuk ke dalam rumah sakit.


Sasya pun duduk di kursi tunggu untuk menunggu gilirannya dipanggil,terlihat di sana ada beberapa ibu hamil yang ditemani oleh suaminya.


Sasya menatap mereka dengan perasaan yang sedih.


"Ibu Sasya."Panggil seorang suster yang berdiri di depan pintu ruang pemeriksaan kandungan.


"Iya sus saya."Ucap Sasya berdiri dari duduknya.


"Mari silahkan masuk."Ucap suster itu ramah dan membukakan pintu untuk Sasya.


Sasya pun melangkah masuk ke dalam ruang pemeriksaan kandungan, sesampainya didalam ruangan Sasya melihat seorang dokter perempuan yang berumur sekitar 40 tahun an sedang duduk di kursi.


"Mari Bu,silahkan duduk."Ucap dokter itu tersenyum menatap Sasya.


Sasya pun duduk di kursi yang ada di hadapan dokter itu,dibatasi meja diantara mereka.


"Ada keluhan apa Bu?"Tanya dokter itu tersenyum menatap Sasya.


"Emmm saya cuma mau periksa dok,saya beneran hamil apa enggak."Jawab Sasya pelan dan bingung.

__ADS_1


"Mari ikut saya."Ucap dokter itu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju brankar yang ada di ruangan itu,Sasya pun mengikutinya.


Sasya naik ke atas brankar dan berbaring di sana,dokter itu pun menyingkap baju Sasya dan mengoleskan gel di perut Sasya.


Setelah itu dokter itu pun mulai memeriksa.


"Selamat ya Bu,Ibu memang sedang hamil."Ucap dokter itu tersenyum menatap Sasya lalu menunjuk kearah layar monitor dan menjelaskannya.


Sasya hanya diam.





Sasya mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu rumahnya,Sasya hanya duduk diam.


''Sekarang gue harus ngapain,mau minta pertanggungjawaban ke Ikbal tapi gue takut kalau dia gak bakalan percaya jika sekarang gue sedang mengandung anaknya.Varo juga udah ninggalin gue,sekarang gue harus apa."Gumam Sasya dan tanpa terasa air matanya pun mengalir membasahi pipinya.


Apa gue pergi aja dari sini dan membangun keluarga yang bahagia hanya berdua sama anak gue'Batin Sasya'


Beberapa hari kemudian


Hari ini setelah sarapan Laila dan Zanna akan kembali lagi ke kota sebelah.


"Kalian hati-hati ya.''Ucap Mama Nia tersenyum menatap Zanna dan Laila bergantian.


"Assalamualaikum."Ucap salam Zanna dan Laila bersamaan.


"Waalaikumsalam."Jawab salam Mama Nia.


Zanna dan Laila pun melangkah masuk kedalam mobil,P.Subroto yang dari tadi sudah berada didalam mobil pun segera melajukan mobilnya ke kota sebelah.


Mama Nia memandangi mobil yang dikemudikan P.Subroto dengan tersenyum,setelah mobil semakin menjauh dan sudah tidak terlihat lagi Mama Nia pun masuk ke dalam rumah.


Sementara itu di bandara internasional Soekarno-Hatta


Ayah Nando dan Bunda Marissa sedang mengantar kepergian Varo.


"Yah,Bun Varo pergi dulu ya."Ucap Varo menyalami tangan Bunda Marissa dan Ayah Nando.


"Kamu hati-hati ya Al."Ucap Bunda Marissa sedih dan memeluk Varo.


"Iya Bun."Ucap Varo balas memeluk Bunda Marissa.


Merekapun melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Varo pergi dulu,Assalamualaikum."Ucap Varo menatap Ayah Nando dan Bunda Marissa secara bergantian.


"Waalaikumsalam."Jawab salam Ayah Nando dan Bunda Marissa bersamaan.


Varo berbalik badan dan melangkah pergi dari sana dengan menyeret kopernya.


Ayah Nando dan Bunda Marissa pun masuk ke dalam mobil,Ayah Nando segera melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


Keesokan harinya


Hari ini langit terlihat mendung,gerimis pun turun.


Zanna yang sudah siap untuk pergi ke kampus pun hanya berdiri diam di ambang pintu kostnya.


"Kok gerimis sih,nanti kalau hujan gimana."Gumam Zanna pelan dan takut.


TIN


Zanna pun menoleh ke sumber suara,terlihat mobil Kevin yang sudah terparkir di depan rumah Bu Rimbi.


Zanna hanya diam sambil memandangi mobil Kevin.


"Itu si Zanna ngapain sih berdiri di sana kayak patung."Gumam Kevin yang berada didalam mobil saat melihat Zanna hanya diam saja,berdiri di depan pintu kostnya.


Kevin meraih payung yang berada di kursi belakang mobil lalu Kevin pun keluar dari dalam mobil dengan memakai payung.


"Zanna ayo kita berangkat ke kampus."Ucap Kevin saat sudah berdiri di hadapan Zanna.


"Emmm gue,gue nggak pergi ke-."


"Jangan bilang kalau lo gak mau pergi ke kampus hari ini."Ucap Kevin memotong perkataan Zanna.


"Gerimis,gue mau diam didalam kamar aja."Ucap Zanna pelan dan menatap Kevin.


"Cuma gerimis doang Zanna,lo gak bakalan leleh kena air hujan.Udah ayo pergi."Ucap Kevin menarik pergelangan tangan Zanna agar tidak berdiri di ambang pintu.


Kevin melepaskan tangan Zanna dan menutup pintu kost Zanna.


"Ayo."Ucap Kevin.


Mau tak mau Zanna pun berjalan di samping Kevin untuk menuju mobilnya,Zanna pun masuk ke dalam mobil diikuti Kevin.


Kevin pun melempar payungnya ke kursi belakang.


"Beberapa hari ini gue pergi ke kost lo tapi lo nya gak ada,ternyata lo pulang ke rumah ya.Hari ini gue kesini lagi,ternyata lo udah balik lagi kesini.Lo kapan datang?"Tanya Kevin menoleh kearah Zanna.


"Kemarin gue sampek sini."Jawab Zanna kalem dan menoleh kearah Kevin.

__ADS_1


"Lo kenapa Zanna?"Tanya Kevin saat melihat raut wajah Zanna yang tak seperti biasa.


"Enggak,gue nggak apa-apa.Udah cepet kita pergi ke kampus sebelum hujan."Ucap Zanna masih dengan nada suaranya yang kalem.


__ADS_2