Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Jodoh Karena Cita-Cita


__ADS_3

"Apa,gak mungkin.Kenapa bisa orang tua saya kecelakaan?!"Tanya Sasya histeris.


"Menurut saksi yang membawa korban kesini,dia melihat jika mobil oran tua anda salah masuk jalur,lalu bertabrakan dengan bis yang sama-sama melaju dengan kencang."Jawab dokter itu.


"Makasih dok."Ucap Rianti sambil menenangkan Sasya.


"Sama-sama,saya permisi dulu.Saya turut berduka cita."dokter itu pun berlalu pergi.


"Rianti."Panggil Sasya lemah dan pingsan.


"Sasya,bangun Sya.Tolong,tolong!!"Teriak Rianti panik.Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu datang menghampirinya.


"Ini kenapa?"Tanya ibu itu yang ternyata adalah Bunda Marissa yang kebetulan habis mengantarkan makan siang suaminya,dan akan pulang.


"Tolongin Tan,bawa ke ruang rawat atau panggil dokter gitu."Jawab Rianti sedikit kesal,udah tahu Sasya pingsan.Masih nanya lagi.


"Iya-iya,nah itu kebetulan ada perawat yang lewat."


Merekapun membawa Sasya ke ruang rawat.


"Saya titip teman saya ya Tan,saya ada urusan sebentar.Nanti balik lagi."Ucap Rianti.


"Iya pergilah,saya akan menjaganya."


Rianti pun segera pergi dari ruang rawat Sasya.


Beberapa menit kemudian


"Rianti."Nama yang pertama Sasya ucapkan saat sudah sadar.


"Kamu udah sadar?"Tanya Bunda Marissa yang sedang duduk di sofa,lalu menghampiri Sasya.


"Tante Marissa."Sasya pun berusaha duduk dan dengan sigap Bunda Marissa membantunya.


"Ini minum dulu."Sasya menerima segelas air yang diberikan Bunda Marissa kepadanya,dan meminumnya sampai habis.


"Kamu kenapa ada disini,dan kenapa tadi kamu kok pingsan.Apa ini karena luka-luka ini,maafin sopir Tante ya dia bener-bener gak sengaja."Ucap Bunda Marissa merasa bersalah,Sasya menggeleng.


"O-orang tua saya hiks,kecelakaan tadi dan meninggal."Ucap Sasya kembali menangis.


"Kamu yang sabar ya."Bunda Marissa memeluk Sasya dari samping,tiba-tiba Rianti datang dan mereka pun melepaskan pelukannya.


"Lo udah baikan Sya?"Sasya hanya mengangguk.


Rianti tadi menghadiri prosesi pemakaman Alm.Orang tua Sasya.


"Yaudah,kita pulang yuk kalau lo udah baikan."Ucap Rianti,tiba-tiba ponselnya berdering.


Rianti merogoh saku celananya dan melihat siapa yang menelfonnya,ternyata Papanya yang telfon.

__ADS_1


"Sebentar ya."Rianti pun sedikit menjauh dari Sasya dan Bunda Marissa lalu mengangkat telfonnya.


"Kamu jangan sedih terus ya Sya,kasihan orang tua kamu Mereka pasti sedih kalau lihat kamu sedih juga."Ucap Bunda Marissa menyemangati Sasya.


"Iya Tan makasih."Jawab Sasya tersenyum.


"Aduh,sorry banget ya Sya.Papa nyuruh gue pulang,oh iya tadi orang tua lo udah dimakamamin."Ucap Rianti tiba-tiba dengan wajah sedikit sedih.


"Iya gak papa,lo segera pulang gih."Jawab Sasya dengan mengangkat tangannya membentuk kepalan tangan untuk menyemangati Rianti,karena Sasya tahu bagaimana perilaku Papanya Rianti pada putrinya itu.


"Yaudah kalau gitu gue pulang dulu ya Sya,Tante saya permisi dulu ya."Pamit Rianti dan berlalu pergi.


"Saya juga harus pulang Tan,udah sore."Ucap Sasya turun dari ranjang pasien.


"Tante antar,gak mungkinkan kamu pulang sendiri."Ucap Bunda Marissa dan Sasya hanya mengangguk.





Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan rumah yang sederhana dan sangat asri.


"Makasih Tan."Ucap Sasya dan hendak membuka pintu mobil, tapi Bunda Marissa menahan tangannya.


"Kamu nanti sendirian di rumah?"Tanyanya,karena dia melihat rumah Sasya sangat gelap karena hari sudah mulai malam.


"Iya Tan,kan orang tua Sasya udah gak ada baru dimakamkan tadi."Jawab Sasya tersenyum masam.


"Kamu ikut Tante aja ya,Tante gak tega ninggalin kamu sendiri apalagi kamu kan seorang gadis."Ucap Bunda Marissa lembut.


"Tap-."


"Pak,kita pulang ke rumah."


"Baik Nyonya."Sang sopir pun melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Saat mereka sampai di rumah terlihat Ayah Nando baru turun dari mobil,sepertinya baru pulang dari rumah sakit.


"Bunda dari mana,dan ini siapa?"Tanya Ayah Nando melihat Sasya.


"Ini temannya Varo,orang tuanya meninggal karena kecelakaan tadi.Bunda gak tega ninggalin dia di rumah sendiri."Jelas Bunda Marissa.


"Om,saya Sasya maaf kalau ngerepotin."Ucap Sasya menyalami Nando.


"Enggak ngrepotin kok,ayo masuk sebentar lagi makan malam"


Mereka pun masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam,Bunda ngapain sih bawa dia kesini lagi?"Ucap Varo sinis.


"Huusstt,kamu gak boleh kayak gitu.Sasya itu habis kena musibah orang tuanya meninggal,dan dia di rumah sendirian jadi Bunda bawa dia kesini."


"Tapi Bun-."


"Udah,Bunda ke kamar tamu dulu sama Sasya."Mereka pun berlalu pergi.


"Kamu kenapa sih Al,sinis banget?"Tanya Ayah Nando.


"Iyalah Yah,karena dia tuh mantan Varo."Jawab Varo judes dan memalingkan wajahnya,beberapa saat kemudian dia baru tersadar apa yang sudah diucapkannya barusan.


"Hahaha,ternyata anak Ayah udah besar.Terus kenapa kalian bisa putus,padahal dia cantik lo."Puji Ayah Nando.


"Cantik sih,tapi dia tuh udah selingkuhin Varo.Dasar buaya betina."Dengus Varo sebal.


"Kalau dia buaya betina berarti kamu buaya jantan dong,hahaha"Ucap Ayah Nando dan pergi ke kamarnya,Varo pun sangat kesal karena diejek habis-habisan oleh Ayahnya.


Makan malam pun tiba


Saat makam malam,Varo dan Ayah Nando saling tatap.


Jika Varo menatapnya dengan kesal,tapi Ayah Nando dengan tatapan mengejeknya.


"Ini kenapa sih,kok tatap-tatapan Bunda gak diajak?"Tanya Bunda Marissa.


"Gak papa Bun,"Jawab Varo cuek dan lanjut makan.


Selesai makan pun mereka bercengkrama di ruang keluarga.


"Kamu cita-citanya pengen jadi apa?"Tanya Ayah Nando pada Sasya.


"Dokter om."Jawab Sasya sopan,dia sekarang menggunakan baju tidur milik Bunda Marissa karena tadi Sasya tidak membawa baju ganti.


"Wahhh,kalian pasti berjodoh.Soalnya Varo juga pengen jadi dokter cita-citanya."Ucap Bunda Marissa heboh.


"Cita-cita sama bukan berarti jodoh Bun."Ucap Varo judes sambil memainkan hpnya.


"Kamu tuh kenapa sih Al,dari tadi kalau ngomong gak enak banget?"Tanya Bunda Marissa mengerutkan keningnya.


"Udah Bun,kita istirahat aja."Ayah Nando segera membawa istrinya ke kamar untuk istirahat.


Tinggallah Varo dan Sasya di ruang keluarga.


"Al"Panggil Sasya pelan.


"Apa?"

__ADS_1


"Gue bener-bener minta maaf Al sama lo,gue salah udah selingkuhin lo.Tapi gue mohon maafin gue."Ucap Sasya,Varo mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap Sasya.


"Gue maafin lo,tapi lo gak usah deket-deket sama Bunda apalagi sampek ke rumah gue.Dan satu lagi,lo jangan usik Keisha lagi,udah berapa kali ya.Lo udah labrak Keisha."Ucap Varo


__ADS_2