
"Sorry Sya,gue gak bisa lanjutin lagi hubungan kita.Lebih baik lo minta pertanggung jawaban dari laki-laki yang udah hamilin lo."Ucap Varo melepaskan tangan Sasya dari lengannya dan berdiri dari duduknya.
"Al,gue mohon lo jangan tinggalin gue."Ucap Sasya menangis dan merengek.
Sasya berdiri dari duduknya dan memegang lengan Varo.
"Al,gue minta maaf."Ucap Sasya.
Varo melepaskan tangan Sasya dan melangkah pergi dari ruang tamu.
"Al tunggu,lo mau kemana?"Ucap Sasya dan melangkah pergi mengikuti Varo.
Sreekk
Brukkk
Sasya pun jatuh tersungkur karena kakinya tersandung kaki meja,Varo yang sudah berada di ambang pintu keluar pun menoleh kearah Sasya sekilas lalu pergi dengan menaiki motornya.
"Sya."Ucap Bunda Marissa berdiri dari duduknya dan menghampiri Sasya.
"Sasya bangun,sudah biarkan Varo pergi."Ucap Bunda Marissa berjongkok di samping Sasya.
"Tante."Ucap Sasya menangis dan memeluk Bunda Marissa,Bunda Marissa pun balas memeluk Sasya.
Sementara itu di taman
Zanna dan Laila sedang duduk di bangku taman sambil memandangi pemandangan di sore hari.
Entah mengapa Zanna yang tadinya merasa senang karena pergi ke taman bersama dengan Laila tiba-tiba merasa sangat sedih,bahkan sedih sekali.
"Laila ayo kita pergi beli sesuatu gitu,cilok atau siomay."Ucap Zanna menoleh kearah Laila,Zanna ingin mengalihkan perasaannya yang sedang sedih.
"Yaudah ayo."Ucap Laila dan berdiri dari duduknya,diikuti Zanna.
Merekapun melangkah pergi dari sana untuk membeli beberapa makanan,di taman itu juga banyak sekali penjual makanan dan bermacam-macam jenisnya.
Tiba-tiba saja handphone Zanna yang sedang dia pegang jatuh,Zanna pun berjongkok dan mengambil handphonenya lalu berdiri sambil mengusap-usap layar handphonenya.
Saat itu juga Varo dengan perasaan kecewa dan kemarahannya kepada Sasya pun lewat tepat di samping Zanna,Varo hanya berjalan lurus dan menatap ke depan.
Zanna yang merasa tiba-tiba jantungnya berdebar setelah orang itu lewat pun menoleh ke belakang,terlihat seorang pemuda sedang berjalan membelakanginya.
Jantung Zanna yang ada terasa semakin berdebar-debar,secara reflek Zanna memegangi dadanya dengan tangan kanan.
"Zanna lo kenapa,sakit?"Tanya Laila menatap Zanna.
"Oh,e-enggak kok enggak."Jawab Zanna menatap Laila dan melepaskan tangannya dari dada.
Laila pun manggut-manggut,saat Laila melihat handphone Zanna yang Zanna pegang di tangan kiri Laila jadi teringat sesuatu.
__ADS_1
"Handphone,handphone gue ketinggalan di bangku taman tadi Zanna."Ucap Laila.
"Yaudah kalau gitu gue ambilin aja."
"Enggak usah,lo tunggu disini aja biar gue yang ambil.Bentar."Ucap Laila dan melangkah pergi.
Sesampainya Laila di bangku taman yang tadi,Laila melihat ada seorang pemuda yang sedang duduk di bangku itu sendirian dan pemuda itu hanya diam dan menatap lurus ke depan.
"Permisi."Ucap Laila pelan.
Pemuda itu pun menoleh kearah Laila.
"Iya ada apa?"Tanya pemuda itu yang tak lain adalah Varo.
"M-mau ambil handphone."Jawab Laila.
Ya ampun demi apa,tampan banget dia'Batin Laila'
"Oohh ini handphonenya."Ucap Varo mengambil handphone Laila yang ada di sampingnya lalu memberikannya pada Laila,Laila pun menerimanya.
"Makasih."Ucap Laila gugup.
"Iya sama-sama."Ucap Varo tersenyum sedikit.
Hati Laila terasa berbunga-bunga mendapat senyuman dari Varo.
"Y-yaudah kalau gitu gue pergi dulu ya,semoga di lain waktu kita bertemu lagi."Ucap Laila.
Laila mengangguk dan tersenyum selebar mungkin.
Laila pun melangkah pergi dari sana,Laila sepanjang jalan menuju ke tempat Zanna terus saja tersenyum sangat terlihat kalau Laila sedang bahagia.
"Bahagia banget kayaknya."Ucap Zanna saat Laila sudah berdiri di sampingnya.
"Iya,lo tahu nggak sih Zanna tadi pas gue ambil handphone gue ketemu sama cowok yang tampan banget dan baik lagi."Ucap Laila masih dengan tersenyum lebar.
"Siapa namanya?"
"Yahhh gue gak tanya lagi siapa namanya,pokoknya dia itu tampan dan baik.Do'a in gue berjodoh ya sama dia."Ucap Laila.
"Iya gue do'a in lo berjodoh sama dia."Ucap Zanna tersenyum.
Merekapun pergi untuk membeli beberapa makanan lalu pulang.
Sementara Varo
Dia masih duduk termenung di bangku taman.
Tega banget lo sama gue Sya,gue di sana udah jaga diri baik-baik.Gue selalu inget lo,gue gak pernah lirik cewek-cewek cantik di sana.Tapi apa Sya yang lo lakuin di sini,lo gak bisa jaga diri dengan baik sampai lo bisa hamil.Gue kecewa banget Sya sama lo.'Batin Varo'
__ADS_1
Hari sudah hampir malam tapi Varo sangat enggan untuk pulang,Varo hanya ingin sendiri dan merenung.
Tiba-tiba ponsel Varo yang berada di saku celananya berdering,dengan sangat malas Varo mengambil ponselnya dan melihat siapa yang telfon.
Ternyata Darren yang telfon,Varo segera menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya di telinga.
"Iya hallo."Ucap Varo lesu.
"Lo kenapa sih Al lesu banget."Ucap Darren.
"Gue gak papa,ada apa lo telfon?"
"Gue ada di rumah nih,udah beberapa hari gue pulang.Lo kapan pulang hah?"Ucap Darren yang ingin pamer pada Varo kalau Darren pulang ke rumahnya.
"Gue juga pulang nih ke rumah yang ada di Indonesia,bukan lo doang yang pulang."Ucap Varo sinis.
"Hah serius,kapan lo pulang?"Tanya Darren terkejut.
"Tadi pagi baru nyampek sini."
"Kebetulan yang sangat bagus,baiklah kalau gitu ayo kita pergi keluar."Ajak Darren.
"Gak mau gue."Ucap Varo.
"Kenapa,lo tahu nggak kalau ini kesempatan untuk kita bertemu dan menghabiskan waktu sebelum kita kembali ke urusan masing-masing."Ucap Darren.
"Biarin gue gak peduli,gue pengen sendiri."
"Gak seru amat lo,yaudah deh kalau gitu gue pergi keluar sendiri aja."Ucap Darren kesal.
"Yaudah sana pergi."Ucap Varo dan mematikan sambungan telfon sepihak.
Varo kembali memasukkan handphonenya kedalam saku celananya,Varo berdiri dari duduknya dan melangkah pergi menuju tempat dimana motornya terparkir.
Varo pergi dari taman dengan mengendarai
motornya,tak tahu mau kemana Varo pergi yang penting tidak pulang ke rumah terlebih dahulu.
•
•
•
Sementara itu
Didalam kamarnya Darren sedang berdiri di depan jendela sambil memandangi handphonenya yang ia pegang dengan kesal.
"Si Varo kenapa sih,mumpung gue sama dia lagi ada di rumah diajak keluar malah gak mau.Yaudah deh kalau gitu gue pergi keluar sendiri aja."Gumam Darren.
__ADS_1
Darren pun izin kepada kedua orang tuanya sebelum pergi.