Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Duka


__ADS_3

Setelah Varo sudah lama berada di dalam ruang ICU,Varo pun memutuskan untuk pergi keluar.


"Pasien perempuan yang tertabrak mobil bersama dengan Zanna sudah meninggal Al,karena memang kondisinya sangat parah apalagi di bagian kepala."Ucap Ayah Nando saat melihat Varo keluar dari ICU.


"Meninggal Yah,baguslah.Karena dia memang pantas mendapatkan itu."Ucap Varo sinis,Varo menduga jika ini semua adalah ulahnya Laila.


Entahlah,dari awal Varo juga tidak suka dengan Laila.


"Kamu enggak boleh berbicara seperti itu Al,belum terbukti juga kan kalau dia bersalah."Ucap Bunda Marissa.


"Satu-satunya yang tahu kejadiannya adalah Zanna,Bi Siti dan pak Bani sudah meninggal."Ucap Varo sedih.


"Semoga saja Zanna baik-baik saja."Ucap Bunda Marissa.


"Kamu tidak menghubungi orang tuanya Zanna Al dan memberitahu kondisi Zanna?"Tanya Ayah Nando menatap Varo.


"Varo gak sanggup Yah,apa nanti kata Mama papa nya Zanna.Varo gak bisa jagain Zanna."Ucap Varo lesu.


"Bagaimanapun juga kamu harus tetap menghubunginya."


"Baiklah Yah,besok pagi Varo akan menghubungi Mama sama papa."Ucap Varo akhirnya.


"Ayah yakin Zanna akan baik-baik saja,kamu tenang saja ya."Ucap Ayah Nando menenangkan.


Varo hanya mengangguk.


Tak lama kemudian Darren pun datang.


"Besok pagi jenazah Bi Siti dan pak Bani akan dimakamkan."Ucap Darren.


Ayah Nando mengangguk menatap Darren.


Darren pun menatap Keisha,Keisha yang mengerti pun langsung mengajak Darren pergi sedikit menjauh.


"Ada apa,apa yang terjadi sama Zanna?"Tanya Darren menatap Keisha.


"Zanna koma,Zanna juga keguguran."Jawab Keisha pelan dan sedih.


Darren pun langsung memeluk Keisha.


"Lo tenang aja ya,Zanna pasti akan segera sembuh kok."Ucap Darren pelan,Keisha hanya mengangguk.


Merekapun melepaskan pelukannya dan kembali lagi menemui Varo dan Bunda Marissa serta Ayah Nando.


"Bun,lebih baik Bunda pulang aja sama Darren sama Keisha."Ucap Varo.


"Iya Bun,lebih baik Bunda pulang ini sudah malam juga."Sahut Ayah Nando.


"Baiklah,besok Bunda akan datang lagi."Ucap Bunda Marissa.


"Gue sama Keisha pulang dulu Al,lo yang sabar ya.Zanna pasti akan segera sembuh kok."Ucap Darren menepuk-nepuk bahu Varo.

__ADS_1


"Iya,thanks ya udah datang."Ucap Varo,Darren tersenyum dan mengangguk.


"Om kami pulang dulu ya."Ucap Darren.


"Iya,hati-hati ya."Ucap Ayah Nando.


Akhirnya Bunda Marissa,Darren dan Keisha pun pulang.


Tinggallah Varo dan Ayah Nando duduk di kursi tunggu ruang ICU,mereka duduk dalam hening dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Sementara itu


Rianti melangkah masuk ke dalam ruang ICU dimana Bima papanya terbaring lemah di sana,kondisi Bima sangat kritis.


"Pa."Ucap Rianti pelan.


Perlahan Bima pun menoleh kearah Rianti yang sudah berdiri di sampingnya.


"Ma....afin papa Rianti."Ucap Bima pelan dan terbata.


"Rianti udah maafin papa,papa harus sembuh."Ucap Rianti menangis,Bima hanya menggeleng pelan.


"Kemana istri papa,apakah dia tahu kalau papa ada disini?"Tanya Rianti,Bima menggeleng.


"Bella,dia su.....dah pergi meninggalkan papa bersama dengan...pria yang lebih kaya dari papa.Papa sudah,tidak punya apa-apa lagi.Semua su.....dah papa berikan kepada Bella termasuk toko em.....as itu."Jawab Bima.


"Sekali lagi,ma.....afin papa ya Rianti."Ucap Bima lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


Riko yang berada di luar pun masuk ke dalam ICU saat mendengar teriakan Rianti.


"Rianti."Ucap Riko pelan dan sudah berdiri di samping Rianti.


"Riko,Riko papa."Ucap Rianti dan langsung memeluk Riko sambil terus menangis.


"Udah ya lo jangan nangis,papa udah tenang di sana."Ucap Riko menenangkan Rianti.


Riko pun segera memanggil dokter,besok pagi Bima akan dimakamkan.


Keesokan harinya


Mama Nia dan P.Subroto pun bergegas pergi ke rumah sakit Bintang Harapan setelah diberitahu Varo tentang keadaan Zanna.


Tak lama kemudian Mama Nia dan P.Subroto pun sudah sampai di rumah sakit dan menghampiri Varo dan Ayah Nando.


"Al."Panggil Mama Nia pelan.


Varo berdiri dari duduknya dan menatap Mama Nia lalu bersimpuh di hadapan Mama Nia.


"Ma,maafin Varo.Varo gak bisa jaga Zanna dengan baik."Ucap Varo menangis sesenggukan,sungguh Varo merasa sangat-sangat bersalah.


"Bangun nak,ini semua bukan salah kamu.Jangan menyalahkan diri kamu sendiri atas apa yang menimpa Zanna,mungkin sudah jalannya sudah begini."Ucap Mama Nia membantu Varo berdiri lalu memeluknya.

__ADS_1


"Sekali lagi maafin Varo ma."Ucap Varo sekali lagi.


"Mama sudah maafin kamu,jangan sedih lagi ya.Zanna pasti akan segera sembuh kok."Ucap Mama Nia.


P.Subroto dan Ayah Nando pun berjalan menuju taman rumah sakit dan duduk di salah satu bangku taman.


"Besan,apakah besan tahu yang namanya Laila?"Tanya Ayah Nando membuka pembicaraan dan menoleh kearah P.Subroto.


"Apakah yang dimaksud Laila teman kuliah Zanna,jika iya maka saya mengenalnya."Ucap P.Subroto menatap Ayah Nando.


"Memangnya ada apa dengan Laila?"Tanya P.Subroto.


"Laila tertabrak mobil bersama dengan Zanna,Varo juga yakin kalau ini semua ulahnya Laila."


"Bagaimana bisa,selama ini yang saya tahu Laila itu sangat baik."Ucap P.Subroto sedikit tak terima Laila dituduh.


"Iya,tapi memang Zanna saja yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Saat kemarin polisi bertanya kepada warga sekitar tidak ada yang melihat Zanna ataupun Laila,tahu-tahu mereka melihat ada kecelakaan."Ucap Ayah Nando.


"Semoga saja Zanna segera sembuh,putri saya satu-satunya."Ucap P.Subroto sedih.


"Iya,Zanna kan kuat dia pasti akan segera sembuh."





Pemakaman Bi Siti dan pak Bani pun berjalan dengan lancar,Bunda Marissa,Keisha,Darren,kedua orang tua Keisha dan Darren menghadiri acara pemakaman itu kecuali Varo dan Ayah Nando.


Varo tidak ingin pergi meninggalkan Zanna sedetikpun,sementara Ayah Nando harus berada di rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi Zanna.


Sementara itu


Rianti dengan keluarganya Riko menghadiri acara pemakaman Bima,Rianti masih saja menangis.


"Rianti jangan nangis lagi kenapa,lo gak kasihan apa sama anak kita kalau lo nangis terus."Ucap Riko.


Raka dan Rina yang mendengar ucapan Riko pun sontak menoleh kearah Riko.


"Rianti hamil Riko?!"Tanya Rina terkejut,Riko hanya mengangguk.


"Wahhh selamat ya sayang,kamu harus jaga baik-baik calon cucu Mama."Ucap Rina bahagia dan memeluk Rianti.


"Sepertinya Diki gak sepenuhnya merugikan kamu waktu itu."Bisik Raka di telinga Riko.


"Tetap saja pa dia udah mengambil ciuman pertama Rianti."Ucap Riko kesal.


"Tapi selebihnya kamu kan,setelah bertahun-tahun kalian menikah akhirnya kamu menyentuh Rianti juga."Bisik Raka santai.


Merekapun memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2