Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Dijodohkan Setelah Lulus


__ADS_3

Sementara itu di dalam kelas,Varo masih memeluk Keisha dari belakang.


"Lepasin Al."Ucap Keisha meronta.


"Gue gak bakal lepasin,sebelum lo mau maafin gue."Ucap Varo tepat di telinga Keisha dengan nada sangat pelan dan penuh permohonan,Keisha yang mendengarnya pun sedikit luluh.


Dia melepaskan pelukan Varo dan membalikkan badannya menatap dalam mata Varo.


"Lo beneran cinta kan sama gue?"Tanya Keisha sedih.


"Y-ya beneran lah,kok nanyanya gitu."Jawab Varo sedikit ragu.


"Gue cuma minta 1 sama lo,jangan tinggalin gue ya.Gue gak bisa bayangin kalau lo ninggalin gue."Pinta Keisha dan tanpa terasa air matanya menetes,Varo segera menghapus air matanya.


"Jangan nangis,gue gak bakal kemana-mana kok.Dan sebagai permintamaafan gue,lo boleh minta apapun."Ucap Varo mencoba menghibur Keisha.


"Emmmm,gue mau kita ke pasar malam.Malam Minggu."Jawab Keisha bersemangat.


"Serius kamu mau kesana,gak ke tempat lain gitu.Misalnya belanja ke mall,nonton atau gimana gitu?"Tanya Varo heran.


"Enggak,kamu kenapa.Gak suka ya ke tempat kayak pasar malam gitu?"Tanya Keisha sinis.


"Enggak bukan gitu,aku kan cuma nanya.Kalau kebanyakan orang pasti lebih milih ke mall.Ini kamu malah milih ke pasar malam."


Keisha tersenyum mendengar penuturan Varo.


"Lo tahu nggak sih,setiap gue lihat pasar malam rasanya bahagia banget.Dulu waktu kecil gue sering kesana sama Papa sama Mama,kalau gue kesana pasti ngingetin gue sama masa kecil.Orang bodoh mana yang bisa melupakan masa kecil mereka,bahkan gue aja pingin balik ke masa kecil gue "Ucap Keisha.


"Jangan dong,kalau balik ke masa kecil ntar gak ketemu sama Alvaro yang tampan ini lagi."Canda Varo.


"Apaan sih,udah ah yuk ke kantin.Pasti Zanna udah nungguin."


Mereka pun pergi ke kantin diiringi canda dan tawa,saat Zanna sedang menikmati baksonya matanya tak sengaja melihat Keisha dan Varo sedang berjalan ke arahnya sambil bergandengan tangan.


Zanna yang kesal pun mengaduk-aduk baksonya tak karuan.


"Aduh Na,lo makan apa ngapain sih.Kuah bakso lo ke mata gue perih nih."Ucap Darren yang duduk dihadapan Zanna makan mie ayamnya.


"Ya sorry,tangan gue mleot tadi."Ucap Zanna tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


"Lo duduk dulu,biar gue yang pesen."Ucap Varo dan pergi,Keisha pun duduk di sebelah Zanna.


"Kalian udah baikan?"Tanya Zanna penasaran.


"Udah dong."Jawab Keisha senang,Zanna hanya tersenyum.


Kok gue lebih suka ya kalau mereka berantem,jahat gak sih gue'Batin Zanna"


Tak lama kemudian Varo datang membawa 2 mangkok berisi bakso dan 2 gelas es jeruk.


Mereka pun makan dengan hening,sesekali Zanna melirik ke arah Keisha dan Varo.Mereka terlihat sangat bahagia,boleh gak sih Zanna iri?.


"Malam Minggu kita pergi ke pasar malam,ini permintaan Keisha."Ucap Varo membuka pembicaraan setelah mereka semua selesai makan.


"Kenapa gak ke tempat lain aja sih,kayak bocah tahu nggak kalau kita ke pasar malam."Protes Darren.


"Gak bisa,gue maunya ke pasar malam."Ucap Keisha tegas,Darren menghela nafas pelan.


"Yaudah deh terserah,dari pada kita gak keluar."Ucap Darren pasrah.


"Kalau lo setuju gak Na,kita ke pasar malam?"Tanya Varo menatap Zanna.


"Oke,kita akan pergi ke pasar malam.Malam Minggu."Ucap Varo.


Tak lama bel masuk pun berbunyi,mereka pun beranjak dari duduknya dan membayar pesanan mereka.Lalu meninggalkan kantin menuju kelasnya masing-masing.





"Lo kenapa sih Rianti,dari tadi gelisah terus?"Tanya Sasya,mereka sedang berada di sebuah cafe.Setelah mereka pulang sekolah langsung menuju cafe yang tak jauh dari sekolahnya.


"Lo ingat kan,waktu gue bilang kalau gue disuruh pulang Sama Papa.Waktu lo di rumah sakit?"Tanya Rianti balik.


"Iya gue ingat,emang ada apa?"


"Lo tahu nggak sih,setelah lulus sekolah gue bakal dijodohin sama....sama Riko."Jawab Rianti pelan.

__ADS_1


"Apa,Riko mantan gue itu?"Tanya Sasya terkejut,Rianti hanya mengangguk.


"Astaga,kenapa bisa.Apa alasannya?"Tanya Sasya mengusap wajahnya kasar.


"Gue gak tahu,Papa cuma bilang kalau dia sama ortunya Riko itu sahabatan.Jadi,untuk menjaga persahabatan itu mereka mau nikahin gue sama Riko."Jawab Rianti mulai sesenggukan.


"Alasan macam apa itu,setidaknya tunggu lo berumur 22 tahun atau lebih.Kalaupun umur lo udah cukup buat nikah,tapi kalau lo nikah sama Riko gue gak setuju."Ucap Sasya emosi.


"Gue juga gak mau Sya nikah sama Riko,tapi gue bisa apa?"Tanya Rianti mulai menangis,Sasya pun menenangkan Rianti.


"Gue bukan mau jelek-jelek in Riko ya,tapi dia itu bukan laki-laki yang baik.Dia deket banget sama banyak cewek,itu salah satu alasan gue putusin dia dulu."Ucap Sasya.


"Terus gue harus gimana Sya,gue juga gak suka sama Riko?"


"Ssstt udah lo tenang aja ya,kita masih lama lulusnya.Masih banyak waktu untuk memikirkan rencana supaya lo gak jadi nikah sama Riko,gue pasti bantu lo."Ucap Sasya,Rianti pun mengangguk.


Setelah membayar kopi pesanan mereka,mereka pun pergi dari cafe itu dan pulang ke rumah masing-masing.





Di sebuah rumah mewah,duduk seorang wanita paruh baya tapi terlihat masih cantik di sofa ruang tamu.


Parasnya tampak cemas dan bingung,dia meremas jari-jemarinya.


"Ma,aku perhatiin dari tadi kamu melamun terus.Ada apa?"Tanya suaminya dan duduk di sofa di hadapan istrinya.


"Mama mikirin Riko Pa,tapi lebih khawatir pada Rianti."Jawab Rina,ibu dari Riko Setiawan yang akan dijodohkan dengan Rianti setelah lulus sekolah.


"Khawatir,emang apa yang perlu dikhawatirin?"Tanya Raka,Ayah dari Riko.


"Tentu saja setelah mereka menikah,Papa tahu sendiri kan kalau Riko anak berandalan.Bagaimana Papa akan menikahkan dia dengan Rianti setelah lulus sekolah,itu terlalu dini.Dan lagi,apa rumah tangga mereka nantinya akan baik-baik saja.Karena mereka menikah tanpa ada rasa cinta di antara keduanya."Jawab Rina sedikit emosi.


"Tenanglah Ma,kau terlalu berlebihan.Asal kamu tahu ya,rekan bisnis Papa itu banyak anaknya yang nakal,berandalan,gonta-ganti pasangan.Tetapi setelah menikah mereka berubah menjadi lebih baik,bahkan sekarang ada yang udah punya anak 2 lagi.Rumah tangga mereka juga baik-baik aja tuh,dan ya 1 lagi.Bukankah Bima Papanya Rianti setuju jika putrinya menikah dengan Riko."


Ucap Raka cuek sambil membaca sebuah koran.

__ADS_1


__ADS_2