
"Na,nonton film yuk."Ajak Keisha sambil menunjukkan sebuah kaset,Zanna pun mengangguk dan memasukkan kaset itu pada DVD yang ada di kamar Zanna.Merekapun menonton film horor sambil memakan camilannya.
Sementara itu
Ternyata Varo juga menginap di rumah Darren,Varo memandangi layar ponselnya yang sudah mati.
Darren yang melihatnya langsung melemparkan bantalnya,seketika ponsel Varo jatuh karena dia duduk di tepi kasur.
"Sialan lo,kalau ponsel gue rusak gimana?"Ucap Varo kesal dan mengambil ponselnya yang jatuh,untung jatuhnya ke karpet bulu yang halus dan empuk jadi ponsel Varo tidak rusak ataupun retak.
"Lagian lo itu ngapain mantengin ponsel yang udah mati,ngeri tahu nggak."
"Besok gue ngajak Keisha keluar,ikut yuk."Ajak Varo membujuk Darren,layaknya membujuk seorang perempuan yang sedang marah.
"Apaan sih,jangan pegang-pegang tangan gue."Varo pun melepaskan tangannya dari lengan Darren.
"Emangnya lo mau ajak Keisha kemana,pasti Zanna ikut kan?"
"Ajak nonton aja,Zanna udah pasti ikutlah.Maka dari itu gue ajak lo,supaya nanti kalau gue sama Keisha lo bisa sama Zanna."
"Sialan lo,putus baru tahu rasa."
"Lo jadi temen jahat banget sih Ren,gue doain lo berjodoh sama Zanna."Ucap Varo sambil merebahkan tubuhnya di samping Darren.
"Yeee,mana mau gue sama dia.Dasar anak uler lo."Ucap Darren kesal dan merebahkan tubuhnya membelakangi Varo,Darren tersenyum licik sebelum terlelap.
Entah mengapa,mengetahui Zanna suka sama Varo.Darren tersentuh dengan pengorbanannya,dia lebih memilih untuk menjaga persahabatannya dari pada cintanya.
Darren juga suka menggoda Zanna dan manas-manasin Zanna,menurut Darren wajah kesal Zanna sangat lucu.
Karena mengingatkan dia pada adik perempuannya yang meninggal di usia 15 tahun karena kecelakaan,apalagi saat melihat Zanna cemberut.
Darren benar-benar seperti melihat adik kandungnya sendiri yang bernama Dira.
Besok pasti Zanna juga cemburu saat melihat Varo sama Keisha,Darren akan menjahilinya besok.
Tunggu aja Na,gue bakal kompor-komporin lo'Batin Darren'
•
•
•
"Darren bangun!!!"Teriak Varo tepat di telinga Darren yang masih tidur,Darren membuka matanya perlahan dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Varo yang kesal pun menyibak selimut Darren dengan kasar.
__ADS_1
"Lo itu apa-apaan sih Al,ngantuk tahu."Ucap Darren mengacak-acak rambutnya kesal dan berusaha duduk.
"Lagian lo itu,udah jam 8 masih aja tidur.Cepet bangun mandi terus ganti baju,kita susul Keisha di rumahnya Zanna."
"Ck,iya iya."Darren pun berjalan menuju kamar mandi dengan malas.
"Darren udah bangun Al?"Tanya Mamanya Darren yang bernama Renita saat melihat Varo keluar dari kamar Darren.
"Udah Tante,males banget tuh anak."Jawab Varo dan duduk di sofa ruang tamu,Tante Renita hanya tersenyum menanggapinya dan duduk di hadapan Varo.
"Ya emang gitu dia,malah kalau biasanya hari Minggu ini atau libur sekolah bangun sampek jam 11 siang."
"Yuk Al berangkat."Ucap Darren tiba-tiba.
"Kami keluar dulu ya Tan,Assalamualaikum."Pamit Varo mencium tangan Tante Renita diikuti oleh Darren.
"Waalaikumsalam,kalian hati-hati ya."
Varo dan Darren pun berangkat menuju rumah Zanna mengendarai mobil Varo dengan Varo sendiri yang nyetir.
Sementara itu
Zanna dan Keisha masih bersiap-siap, Keisha meminjam baju milik Zanna karena dia tidak pulang tadi pagi.
TIN
"Maaf Tan,ini rumahnya Zanna?"Tanya Varo keluar dari mobilnya diikuti Darren.
"Kami temannya Zanna sama Keisha,yang mau ajak keluar "Jawab Varo gugup.
"Oooo,yaudah ayo masuk mereka lagi siap-siap."Ucap Mama Nia dan berjalan terlebih dahulu,Varo dan Darren pun mengikuti Mama Nia masuk ke dalam rumah.
Mobil Varo dia tinggal di luar gerbang karena sebentar lagi juga keluar.
"Siapa Ma?"Tanya P.Subroto yang datang dari arah dapur.
"Ini temannya Zanna sama Keisha,mereka akan keluar tapi masih siap-siap."Jawab Mama Nia.
"Om."Varo dan Darren menyapa P.Subroto dan mendapat anggukan.
"Silahkan,duduk."Ucap P.Subroto mempersilahkan mereka duduk,Varo dan Darren pun duduk begitu juga P.Subroto dan istrinya.
"Kok kayak pernah lihat ya."Ucap P.Subroto memandangi Darren lekat begitupun Mama Nia.
"Oooo Mama tahu Pa,ini kan yang foto sama Zanna.Siapa namanya,oh ya Duren kalau gak salah."Jawab Mama Nia heboh.
Varo yang mendengarnya pun menahan tawanya,sementara Darren hanya bengong.
__ADS_1
Dikira gue buah apa dipanggil Duren,orang tua gue susah-susah nyariin nama yang bagus.Ini malah dengan entengnya manggil gue Duren,untung orang tua'Batin Darren kesal'
"Maaf Tan,namanya Darren bukan Duren."Ucap Varo tak enak sambil nyengir.
"Ooh,Darren ya namanya.Maafin Tante ya salah sebut nama kamu."
"Iya Tante gak papa kok."Jawab Darren kaku.
"Yasudah,om mau ke belakang dulu."Pamit P.Subroto dan berlalu pergi,tak lama setelah itu Keisha dan Zanna pun turun menghampiri mereka di ruang tamu.
"Ma,kami keluar dulu ya.Asaalamualaikum."Pamit Zanna.
"Iya sayang Waalaikumsalam,kalian hati-hati ya."
Mereka pun berangkat.
"Ngapain sih lo duduk di sini?"Tanya Zanna ketus saat sudah di perjalanan.
"Lha terus gue duduk dimana Maemunah,di bagasi?"Tanya balik Darren santai sambil memainkan ponselnya,jika dipikir-pikir benar juga apa kata Darren.
Kalau gak duduk di belakang sama Zanna terus dimana,Keisha sendiri juga sudah duduk manis di samping Varo yang fokus mengemudi.
"Gue pikir si Varo gak ngajak lo,jadi gue iyain aja ajakan Keisha."Ucap Zanna menggerutu.
"Kalian kenapa sih,ribut mulu tiap ketemu?"Tanya Varo yang mendengar perkataan mereka berdua.
"Tahu nih,si Zanna aneh-aneh aja."Jawab Darren cuek.
"Kalian jadian beneran aja,cocok tahu."Ucap Keisha tersenyum.
"Najis!"Ucap Darren dan Zanna bersamaan,hening.Keadaan mobil hening sampai mereka sudah sampai di mall dan menuju gedung bioskop.
•
•
•
Zanna terus menggerutu sesampainya di dalam bioskop,bagaimana tidak.Dia duduk berdampingan dengan Darren lagi,sementara Keisha dan Varo 3 baris di depan mereka.
Mereka menonton film A Perfect Fit,Zanna menatap layar bioskop dengan tajam tapi dia tidak fokus menonton.Dia fokus memikirkan Keisha sama Varo.
Kira-kira apa yang dibicarakan mereka berdua jika tidak ada Zanna sama Darren?
Apa mereka benar-benar berjodoh dan di masa depan mereka akan menikah?
Ah,jika itu memang benar.Zanna harus menyiapkan mental batin untuk menerima undangan pernikahan mereka.
__ADS_1
"Santai aja kali lihatnya,kasihan mata lo."Ucap Darren pelan sambil memakan pop corn nya,Zanna meliriknya tajam.
"Diem lo,awas aja ya kalau mulut lo ember."Ucap Zanna pelan dan penuh penekanan.