Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Es Krim


__ADS_3

Saat jam makan siang


Sasya dan Rianti sedang duduk berhadapan di ruangannya Sasya,mereka sedang menunggu makan siang datang.


"Lo akan menetap di sini kan,dan ini pasti anak lo."Ucap Rianti menatap Sasya lalu menatap Dani yang duduk di samping Sasya.


"Iya,gue akan menetap di sini.Ini emang anak gue,Dani namanya dan gue juga udah nikah sama Ikbal."Ucap Sasya pelan.


"Apa nikah,kapan?!"Tanya Rianti terkejut.


"Beberapa hari yang lalu,waktu gue suruh lo datang ke hotel xx.Dimana saat itu sedang diadakan pesta pernikahan gue."Jawab Sasya.


"Lo yang sabar ya,siapa ini namanya?"


"Aku Dani Tante."Sahut Dani.


"Pintar banget,sini duduk sama Tante."Ucap Rianti.


Dani pun duduk di samping Rianti,tak berselang lama makan siang mereka sudah datang.


Merekapun makan siang dengan hening.





"Na,gak usah masak ya untuk makan siang ini nanti."Ucap Varo menghampiri Zanna yang sedang menonton tv di ruang keluarga.


"Kenapa?"


"Nanti waktu Bi Siti ke sini dia akan bawain makan siang dari rumah."


"Oohh gitu."Ucap Zanna.


Tak berselang lama terdengar suara beberapa mobil yang berhenti di halaman rumah Varo dan Zanna.


"Itu pasti mereka sudah datang,ayo kita pergi keluar."Ucap Varo.


Zanna mematikan tv dan berjalan mengikuti Varo ke halaman depan.


Sesampainya di halaman depan Zanna melihat ada Mama Nia dan P.Subroto juga ada di sana.


"Mama!"Ucap Zanna berlari kearah Mama Nia yang baru saja keluar dari dalam mobil dan memeluknya.


"Zanna kangen banget sama Mama."Ucap Zanna.


"Mama juga kangen sama kamu."Ucap Mama Nia balas memeluk Zanna.


"Sama papa gak kangen?"Ucap P.Subroto.


Zanna melepaskan pelukannya dan langsung memeluk P.Subroto.


"Kangen dong pa,Zanna juga kangen sama papa."Ucap Zanna.


P.Subroto pun membalas pelukan Zanna.


Bunda Marissa dan Ayah Nando pun berjalan menghampiri Varo yang sedang berdiri di teras.


"Rumahnya bagus juga ya Al,pintar kamu milihnya.Luas juga."Ucap Ayah Nando melihat sekitar.


"Iyo dong Yah,Ayah tahu kan kalau Varo itu emang pintar sejak lahir."Ucap Varo.


"Iya,dan kepintaran kamu itu menurun dari Ayah."Ucap Ayah Nando tak mau kalah.

__ADS_1


"Sudah sudah ngomongin apaan sih ini,lebih baik sekarang kita makan.Itu Bi Siti sudah siapin makan siang."Ucap Bunda Marissa.


Akhirnya merekapun makan siang bersama,Bi Siti dan pak Bani pun juga diajak makan siang bersama.


Setelah makan siang bersama Zanna dan kedua orang tuanya berkumpul di ruang keluarga,sementara Varo dan kedua orang tuanya berkumpul di ruang tamu.


"Bagaimana Al,apakah sudah ada tanda-tanda kalau Zanna hamil?"Tanya Bunda Marissa antusias dan menatap Varo.


"Varo gak tahu Bun,kayaknya belum."Jawab Varo.


"Yasudah tidak apa-apa."Ucap Bunda Marissa.


Bunda Marissa padahal sudah ingin sekali menggendong cucu.


Obrolan mereka pun terus berlanjut,dan besok rencananya akan diadakan syukuran di rumah baru Zanna dan Varo.


Menjelang malam hari mereka semua pun pamit untuk pulang.


"Al."Panggil Zanna dan menghampiri Varo yang sedang menonton tv dan duduk di samping Varo.


"Iya?"Ucap Varo.


"Laila kok gak bisa dihubungi ya,padahal gue pengen banget ketemu sama dia."Ucap Zanna sedih.


"Udah deh biarin aja,gue gak mau ya lo pergi ke rumah Laila dan menemuinya sendirian."Ucap Varo menoleh kearah Zanna.


"Kenapa?"


"Ya gak kenapa-kenapa sih,cuma gue khawatir aja."Ucap Varo.


Keesokan harinya


Pagi hari yang sibuk di rumah baru Varo dan Zanna.


Mama Nia,Mama Rita,Mama Renita,Bi Siti,Zanna dan Keisha sibuk memasak di dapur.


"Ma,Laila kok gak bisa dihubungi ya.Zanna pengen banget ketemu sama Laila."Ucap Zanna menatap Mama Nia dengan sedih.


"Mungkin Laila memang lagi sibuk,kamu gak usah sedih.Mama juga sudah lama enggak ketemu sama Laila."Ucap Mama Nia.


Malam harinya


Semua anggota keluarga pun datang ke rumah baru Varo dan Zanna untuk menghadiri acara syukuran rumah baru mereka,tak lupa Varo juga mengundang tetangga sekitar yang jumlahnya sedikit.


Jalan ke rumah baru Varo dan Zanna melewati sebuah gang yang cukup untuk satu mobil,dan setelah keluar dari gang akan ada jalan raya di sana.


Setelah makan malam acara pun selesai,tinggallah Varo dan Zanna yang sedang duduk lesehan di ruang tamu.


Pak Bani sedang membatu Bi Siti untuk membereskan semuanya.


"Al."Ucap Zanna pelan.


"Iya?"Ucap Varo menatap Zanna.


"Gue mau es krim,beliin ya."


"Besok aja Na,masak malam-malam makan es krim."Ucap Varo.


"Ya gak masalah,mau pagi atau malam makan es krim.Beliin kenapa,lo juga gak bakalan miskin beliin gue es krim!"Ucap Zanna cemberut.


"Iya iya gue beliin sekarang,lo tunggu aja."Ucap Varo berdiri dari duduknya.


"Makasih Al,5 ya es krimnya rasa coklat semuanya."Ucap Zanna berdiri dari duduknya dan tersenyum lebar menatap Varo.


"Apa,lima.Banyak banget Na,satu aja ya."Ucap Varo.

__ADS_1


Zanna bersedekap dan menatap tajam Varo.


"I-iya lima,gue beliin es krim 5 rasa coklat kan semuanya."Ucap Varo.


"Iya,cepet ya."Ucap Zanna tersenyum.


Varo pun langsung pergi ke supermarket terdekat untuk membeli es krim dengan mengendarai motornya.


Zanna pun melangkah pergi ke dapur untuk menemui Bi Siti.


"Bi."Panggil Zanna.


"Iya non?"Ucap Bi Siti.


"Zanna mau tidur Bi,jangan lupa ruang tamunya diberesin ya nanti."Ucap Zanna.


"Baik non."


"Makasih ya Bi."Ucap Zanna tersenyum.


"Sama-sama."Ucap Bi Siti balas tersenyum.


Zanna pun melangkah pergi ke dalam kamar lalu tidur.


Beberapa menit kemudian Varo sudah pulang dengan membawa kantung kresek berisi es krim pesanan Zanna.


"Zanna mana Bi?"Tanya Varo saat sudah sampai di ruang tamu dan melihat Bi Siti sedang membereskan ruang tamu.


"Tadi katanya mau tidur mas."Jawab Bi Siti.


"Apa,tidur?!"Ucap Varo,tadi kan Zanna pesan es krim kenapa malah ditinggal tidur.


"Iya mas."Ucap Bi Siti.


"Yaudah Bi kalau gitu,Varo ke kamar dulu ya."Ucap Varo dan melangkah pergi ke dalam kamar.


Sesampainya di dalam kamar Varo melihat Zanna yang sudah tidur dengan pulas dengan sangat berantakan tidurnya.


"Ini si Zanna gimana sih,tadi suruh beliin es krim udah gue beliin malah ditinggal tidur."Gumam Varo.


Varo berjalan mendekati Zanna dan mencoba membangunkannya.


"Na bangun,ini es krimnya.Zanna!!"Ucap Varo,tapi Zanna tak bangun juga.


Jangankan bangun,bergerak saja tidak itu si Zanna.


Varo menghela nafasnya dan pergi ke dapur untuk menaruh es krimnya ke dalam kulkas,setelah itu Varo kembali lagi ke dalam kamar dan tidur.


Keesokan harinya


Setelah sarapan Varo mengantar Zanna ke kampus lalu pergi ke rumah sakit.


Sementara itu


Di dalam kamar mandi Riko sedang memuntahkan isi perutnya setelah selesai sarapan.


"Riko lo kenapa,sakit?"Ucap Rianti menghampiri Riko.


"Gak tahu juga gue,kepala gue juga pusing."Jawab Riko lemah.


"Yaudah,lo gak usah ke kantor hari ini.Lo istirahat aja."Ucap Rianti dan membantu Riko pergi ke kamarnya.


Riko dan Rianti walaupun sudah pernah melakukan hal "itu" mereka tetap tidur di kamar yang berbeda.


"Gue buatin lo teh ya."Ucap Rianti saat Riko sudah berbaring di atas ranjangnya,Riko hanya mengangguk.

__ADS_1


Rianti pun melangkah pergi ke dapur untuk membuatkan Riko teh hangat.


__ADS_2