
"Eh tunggu bentar."Ucap Darren berhenti di samping motornya dan melihat ke sebuah toko boneka yang ada di sebrang jalan.
"Ada apa?"Tanya Keisha berdiri di samping Darren.
"Itu,gue mau beli boneka untuk Zanna.Sebagai tanda permintamaafan gue karena gak bisa nyelamatin dia dari pak Safar."
"Oh yaudah,lo beli aja gue tunggu sini."Ucap Keisha.
"Nih,tolong bawain ya."Ucap Darren menyodorkan kantung keresek yang berisi makanan ke hadapan Keisha.
Keisha pun menatap Darren tajam.
"Iya-iya ini gue bawa aja deh."Ucap Darren nyengir dan menarik tangannya lalu berbalik badan hendak menyebrang.
Beruntung banget orang yang berjodoh dengan Darren di masa depan,dia laki-laki yang baik'Batin Keisha'
Keisha tersenyum melihat Darren menyebrang jalan lalu masuk ke dalam toko boneka.
Ceklek
Darren pun masuk ke dalam toko boneka,ada banyak sekali boneka yang ada di dalam toko.
Ada boneka yang kecil sampai dengan yang besar,semuanya lucu-lucu dan imut.
"Mau beli boneka yang mana mas?"Tanya pegawai perempuan menghampiri Darren.
"Emmm,saya mau beli boneka yang itu."Jawab Darren menunjuk sebuah boneka beruang berwarna putih dengan kalung yang terbuat dari kain,sangat cantik.
Pegawai itu pun mengambil boneka itu dan memberikannya pada Darren.
"Masnya mau yang ini?"
"Iya mbak."Jawab Darren.
"Silahkan kalau mau bayar,kasirnya ada di sebelah sana."Ucap pegawai itu menunjuk kasir yang berada di sebelah kanan.
Darren mengangguk dan berjalan menuju kasir,setelah membayar Darren pun pergi dari toko boneka itu dan menyebrang jalan menghampiri Keisha.
"Udah?"Tanya Keisha saat Darren sudah berdiri di hadapannya.
"Udah,yuk sekarang kita pergi ke rumah sakit."Ucap Darren naik ke atas motor dengan kantung kresek dan paper bag dia taruh di stang motor bagian kiri.
Keisha pun segera naik ke atas motor Darren,Darren segera melajukan motornya menuju rumah sakit Permatasari.
•
•
•
Taxi yang dinaiki Sasya berhenti tepat di depan pintu rumah sakit.
"Ini pak uangnya,makasih ya."Ucap Keisha sambil menyodorkan uang.
"Sama-sama mbak."Ucap sopir taxi itu menerima uang yang disodorkan Sasya.
Sasya turun dari taxi dan melangkah masuk ke dalam rumah sakit,taxi pun melaju meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
Sasya sudah sampai di depan pintu ruang rawat Rianti dan membukanya.
Ceklek
Sasya melangkah masuk ke dalam,tapi di sana hanya ada seorang suster yang sedang merawat pasien perempuan tapi bukan Rianti.
"Maaf permisi sus."Ucap Sasya melangkah mendekati suster itu.
"Iya,ada apa?"Tanya suster itu menatap Sasya.
"Saya mau tanya,pasien yang waktu dirawat disini kemana ya sus.Rianti namanya."
"Setahu saya tadi pagi dia sudah pulang."Ucap suster itu.
"Oohh gitu ya sus,yaudah kalau gitu saya permisi dulu.Maaf udah ganggu."Ucap Sasya berbalik badan dan melangkah pergi.
Rianti udah pulang,tapi kenapa dia gak ngasih tahu gue'Batin Sasya'
Sasya berjalan dengan menundukkan kepalanya.
Brukkk
"Astaga,maaf ya saya gak sengaja."Ucap Sasya mendongakkan kepalanya saat dia menabrak seseorang.
"Sasya?!"
"Tante Marissa?!"
Ucap mereka bersamaan saat melihat satu sama lain.
"Maaf ya Tan,Sasya gak sengaja.Soalnya Sasya gak tahu kalau ada Tante Marissa."Ucap Sasya.
"Iya gak papa,kamu ngapain ada disini Sya?"
"Kalau gitu kamu jenguk Varo aja."
"Jenguk Varo,emangnya Varo sakit Tan?"Tanya Sasya.
"Iya,dia demam.Ayo kalau kamu mau jenguk dia."Ucap Bunda Marissa menarik pergelangan tangan Sasya untuk mengikutinya ke ruang rawat Varo.
Ceklek
Bunda Marissa membuka pintu ruang rawat Varo,terlihat Varo sedang duduk bersandar di atas ranjangnya.
"Lihat Al siapa yang Bunda bawa."Ucap Bunda Marissa.
Varo pun menoleh ke arah pintu.
"Sasya."Gumam Varo pelan.
Bunda Marissa dan Sasya melangkah masuk ke dalam dan berdiri di samping kanan Varo.
"Lo sakit apa Al?"Tanya Sasya ragu.
"Cuma demam,bentar lagi pasti sembuh."Jawab Varo.
"Bunda siapin makan siang buat kamu ya Al."
"Iya Bun."
__ADS_1
Bunda Marissa mengambil makanan yang ada di nakas lalu berjalan menuju meja yang ada di ruangan itu dan menyiapkan makan untuk Varo.
"Ini Al udah siap."Ucap Bunda Marissa berjalan mendekat dan menyerahkan piring berisi makanan ke hadapan Varo.
Varo pun menerimanya.
"Kamu makan dulu Al,Bunda mau ke toilet dulu."
"Iya Bun."
Bunda Marissa pun pergi ke toilet yang ada di ruang rawat Varo.
"Emmm,Keisha udah maafin gue."Ucap Sasya pelan.
Varo yang akan makan pun mengurungkan niatnya dan menatap Sasya.
"Serius?"Tanya Varo bahagia menatap Sasya.
Sasya pun mengangguk dan tersenyum lebar menatap Varo.
Keisha dan Darren sudah sampai di rumah sakit dan sedang berjalan masuk ke dalam rumah sakit menuju meja resepsionis.
"Permisi sus mau tanya."Ucap Darren.
"Iya mas,mau tanya apa?"Tanya balik suster itu dengan ramah.
"Suster tahu nggak dimana ruang rawat Alvaro,tadi pagi dia kesini."Jawab Darren.
"Sebentar ya saya lihat dulu."Ucap suster itu dan melihat data pasien.
"Sstt,kok lo nanya ruang rawat Varo sih?"Tanya Keisha berbisik dan menatap Darren.
"Emang kenapa,masak gue nanya dimana kamar jenazah."Jawab Darren yang juga berbisik dan menatap Keisha.
"Ya lo nanya dimana ruang rawatnya Zanna lah,kan Zanna yang pingsan bukan Varo."Ucap Keisha.
"Udah deh gak papa,udah terlanjur nanya juga.Kalau misalkan Varo gak dirawat disini dan dia cuma nganterin Zanna kesini terus pulang gue akan tanya dimana ruang rawatnya Zanna."Ucap Darren.
"Pasien atas nama Alvaro dirawat di ruang VVIP."Ucap suster itu.
Darren dan Keisha pun menoleh ke suster itu.
"Bisa tolong antar kami ke ruang rawatnya Alvaro."Ucap Darren.
"Mari saya antar,barusan saya lewat di depan ruang rawatnya."Sahut seorang suster yang ternyata pernah mengantar Varo ke ruang rawat VVIP menggunakan kursi roda.
Darren dan Keisha pun menatap suster itu.
"Baik sus."Ucap Darren.
"Mari."Suster itu pun berjalan terlebih dahulu diikuti Darren dan Keisha di belakangnya.
"Ini ruang rawatnya."Ucap suster itu saat sudah sampai di depan pintu ruang rawat Varo.
"Makasih ya sus."Ucap Darren.
"Iya sama-sama,kalau begitu saya permisi dulu."Ucap suster itu dan melangkah pergi.
Darren pun membuka pintu ruang rawat Varo.
__ADS_1
Ceklek
Pemandangan yang pertama kali mereka lihat adalah Varo dan Sasya yang tersenyum saling menatap satu sama lain.