Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Ajakan Kevin


__ADS_3

Sambil menunggu pelayan itu datang Ikbal merenung,mencoba mengingat-ingat apa yang sudah dia lakukan semalam.


Saat Ikbal bangun dia berada didalam kamar kamar sendirian.


Tak berapa lama terdengar pintu kamar Ikbal diketuk,Ikbal berjalan menuju kearah pintu dan membukanya.


"Ini pesanan anda."Ucap pelayan itu dan memberikan paper bag pada Ikbal,Ikbal segera menerima paper bag itu.


"Baiklah,terima kasih.Ambil aja kembaliannya."Ucap Ikbal dan menutup pintu kamarnya.


"Kembalian darimana,orang itu saja tadi uangnya kurang aku yang nambahin."Gumam pelayan itu,pelayan itu pun berlalu pergi dari sana.


Setelah menerima paper bag berisi pakaian Ikbal langsung pergi mandi,tak lama kemudian Ikbal sudah selesai mandi.


Ikbal memakai kaos polos berwarna putih dan celana berwarna hitam,terlihat sangat tampan,Ikbal pun keluar dari dalam kamar.


"Ikbal,ngapain kamu keluar dari kamarnya Sasya?"Tanya pak Irfan yang sudah berdiri di belakang Ikbal.


Ikbal terkejut dan membalikkan badannya.


"Papa,emmm itu.Ikbal sama kak Sasya emmm tukar kamar kemarin,kak Sasya yang minta."Ucap Ikbal berbohong.


Apa kata papa tadi,ini kamarnya kak Sasya.Jangan-jangan kemarin gue......'Batin Ikbal'


"Yasudah ayo kita pulang."Ucap pak Irfan.


"Tunggu pa,emmm kak Sasya mana?"


"Tadi pagi-pagi sekali Sasya kirim pesan singkat ke papa,kalau Sasya ada urusan mendadak dan harus pulang."Jawab pak Irfan.


Akhirnya pak Irfan dan Ikbal pun pulang dengan pak Irfan mengendarai mobilnya sendiri,sementara Ikbal berada di belakang mobil pak Irfan dengan mengendarai motor sportnya.


Tak lama kemudian pak Irfan dan Ikbal sudah sampai di rumahnya.


Mamanya Ikbal yang bernama Indri pun menyambut kedatangan mereka didepan pintu ruang tamu.


Bu Indri pun menyalami tangan pak Irfan,Ikbal pun menyalami tangan mamanya.


Merekapun pergi ke ruang tamu dan duduk di sana.


"Sesuai apa yang papa katakan kemarin,papa akan memberikan hukuman sama kamu."Ucap pak Irfan menatap Ikbal dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.

__ADS_1


Ikbal hanya diam dan menatap papanya sekilas lalu menatap kebawah.


"Hukuman,memangnya apa yang sudah Ikbal lakukan?"Tanya Bu Indri menatap pak Irfan.


"Itu ma,Ikbal sekarang mulai suka minum-minuman keras."Jawab pak Irfan.


Bu Indri menghela nafas panjang dan menatap Ikbal.


"Maafin Ikbal ma."Ucap Ikbal pelan dan menatap mamanya sekilas dan kembali menundukkan kepalanya.


"Papa akan memasukkan kamu ke salah satu universitas yang berada di Singapura,kebetulan papa punya kenalan di sana dan papa akan meminta kenalan papa itu untuk terus mengawasi kamu.Dan nantinya kamu juga akan tinggal di rumah kenalannya papa,dan selama kamu masih ada disini dan belum pergi ke Singapura kamu enggak boleh keluar bersama teman-teman kamu apalagi pergi ke bar."Ucap pak Irfan.


"Tapi pa,Ikbal juga pengen ketemu sama temen-temen Ikbal.Papa gak bisa dong larang Ikbal untuk bertemu sama mereka."Ucap Ikbal tak setuju dan menatap papanya.


"Baiklah,tapi temen kamu yang harus datang kesini.Bukan kamu yang datang kepada mereka,papa enggak mau ya masa depan kamu hancur."


"Iya pa."Ucap Ikbal pasrah.


Sementara itu di ruangannya


Sasya sedang berdiri didepan jendela berukuran sedang yang berada didalam ruangannya,pikiran Sasya terus tertuju pada kejadian kemarin malam.


Kejadian yang membuatnya harus kehilangan kehormatannya,Sasya enggak mau bilang soal ini kepada Ikbal atau pak Irfan soal kejadian malam itu Ikbal sedang mabuk.


"Varo gak boleh tahu soal ini,ya.Varo gak boleh tahu,gue takut banget kalau Varo bakal ninggalin gue karena kejadian kemarin malam.Lebih baik emang Varo gak usah tahu."Gumam Sasya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Tok


Tok


Tok


Terdengar pintu ruangannya Sasya diketuk.


"Masuk!"Ucap Sasya dan menoleh kearah pintu.


Pintu terbuka,terlihat salah satu karyawannya berdiri di sana dengan Bunda Marissa.


"Tante."Ucap Sasya tersenyum dan berjalan menghampiri Bunda Marissa.


"Kamu boleh pergi,makasih ya udah antar Tante Marissa kesini."Ucap Sasya pada karyawan itu.

__ADS_1


"Iya sama-sama,kalau begitu saya pergi dulu."Ucap karyawan itu dan berlalu pergi dari sana.


"Ayo Tan masuk."Ucap Sasya.


Bunda Marissa mengangguk dan melangkah masuk kedalam ruangan Sasya,Bunda Marissa dan Sasya pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Tante Marissa ada apa kesini?"Tanya Sasya.


"Kamu kan akhir-akhir ini sibuk,hari ini Tante ingin mengajak kamu pergi berbelanja.Supaya kamu merasa happy dan enggak stress mikirin pekerjaan."Jawab Bunda Marissa yang sangat perhatian pada Sasya.


Bukankah dulu Bunda Marissa ingin sekali jika dimasa depan Varo akan menikah dengan Sasya,sekarang keinginan Bunda Marissa sudah tercapai walaupun Varo dan Sasya belum menikah tapi kan sudah pasti mereka akan menikah.


"Baiklah,ayo Tan kita pergi."Ucap Sasya berdiri dari duduknya dan berjalan menuju mejanya untuk mengambil tasnya.


Bunda Marissa dan Sasya pun pergi ke salah satu mall yang ada di kota itu.


1 minggu berlalu


Dan selama 1 minggu itu juga Kevin terus saja mendekati Zanna dengan cara mentraktir Zanna,memberikan Zanna sebuah hadiah,mengajak Zanna untuk pulang bersama,tapi Zanna menolak itu semua.


Kevin,Fahri dan Reyhan pun pergi ke kelas Zanna,Kevin berjalan menuju meja Zanna yang sedang membaca buku.


Sementara Fahri dan Reyhan hanya berdiri di pintu masuk dan melihat kearah Kevin.


"Hai."Sapa Kevin yang sudah berdiri di samping meja Zanna.


Zanna mendongakkan kepalanya dan menatap malas kearah Kevin.


"Lo lagi lo lagi,lo itu gak ada bosan-bosannya apa ya ganggu gue terus.Sekarang lo bawa hadiah apa buat gue,lo bawa beruang hidup?"Tanya Zanna kesal.


Karena waktu itu Kevin pernah membawakan Zanna seekor kelinci putih yang sangat lucu ke kampus,Kevin juga pernah membawakan Zanna seekor kucing yang sangat mahal.


Membawakan bunga mawar merah yang ditanam di sebuah pot berukuran sedang,pokoknya hadiah yang dibawa Kevin untuk Zanna gak ada yang benar dan gak ada satupun hadiah pemberian Kevin yang Zanna terima.


"Kali ini gue gak bawa apa-apa kok,gue cuma pengen nanti lo mau pulang bareng sama gue ya.Please."Ucap Kevin sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada,dengan tatapan memelas pada Zanna.


Zanna menghela nafas panjang dannn...


"Baiklah,tapi kali ini aja gak ada lain kali"Ucap Zanna.


__ADS_1


Contoh visual Kevin Aditya Pramana


__ADS_2