
"Dimas,ngapain kesini?"Tanya Zanna menatap Dimas.
"Duduk dulu kali Na."Ucap Mama Nia mengerutkan keningnya.
"Hehehe iya ma."Ucap Zanna dan duduk di sofa.
"Dimas kesini mau ajak kamu pergi keluar."Ucap Mama Nia.
"Pergi keluar kemana ma siang-siang gini?"Tanya Zanna malas dan menatap Mama Nia.
"Aku mau ajak kamu nonton bioskop,kamu mau kan."Jawab Dimas dan menatap Zanna,Zanna pun menoleh kearah Dimas.
"Sorry ya,gue gak-."
"Iya,Zanna mau kok nak Dimas diajak nonton bioskop."Ucap Mama Nia memotong ucapan Zanna.
"Ma."Ucap Zanna dan menatap kesal kearah mamanya.
"Cepat kamu siap-siap,kasihan Dimas kalau harus menunggu kamu terlalu lama."Ucap Mama Nia.
Zanna berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke kamarnya dengan sangat malas.
"Sebentar ya nak Dimas Tante susul Zanna dulu,silahkan diminum itu tehnya."Ucap Mama Nia tersenyum menatap Dimas.
"Iya Tante."Ucap Dimas balas tersenyum lalu meminum teh buatan Mama Nia.
Mama Nia pun berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke kamar Zanna.
Sesampainya di depan pintu kamar Zanna
Tanpa mengetuk pintu Mama Nia langsung masuk ke dalam kamar Zanna,dilihatnya Zanna sedang duduk di tepi ranjang dengan raut muka kesal.
"Kok belum siap-siap Na,itu kamu ditungguin sama Dimas."Ucap Mama Nia dan berjalan menghampiri Zanna.
"Zanna nggak mau pergi ma,Mama tahu kan kalau Zanna itu nggak suka sama Dimas."Ucap Zanna kesal.
"Memangnya kenapa kamu enggak suka sama Dimas,dia laki-laki yang baik.Mama sama papa saja berharap jika kalian nantinya akan menikah."Ucap Mama Nia dan duduk di samping Zanna.
"Apa ma,menikah.Enggak,Zanna nggak mau!!"Ucap Zanna menatap Mama Nia.
"Kenapa enggak mau,umur kamu sudah cukup untuk menikah."
"Zanna nggak mau ma kalau nikah sama Dimas."
"Terus kamu maunya nikah sama siapa?"Tanya Mama Nia.
Sama Varo ma'Batin Zanna'
Zanna hanya diam menatap Mama Nia.
"Sudah,lebih baik sekarang kamu bersiap-siap.Mama keluar dulu."Ucap Mama Nia berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dari kamar Zanna.
__ADS_1
Zanna hanya menghela nafasnya lalu pergi bersiap-siap.
Tak lama kemudian Zanna pun sudah siap,Zanna berjalan menuju ruang tamu menghampiri Mama Nia dan Dimas dengan muka ditekuk.
"Nah ini Zanna sudah siap,kok gitu mukanya."Ucap Mama Nia menatap Zanna.
"Jadi pergi apa enggak,kalau nggak cepet gak usah pergi."Ucap Zanna judes.
"Iya jadi kok,Tante kalau gitu kami pergi dulu ya."Ucap Dimas dan menyalami tangan Mama Nia.
"Iya,kalian hati-hati ya.Pergi yang lama juga enggak apa-apa."Ucap Mama Nia tersenyum menatap Dimas.
Dimas hanya mengangguk lalu berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke halaman menuju mobilnya yang terparkir,diikuti Zanna.
"Silahkan."Ucap Dimas membukakan pintu mobil untuk Zanna.
Zanna melirik tajam Dimas lalu masuk ke dalam mobil.
Dimas segera menutup pintu mobil dan segera masuk dalam mobil bagian kemudi.
Dimas pun melajukan mobilnya menuju salah satu mall di kota itu.
Sepanjang perjalanan Zanna hanya diam dengan raut muka kesal,sesekali Dimas melirik kearah Zanna.
"Kamu kenapa sih Zanna,kesel amat?"Tanya Dimas dengan pandangan lurus ke depan.
"Ya gimana gue gak kesel,Mama maksa gue buat pergi sama lo ini."Jawab Zanna menoleh kearah Dimas.
"Ya iyalah,lo gak lihat kalau muka gue gak bahagia gini."Jawab Zanna cepat.
Dimas mengurangi laju cepat mobilnya dan menepi,Dimas pun memberhentikan mobilnya.
"Kenapa berhenti?"Tanya Zanna menatap Dimas.
"Aku antar kamu pulang,aku enggak mau maksa kamu untuk pergi sama aku."Jawab Dimas menoleh kearah Zanna.
"Eh jangan,kalau pulang nanti yang ada Mama malah tanya ini tanya itu lagi.Kenapa kok cepat,apa gak jadi.Males tahu."Ucap Zanna.
"Terus kamu maunya gimana?"Tanya Dimas dengan sabar.
"Yaudah deh kita jadi nonton bioskop."Jawab Zanna akhirnya.
"Yasudah,kalau gitu kita pergi sekarang?"
Zanna hanya mengangguk.
Dimas pun kembali melajukan mobilnya menuju mall.
Sepanjang perjalanan Zanna terus menatap Dimas yang sedang fokus mengemudi,selain tampan dan baik Dimas juga orangnya sangat sabar dan bicaranya itu sangat kalem.
"Kenapa,dari tadi kok lihatin terus?"Tanya Dimas menoleh sekilas kearah Zanna lalu kembali menatap lurus ke depan.
__ADS_1
"Enggak,enggak apa-apa."Jawab Zanna dan memalingkan mukanya.
Tak lama kemudian merekapun sudah sampai di mall,mereka pun berjalan beriringan menuju gedung bioskop.
•
•
•
Laila sedang mondar-mandir di dalam kamarnya,dia sedang memikirkan Zanna dan Alvaro.
"Kok gue mikirin Zanna juga sih,kan tujuan gue cuma Alvaro.Zanna juga gak ada bilang tuh kalau dia suka sama Alvaro ataupun mereka sedang menjalin hubungan,jadi gak ada masalah kan ya kalau gue deketin Alvaro.Zanna sama Alvaro kan cuma temen SMA."Gumam Laila.
"Baiklah,gue akan berusaha untuk deketin Alvaro dan menjadikannya milik gue."Ucap Laila mantap.
•
•
•
Sore hari Zanna dan Dimas sudah selesai menonton bioskop,Dimas sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Zanna untuk mengantarnya pulang.
Tak berselang lama Zanna pun sudah sampai di rumah.
"Thanks udah anterin gue pulang."Ucap Zanna menoleh kearah Dimas.
"Iya sama-sama."Ucap Dimas tersenyum menatap Zanna.
Zanna segera keluar dari dalam mobil Dimas,Dimas pun melajukan mobilnya pulang.
Zanna segera masuk ke dalam rumah,sesampainya di dalam rumah Zanna melihat Mama Nia dan P.Subroto sedang duduk di sofa ruang tamu mengobrol.
"Sudah pulang,sini duduk."Ucap Mama Nia saat melihat Zanna yang berdiri di ambang pintu masuk.
Zanna melangkah masuk ke dalam dan duduk di salah satu sofa.
"Bagaimana tadi,menyenangkan bukan?"Ucap Mama Nia tersenyum menatap Zanna.
"Menyenangkan sih ma,tapi lebih menyenangkan kalau gak ada paksaan."Ucap Zanna datar.
Akhir-akhir ini Zanna sangat malas dengan Mama Nia,karena Mama Nia terus saja menyuruh Zanna menikah dan menjodoh-jodohkan nya dengan Dimas.
"Paksaan,maksudnya Na?"Tanya P.Subroto.
"Iya,Mama nyuruh Zanna pergi sama Dimas.Padahal kan Zanna gak mau,Zanna juga gak suka sama Dimas."Jawab Zanna kesal.
"Pa,Zanna itu kan sudah cukup umur untuk nikah.Mama pengen lihat Zanna menikah dan memiliki anak,dan Mama juga sangat berharap Zanna akan menikah dengan Dimas."Ucap Mama Nia.
"Ma,Zanna nggak mau nikah sama Dimas.Mama jangan jodoh-jodohin Zanna sama Dimas,jika nanti waktunya udah tiba Zanna pasti juga bakalan nikah kok!"Ucap Zanna.
__ADS_1