Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Kekhawatiran Mama Nia


__ADS_3

Zanna pun menghentikan tangannya yang berusaha membuka pintu,Zanna pun menatap Varo.


"Apa,dikunci.Siapa yang kunciin,kita kan masih ada di dalam gudang?"Tanya Zanna.


"Ya gak tahu,mungkin karena gudangnya agak gelap jadi gak tahu kalau di dalam gudang masih ada orang."Jawab Varo.


"Terus kita gimana,kita gak bisa keluar?"Tanya Zanna panik.


"Kayaknya gak ada pilihan lain selain kita diam disini,kalau kita lewat ventilasi itu gak muat orang kecil kayak gitu."


"Sekarang jam berapa kira-kira?"


"Gak tahu,yang pasti udah sore."Jawab Varo.


"Ini Mama pasti khawatir banget sama gue,laknat banget sih orang yang sudah kunciin kita disini."Ucap Zanna.


Sementara itu


Pak satpam sekolah sedang bersiap-siap untuk pulang,tiba-tiba saja handphone nya berbunyi.


Pak satpam merogoh saku depan bajunya,terlihat nama pak Anam yang telfon.


Pak satpam pun segera menggeser tombol warna hijau.


"Hallo pak,ada apa?"Tanya pak satpam saat panggilan terhubung.


"Oh iya,ini saya mau tanya.Gudangnya tadi udah dikunci apa belum,soalnya tadi lupa mau saya kunci?"


"Sudah pak,tadi pas saya lewat saya lihat pintu gudang terbuka terus saya kunci deh."


"Apa tadi gudangnya udah bersih dan rapi?"Tanya pak Anam.


Waduhhh,tadi gak tak lihat lagi gudangnya.Bilang iya aja deh,daripada nanti kena marah'Batin* pak satpam'


"I-iya pak,bersih dan rapi kok."Jawab pak satpam akhirnya.


"Bagus,apa Zanna sama Varo udah pulang?"Tanya pak Anam lagi.


Waduhhh,siapa lagi tuh.Kayak pernah denger namanya,tapi mukanya gak hafal.Bilang iya lagi aja deh'Batin pak satpam'


"Sudah pak."


"Yaudah kalau gitu,saya tutup dulu ya telfonnya."


Tut


Panggilan telfon pun terputus,pak satpam menyimpan kembali ponselnya.


"Apa tak lihat aja ya gudangnya,udah bersih dan rapi apa belum."Gumam pak satpam melangkah pergi ke gudang,tapi baru juga melangkah terdengar suara petir yang menggelegar.


"Pasti mau hujan ini,lebih baik pulang aja deh sekarang."Gumam pak satpam tak jadi pergi ke gudang.


Pak satpam pun mengunci pintu gerbang.

__ADS_1


"Motor siapa itu kok ada di sana."Gumam pak satpam saat melihat motor sport berwarna merah berada di parkiran sekolah.


Tiba-tiba saja datang hujan yang cukup deras,pak satpam pun segera menyimpan kunci gerbang di kantung celananya lalu menaiki motor maticnya dan melaju meninggalkan sekolah.


Sementara itu di dalam gudang.


Zanna dan Varo masih berdiri di depan pintu,Zanna pun mulai merasa panik dan takut saat hujan mulai turun dengan derasnya.


"Aduh kok hujan sih."Ucap Varo.


Jedarrrr


Zanna pun menutup rapat kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya saat mendengar suara petir sambil memejamkan kedua matanya.


"Lo kenapa Na?"Tanya Varo saat melihat Zanna dan mendekat berdiri di samping Zanna.


Jedarrrr


Zanna pun langsung memeluk Varo dengan erat,membenamkan wajahnya di dada Varo.


Perlahan Zanna pun mulai terisak dan menangis.


"Lo kenapa Na?"Tanya Varo heran tanpa membalas atau melepaskan pelukan Zanna.


"Gue hiks takut banget Al."Jawab Zanna menangis.


"Takut apa Na?"


"Ta-takut petir gue hiks."


Jedarrrr


Zanna mengangguk dan melepaskan pelukannya.


Mereka pun akhirnya duduk berdampingan dengan beralaskan kardus,Zanna menyandarkan kepalanya di bahu Varo dengan kedua telapak tangan menutup erat kedua telinganya.


Sementara Varo merangkul bahu Zanna,Zanna terus saja menangis seiring derasnya hujan dan kuatnya suara petir.





Mama Nia baru saja pulang dari tempat les-lesan,Mama Nia sangat lega ketika melihat pintu rumah terbuka dan lampu di dalam rumah dalam keadaan menyala terang karena dia berfikir Zanna sudah pulang.


"Assalamualaikum."Ucap Mama Nia berdiri di ambang pintu.


"Waalaikumsalam."Jawab P.Subroto yang sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati tehnya.


"Zanna udah pulang pa?"Tanya Mama Nia berjalan masuk dan berdiri tak jauh di hadapan suaminya.


"Belum,dari tadi papa di rumah sendiri."

__ADS_1


"Terus gimana papa bisa masuk?"Tanya Mama Nia.


"Ya kan papa tahu dimana Mama biasanya naruh kunci rumah."


Mama Nia pun langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar Zanna,P.Subroto pun mengikutinya.


Ceklek


Mama Nia pun membuka pintu kamar Zanna,terlihat gelap dan sepi.


Mama Nia pun terus masuk ke dalam mencari saklar lampu.


Tek


Lampu pun menyala,keadaan kamar Zanna pun terang.


Mama Nia pun terus melangkah masuk ke dalam kamar Zanna dan berhenti di samping tempat tidur Zanna,Mama Nia melihat ke atas nakas.


Terlihat uang yang ditaruhnya untuk uang saku Zanna masih utuh tak tersentuh.


Tadi pagi setelah Mama Nia menaruh tupperware di dapur dia kembali lagi ke kamar Zanna dan menaruh beberapa lembar uang di atas nakas lalu pergi,sepertinya Zanna tak melihat ada uang di atas nakas.


Mama Nia pun mengambil uang itu dan ditunjukkannya pada suaminya.


"Apa ini ma?"Tanya P.Subroto tak mengerti.


"Ini,ini uang saku yang Mama berikan pada Zanna.Tapi ini masih utuh."Jawab Mama Nia.


"Mama kasih uang saku ke Zanna tanpa sepengetahuan papa?"Tanya P.Subroto.


"Iya,kenapa.Papa mau marah,marah aja."Jawab Mama Nia sedikit marah.


"Bu-bukan begitu ma,tapi kan Zanna sedang menjalani hukuman dari papa.Hukuman 1 minggu tanpa uang saku."Ucap P.Subroto.


Mama Nia pun menaruh kembali uang itu di atas nakas,lalu menatap suaminya tajam.


"1 minggu tanpa uang saku,terus buat bayar ongkos taxi pakai apa,buat beli makan sama minum pakai apa?"Tanya Mama Nia pelan,namun terlihat jelas kemarahan dari dalam matanya.


"Ya kan bisa pakai uang tabungan kan?"


"Gak ada,uang tabungan Zanna itu ya untuk kebutuhannya.Bukan untuk bayar ongkos taxi apalagi untuk uang saku!"


Jedarrrr


Jedarrrr


Suara petir diluar sana terdengar keras dan bersahut-sahutan,hujan juga semakin deras.


"Papa dengar,diluar itu turun hujan disertai petir.Papa tahu kan kalau Zanna itu takut takut petir.Papa juga lihat kan tadi,Zanna gak bawa uang dari Mama!"Ucap Mama Nia yang lama-kelamaan menangis.


P.Subroto pun memeluk istrinya dan menenangkannya.


"Papa minta maaf,papa salah.Papa janji,hukuman untuk Zanna yang seperti ini gak akan papa ulangi lagi."Ucap P.Subroto pelan.

__ADS_1


Mama Nia pun melepaskan pelukan suaminya dan menatapnya.


"Mama coba telfon Keisha aja ya pa,soalnya tadi Mama sempat berfikir kalau Zanna ada di rumah Keisha."


__ADS_2