Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Tukang Parkir


__ADS_3

"Iya sih,gue pengen nanya sama lo.Kenapa lo jadi orang baik banget?"Tanya Keisha menatap Darren.


"Maksudnya?"Tanya balik Darren menatap Keisha.


"Menurut gue lo itu sangat baik,lo selalu ngalah pas gue ataupun Zanna marah sama lo,lo selalu menghibur gue saat gue lagi sedih,dan mungkin masih banyak lagi yang gue gak tahu tentang kebaikan lo."Jawab Keisha.


"Masak sih gue baik banget?"Tanya Darren menatap Keisha.


"Menurut gue lo itu baik banget,emangnya lo gak ngerasa?"Tanya balik Keisha menatap Darren.


Darren hanya menggeleng pelan dan tersenyum,Keisha pun kembali memandang lurus ke depan.


Apa gue coba ungkapin perasaan gue sama Keisha ya,mumpung Keisha lagi marah sama Varo dan gue juga sedang berdua doang sama Keisha.'Batin Darren'


"Emmm Sha."Panggil Darren pelan dan ragu menatap Keisha.


"Hemmm."Jawab Keisha tanpa menoleh ke arah Darren.


"Sebenarnya gue,gue suka sama-."


"Pak Anam!"Ucap Keisha refleks saat melihat pak Anam berjalan ke arah mereka sambil bermain handphone.


"Kok pak Anam sih,gue masih normal tahu."Ucap Darren sedikit kesal.


Keisha menatap Darren dan menangkup kedua pipinya lalu menghadapkannya ke arah pak Anam.


"Pak Anam."Gumam Darren melototkan matanya.


Keisha menurunkan tangannya dari pipi Darren dan berdiri dari duduknya.


"Ayo cepat kita ke kelas."Ucap Keisha panik.


"Jangan,kalau ke kelas kita kan nglewatin pak Anam.Udah yuk ikut gue."Ucap Darren berdiri dari duduknya dan memegang pergelangan tangan kiri Keisha dan melangkah pergi ke sebuah pohon besar untuk bersembunyi di sana.


"G-gue takut banget Ren kalau pak Anam lihat kita,bisa dihukum kita."Ucap Keisha gemetar saat mereka sudah bersembunyi di sebuah pohon besar.


"Udah gak papa lo tenang aja,kita pasti gak akan ketahuan.Lagian itu pak Anam ngapain sih kesini segala."Ucap Darren.


"Setelah ini kita langsung ke kelas aja yuk."


"Nanggung Sha bolosnya,jam pelajaran udah dimulai dari tadi.Setelah ini kita ke kantin aja makan,gue laper."Ucap Darren.


Keisha hanya menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Udah pergi apa belum ya pak Anam?"Tanya Keisha.


"Kayaknya udah sih,kan pak Anam biasanya cuma ngecek-ngecek taman doang setelah itu pergi."Jawab Darren.


"Yaudah ayo kita keluar."Ajak Keisha.


Darren dan Keisha pun keluar dari persembunyiannya dengan Darren yang tadinya memegang pergelangan tangan kiri Keisha kini menjadi menggenggam tangan Keisha.


Saat mereka sudah keluar dari persembunyiannya pak Anam sudah berdiri di hadapan mereka.


"Pak Anam."Gumam Keisha gugup.





Varo sedang bersiap-siap untuk pulang dari rumah sakit dengan dibantu Bunda Marissa,sementara Ayah Nando hanya melihat dan duduk di sofa seperti raja.


"Udah selesai?"Tanya Ayah Nando yang melihat Varo dan Bunda Marissa sudah siap untuk pulang.


"Udah,Ayah dari tadi gak bantuin apa-apa."Jawab Bunda Marissa kesal.


"Yaudah ayo kita pulang sekarang."Ucap Ayah Nando berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruang rawat Varo diikuti Varo dan Bunda Marissa di belakang.


Zanna juga sedang bersiap-siap untuk pulang,tak lupa Zanna juga membawa. pulang boneka pemberian dari Darren.


"Kemarin Mama sama papa sampai rumah sakit jam berapa?"Tanya Zanna yang sedang berjalan menuju parkiran bersama kedua orang tuanya.


"Jam 9 an kalau gak salah,pas Mama sama papa masuk ke ruang rawat kamu.Kamunya udah tidur."Jawab Mama Nia.


"Ooh gitu."Ucap Zanna manggut-manggut.


Saat sudah sampai di parkiran Mama Nia dan P.Subroto memasukkan tikar,bantal,dan selimut dan juga boneka Zanna ke dalam bagasi mobil.


Sementara Zanna berdiri di samping mobil sambil memandangi sekitar,saat Zanna melihat sebuah mobil berwarna hitam Zanna pun tersenyum saat melihat Varo duduk di kursi belakang.


Varo yang kebetulan melihat ke arah Zanna pun balas tersenyum.


"Zanna sadar nak,kamu ngapain senyum-senyum sama tukang parkir."Ucap Mama Nia menepuk pelan bahu kiri Zanna saat melihat Zanna senyum-senyum ke arah tukang parkir,tukang parkir itu pun menatap Zanna dan balas tersenyum.


"Apa ma?"Tanya Zanna menatap Mama Nia.

__ADS_1


"Kamu yang apa,ngapain kamu senyum-senyum sama tukang parkir."Ucap Mama Nia.


"Zanna gak senyum sama tukang parkir ma,Zanna senyum sama temen Zanna tadi."


"Mana temen kamu?"Tanya Mama Nia.


"Itu ma."Jawab Zanna menunjuk ke arah dimana tadi dia melihat Varo,tapi mobil yang dinaiki Varo sudah tidak ada.


Malahan yang ada sekarang seorang tukang parkir yang berumur sekitar 35 tahunan tersenyum genit menatap ke arah Zanna dan melambaikan tangannya,Zanna menurunkan tangannya yang menunjuk ke arah tukang parkir itu dengan ekspresi geli.


"Mana temen kamu,gak ada tuh."Ucap Mama Nia.


"Tadi ada ma di sana,dia lagi ada di dalam mobil.Mobilnya udah gak ada,mungkin udah pergi."Ucap Zanna.


TIN


"Ayo-ayo cepat masuk ke dalam mobil,papa kamu udah nungguin."Ucap Mama Nia.


Zanna pun berbalik badan membuka pintu bagian belakang mobil lalu masuk ke dalam setelah itu Zanna kembali menutup pintu mobilnya.


Sementara Mama Nia duduk di kursi samping P.Subroto.


"Kamu dari tadi pagi pas bangun tidur kok kayak agak gimana-gimana gitu ya Na."Ucap P.Subroto.


"Agak gimana-gimana,maksudnya apa pa?!"Tanya Mama Nia sedikit nyolot dan menatap suaminya.


"Kayak orang linglung ma hehehe,habisnya udah tahu kalau Zanna ada di rumah sakit masih nanya juga.Terus udah pagi,cahaya matahari kan masuk ke ruang rawat Zanna lewat celah-celah jendela eh Zanna masih nanya ini udah pagi ya.Mana tadi Zanna senyum-senyum sama tukang parkir,tukang parkirnya juga genit banget gitu."Jawab P.Subroto nyengir dan menatap Mama Nia.


Iya nih,otak gue kayak loading gitu.Pikiran gue juga gak karu-karuan gara-gara gue mimpi Varo nglamar gue,ini semua salahnya Varo karena dia sangat tampan dan jadinya gue suka kan sama dia.Mana cinta gue bertepuk sebelah tangan lagi'Batin Zanna'


"Zanna."Panggil Mama Nia menoleh ke arah Zanna.Dilihatnya Zanna sedang bengong menatap ke bawah.


"Tuh kan ma,Zanna kenapa sih.Papa jadi ngeri lihatnya."Ucap P.Subroto melihat Zanna.


Mama Nia menatap P.Subroto sekilas lalu menatap Zanna.


"Zanna!!"Panggil Mama Nia agak keras.


"Eh,i-iya ma."Jawab Zanna gelagapan dan menatap Mama Nia.


"Kamu mau pergi kemana dulu sebelum pulang,atau mau beli sesuatu?"


"Enggak ma,kita langsung pulang aja."Jawab Zanna.

__ADS_1


P.Subroto pun segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit dan pulang.


__ADS_2