Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Edward Ferdinand


__ADS_3

"Lihat Sha,bagus kan?"Ucap Zanna sambil menunjukkan baju untuk bayi laki-laki berwarna biru muda.


"Bagus,lucu ya.Lo mau beli itu?"Ucap Keisha,Zanna mengangguk.


"Hahhhh capek banget gue,mana panas lagi cuacanya."Ucap Darren mengeluh.


"Sama aja,tapi demi Zanna gue gak akan mengeluh."


"Ah masak,bisa aja lo."


"Tapi ini kan udah waktunya jam makan siang ya,kita makan siang dulu yuk.Ajak itu juga si Zanna sama Keisha."Ucap Darren.


"Gak mau,sana lo aja yang panggil mereka."Ucap Varo.


"Gue disini aja,jagain belanjaan ini."


Akhirnya Varo pun memanggil Zanna dan Keisha untuk makan siang,sementara Darren menjaga barang belanjaan yang sangat banyak itu.


Akhirnya mereka semua pun makan siang bersama,setelah itu memutuskan untuk pulang.





Zanna sedang duduk bersandar di atas ranjang,dia begitu lelah karena berbelanja cukup lama dan banyak tadi.


"Aduhhh."Gumam Zanna dan memegangi perutnya.


"Kenapa Na?"Tanya Varo Khawatir yang sedang duduk di samping Zanna.


"Nendang dia Al,kaget gue."Jawab Zanna menoleh kearah Varo.


"Benarkah,pasti mereka di dalam lagi bermain bola."Ucap Varo dan memegang perut Zanna,benar saja bayi yang ada di dalam kandungan Zanna langsung menendang-nendang.


"Bener kan mereka nendang?"Ucap Zanna.


"Iya,sangat aktif."


Sementara itu


"Riko lo gak pergi ke perusahaan apa?"Ucap Rianti yang sedang duduk bersama Riko di sofa ruang tamu.


"Enggak,gue mau jaga lo.Takut aja lo mau melahirkan tapi waktu gue gak ada di rumah."Ucap Riko.


"Baiklah,nanti pasti anak kita mirip sama gue."Ucap Rianti.


"Mirip sama gue,gue kan bapaknya."


"Tapi kan gue yang mengandung dia."


"Tetep aja dia mirip sama gue,karena usaha gue yang lebih banyak dari pada lo."Ucap Riko akhirnya.


Rianti pun hanya mencibir.


Malam harinya


"Al."Panggil Zanna pelan.


"Iya?"


"Pijitin kaki gue."Ucap Zanna yang sedang rebahan di atas ranjang dengan boneka beruang di sampingnya.


Varo yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa pun bangkit dan menghampiri Zanna.

__ADS_1


Tanpa berkata apapun Varo langsung memijit kaki Zanna.


"Enak banget pijitan lo,kenapa lo gak jadi tukang pijit aja."Ucap Zanna.


"Enak banget ya pijitan gue,tapi ini semua gak gratis."Ucap Varo menatap Zanna penuh arti.


"Ya ya ya gue paham,tapi kayaknya anak kita gak mau dijenguk sama bapaknya yang mesum ini."Ucap Zanna.


"Mau kok,kata siapa gak mau."Ucap Varo dan tangannya langsung menyusup masuk ke dalam baju Zanna.


"Al,lo itu ya."Ucap Zanna menepis tangan Varo.


Varo langsung mencium bibir Zanna dan menindihnya,tangan Varo pun langsung menghempaskan boneka beruang Zanna yang sangat-sangat mengganggu.


Varo pun langsung menerkam Zanna.


Sementara itu


Riko dengan paniknya membawa Rianti Yang akan segera melahirkan dengan menaiki taxi,Riko juga sudah menghubungi Rina dan Raka untuk segera datang ke rumah sakit Bintang Harapan.


"Riko."Ucap Rianti pelan dengan menahan sakit.


"Iya,sabar ya sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit."Ucap Riko merangkul Rianti dengan tangan kirinya,sementara tangan kanannya memegang perut Rianti.


Tak berselang lama taxi yang mereka naiki pun berhenti tepat di depan pintu rumah sakit.


Setelah membayar Riko langsung menggendong Rianti masuk ke dalam rumah sakit dan meminta tolong kepada dokter atau suster yang lewat.


Rianti pun segera dibawa ke ruang bersalin dengan ditemani oleh Riko.


Rina dan Raka baru saja tiba di rumah sakit,mereka harap-harap cemas Rianti yang sedang melahirkan di dalam ruang bersalin.


"Semoga Rianti baik-baik saja,dan anaknya lahir dengan sehat dan selamat."Ucap Rina.


Beberapa saat kemudian


Terdengar suara bayi menangis dari dalam ruang bersalin Rianti,Rina dan Raka pun saling tatap dan tersenyum.


Tak berselang lama Riko pun keluar dari dalam ruang bersalin.


"Ma,pa."Panggil Riko pelan.


"Selamat ya nak kamu sekarang sudah menjadi seorang papa,jadi papa yang baik ya untuk anak kamu."Ucap Rina terharu dan memeluk Riko.


"Iya ma pasti,Riko akan berusaha menjadi papa yang baik.Riko juga akan selalu membahagiakan Rianti dan anak Riko."Ucap Riko yang memang sudah sangat berubah.


"Bagus,itu baru anak papa."Ucap Raka.





Rianti sudah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP dan sekarang sedang duduk bersandar di atas ranjang sambil menggendong putranya yang sedang tertidur.


"Kamu mau kasih nama siapa ke anak kamu Riko?"Tanya Rina.


"Rianti ma yang mau kasih nama."


"Rianti mau kasih nama Edward Ferdinand,bagaimana ma bagus kan?"Sahut Rianti.


"Iya bagus kok."Ucap Rina sambil membelai lembut pipi Edward.


"Enggak,seharusnya namanya itu R kenapa jadi E."Ucap Riko tidak setuju.

__ADS_1


"Memangnya kenapa sih Riko,nama bisa huruf apa aja yang penting artinya itu baik."Ucap Rina.


"Ya enggak apa-apa sih ma,cuma kita semua kan namannya R.Jadi biar bagus aja gitu."


"Enggak,pokoknya namanya Edward."Ucap Rianti.


"Iya,namanya Edward."Ucap Riko mengalah.


Sementara Raka hanya diam melihat perdebatan kecil mereka.


Sementara itu


Dani sedang duduk bersama di ruang keluarga bersama dengan Ikbal,Sasya dan Indri serta pak Irfan.


"Ma."Panggil Dani pelan.


"Apa sayang?Ucap Sasya menatap Dani.


"Dani mau adik."Ucap Dani,semua orang yang berada di sana pun saling berpandangan.


"Kenapa Dani mau adik,tiba-tiba saja?"Ucap Indri.


"Kayaknya seru deh punya adik,tadi waktu di sekolah Dani lihat temen Dani main sama adiknya.Lucu banget gitu."Jawab Dani.


"Yaudah jangan dipikirkan,Dani tidur saja ya udah malam juga."Sahut Ikbal.


"Iya pa."Ucap Dani menurut.


Dani pun diantar pergi ke kamarnya dengan Indri.


Ikbal,Sasya dan pak Irfan hanya diam dan saling pandang.


"Tidak usah dipikirkan keinginan Dani itu,lebih baik sekarang kalian juga istirahat."Ucap pak Irfan berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.


"Dani kok gitu permintaannya?"Ucap Sasya.


"Namanya juga anak-anak,yaudah kita istirahat aja."Ucap Ikbal.


Akhirnya Ikbal dan Sasya pun pergi tidur.


Beberapa bulan kemudian


"Darren gue kok takut ya."Ucap Keisha yang sedang duduk bersandar di atas ranjang,usia kandungan Keisha sudah 9 bulan dan mendekati persalinan.


"Takut apa Sha?"Tanya Darren santai.


"Ya takut melahirkan lah,gimana kalau lo aja yang melahirkan."Jawab Keisha.


"Enak aja,ya nggak bisa lah Sha sayangku.Udah lo jangan takut,nanti gue temenin."Ucap Darren tersenyum.


"Gue gak nyangka kalau kita berjodoh,dan Zanna adalah jodohnya Varo.Mengingat masa SMA,gue kira gue bakalan berjodoh sama Varo."Ucap Keisha mengingat masa-masa SMA dulu.


"Itulah hidup,kita tidak tahu siapa jodoh kita,bagaimana perjalanan karir kita dan sebagainya."


"Bijak banget."Ucap Keisha tersenyum dan memeluk Darren.


Sore hari


Sasya sedang mandi di dalam kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.


Sasya sungguh menikmati mandi di bawah guyuran shower,sangat segar airnya.


Sampai tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka,Sasya lupa mengunci pintunya.


Saat Sasya menoleh kearah pintu terlihat Ikbal berdiri mematung di sana sambil melihat kearah Sasya,tadinya Ikbal mau mandi dan saking terburu-buru nya Ikbal tidak mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi dan langsung nyelonong masuk.

__ADS_1


__ADS_2