Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Menyiapkan


__ADS_3

Tiba-tiba saja handphone Mama Nia berdering,Mama Nia mengambil handphonenya yang berada di dalam tas dan melihat siapa yang menelfon.


Ternyata P.Subroto yang telfon,Mama Nia segera mengangkat telfon itu.


"Iya hallo pa."Ucap Mama Nia.


"Mama ada dimana,ini papa enggak bisa masuk ke dalam rumah.Pintunya dikunci."Ucap P.Subroto.


"Oh iya Mama lupa,Mama pulang sekarang."


Tut


Panggilan pun terputus.


"Kenapa ma?"Tanya Varo menatap Mama Nia.


"Ini,papa pulang tapi gak bisa masuk ke dalam rumah karena pintunya Mama kunci dan kuncinya Mama bawa."Jawab Mama Nia menatap Varo.


"Yaudah ma Mama pulang aja gak papa,biar Zanna Varo yang jaga.Ini juga udah waktunya makan siang."Ucap Varo.


"Yasudah kalau begitu Mama pulang dulu ya,mungkin nanti sore Mama ke sini lagi sama papa.Mama titip Zanna."Ucap Mama Nia berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri ranjang Zanna.


Mama Nia pun mengecup kening Zanna.


"Mama tenang aja,Varo akan jagain Zanna."Ucap Varo.


Mama Nia pun menatap Varo dan mengangguk.


"Kalau begitu Mama pulang dulu ya."


"Iya ma,hati-hati di jalan."


Akhirnya Mama Nia pun pulang.


"Na cepet bangun,entahlah gue mengatakan kalau ini semua ulahnya Laila.Dari kemarin kan perasaan gue udah gak enak saat lo mau pergi ke rumah Laila,dan sekarang lo sakit."Gumam Varo menatap Zanna dan menggenggam tangannya.


Tok


Tok


Tok


Terdengar pintu ruang rawat Zanna diketuk.


"Masuk!"Ucap Varo dan menoleh kearah pintu.


Pintu terbuka,terlihat seorang suster berdiri di sana.


"Ada apa?"Tanya Varo.


"Maaf pak kalau saya mengganggu,di depan ada orang yang ingin bertemu dengan bapak."Ucap suster itu.


"Bilang kalau saya sibuk."


"Baik pak."Ucap suster itu dan berlalu pergi,suster itu tahu keberadaan Varo karena dia tadi sempat melihat Varo dan Mama Nia masuk ke dalam ruang rawat Zanna.


Tak lama kemudian terdengar kembali pintu ruang rawat Zanna diketuk.


"Apaan lagi sih itu,udah tahu gue sibuk."Gumam Varo kesal.


"Masuk!"Ucap Varo.

__ADS_1


Pintu terbuka,terlihat suster yang tadi berdiri di sana bersama dengan Laila.


"Maaf pak,saya sudah bilang kalau bapak sedang sibuk tapi mbak nya ini maksa buat ketemu sama pak Al."Ucap suster itu.


"Itu Zanna,Zanna kenapa?"Ucap Laila berpura-pura dan berjalan masuk ke dalam ruang rawat Zanna.


"Stop!"Ucap Varo tegas,Laila pun menghentikan langkahnya dan menatap Varo tak mengerti.


Varo melepaskan tangan Zanna dari genggamannya dan berdiri dari duduknya,Varo pun berjalan mendekati Laila.


"Tolong jagain Zanna."Ucap Varo kepada suster itu.


"Baik pak."Ucap suster itu dan berjalan masuk.


"Sini ikut."Ucap Varo memegang pergelangan tangan Laila dan melangkah pergi menjauhi ruang rawat Zanna.


Varo pun melepaskan tangan Laila yang dia genggam saat sudah menjauh dari ruang rawat Zanna.


"Kenapa sih Al,gue pengen lihat keadaannya Zanna?"Ucap Laila benar-benar merasa tidak bersalah sama sekali.


"Gak boleh,ini semua pasti ulah lo kan Zanna sakit karena keracunan makanan."Ucap Varo menuduh.


"Apa,kok nuduh sih.Gue gak tahu ya soal itu."


"Gue gak percaya sama lo,lebih baik sekarang lo pergi dari sini."Ucap Varo.


"Enggak,gue bawain lo makan siang ini.Gue masak sendiri."Ucap Laila dan menunjukkan rantang berisi makanan yang dia bawa.


"Gue gak mau,udah deh mendingan sekarang lo pergi dari sini!"Ucap Varo.


"Maaf pak mengganggu,pasien sudah sadar."Ucap suster yang menjaga Zanna dan sudah berdiri di samping Varo.


"Baik,usir dia dari sini."Ucap Varo dan melangkah pergi ke ruang rawat Zanna.


"Maaf mbak,mbak dengar kan tadi apa kata pak Al,mbak harus pergi dari sini."Ucap suster itu.


Laila dengan perasaan yang marah pun pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya.


Varo sudah sampai di ruang rawat Zanna,dilihatnya Zanna sudah sadar.


"Al."Panggil Zanna pelan dan langsung bangun dari rebahan nya lalu memeluk erat Varo yang sudah berdiri di samping ranjangnya sambil menangis.


"Sssttt lo jangan nangis lagi,ada gue."Ucap Varo pelan dan mengelus-elus kepala Zanna.


"Hiks sakit banget Al perut gue dari tadi pagi hiks,gue udah capek bolak-balik ke kamar mandi."Ucap Zanna terisak.


"Sekarang gimana,masih sakit nggak perut lo?"Tanya Varo.


"Udah mendingan."


"Yaudah,sekarang lo makan ya biar cepet sembuh."Ucap Varo,Zanna mengangguk.


Varo pun melepaskan pelukan mereka dan menghapus sisa-sisa air mata Zanna.


"Udah ya jangan nangis lagi."Ucap Varo,Zanna mengangguk.


Tiba-tiba saja handphone Varo berdering,Varo mengambil handphonenya di saku celana dan melihat siapa yang telfon.


Ternyata Bunda Marissa yang telfon.


"Bunda telfon,bentar gue angkat dulu ya."Ucap Varo menatap Zanna,Zanna mengangguk.

__ADS_1


Varo pun segera menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya ke telinga.


"Iya hallo Bun."Sapa Varo.


"Kamu pulang ya Al,Bunda udah masak banyak ini untuk kamu."Ucap Bunda Marissa di seberang sana.


"Maaf ya Bun,Varo gak bisa pulang.Varo harus jagain Zanna,Zanna sakit."Ucap Varo.


"Sakit,sakit apa Zanna?"


"Keracunan makanan Bun,Zanna juga dirawat di rumah sakit Varo."


"Yasudah Bunda ke sana sekarang ya."


Tut,Bunda Marissa pun mematikan sambungan telfon sepihak.


"Kenapa Al?"Tanya Zanna.


"Bunda mau ke sini."Jawab Varo kembali menyimpan handphonenya ke dalam saku celana.


"Gue siapin makanan ya."Ucap Varo dan menyiapkan makan siang untuk Zanna.


Setelah siap Varo pun menyuapi Zanna.


"Emmm romantisnya."Ucap Zanna lalu menerima suapan dari Varo.


"Masak sih."Ucap Varo tersenyum,Zanna hanya mengangguk.


Zanna pun makan dengan disuapi oleh Varo,tak berselang lama Zanna pun sudah selesai makan.


"Minum."Ucap Varo dan memberikan segelas air putih kepada Zanna,Zanna menerimanya lalu meminumnya.


"Setelah lo sembuh gue mau kita nikah."Ucap Varo.


Uhukk


Uhukk


Zanna tersedak mendengar pernyataan Varo,airnya sampai tumpah sedikit ke baju pasien yang Zanna kenakan.


"Pelan pelan kali Na."Ucap Varo dan mengambil gelas dari tangan Zanna.


"Lo itu ngeselin,bukannya 4 bulan lagi ya kita nikah?"Ucap Zanna.


"Iya,tapi kayaknya kelamaan.Pokoknya nanti setelah lo sembuh kita langsung nikah."Ucap Varo.


Sebenarnya itu hanya alasan saja,Varo merasa sangat takut sekali kejadian seperti Sasya terulang.


Sasya hamil sebelum menikah dengan Varo,maka dari itu Varo tidak mau nanti hal buruk terjadi kepada Zanna.


"Bunda setuju itu."Ucap Bunda Marissa tiba-tiba yang sudah berdiri di ambang pintu ruang rawat Zanna.


Varo dan Zanna pun menoleh kearah pintu,Bunda Marissa pun melangkah masuk ke dalam dan mendekati Zanna.


"Kamu setuju kan Zanna?"Tanya Bunda Marissa,Zanna menatap Bunda Marissa tersenyum lalu mengangguk.


"Tenang aja,Varo akan menyiapkan semuanya sebaik mungkin Bun."Ucap Varo.


"Harus dong,yasudah kalau begitu sekarang kamu pergi dan siapkan acara pernikahan kamu."Ucap Bunda Marissa.


"Maksud Varo,Varo akan menyuruh orang untuk menyiapkan semuanya sebaik mungkin."Ucap Varo.

__ADS_1


"Bisa aja."Ucap Bunda Marissa,Varo hanya nyengir.


__ADS_2