Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Kesedihan Varo


__ADS_3

Bunda Marissa,Keisha dan Darren pun tiba di rumah sakit.


"Al."Ucap Bunda Marissa melihat Varo terduduk lemas di kursi tunggu.


"Bun."Ucap Varo berdiri dari duduknya dan langsung memeluk Bunda Marissa,Bunda Marissa pun balas memeluk Varo dan menenangkannya.


"Bun Zanna Bun,Zanna."Hanya kata itu yang Varo keluarkan.


"Iya,kamu yang sabar ya Al.Zanna akan baik-baik saja."Ucap Bunda Marissa.


Tiba-tiba saja Varo mengingat Bi Siti dan pak Bani,Varo pun melepaskan pelukannya.


"Gue boleh minta tolong?"Ucap Varo menatap Darren.


"Tentu saja,lo minta tolong apa?"Ucap Darren cepat.


"Tolong lo pulang ke rumah gue sama Zanna dan lihat keadaan Bi Siti sama pak Bani."


"Oke,kalau gitu gue ke sana sekarang."Ucap Darren dan langsung pergi ke rumah baru Zanna dan Varo untuk memeriksa keadaan Bi Siti dan pak Bani.


"Bagaimana bisa Zanna tertabrak mobil Al,dan Zanna juga ngapain keluar malam-malam?"Tanya Bunda Marissa.


"Varo gak tahu Bun."Jawab Varo dan menceritakan tentang Zanna yang ingin dibelikan martabak oleh Varo,dan saat pulang tahu-tahu Zanna sudah tergeletak di jalan dengan bersimbah darah.


"Lo yang sabar ya Al,gue yakin kok kalau Zanna akan baik-baik aja."Ucap Keisha.


"Iya,thanks ya udah datang."


Keisha mengangguk.


Sementara itu


"Selamat ya pak istri bapak sedang mengandung,dan usianya masih sangat muda."Ucap dokter perempuan yang memeriksa keadaan Rianti.


"Apa,saya hamil?!"Ucap Rianti yang sudah sadar dari pingsannya dengan syok.


"Iya,saya harap ibu menjaga kandungannya.Karena sangat rentan mengalami keguguran saat kandungan masih muda."Ucap dokter itu tersenyum.


"Saya akan buatkan resep vitamin untuk ibu."Ucap dokter itu dan berlalu pergi.


"Rianti."Panggil Riko pelan.


Rianti hanya diam dan menangis,dia bingung harus merasa senang atau sedih mengetahui jika dirinya sekarang sedang hamil.


"Rianti gue gak akan ninggalin lo,lo tenang aja ya.Gue akan selalu ada di sisi lo."Ucap Riko dan memeluk Rianti.


"Lo seiuskan dengan kata-kata lo itu hiks."Ucap Rianti sesenggukan.


"Tentu saja,gue serius.Gue cinta sama lo Rianti,gue gak mau kehilangan lo."Bisik Riko begitu lembut.

__ADS_1





Varo,Bunda Marissa dan Keisha pun duduk di kursi tunggu dalam diam.


Tiba-tiba saja handphone Varo berdering,memecah kesunyian diantara mereka bertiga.


Varo mengambil handphonenya dan melihat siapa yang telfon,ternyata Darren.


Varo pun langsung mengangkat telfon dari Darren.


"Iya halo Ren,gimana?"Ucap Varo.


"Sorry Al,Bi Siti sama pak Bani udah meninggal.Ini jenazah nya lagi diurus."Ucap Darren.


"Kenapa bisa hah?!!"Ucap Varo marah dan berdiri dari duduknya,karena Varo sudah menganggap Bi Siti dan pak Bani seperti keluarga.


Mengetahui jika keduanya sudah meninggal benar-benar membuat Varo marah sekaligus sedih,apalagi keadaan Zanna juga sangat kritis.


"Menurut polisi yang memeriksa pak Bani sama Bi Siti ditemukan luka tusuk di perut yang sangat dalam dan lukanya bukan cuma satu."Jelas Darren.


Varo pun langsung mematikan sambungan telfon sepihak.


"Bi Siti dan pak Bani Bun,mereka.Mereka meninggal."Ucap Varo.


"Kenapa bisa seperti ini kejadiannya,siapa yang sudah tega membunuh orang sebaik Bi Siti dan pak Bani."Ucap Bunda Marissa sangat sedih.


Tiba-tiba saja ada 2 orang perempuan yang lewat di depan Varo,Bunda Marissa dan Keisha.


"Maaf,apakah salah satu dari mas,mbak dan ibu pernah melihat orang ini?"Tanya salah satu perempuan itu dan menunjukkan foto seseorang di handphonenya.


Varo mengambil handphone itu dan melihat foto siapa itu,ternyata foto Laila.


"Laila,iya saya kenal sama dia.Kenapa ya?"Tanya Varo.


"Maaf mas,dia itu salah satu pasien di rumah sakit jiwa yang melarikan diri tadi sambil membawa pisau.Kami dari pihak rumah sakit jiwa sudah mencari kemana-mana tapi sampai sekarang kami masih belum menemukannya."Jelas 2 perempuan tadi yang salah satunya adalah perawat Laila.


"Mencari orang hilang di rumah sakit?"Sahut Keisha yang merasa aneh,di rumah sakit mencari orang hilang.


Biasanya kan orang hilang akan dicari di jalan atau berkeliling kota,setahu Keisha sih.


"Sebenarnya tidak di rumah sakit saja mbak,kami semua sudah menelusuri seluruh kota ini tapi belum juga menemukan orang yang kami cari.Jadi kami memutuskan untuk mencari ke seluruh tempat termasuk rumah sakit,restoran."Jelas perawat Laila,Keisha pun manggut-manggut.


"Apakah nama orang ini Laila?"Tanya Varo.


"Iya mas benar sekali."

__ADS_1


Deg


Pikiran Varo melayang pada ucapan 2 perempuan itu yang mengatakan bahwa Laila kabur dari rumah sakit jiwa dengan membawa pisau,pak Bani dan Bi Siti terluka dan meninggal karen sebuah tusukan.


Dan Zanna,Zanna bisa kecelakaan bersama dengan Laila.


"Kalau boleh saya tahu kenapa ya Laila ini bisa masuk ke rumah sakit jiwa?"Tanya Varo.


"Sepertinya itu bermula saat Laila tidak bisa mendapatkan laki-laki yang dia inginkan maka dari itu dia menjadi stress dan depresi."


"Saya mengenalnya,dan sekarang dia sedang ada di UGD karena sebuah kecelakaan."Jelas Varo.


Akhirnya kedua perawat itu pun menunggu di depan pintu ruang UGD dan menghubungi atasan mereka jika Laila sudah ditemukan dan sedang berada di rumah sakit.


Beberapa jam kemudian


Ayah Nando pun keluar dari dalam ruang UGD,Varo,Bunda Marissa dan Keisha yang melihat itu langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Ayah Nando.


"Zanna gimana Yah?"Tangan Varo sangat khawatir.


"Zanna mengalami koma,cedera kepala ringan,juga ada luka goresan pisau di lengan kanannya,dan juga Zanna....."Ucap Ayah Nando tak sanggup meneruskan kata-katanya.


"Zanna apa Yah?"Ucap Varo tak sabar.


"Zanna mengalami keguguran."Jawab Ayah Nando pelan.


Varo yang mendengar itu pun merasa sangat hancur sehancur-hancurnya,dia telah gagal menjaga Zanna dan juga calon anaknya.


"Al."Ucap Bunda Marissa dan memeluk Varo,Varo pun menangis dalam pelukan Bunda Marissa.


"Varo gagal Bun,Varo udah gagal jagain Zanna."Ucap Varo lirih.


"Ini bukan salah kamu Al hiks,mungkin memang belum waktunya saja kalian memiliki anak."Ucap Bunda Marissa benar-benar sedih.


Keisha yang mendengar kondisi Zanna itu pun juga merasa sangat sedih dan terpukul,tapi apa boleh buat mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Zanna.


Zanna pun dipindahkan ke ruang ICU dengan pemantauan yang sangat ketat.


Varo melangkah masuk ke dalam ICU melihat kondisi Zanna,Varo duduk di kursi yang ada di samping Zanna.


"Na."Ucap Varo pelan,sangat pelan.


"Zanna lo harus sembuh,gue minta maaf gak bisa jaga lo dengan baik."Ucap Varo pelan dan tanpa sadar kembali menangis.


Kondisi Zanna memang sangat memperihatinkan,kepala Zanna yang diperban,lengan kanan Zanna yang juga diperban karena luka terkena goresan pisau,selang infus yang menancap di tangan kiri Zanna,belum lagi alat ventilator nya.


Hening,hanya terdengar suara monitor yang menunjukkan detak jantung Zanna.


Varo hanya diam dan memandangi Zanna,Varo merasa sangat gagal dalam menjaga Zanna apalagi menjaga calon anak mereka yang Varo sendiri juga tidak tahu kalau Zanna sedang hamil.

__ADS_1


__ADS_2