Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Hotel


__ADS_3

"Sekarang papa lagi ada di hotel xx baru saja selesai bertemu dengan klien,sekarang papa lagi menunggu klien yang selanjutnya di hotel yang sama.Papa kamu kamu datang kemari."Jawab papanya Ikbal.


"Ngapain pa Ikbal ke sana?"


"Ya kesini saja,sekalian kamu belajar bisnis sedikit-sedikit."


"Iya pa,Ikbal ke sana sekarang."Ucap Ikbal yang tak mampu menolak perintah dari papanya.


Tut


Panggilan telfon pun terputus,Ikbal menghela nafas panjang dan kembali menyimpan handphonenya di dalam saku jaket.


"Kenapa,papa lo marah?"Tanya Elvan menatap Ikbal.


"Yang pertama iya,yang kedua papa nyuruh gue untuk pergi ke hotel xx sekarang juga."Jawab Ikbal menatap Elvan.


"Ngapain pergi ke hotel xx?"Tanya Aldi lalu menenggak minumannya.


"Ketemu sama klien,kata papa sekalian gue belajar bisnis sedikit-sedikit."


"Oohh yaudah kalau gitu lo pergi aja gak papa."Ucap Elvan.


Ikbal mengangkat gelasnya hendak meminum minumannya,tapi ditahan oleh Aldi yang duduk di sampingnya.


"Kenapa?"Tanya Ikbal menoleh kearah Aldi.


"Udah lo jangan minum lagi,mendingan sekarang lo segera pergi ke hotel nemuin papa lo."Ucap Aldi.


Ikbal pun menaruh kembali gelasnya di atas meja dan berdiri dari duduknya.


"Yaudah kalau gitu gue pergi dulu."Ucap Ikbal.


"Iya,lo hati-hati."Ucap Aldi dan Elvan bersamaan.


Ikbal pun melangkah pergi dari sana dan mengendarai motor sportnya untuk pergi ke hotel xx menemui papanya.


Sementara itu


Sasya sedang berada di ruangannya,restoran yang dihadiahkan Varo untuk Sasya sudah berkembang sangat pesat dalam waktu 2 tahun.


Pendapatan yang diperoleh dari restoran pun sangat besar dan sudah memiliki beberapa cabang restoran.


Dan jangan lupa,hubungan Varo dan Sasya baik-baik saja selama 2 tahun ini.


Tapi Varo belum pernah pulang ke Indonesia,jadi Sasya dan Varo setiap hari video call dan bilang tentang kegiatan mereka masing-masing yang sudah mereka lakukan hari itu.


Ponsel Sasya yang dia taruh di atas meja pun berdering,Sasya mengambilnya dan melihat siapa yang telfon.


Ternyata Bunda Marissa yang telfon,Sasya segera menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya di telinga.

__ADS_1


"Iya hallo Tan ada apa?"Tanya Sasya.


"Makan malam di rumah Tante yuk Sya,Tante sudah masak banyak ini."Jawab Bunda Marissa.


"Aduhhh maaf ya Tan Sasya gak bisa,soalnya Sasya ini mau pergi ke hotel xx untuk bertemu dengan klien membahas tentang masalah pekerjaan.Mungkin nanti sekalian makan malam Tan."Ucap Sasya sedikit tak enak karena sudah menolak ajakan makan malam Bunda Marissa.


"Memangnya harus sekarang ya Sya,ini kan sudah malam?"


"Iya Tan,soalnya tadi kata klien Sasya dia habis menemui seseorang di hotel itu.Jadi sekalian deh mau bahas tentang masalah kerja sama,sama Sasya sekarang juga.Soalnya klien Sasya itu masih ada di hotel Tan nungguin Sasya datang."Jawab Sasya.


"Yaudah deh kalau begitu enggak apa-apa,kamu hati-hati ya perginya."Ucap Bunda Marissa agak kecewa.


"Iya Tan,sekali lagi Sasya minta maaf ya gak bisa datang ke rumah Tante untuk makan malam."


"Iya Sya enggak apa-apa,bisa lain kali itu.Yasudah mendingan sekarang kamu pergi ke hotel,kasihan klien kamu sudah menunggu."


"Iya Tan,kalau gitu Sasya tutup dulu ya telfonnya."


"Iya."


Tut


Panggilan telfon pun terputus.


Sasya segera bersiap-siap untuk pergi ke hotel,tapi sebelum itu Sasya sudah bilang ke salah satu karyawan yang dia temui kalau Sasya akan pergi ke hotel.


Sasya pun pergi ke hotel dengan menaiki taxi.


Ikbal sudah sampai di hotel dan dia langsung menghampiri meja papanya setelah diberitahu oleh papanya dimana posisinya lewat sambungan telfon,Ikbal pun duduk di kursi yang ada di hadapan papanya.


"Mana klien papa?"Tanya Ikbal.


"Masih dijalan,mungkin sebentar lagi akan sampai."Jawab papanya Ikbal.


Beberapa menit kemudian


"Maaf sudah membuat anda menunggu lama."Ucap seorang perempuan tiba-tiba yang sudah berdiri di samping papanya Ikbal.


"Tidak apa-apa,silahkan duduk."Ucap papanya Ikbal.


Sasya pun duduk.


"Perkenalkan itu anak saya,Ikbal namanya."Ucap papanya Ikbal.


Sasya pun menoleh kearah Ikbal.


"Nama saya Sasya."Ucap Sasya tersenyum dan menyodorkan tangan kanannya.


"Ikbal."Ucap Ikbal singkat dan menjabat tangan Sasya,merekapun melepaskan jabatan tangan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana pak Irfan tentang kerja sama kita,apakah jadi?"Tanya Sasya menatap Irfan papanya Ikbal.


"Tentu saja jadi,karena saya sudah lama sekali ingin bekerja sama dengan restoran anda."


Akhirnya Sasya dan pak Irfan pun membahas tentang kerja sama restoran mereka,Ikbal mendengarkan sesekali dia bertanya tentang hal yang tidak dia mengerti.


Setelah beberapa saat,Sasya dan pak Irfan pun resmi melakukan kerja sama antar restoran mereka.


"Semoga kerja sama kita ini berjalan dengan baik dan bisa saling menguntungkan."Ucap pak Irfan menatap Sasya dan menyodorkan tangan kanannya.


"Iya pak."Ucap Sasya menjabat tangan pak Irfan.


Merekapun melepaskan jabatan tangan mereka,pak Irfan pun melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Sudah jam 9 malam,dan kita dari tadi belum memesan makanan."Ucap pak Irfan.


Sasya hanya tersenyum dan mengangguk.


Akhirnya merekapun memesan makanan,setelah pesanan mereka datang merekapun mulai makan dengan hening.


1 jam kemudian


Mereka semua pun sudah selesai makan.


"Anak saya Ikbal itu baru lulus dari SMA Cempaka putih,saya ingin nantinya Ikbal yang meneruskan usaha saya ini.Makanya mulai dari sekarang saya ingin Ikbal belajar bisnis sedikit-sedikit, lama-kelamaan pasti kan bisa."Ucap pak Irfan.


"Oohh lulusan SMA Cempaka putih,saya juga alumni sana.Lulus 2 tahun yang lalu."Ucap Sasya.


Lulus 2 tahun yang lalu,pasti kak Sasya ini tahu dong sama kak Keisha'Batin Ikbal'


"Kebetulan sekali,aduh sebentar ya saya mau pergi ke toilet."Ucap pak Irfan sambil memegangi perutnya dengan tangan kanan.


"Iya pak,silahkan."


Pak Irfan pun berdiri dari duduknya dan berjalan pergi ke toilet.


"Emmm kak,kak Sasya kenal nggak sama kak Keisha.Dia juga lulus 2 tahun yang lalu?"Tanya Ikbal ragu dan menatap Sasya.


"Keisha yang dulu pacarnya Varo itu?"Tanya Sasya menatap Ikbal.


"Iya, kakak tahu nggak sekarang kak Keisha ada dimana?"Tanya balik Ikbal dengan raut wajah yang sangat bahagia.


"Waduhhh gak tahu ya,soalnya gue bukan temen akrabnya Keisha."


"Oohh yaudah deh kak kalau gitu."Ucap Ikbal lesu.


"Emangnya kenapa kok tanya tentang Keisha?"Tanya Sasya penasaran.


"Maaf ya sudah menunggu lama."Ucap pak Irfan tiba-tiba dan kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


__ADS_2