
"Ada apa Sha?"Tanya pak Anam menatap Keisha.
Keisha pun hanya nyengir.
"Ngapain sih lo panggil pak Anam?"Tanya Keisha berbisik menatap Darren.
"Ya kan tadi katanya mau tanya sama pak Anam,mumpung orangnya lewat ya gue panggil lah."Jawab Darren ikutan berbisik.
Namun walaupun mereka berbisik pak Anam tetap bisa mendengarnya karena jaraknya tidak terlalu jauh.
"Iya,tapi gak sekarang.Gue mau tanya pas pulang sekolah,gimana dong ini?"Tanya Keisha panik.
"Yaudah gak papa,lo ngomong aja sekarang.Udah lo jangan takut,kan ada gue."
"Ehemmm!!!"
Keisha dan Darren pun menoleh ke arah pak Anam yang berdehem keras.
"Ngapain manggil saya kalau kalian cuma bisik-bisik berdua aja,mau ngerjain saya kalian?!"Tanya pak Anam marah.
"Emmm,e-enggak kok pak.Mana berani kami mau ngerjain bapak,saya mau tanya apa pak Anam tahu kemana Varo sama Zanna pergi tadi pagi lewat depan-depan kelas?"Tanya Keisha sedikit gugup.
"Oh soal itu,iya saya tahu kemana mereka pergi."Jawab pak Anam judes.
"Emangnya mereka pergi kemana pak?"Tanya Keisha penuh harap.
"Mereka pergi ke rumah sakit Permatasari."Jawab pak Anam.
"Bukannya dari kemarin Zanna belum pulang ya pak,tapi tadi katanya Santi ketemu sama Varo dan Zanna.Bapak tahu nggak kemarin Zanna pergi kemana?"Tanya Keisha.
"Tahu,ternyata kemarin mereka itu Varo sama Zanna terkunci di dalam gudang waktu bersihin gudang.Tadi pagi saya yang nemuin mereka ada di dalam gudang."
"Ooh gitu,makasih pak informasinya."Ucap Keisha.
"Kalian nanti mau pergi ke rumah sakit buat nyusul Varo sama Zanna?"Tanya pak Anam.
Keisha dan Darren mengangguk.
"Yaudah ini tasnya Varo sama Zanna kalian bawa terus kasih ke mereka,tadi saya nemu di bangku taman pas saya lagi periksa-periksa taman."Ucap pak Anam sambil memberikan tas Varo sama Zanna ke Keisha.
Keisha pun menerimanya sambil nyengir.
"Saya pergi dulu."Ucap pak Anam dan melangkah pergi.
"Nih,lo bawa tasnya Varo."Ucap Keisha menyerahkan tas Varo.
Darren pun menerimanya.
Bel masuk pun berbunyi.
Keisha dan Darren bergegas pergi ke kelasnya masing-masing.
•
•
__ADS_1
•
Ayah Nando melangkah masuk ke dalam ruangan Varo dengan menahan tawanya,Ayah Nando duduk di sofa menatap Varo dengan ekspresi geli nya.
"Bun udah ya,Varo bisa makan sendiri."Ucap Varo malu karena dia makan disuapi oleh Bunda Marissa dan dilihat oleh Ayah Nando.
"Udah deh gak papa Bunda suapi,ayo cepat habiskan makanannya lalu istirahat."Ucap Bunda Marissa menyodorkan sendok yang berisi nasi dan lauk pauk ke mulut Varo.
"Bun,Varo bisa makan sendiri.Varo malu disuapi."Ucap Varo.
"Malu,kenapa malu?"
"Karena Varo tuh sudah besar Bun,sudah dewasa.Masak makan disuapi."Sahut Ayah Nando.
Bunda Marissa menoleh ke arah Ayah Nando lalu menatap Varo.
"Yaudah,ini kamu makan sendiri."Ucap Bunda Marissa meletakkan sendok berisi nasi dan lauk pauk ke piring lalu menyerahkan piring itu pada Varo.
Varo pun menerimanya dan mulai makan.
"Ayah kalau mau pergi ke rumah sakit pergi aja."Ucap Bunda Marissa menatap Ayah Nando.
"Yaudah kalau gitu Ayah pergi dulu, Assalamualaikum."Ucap Ayah Nando berdiri dari duduknya.
"Waalaikumsalam."Jawab Bunda Marissa dan Varo bersamaan.
Ayah Nando pun melangkah pergi keluar dari ruangan Varo.
Varo sudah selesai makan dan menyerahkan piring kosong bekas dia makan ke Bunda Marissa,Bunda Marissa menerimanya dan memberikan segelas air putih ke Varo.
"Mendingan sekarang kamu istirahat supaya cepat sembuh."Ucap Bunda Marissa.
Varo mengangguk dan merebahkan tubuhnya lalu tidur.
Bunda Marissa menaruh piring dan gelas bekas Varo di atas nakas,Bunda Marissa berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.
•
•
•
Rianti sudah siap untuk pulang,dan sekarang dia sedang duduk di sofa ruangannya.
"Seneng banget ya hari ini kamu udah boleh pulang?"Tanya Rina yang keluar dari kamar mandi dan .berjalan mendekati Rianti.
"Iya Tan,seneng banget udah dibolehin pulang."Jawab Rianti dengan bibir yang tersenyum lebar.
"Yuk kita pulang sekarang,Riko pasti udah nungguin."Ucap Rina.
Rianti pun berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruang rawatnya diikuti Rina di belakangnya,saat mereka keluar mereka melihat Riko sudah berdiri tepat di hadapan mereka.
"Riko,kamu ngagetin aja.Ngapain kamu berdiri disini?"Tanya Rina.
"Emangnya Riko harus banget ya jawab pertanyaan dari Mama?"Tanya balik Riko dengan tatapan datarnya.
__ADS_1
"Yaudah ayo kita pulang sekarang."Ucap Rina berjalan terlebih dahulu diikuti Rianti dan Riko.
Mereka pun pulang dengan diantar pak sopir yang biasanya mengantar Rina pergi kemana-mana.
Tak berselang lama mobil pun berhenti tepat di depan rumah Bima.
"Tante gak bisa antar kamu ke dalam,gak papa kan?"Tanya Rina menatap Rianti yang duduk di sebelahnya,sementara Riko duduk di depan di sebelah pak sopir.
"Iya Tan gak papa."Ucap Rianti tersenyum.
"Kamu jangan lupa istirahat dan makan yang banyak."
"Iya Tan,makasih udah diingetin.Kalau gitu Rianti masuk ke dalam rumah dulu."
"Iya."
Rianti membuka pintu mobil dan turun setelah itu menutupnya kembali,mobil pun melaju meninggalkan Rianti.
Rianti berbalik badan membuka pintu gerbang dan menutupnya kembali lalu berjalan masuk ke dalam rumah,saat Rianti sudah berdiri di ambang pintu Bi Laras yang sedang mengelap meja ruang tamu pun langsung menghampiri Rianti dan memeluknya begitu melihat Rianti.
"Non Rianti baik-baik aja kan?"Tanya bi Laras memeluk Rianti erat.
"Iya Bi,Rianti baik-baim aja kok."Jawab Rianti membalas pelukan Bi Laras.
"Maafin bibi ya selama Non Rianti ada di rumah sakit bibi gak pernah jenguk."
"Iya Bi gak papa."
Mereka pun melepaskan pelukannya.
"Non Rianti mau bibi masakin?"Tanya bi Laras.
"Enggak usah bi Rianti bum lapar,Rianti mau istirahat aja di kamar."Jawab Rianti tersenyum.
"Yaudah ayo,bibi antar ke kamar."
Rianti pun pergi ke kamar dengan diantar oleh Bi Laras.
Ceklek
Rianti berjalan masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tepi ranjangnya.
"Papa kemana Bi?"Tanya Rianti.
"Lagi ada di toko,nanti pas jam makan siang pulang."
"Oh gitu,yaudah kalau gitu Rianti mau istirahat ya bi."Ucap Rianti.
"Iya,bibi keluar dulu."
BI Laras pun segera keluar dari kamar Rianti.
Jam pulang sekolah pun tiba.
Keisha sudah ada di parkiran menunggu Darren dengan membawa tasnya Zanna.
__ADS_1
"Udah lama Sha?"Tanya Darren yang juga membawa tas Varo dan berdiri di hadapan Keisha.