
Kok Zanna beda banget ya nggak kayak biasanya,hari ini Zanna kayak deket-deket gue aja gitu.Biasanya kan Zanna kalau sama gue biasa aja,tapi kalau gue lihat tatapan Zanna ke gue kayak beda gitu emang'Batin Varo'
Kalau parfum Varo nempel di baju gue,gak bakalan gue cuci ini baju gue supaya nggak hilang baunya Varo'Batin Zanna'
•
•
•
Acara resepsi pernikahan Riko dan Rianti sudah selesai,para tamu-tamu yang hadir pun sudah pulang semua.
Rianti sedang membersihkan dirinya di kamar mandi yang berada di kamar hotel,Raka memutuskan untuk menginap di hotel ini dengan Raka dan Rina 1 kamar,Riko dan Rianti 1 kamar,Bima dan bi Laras pun masing-masing kamarnya.
Ceklek
"Nih,lo tidur dibawah.Atau di sofa."Ucap Riko melempar bantal ke arah Rianti saat Rianti baru saja keluar dari kamar mandi,Rianti dengan sigap menangkap bantal itu.
Gue harus lawan,gue gak boleh diem aja dan ngalah'Batin Rianti'
Rianti pun berjalan mendekati Riko yang sedang berbaring santai di atas ranjang.
"Gue nggak mau,gue bukan pembantu ya."Ucap Rianti penuh penekanan saat sudah berdiri di samping Riko.
"Terus lo mau tidur dimana kalau gak dibawah?"Tanya Riko menatap Rianti.
"Disini."Jawab Rianti dan menaruh bantal yang dia bawa ke atas ranjang.
"Gue nggak mau ya tidur sama lo."Ucap Riko nyolot dan bangun dari rebahan nya.
"Ya gue juga gak mau tidur sama lo,mending lo aja yang tidur dibawah atau di sofa.Laki-laki itu harus ngalah ya sama perempuan."Ucap Rianti tak kalah nyolotnya.
"Salah,yang ada tuh lo harus nurut sama gue."
"Ya gue gak mau lah,ngapain gue nurut sama orang yang sesat."
"Kok lo lama-lama makin berani ya."Ucap Riko berdiri dari duduknya dan menatap tajam Rianti.
Serem juga ya Riko kalau,tapi gue gak boleh takut'Batin Rianti'
"Y-ya ya gue berani lah,orang gue juga gak salah."Ucap Rianti sedikit gemetaran.
__ADS_1
Gue kerjain lo biar tahu rasa karena udah berani sama gue'Batin Riko'
Perlahan Riko pun berjalan maju mendekati Rianti,Rianti pun berjalan mundur dengan sangat gugupnya.
"M-mau apa lo,hah."Ucap Rianti.
Riko hanya diam dengan tersenyum menyeringai.
Rianti pun segera berbalik badan dan lari menuju pintu keluar yang berada di belakangnya,tapi diluar dugaan pintu pun terbuka dan dahi Rianti kejedot pintu sampai Rianti jatuh.
"Aduh."Gumam Rianti sambil mengelus-elus dahinya.
"Ya ampun Rianti,maafin Tante ya.Tante gak sengaja."Ucap Rina yang ternyata adalah orang yang sudah membuka pintu itu,Rina pun membantu Rianti berdiri.
Rasain lo Rianti'Batin Riko'
"Iya Tante gak papa kok,Rianti juga yang salah."Ucap Rianti.
"Kamu kan sudah jadi istrinya Riko sekarang,otomatis kamu itu juga anak saya.Jadi mulai sekarang panggil saya Mama ya,jangan Tante."Ucap Rina.
Rianti mengangguk.
"Mau cek keadaan Rianti,takutnya kamu apa-apain dia lagi."Jawab Rina menatap Riko tajam.
"Emangnya Rianti mau Riko apain,gak selera juga Riko."Ucap Riko memutar kedua bola matanya malas.
"Mama tahu ya apa masalah yang sedang kalian hadapi sekarang,pasti kalian nggak mau kan tidur 1 ranjang."
"Rata-rata kalau ada orang yang menikah karena terpaksa atau dijodohin kan emang gitu kan ma,dan rata-rata itu yang perempuan tidur dibawah atau di sofa dan yang laki-laki tidur di atas ranjang seperti raja."Ucap Riko santai.
"Kamu gak boleh ya Riko kayak gitu,kamu harus memperlakukan Rianti dengan baik."
"Udah Tan eh maksud Rianti ma,udah ma gak papa biar Rianti tidur sama bi Laras aja."Ucap Rianti.
"Gak ada,saya pesan kamar ini untuk kamu dan Riko.Bi Laras dan papa kamu juga sudah punya kamar sendiri,kalau kalian enggak mau tidur 1 ranjang gampang solusinya.Buang saja itu tempat tidurnya,terus kalian tidur di lantai bersama-sama.Gampang kan,adil juga."Ucap Raka tiba-tiba yang sudah berdiri di belakang Rina.
Rianti menundukkan kepalanya tak mau melihat Raka.
"Udah-udah gak papa,mending sekarang kamu tidur saja.Riko gak akan apa-apain kamu kok."Ucap Rina memegang pergelangan tangan Rianti dan menuntunnya ke ranjang.
Setelah itu mendudukkan Rianti di ranjang sebelah kiri,sementara Riko di sebelah kanan dan ditengah-tengah mereka dikasih guling.
__ADS_1
"Udah tidur,Mama juga mau tidur ini."Ucap Rina.
Riko dan Rianti pun bergegas untuk tidur,Rina pun melangkah pergi keluar dari kamar Riko dan Rianti dan pergi ke kamarnya bersama Raka.
Keesokan harinya
Zanna sedang sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Kamu kemarin pulang jam berapa Na?"Tanya Mama Nia saat sudah selesai makan.
"Emmm sekitar jam 12 ma,pas Zanna udah pulang Mama sama papa udah tidur."Jawab Zanna takut-takut.
Zanna takut P.Subroto akan marah,mengingat dulu Zanna juga pernah pulang pukul 12 malam dan akhirnya P.Subroto pun marah sama Zanna.
Sampai Zanna dihukum 1 minggu tanpa uang saku,tapi gak jadi karena Zanna kan sakit.
"Gimana,puas kumpul sama temen-temen kamu kemarin?"Tanya P.Subroto menatap Zanna,Zanna hanya mengangguk.
"Beberapa minggu lagi kamu kan bakalan pergi ke kota sebelah untuk kuliah,papa sudah cariin kost-kostan buat kamu yang lokasinya dekat dengan kampus.Semoga aja kamu suka sama kostnya karena papa sudah bilang sama ibu kost kalau kamu bakalan nempatin itu kost beberapa minggu lagi."Ucap P.Subroto.
"Iya pa makasih,Zanna pasti suka kok."Ucap Zanna tersenyum.
•
•
•
Setelah sarapan bersama Rianti,Riko,Raka, Bima dan Bi Laras pun sudah bersiap-siap untuk pulang.
Sudah ada 2 mobil yang terparkir di depan hotel untuk mengantar mereka pulang,1 mobil untuk mengantar Bi Laras dan Bima pulang dengan di sopiri oleh sopir yang ada di rumah Raka.
Sementara mobil satunya lagi untuk mengantar Raka,Rina,Riko dan Rianti ke suatu tempat dengan sopir juga yang mengemudikannya.
"Hati-hati dijalan ya bi."Ucap Rianti menatap Bi Laras.
"Iya,non Rianti gak usah khawatir.Bibi pulang dulu ya."Ucap Bi Laras dan masuk ke dalam mobil.
Sementara Bima sudah masuk ke dalam mobil terlebih dahulu tanpa berpamitan kepada Rianti dan duduk di sebelah sopir.
Mobil yang dinaiki Bi Laras dan Bima pun melaju meninggalkan hotel.
__ADS_1