
Tak berapa lama,mereka pun sudah selesai membersihkan kamar mandi.
Mereka sekarang sedang berjalan menuju gudang,sesampainya di depan pintu gudang Varo pun membuka pintu gudang.
Kreek
Pintu terbuka dan memperlihatkan isi di dalam gudang,ada beberapa macam barang di gudang dan sangat berantakan.
Ada kursi rusak,meja rusak,kayu,kardus,sapu lidi yang berserakan dan sangat berdebu,cahaya matahari masuk hanya melewati 2 ventilasi yang ukurannya juga tidak terlalu besar sehingga gudangnya agak gelap.
Sementara alat-alat olahraga seperti bola voli,bola basket dan lainnya mempunyai gudang sendiri,gudang khusus peralatan olahraga.
"Ya ampun gudangnya kotor banget ini."Ucap Zanna melangkah masuk ke dalam gudang diikuti Varo.
"Iya nih,kotor banget.Yaudah yuk kita bersihin sekarang supaya cepet selesai dan pulang,murid-murid yang lain udah pulang soalnya."Ucap Varo.
"Ini gimana bersihinnya,gak karu-karuan banget nih tata letak barang-barangnya."
"Gini aja,gudang ini luas juga ya.Meja kursi kayu yang rusak itu kita tata di sebelah kiri,kalau kardus,sapu lidi dan kotak-kotak kayu yang gak jelas itu kita tata di sebelah kanan.Jadi nanti kalau ada yang masuk gudang lurus dengan pintu ini itu bersih,barang-barangnya kan ada di samping kanan dan kiri."Ucap Varo sambil memperagakan dengan tangannya.
"Oke deh,yaudah kita bersihin sekarang aja."
Mereka pun mulai membersihkan gudang.
Keisha berjalan pulang sendiri menuju gerbang sekolah.
"Keisha!!"Panggil seseorang dari arah belakang.
Keisha menghentikan langkahnya dan berbalik badan,terlihat Sasya sedang berlari menuju ke arahnya.
Keisha pun menatapnya dengan sangat malas dan kesal.
"Ada apa?"Tanya Keisha judes saat Sasya sudah berdiri di hadapannya.
"Pulang bareng yuk."Ajak Sasya tersenyum.
"Gue gak mau,gue bisa pulang sendiri."Ucap Keisha masih dengan nada judes.
"Ooo gitu,yaudah deh gue pulang dulu.Lo hati-hati di jalan."Ucap Sasya kecewa dan melangkah pergi.
Keisha membalikkan badannya menatap kepergian Sasya sambil mengepalkan kedua tangannya.
Gak tahu kenapa,gue benci banget sama Sasya.Apa karena dia mantannya Varo,apa karena Varo terus-terusan belain dia daripada gue,atau karena emang Sasya lebih unggul segalanya daripada gue'Batin Keisha'
"Terserah,gue gak peduli."Gumam Keisha dan melangkah pergi.
Saat Keisha sudah berdiri di pinggir jalan tak jauh dari sekolah,Keisha melihat orang berkerumun tak jauh dari tempatnya berdiri.
Keisha juga melihat ada Darren di sana,Keisha berjalan mendekati kerumunan itu.
"Itu kenapa ya pak kok berkerumun?"Tanya Keisha pada satpam di sekolahnya.
"Ooo itu,ada yang jatuh dari motor.Murid di sekolah sini dia."Jawab satpam itu.
"Makasih pak."
Keisha pun mencoba melihat siapa yang jatuh dari motor diantara banyaknya orang dan dia dapat melihat sedikit,seorang siswa yang tergeletak di samping motor sport merahnya.
__ADS_1
"Varo."Gumam Keisha lalu dia pun pingsan.
•
•
•
Rianti perlahan membuka kedua matanya,dia merasa sedikit pusing.
Rianti perlahan duduk dan memandangi sekitar sambil memegangi kepalanya yang diperban,dia sendirian di ruangan itu.
Rianti menyingkap selimut dan perlahan turun dari tempat tidur pasien,Rianti berjalan menuju pintu dengan mendorong besi penyangga infusnya.
Saat Rianti membuka pintu ruangannya bersamaan dengan itu Riko pun membuka pintu ruangan dia sehingga mereka saling tatap dan berdiri di ambang pintu masing-masing ruangan mereka.
"Kalian udah sadar?"Tanya sebuah suara yang memutus kontak tatapan mereka.
Rianti menoleh ke samping begitu juga Riko,terlihat Rina berdiri di sana dengan menatap Riko dan Rianti bergantian.
Rina berjalan mendekati Rianti dan memegang pundak Rianti.
"Kamu udah merasa lebih baik?"Tanya Rina.
"Udah Tante."Jawab Rianti sambil mengangguk.
"Kamu pasti lapar,ayo masuk Tante siapin makannya."Ucap Rina perhatian.
Rianti pun membalikkan badannya dan melangkah masuk kembali ke ruang rawatnya,Rina mendekati Riko dan menarik pergelangan tangannya.
"Mau makan,emang kamu gak lapar?"Tanya Rina menatap Riko.
"Lapar sih,tapi ini kita mau makan dimana.Di kantin?"
"Di ruangannya Rianti,kalian makan sama-sama."Jawab Rina.
"Riko gak mau,Riko mau makan sendiri aja."Ucap Riko melepaskan tangan Rina yang memegang pergelangan tangannya lalu berbalik badan hendak melangkah masuk ke dalam ruangannya,tapi Rina menghadangnya dengan berdiri di hadapannya.
"Apa lagi sih ma?"Tanya Riko kesal.
"Sekarang kamu pergi ke ruangannya Rianti dan makan sama-sama di ruangannya,ini bukan ajakan tapi perintah seorang ibu kepada anaknya!"Ucap Rina tegas.
"Iya ma."Ucap Riko malas dan membalikkan badannya.
Riko berjalan menuju ruangan Rianti dengan dipegangi Rina karena kakinya terasa sedikit sakit.
Ceklek
"Sini-sini duduk."Ucap Rina mendudukkan Riko di sofa.
Rianti yang sedang berdiri di depan jendela hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap ke luar jendela.
Rina pun menyiapkan makanan rumah sakit yang sudah di sediakan di atas meja.
"Rianti sini,makannya sudah siap."Ucap Rina.
Rianti pun berjalan mendekat dan duduk di samping Riko,karena Sofanya hanya ada 1 dan muat 2 orang.
__ADS_1
"Makasih Tan,jadi ngerepotin."Ucap Rianti tersenyum.
"Sama-sama,ayo dimakan.Tante tinggal keluar dulu."Ucap Rina dan melangkah pergi keluar.
Rina pun pergi ke kantin untuk membeli minum dan sekalian diam di sana.
Rina ingin memberikan ruang pada Riko dan Rianti agar bisa berduaan,walaupun nanti mungkin mereka hanya diam saja tapi tidak papa lah.
Lama-kelamaan mereka pasti jatuh cinta seiring dengan berjalannya waktu.
Sementara itu di ruang rawat Rianti
Mereka berdua makan dengan hening.
Rianti makan dengan santai sambil sesekali memandang lurus ke depan.
Sementara Riko fokus pada makanannya tanpa toleh kanan toleh kiri.
Tak berselang lama mereka pun sudah selesai makan dan saling pandang.
•
•
•
Sasya baru saja selesai makan siang dan sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah Rianti,Sasya menaiki taxi menuju rumah Rianti.
Beberapa menit kemudian taxi berhenti di depan rumah Rianti,setelah membayar Sasya turun dari taxi.
Taxi pun melaju meninggalkan Sasya.
"Assalamualaikum Rianti,Rianti!!!"Teriak Sasya di depan pintu gerbang.
Pintu rumah terbuka terlihat Bi Laras berjalan menghampiri Sasya dan membuka pintu gerbang.
"Makasih bi."
"Sama-sama,ayo silahkan masuk."Ucap Bi Laras dan menutup pintu gerbang.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah,saat sudah sampai di ruang tamu Sasya melihat Bima sedang duduk di sofa sambil membaca koran ditemani segelas jus yang berada di atas meja.
"Om Bima."Sapa Sasya pelan dan ragu.
"Hemmm."Jawab Bima melirik Sasya sekilas lalu kembali membaca koran.
Diawali dengan bismillah
Mari sambut bulan penuh barokah
Marhaban ya Ramdhan
Mohon maaf lahir dan batin🤝
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN BAGIKAN 🤗
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN INI,SEMOGA PUASA KITA DITERIMA OLEH ALLAH DAN KITA BISA MENJADI ORANG YANG LEBIH BAIK LAGI DARI TAHUN KEMARIN🥰🤗
__ADS_1