Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Sahabat


__ADS_3

"Kayaknya enggak deh Bu,soalnya di kamar mandi gak ada siapa-siapa."Ucap Keisha.


"Yaudah,kamu boleh duduk."


Keisha mengangguk dan kembali duduk,Bu Sari berdiri dari duduknya dan berjalan menuju papan tulis lalu menulis sesuatu.


"Apa artinya sahabat."Gumam Keisha melihat apa yang ditulis Bu Sari.


"Anak-anak,kalian tahu nggak apa artinya sahabat?"Tanya Bu Sari.


Seorang siswi yang duduk di depan mengangkat tangannya.


"Ya kamu,apa artinya sahabat?"


"Mungkin orang yang selalu bersama kita setiap hari."Jawab siswi itu.


"Ada yang lain lagi?"Tanya Bu Sari tersenyum sambil melihat murid-muridnya.


Seorang siswa yang duduk di tengah pun mengangkat tangannya.


"Ya kamu,apa artinya sahabat?"


"Seseorang yang selalu ada buat kita saat susah maupun senang,dia akan selalu menyemangati kita dan mendukung kita dalam kehidupan.Tertawa hingga sedih bersama-sama."Jawab siswa itu.


"Yah terima kasih,jadi anak-anak.Sahabat itu adalah orang yang selalu ada saat kita susah atau senang,saat kita sedih atau bahagia,mendukung apa yang kita inginkan dan cita-citakan,menyemangati kita saat sedang terpuruk,bahkan terkadang sahabat itu jika kita punya masalah dia juga ikut memikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah kita.


Jadi anak-anak,kalian jangan sia-siakan sahabat kalian hanya karena kalian punya teman baru atau alasan yang lain.Paham?"


"Paham Bu!!"Jawab serentak murid-murid di kelas.


"Baiklah,kita lanjut lagi pelajarannya."Ucap Bu Sari dan melanjutkan pelajaran.


Sementara itu


"Di sini kekurangan tukang kebun apa.Sampai kita yang di suruh bersihin taman."Gerutu Zanna kesal sambil menyapu daun-daun kering yang berjatuhan.


"Ehemm,kalau ngerjain apa-apa yang iklhas."Ucap pak Safar yang duduk di kursi taman dengan santainya sambil melihat Varo dan Zanna menyapu.


Tiba-tiba saja ponsel pak Safar berdering,pak Safar merogoh saku celananya mengambil handphonenya lalu melihat siapa yang telfon.


"Saya angkat telfon dulu,kalian harus nyapu ini semua sampai bersih.Gak ada males dan ngeluh!!"Ucap pak Safar berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan taman untuk mengangkat telfon.


Zanna melirik kepergian pak Safar dengan raut muka judes.


"Udah sih Na gak papa,kita laksanakan hukuman dari pak Safar dengan tertib.Lagian ini kesalahan kita kan,kita telat 20 menit."Ucap Varo melihat Zanna sekilas lalu kembali fokus untuk menyapu daun-daun kering yang berjatuhan di tanah.

__ADS_1


"Gue gak terima Al,masak kita juga harus bersihin kamar mandi,lapangan dan gudang.Gudang,iiihhh nanti di gudang banyak debunya pengap dan gelap gitu."Ucap Zanna bergidik ngeri membayangkan suasana yang ada di dalam gudang.


"Udah sih tenang aja Na,lo kan gak sendirian.Ada gue."Ucap Varo masih fokus menyapu.


Zanna menghentikan menyapu dan melihat Varo sambil senyum-senyum.


Iya juga ya,kan ada Varo.Murid yang dihukum juga cuma gue sama Varo,seneng banget gue bisa berduaan sama Varo walaupun dalam keadaan dihukum.Ada untungnya juga ya tadi telat'Batin Zanna'


"Zanna!!!"Panggil pak Safar saat melihat Zanna bengong.


Sementara Varo hanya melirik pak Safar sambil terus menyapu.


"Iya pak."Ucap Zanna saat tersadar dari lamunannya dan menatap pak Safar.


"Kamu tadi saya lihat bengong aja!!"


"Enggak,saya enggak bengong.Bapak aja kali yang salah lihat."Ucap Zanna yang tak terima jika dirinya dibilang bengong,padahal aslinya Zanna emang bengong tadi.


"Yaudah,saya ada urusan dan harus pergi sekarang.Saya udah pesen sama pak Anam dan pak satpam kalau kalian belum menyelesaikan hukuman dari saya kalian gak boleh pulang,jadi kalian gak bisa kabur!!"


"Iya pak."Ucap Zanna dan Varo bersamaan.


Pak Safar pun melangkah pergi meninggalkan taman,lagi lagi Zanna melirik kepergian pak Safar dengan raut muka judes.


Sana,sana pergi yang jauh.Gak usah kembali ke sekolah lagi kalau perlu'Batin Zanna'


Zanna pun nurut dan menyapu dengan fokus.


Bel jam istirahat pun berbunyi.


Varo dan Zanna sudah selesai membersihkan taman,pak Anam pun menghampiri mereka berdua.


"Sudah selesai bersihin tamannya?"


"Sudah pak."Jawab Zanna.


"Bagus,sekarang kalian bersihin kamar mandi sampai bersih.Saya gak mau nanti kamar mandinya masih kotor,walaupun sudah di bersihkan."


"Iya pak."Ucap Zanna.


"Setelah bersihin kamar mandi,kalian bersihin lapangan lalu gudang.setelah itu baru kalian boleh pulang,oh iya 1 lagi.Gak ada pergi ke kantin,beli makan atau minum,kalau kalian bisa menyelesaikan hukuman dari pak Safar sebelum bel pulang sekolah berbunyi kalian boleh pulang terlebih dahulu."Ucap pak Anam.


"Iya pak."Ucap Varo.


Pak Anam pun melangkah pergi meninggalkan taman.

__ADS_1


Yaelah,gue lapar banget nih.Masak gak boleh pergi ke kantin,gue emang gak bawa uang saku tapi bisalah ngutang dulu sama ibu kantin'Batin Zanna'


"Zanna."


"Eh iya Al,ada apa?"


"Lo denger kan tadi kata pak Anam,kalau kita bisa menyelesaikan hukuman ini sebelum bel pulang sekolah bunyi kita boleh pulang terlebih dahulu?"Tanya Varo.


"Iya gue denger,terus?"


"Kita harus selesaiin hukuman ini dengan cepat,supaya kita bisa pulang lebih dulu."Jawab Varo.


"Iya juga sih,eh tapi itu tas kita ditaruh dimana.Masak di situ?"Tanya Zanna sambil menunjuk tasnya dan Varo yang mereka taruh di kursi taman.


"Udah biarin aja,gak ada yang bakalan ambil kok."


"Yaudah kalau gitu."


"Ayo sekarang kita cepet-cepet bersihin kamar mandi,lo bersihin kamar mandi cewek gue bersihin kamar mandi cowok."Ajak Varo.


Zanna pun mengangguk,mereka pun segera pergi ke kamar mandi.


Sementara itu


Sasya berjalan tak tentu arah melewati depan kelas sambil melihat handphone nya dengan mulut ngedumel.


"Ck,ini Rianti kemana sih kok gak masuk sekolah.Pesan dari gue gak dibales,telfon gue juga gak diangkat."Gerutu Sasya memandangi handphone nya.


Brukkk


Sasya pun menabrak orang,Sasya mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang sudah dia tabrak.


Terlihat Keisha berdiri di hadapannya dengan ekspresi datar.


"Aduh sorry ya Sha,gue gak terlalu memperhatikan jalan tadi."Ucap Sasya.


Keisha hanya diam lalu melangkah pergi.


"Keisha."Panggil Sasya sambil memegang pergelangan tangan Keisha,Keisha menatap Sasya lalu menatap tangannya yang dipegang Sasya.


Sasya yang mengerti pun melepaskan tangannya.


"Sorry."


"Ada apa?"Tanya Keisha datar.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE DAN BAGIKAN🤗😍


__ADS_2