
"Keisha hamil Al,dan usia kandungannya sudah 6 minggu."Jawab Darren bahagia.
"Wahhh selamat,sebentar lagi lo bakalan jadi seorang papa.Selamat ya Sha."Ucap Varo memberi selamat.
"Selamat ya,gue ikut seneng dengernya."Ucap Zanna tersenyum lebar.
"Iya Na Al,thanks ya."Ucap Keisha tersenyum.
Zanna bingung dia harus merasa senang atau sedih mengetahui jika Keisha sedang hamil,di satu sisi dia juga ikut senang kalau Keisha hamil,di satu sisi Zanna juga merasa sedih karena dia belum juga hamil lagi.
•
•
•
Di dalam kamar Zanna sedang berdiri di depan jendela,Zanna masih saja merasa sedih.
"Gue tahu apa yang lo pikirin."Ucap Varo tiba-tiba dan memeluk Zanna dari belakang.
"Gak usah lo pikirin ya."Ucap Varo pelan.
Zanna berbalik badan dan memeluk Varo,Varo pun balas memeluk Zanna.
1 bulan kemudian
Siang hari
Darren menghampiri Varo di rumah sakit,sekarang Varo dan Darren sedang duduk berhadapan di ruangannya Varo.
"Kenapa lo?"Tanya Varo saat melihat muka Darren kusut.
"Capek banget gue hadapi Keisha Al."Jawab Darren lesu.
"Rasain,emang Keisha udah ngidam apa aja."Ucap Varo mengejek Darren.
"Sialan lo,kalau ngidamnya itu enggak ya tapi manjanya itu lho ampun gue."Ucap Darren.
"Kek gimana sih manjanya Keisha,palingan dia cuma pingin nempel sama lo."
"Ya itu Al yang buat gue ampun,lo tahu nggak sih Keisha itu setiap hari mau gue peluk.Kalau tidur juga mau gue peluk semalaman,terus ini nih bagian yang bikin gue mau nerkam Keisha terus.Setiap pagi Keisha tuh maunya mandi sama gue tapi gue gak boleh apa-apain dia,pakek pakaian juga harus gue.
Apa gak menguji jiwa kelakian gue itu,sampek pusing sendiri gue."Ucap Darren.
"Hahaha kasihan lo,lagian lo itu payah banget gak bisa nahan hasrat lo."Ucap Varo yang masih saja mengejek Darren.
"Gak bisa karena gue itu laki-laki normal,iya kalau lo gak normal hahaha."Ucap Darren mencibir.
"Enak aja,gue normal ya."Ucap Varo tak terima.
Akhirnya obrolan mereka pun berlanjut.
Sementara itu
Zanna melangkah masuk ke dalam rumah sakit untuk pergi ke ruangan Varo dan mengajaknya untuk makan siang.
Tapi tiba-tiba saja kepala Zanna terasa sangat pusing,pandangan Zanna mulai buram dan jalannya pun juga sempoyongan.
Zanna pun pingsan.
Tok
Tok
Tok
Terdengar pintu ruangannya Varo diketuk.
"Masuk!"Ucap Varo.
Pintu terbuka,terlihat seorang suster berdiri di sana.
"Ada apa?"Tanya Varo.
"Maaf pak mengganggu,istri bapak tadi pingsan terus sekarang sedang diperiksa oleh dokter."Jawab suster itu.
__ADS_1
Varo dan Darren saling berpandangan.
"Antarkan saya ke ruangan Zanna diperiksa."Ucap Varo berdiri dari duduknya,diikuti Darren.
Akhirnya Varo dan Darren pun berjalan menuju ruangan dimana Zanna diperiksa dengan diantar oleh suster itu.
Varo,Darren dan suster itu pun langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan Zanna,terlihat Zanna masih pingsan.
"Kenapa,apa yang terjadi pada Zanna?"Tanya Varo kepada dokter yang memeriksa Zanna.
"Selamat ya pak, istri bapak sedang mengandung.Dan usia kandungannya sudah menginjak 1 bulan."Jawab dokter perempuan itu tersenyum.
"Beneran,Ren Zanna hamil."Ucap Varo bahagia dan menatap Darren.
"Selamat Al,kita akan menjadi papa muda yang keren dan tampan."Ucap Darren.
"Apaan papa muda,umur lo udah 50 tahun gitu."
"Enak aja lo,lo itu udah kakek-kakek."Ucap Darren,Varo dan Darren yang ada malah bertukar argumen.
Dokter dan suster yang ada di ruangan itu pun melangkah pergi meninggalkan Varo dan Darren.
"Kok lo malah kayak Zanna sih Al,ngeselin."Ucap Darren akhirnya.
"Enggak ya,lo itu juga ngeselin."Balas Varo.
Perlahan Zanna membuka kedua matanya,Zanna pun duduk.
Varo yang melihat itu pun berjalan mendekati Zanna dan berdiri di samping kanan Zanna,sementara Darren di samping kiri Zanna.
"Al."Panggil Zanna pelan dan menatap Varo.
"Iya?"
"Al gue mau-."
"Lo mau apa,cilok,siomay,roti bakar,lontong sayur,rujak,mie ayam,bakso,martabak,ikan goreng,nasi goreng,ayam goreng,tikus goreng,sate babi ehh."Ucap Varo ngelantur lalu menatap kearah Darren.
Darren bersedekap dan menggelengkan kepalanya melihat Varo.
"Tahu tuh si Varo,udah jangan di dengerin itu omongannya si Varo."Sahut Darren.
"Diem lo."Ucap Varo.
"Yaudah ayo Na gue anterin lo ke toilet."Ucap Varo memegang lengan kanan Zanna.
"Enggak mau apaan sih lepasin,gue bisa sendiri."Ucap Zanna melepaskan tangan Varo.
"Gue anterin gak papa Na,siapa tahu nanti lo butuh bantuan gue."
"Modus itu Na,jangan percaya sama Varo."Ucap Darren.
"Gue ke toilet dulu."Ucap Zanna turun dari atas ranjang dan berjalan menuju toilet.
"Jangan sampek lo bikin Zanna trauma makan karena sebut-sebut tikus goreng,lagian lo itu juga nawarin makanan yang kayak gitu."Ucap Darren.
"Ya gak tahu gue,tanya aja sama otak gue kenapa bisa makanan itu muncul begitu aja."Jawab Varo santai.
Tak berselang lama Zanna pun sudah keluar dari dalam toilet.
"Al gue laper mau makan,sampek pingsan gue lo gak kasihan apa."Ucap Zanna.
"Iya,ayo kita pergi makan.Lo mau makan apa dan dimana?"Tanya Varo.
"Dimana aja."
"Yaudah ayo kita pergi."Ucap Varo merangkul Zanna dan melangkah pergi tanpa memperdulikan Darren.
"Ngeselin banget itu pasangan."Gumam Darren.
•
•
•
__ADS_1
Varo dan Zanna pun sudah sampai di restoran dan sedang menunggu pesanan mereka datang.
"Gue pergi ke toilet sebentar ya Na."Ucap Varo.
"Iya,jangan lama-lama."
Varo mengangguk dan tersenyum,Varo pun berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke toilet.
Sesampainya di dalam toilet
Varo mengambil handphonenya dan menghubungi Bunda Marissa,dering pertama langsung diangkat.
"Iya hallo Al."Sapa Bunda Marissa.
"Bun,Varo mau Bunda mengundang Mama Nia dan papa nya Zanna untuk datang ke rumah Bunda sekarang."
"Mau ngapain Al?"
"Varo akan kasih kejutan untuk semuanya nanti."
"Kamu ini bikin Bunda penasaran aja,ini Bunda akan hubungi orang tuanya Zanna sekarang ya."
"Iya Bun,makasih ya."
Tut
Panggilan pun terputus.
Varo kembali lagi ke meja dimana Zanna sudah menunggunya,sesampainya di sana Varo melihat Zanna yang sedang asyik makan.
"Kok lo makan gak nungguin gue sih."Ucap Varo dan duduk di hadapan Zanna.
"Lo lama."Ucap Zanna santai dan terus saja makan.
Varo hanya menghela nafas dan makan.
Tak berselang lama merekapun sudah selesai makan,Varo pun membayar pesanan mereka.
Varo dan Zanna pulang dengan menaiki motor.
"Al gue mau boneka,itu lucu banget!!"Ucap Zanna di perjalanan saat dia tak sengaja melihat ada toko boneka.
"Lo udah besar Na masak main boneka sih!"Ucap Varo.
"Biarin,gue mau boneka Al!!!"Ucap Zanna kesal dan mencubit pinggang Varo.
"Aauuu iya iya Na,lepasin."Ucap Varo menepikan motornya dan berhenti,Zanna pun melepaskan cubitannya.
"Lo jangan cubit pinggang gue dong Na,kalau gosong gimana?"Ucap Varo.
"Biarin,itu tato alami."Jawab Zanna santai.
Varo pun menghela nafas dan segera memutar arah menuju toko boneka yang Zanna lihat.
Sesampainya di depan toko boneka Zanna tampak berbinar-binar melihat boneka-boneka lucu yang ada di sana,Varo dan Zanna pun masuk ke dalam.
"Udah,lo pilih mana yang lo suka."Ucap Varo.
"Gue mau yang ini,lucu banget ya kayak gue."Ucap Zanna dan memegang boneka beruang putih yang ukurannya cukup besar.
"Besar banget Na,pilih yang kecil aja ya biar mudah dibawa."Ucap Varo.
"Besar apa mahal,gue mau yang ini gak mau yang lain."
"Permisi,ada yang bisa kami bantu."Ucap seorang penjaga toko perempuan menghampiri Varo dan Zanna.
"Ini mbak,istri saya mau boneka ini tapi kan saya bawa motor kan susah bawanya."Ucap Varo.
"Gini aja mas,nanti akan kami antarkan ke rumah masnya.Kebetulan juga disini biasa anterin boneka ke rumah pelanggan yang kesulitan untuk membawanya."
"Wahhh beneran mbak,yaudah kalau gitu antar ke rumah saya ya."Ucap Varo.
"Baik mas,silahkan ditulis dulu alamatnya sekalian membayar."
Varo pun menuliskan alamat rumahnya dan membayar boneka itu setelah itu segera pulang bersama dengan Zanna.
__ADS_1
Kayaknya Zanna bakalan lebih ngeselin lagi deh'Batin Varo'