Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Rahasia Zanna


__ADS_3

"Laila."Ucap Zanna saat melihat siapa yang sudah memanggilnya.


"Boleh gue duduk?"Ucap Laila.


"Oh iya,duduk aja."Ucap Zanna.


Laila tersenyum dan duduk di samping Zanna.


Ngapain sih ada Laila,kok gue gak suka ya sama dia'Batin Varo'


"Lo ngapain Laila ada disini?"Tanya Zanna menatap Laila.


"Makan siang,sendiri."Jawab Laila.


"Emmm,gue pergi ke toilet dulu ya."Ucap Varo berdiri dari duduknya dan berjalan menuju toilet.


"Lo makan siang sama Alvaro?"Tanya Laila,Zanna tersenyum dan mengangguk.


Bukannya tadi gue udah kasih Alvaro makan siang,kenapa dia malah makan siang sama Zanna.Makanan dari gue dimakan gak ya'Batin Laila'


Tak lama kemudian Varo pun sudah kembali dari toilet,Varo segera membayar pesanannya dan juga Zanna setelah itu segera pergi dari restoran karena dia tidak nyaman ada Laila di sana.


1 minggu berlalu


Selama 1 minggu itu juga hubungan Darren dan Keisha mulai sedikit dekat,Keisha juga sepertinya nyaman dengan Darren.


Selama 1 minggu itu juga Laila berusaha mendekati Varo,tapi nihil.


Tidak ada hasilnya,Varo hanya merespon secukupnya saja.


Terkadang Laila merasa stress sendiri karena dia tidak dapat menggapai keinginannya,tapi Laila tidak akan menyerah.


Zanna sedang duduk sendiri di bangku taman sepulang dari mengajar,Zanna sungguh malas pulang karena nantinya pasti Mama Nia akan bahas-bahas soal Dimas dan akhirnya menyuruh Zanna untuk segera menikah.


"Bengong aja."Ucap Varo tiba-tiba lalu duduk di sebelah Zanna.


"Lo ngapain ada disini Al?"Tanya Zanna menoleh kearah Varo.


"Tadi gue gak sengaja lewat,terus gue lihat lo.Yaudah gue samperin aja."Jawab Varo tersenyum.


Zanna hanya mesem dan menatap lurus ke depan.


"Lo kenapa Na,kayak sedih gitu?"Tanya Varo.


Zanna menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Mama gue,nyuruh gue cepet-cepet nikah."Jawab Zanna tanpa menoleh kearah Varo.


"Nikah sama siapa?"Tanya Varo yang merasa gimana gitu mendengar Zanna akan menikah.


"Enggak tahu,tapi Mama berharap gue nikah sama Dimas dosen di kampus tempat gue mengajar juga."Jawab Zanna menoleh kearah Varo.


Varo hanya diam dan menatap Zanna.


Sepanjang perjalanan pulang Varo terus memikirkan Zanna,apakah benar Zanna akan menikah dengan Dimas.


Melihat raut wajah Zanna sepertinya dia sudah pasrah atas desakan dan keinginan dari mamanya.


Tapi entah mengapa Varo merasa sangat sedih dan sedikit emosi saja mendengar Zanna akan menikah.


Selama ini memang Varo tidak ada bilang kalau dia suka sama Zanna,tapi jauh di lubuk hatinya yang terdalam sebenarnya Varo sudah mulai menyukai Zanna beberapa tahun yang lalu hanya saja Varo menyimpannya sendiri dan juga memastikan apakah dia benar-benar menyukai Zanna atau hanya rasa nyaman yang hinggap sesaat.


Tapi ternyata tidak,hari ini Varo benar-benar menyadari jika dia menyukai Zanna.


Tapi,Zanna kan akan menikah.


Varo menghela nafas berat.


Varo pun membelokkan motornya ke rumah sakit Stay Healthy untuk menemui Darren.


Darren dan Varo sudah duduk berhadapan di ruangannya Darren.


"Ada apa,tumben lo cari gue.Muka lo juga kusut gitu?"Tanya Darren menatap Varo.


"Zanna,dia akan segera menikah."Jawab Varo pelan dan menatap Darren.


"Ya baguslah,umur Zanna juga sudah cukup untuk menikah.Lo sendiri kapan nikah."Ucap Darren santai.


"Bagus dari mana,Zanna gak nikah sama gue.Lo ngerti nggak sih,masak Zanna mau nikah sama seorang dosen yang mengajar di kampus tempat Zanna mengajar juga."Ucap Varo kesal dan terdengar tak terima.


"Gue ngerti nih sekarang,lo suka ya sama Zanna."Ucap Darren tersenyum dan menaik turunkan kedua alisnya.


"Iya,gue suka sama Zanna.Tapi.....dia akan menikah."Ucap Varo lesu.


"Tenang,urusan itu bisa diatur.Memangnya Zanna menyukai pria yang akan menikah dengannya?"Tanya Darren.


"Sepertinya enggak,karena tadi bilang Zanna seperti dijodoh-jodohkan sama mamanya.Kalau emang Zanna suka sama laki-laki itu gak perlu dijodohkan kan,mereka akan senang hati menikah."


"Baiklah,kalau gitu gue bakal ungkap 1 rahasianya Zanna."Ucap Darren tersenyum penuh arti.


"Rahasia,rahasia apa?"Tanya Varo.

__ADS_1


Darren pun mulai menceritakan tentang Zanna yang menyukai Varo sejak SMA,Zanna yang selalu menunggu cintanya terbalas oleh Varo.


Zanna yang cemburu ketika Varo dekat dengan Keisha,pokoknya semuanya diceritakan oleh Darren.


"Kok lo baru cerita sekarang?"Tanya Varo saat Darren sudah selesai bercerita.


Darren hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


"Lo beneran suka sama Zanna sekarang?"Tanya Darren.


"Sebenarnya bukan dari sekarang,tapi beberapa tahun yang lalu."Jawab Varo.


"Kenapa lo diem aja?"Tanya Darren greget.


"Gue cuma pengen mastiin perasaan gue aja,gue beneran suka sama Zanna atau enggak.Dan gue juga takut banget kejadian seperti Sasya terulang lagi,tapi gue yakin Zanna bisa menjaga diri dengan baik."Ucap Varo.


"Iyalah,Zanna kalau marah kayak macan gitu."Ucap Darren.


Hening sesaat diantara mereka.


"Kalau gitu cepat lo lamar Zanna sebelum keduluan oleh laki-laki dosen itu."Ucap Darren tiba-tiba.


"Hah?!"Ucap Varo terkejut dan bengong.


Sementara itu


Laila di dalam kamarnya sedang mengamuk,Laila menghancurkan barang-barang yang ada di dalam kamarnya.


"Kenapa sih Alvaro sikapnya cuma biasa-biasa aja sama gue,gue udah coba berbagai cara untuk deketin Varo tapi hasilnya nihil.Gue cuma pengen sama Alvaro gak pengen yang lain,kenapa sih gue gak seberuntung Zanna!!!"Teriak Laila.


Tiba-tiba saja pintu kamar Laila terbuka,terlihat pembantu yang dipanggil Laila 1 minggu sekali kerumahnya berdiri di sana.


Panggil saja Bi Narsih,Bi Narsih berjalan mendekati Laila yang sedang duduk di lantai bawah dengan kondisi acak-acak an.


Bi Narsih duduk di samping Laila lalu memeluknya dan menenangkan Laila,Laila pun semakin menangis dan membalas pelukan bi Narsih.


"Bi,hiks hiks.Apa salah Laila hiks,Ayah dan ibu Laila sudah meninggal saat Laila hiks masih membutuhkan mereka.Laki-laki yang hiks Laila sukai tidak menyukai Laila bi hiks,Laila harus apa bi Laila harus apa?!"Ucap Laila.


"Non Laila yang tenang ya,sabar.Semuanya akan baik-baik saja,tidak baik non Laila selalu menangisi orang yang sudah pergi.Non Laila juga harus sabar,jika laki-laki yang non Laila sukai ditakdirkan untuk bersama dengan non Laila pasti nanti juga akan bersama.Sebalikny,jika laki-laki itu tidak ditakdirkan untuk non Laila pasti nanti bakalan ada penggantinya yang jauh lebih baik."Ucap Bi Narsih.


Tak jarang juga Laila terkadang minum obat penenang saat-saat seperti ini,terkadang Bi Narsih kasihan melihat keadaan Laila yang seperti ini.


Laila yang biasanya ceria dan tersenyum,sekarang selalu menangis dan mengamuk seperti orang depresi memang.


Melihat kondisi Laila yang seperti ini terkadang Bi Narsih tidak tega jika harus meninggalkan Laila sendirian di rumah,maka dari itu Bi Narsih juga sering menginap untuk menjaga Laila.

__ADS_1


__ADS_2