
"Lho,kok gak ada."Ucap Zanna dan berjalan menuju kursi itu,Zanna ingat betul jika bajunya dia taruh di kursi itu tapi kenapa sekarang kok gak ada.
Tok
Tok
Tok
"Zanna!!!"Panggil Mama Nia sambil mengetuk pintu kamar Zanna.
"Iya ma bentar!"Ucap Zanna berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya.
"Iya ma ada apa?"Tanya Zanna.
"Ini baju kamu,sudah Mama cuci jemur dan setrika."Ucap Mama Nia sambil menyodorkan baju Zanna yang sudah dilipat dengan rapi ke hadapan Zanna,ternyata itu baju yang Zanna cari.
"Bajunya kok bisa ada di Mama?"Tanya Zanna heran dan menerima baju itu.
"Waktu itu Mama masuk kedalam kamar kamu buat ajak sarapan pagi waktu itu,pas kamu lagi ada di kamar mandi.Mama gak sengaja lihat baju kamu itu ada di kursi,Mama ambil dan Mama cium bajunya.Ternyata belum kamu cuci ya makanya agak bau,jadi Mama cuci deh itu baju kamu."Jawab Mama Nia.
"Oohh gitu,yaudah deh ma makasih udah cuciin baju Zanna."Ucap Zanna lesu + kesal.
"Iya sama-sama,kamu beres-beres nya jangan lama-lama ya.Papa sama Mama tunggu dibawah."
"Iya ma."
Mama Nia tersenyum dan melangkah pergi dari sana,Zanna pun menutup pintu kamarnya.
"Al,gue harap di masa depan kita berjodoh.Gue gak bisa bayangin gimana kalau gue tahu dan lihat lo nikah sama orang lain,bukan sama gue.Lo cinta pertama gue Al yang sulit banget gue lupain,bahkan gue pun juga gak yakin bisa lupain lo."Gumam Zanna sedih dan menatap bajunya yang berada ditangannya.
Zanna pun segera melanjutkan beres-beres,tak lama kemudian Zanna sudah selesai mengemas pakaian dan barang-barang keperluan Zanna lainnya juga tak lupa Zanna membawa boneka pemberian dari Darren.
Zanna segera keluar dari dalam kamar dan turun ke bawah dengan membawa 1 koper besar dan 1 buah tas ukuran sedang.
"Sudah siap?"Tanya P.Subroto yang sedang duduk di sofa ruang tamu saat melihat Zanna.
"Udah pa."Jawab Zanna.
"Gak ada yang ketinggalan?"Tanya P.Subroto berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Zanna.
__ADS_1
"Gak ada pa,udah Zanna cek semuanya tadi."Jawab Zanna dan menyerahkan koper serta tas yang dia bawa ke P.Subroto yang sudah berdiri dihadapannya.
P.Subroto pun menerimanya dan melangkah keluar dari dalam rumah menuju mobilnya yang sudah terparkir di halaman.
"Ayo Na."Ucap Mama Nia tersenyum dan merangkul Zanna,Zanna pun balas tersenyum.
Mama Nia dan Zanna pun melangkah pergi keluar rumah,tak lupa Mama Nia mengunci pintu rumah terlebih dahulu.
Setelah itu berjalan menghampiri P.Subroto yang sudah selesai memasukkan koper dan tas Zanna kedalam bagasi mobil,P.Subroto berjalan masuk kedalam mobil dan melajukan nya menuju keluar gerbang.
Mama Nia dan Zanna menutup pintu gerbang setelah itu masuk kedalam mobil,mobil pun melaju menuju kota sebelah.
Zanna yang duduk sendiri di kursi belakang pun hanya diam dan menatap pemandangan lewat kaca di sampingnya,perasaan Zanna bercampur-aduk antara sedih dan bahagia.
"Jangan terlalu sedih Na,kamu kan hanya pergi sebentar ke kota sebelah untuk menuntut ilmu dan meninggalkan kota kelahiran untuk sementara waktu.Kamu pasti bakalan kembali lagi kok kesini."Ucap Mama Nia yang duduk di kursi depan samping P.Subroto dan menoleh ke arah Zanna.
Zanna mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Mama Nia.
"Iya ma."Ucap Zanna tersenyum menatap mamanya.
Mama Nia tersenyum dan kembali menatap lurus ke depan.
Sementara itu di bandara internasional Soekarno-Hatta.
Bunda Marissa,Ayah Nando dan Sasya mengantarkan Varo ke bandara.
Varo akan kuliah di Amerika dan mengambil jurusan kedokteran.
"Kamu hati-hati ya Al di sana,sering-sering telfon."Ucap Bunda Marissa sedih dan memeluk Varo,Varo pun balas memeluk Bunda Marissa.
"Iya Bun,Bunda do'a in aja Varo."Ucap Varo yang jadi ikut sedih.
"Pasti,Bunda selalu do'a in kamu."Ucap Bunda Marissa dan melepaskan pelukan mereka.
Varo menatap Ayah Nando,merekapun berpelukan ala pria.
"Sukses kamu di sana Al,kamu enggak usah pikirin diisni.Kamu cukup fokus kuliah saja di sana."Ucap Ayah Nando menepuk-nepuk punggung Varo.
"Iya Yah."Ucap Varo.
__ADS_1
Merekapun melepaskan pelukannya.
Dan sekarang Varo menatap Sasya dan berjalan mendekatinya,Varo akan memeluk Sasya tapi......
"Ekhemmmm,belum nikah.Jangan langsung peluk-peluk saja."Ucap Ayah Nando.
"Ganggu aja ini Ayah,ayo kita pergi ke sana."Ucap Varo dan mengajak Sasya pergi sedikit menjauh dari Ayah Nando dan Bunda Marissa.
"Gue pergi dulu ya,lo hati-hati disini."Ucap Varo tersenyum menatap Sasya dan memegang kedua pergelangan tangan Sasya.
"Iya,lo juga hati-hati di sana.Jangan genit-genit,di sana pasti banyak cewek cantik."Ucap Sasya.
"Iya."Ucap Varo tersenyum dan memeluk Sasya,Sasya pun balas memeluk Varo.
"Gue masih gak nyangka Al kalau kita bisa bersama lagi."Ucap Sasya.
"Iya,gue juga gak nyangka.Semoga aja kita terus bersama sampai maut yang memisahkan kita."Ucap Varo.
"Ekhemmmm,dibilangin gak boleh peluk-peluk.Ini malah pelukan,dasar anak muda zaman sekarang."Ucap Ayah Nando dan sudah berdiri di samping Varo.
Varo dan Sasya pun melepaskan pelukan mereka.
"Ayah nih ganggu aja sih."Ucap Varo kesal menatap Ayah Nando,sementara Sasya hanya tertunduk malu.
"Pesawat yang mau kamu naikin sudah mau berangkat,sudah sana buruan pergi."Ucap Ayah Nando dengan nada mengusir dan menyerahkan koper serta tas Varo.
"Iya,Varo pergi dulu Yah Sya."Ucap Varo menyalami tangan Ayah Nando dan berlalu pergi.
"Ayo,Tante Marissa sudah nungguin di mobil."Ajak Ayah Nando dan berjalan terlebih dahulu,Sasya pun mengikutinya.
Sementara itu
Mobil yang dikendarai P.Subroto berhenti di depan sebuah rumah yang cukup mewah,setelah menempuh perjalanan 3,5 jam.
"Ayo turun."Ucap P.Subroto dan turun dari mobil,diikuti Mama Nia dan Zanna.
"Assalamualaikum Bu Rimbi."Ucap P.Subroto saat sudah berdiri dihadapan seorang ibu-ibu yang umurnya sekitar 40 tahun.
"Waalaikumsalam,bapak sudah datang.Mana anaknya."Ucap Bu Rimbi ramah.
__ADS_1