
Diki yang melihat Riko meninggalkan Rianti pun tersenyum,Diki berbicara kepada seorang pelayan pria di tempat yang sepi.
Tampak Diki seperti memberi instruksi kepada pelayan itu dan memberikan segepok uang,pelayan itu hanya manggut-manggut.
Pelayan itu pun berlalu pergi untuk melaksanakan tugas dari Diki.
"Tunggu aja Rianti,lo pasti bakalan jadi milik gue."Gumam Diki tersenyum sinis,Diki pun berjalan masuk kembali ke dalam dan bergabung bersama dengan yang lain seperti tidak terjadi apa-apa.
"Permisi mbak,ini ada jus."Ucap pelayan suruhan Diki tadi dan meletakkan jus di meja Rianti.
"Iya,makasih ya."Ucap Rianti.
"Sama-sama mbak,kalau begitu saya permisi dulu."Ucap pelayan itu dan berlalu pergi.
Rianti yang memang sedang haus pun langsung meminum jus itu,Diki yang melihatnya dari jauh pun tersenyum melihat Rianti.
Beberapa menit kemudian
Rianti mengibas-ngibaskan tangannya di depan mukanya.
"Panas,panas.Apa karena disini banyak orang itu ya jadi panas gini."Gumam Rianti.
Riko yang melihat Rianti dari kejauhan pun terus melihat kearah Rianti,terlihat Rianti berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke toilet.
Tak lama setelah itu Diki pun pergi menyusul Rianti,Riko yang melihat itu pun akan melangkah pergi dari sana tapi dicegah oleh Raka.
"Mau kemana Riko,sebentar lagi kamu harus memberikan sambutan."Ucap Raka.
"Sebentar pa,Riko ke toilet dulu."Ucap Riko dan berlalu pergi ke toilet.
Sesampainya di toilet wanita Riko melihat Rianti dan Diki sedang berciuman dengan penuh nafsu,tangan Diki juga memeluk mesra pinggang Rianti.
"Sial."Ucap Riko marah dan langsung memberi Diki pukulan.
"Apa yang lo lakuin hah??!!"Ucap Riko benar-benar marah dan memukuli Diki dengan sangat marah.
Diki yang terus di serang Riko pun tak siap dan akhirnya dia terluka dan hanya bisa memberikan Riko beberapa pukulan,tapi itu saja tidak kena.
"Riko!!"Ucap Raka saat sudah berdiri di ambang pintu toilet,tadinya Raka menyusul Riko pergi karena lama sekali Riko perginya.
Letak toilet perempuan memang berhadapan dengan toilet laki-laki,dan posisi pintu toilet wanita dimana Rianti berada itu pintunya terbuka.
Jadi jelaslah orang yang sedang melintas bisa melihat apa yang dilakukan Rianti dan Diki.
"Riko kenapa,kenapa kamu pukul Diki?"Ucap Raka dan melangkah masuk ke dalam.
Diki sudah tergeletak tak berdaya dibuat Riko.
"Pa,dia udah.Dia udah.....Rianti."Jawab Riko tak mampu menceritakan kejadian yang dia lihat,Diki dan Rianti berciuman.
Raka pun melihat kearah Rianti yang sedang duduk di lantai,wajahnya terlihat merah dan Rianti terus saja mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya.
"Panas."Hanya kata itu yang Rianti keluarkan,sangat pelan.
"Lihatlah Rianti,sepertinya Diki sudah memberinya sesuatu."Ucap Raka yang mengerti,Riko pun melihat kearah Rianti.
"Terus gimana pa?"
"Kamu urus saja itu Rianti,papa akan urus Diki."
Riko pun mengangguk.
Raka pun membawa Diki keluar dari dalam toilet dan akan menyerahkannya ke polisi dengan kasus mencoba melecehkan seseorang.
Riko yang melihat papanya sudah pergi pun berjalan mendekati Rianti dan berjongkok di hadapannya.
__ADS_1
"Rianti."Panggil Riko pelan dan memegang tangan Rianti.
"Jangan sentuh gue."Ucap Rianti pelan dengan sorot mata yang layu.
Riko pun langsung menggendong Rianti dan membawanya pergi ke salah satu kamar hotel.
Sesampainya di dalam kamar hotel Riko membaringkan Rianti di atas ranjang dengan perlahan.
"Rikooo."Ucap Rianti dengan suara yang terdengar sangat manja.
Riko sebagai laki-laki yang normal pun merasakan hasratnya yang sudah mulai memuncak,tak membutuhkan waktu yang lama Riko langsung menerkam Rianti.
Karena pengaruh obat yang diberikan Diki membuat Rianti sangat ganas.
•
•
•
Sasya dan Ikbal sudah berada di dalam kamar hotel,situasi terasa sangat canggung.
Ikbal dan Sasya sedang berdiri di samping ranjang dan saling tatap dalam diam,Sasya berdiri di samping kiri dan Ikbal di samping kanan.
Tok
Tok
Tok
Terdengar pintu kamar mereka diketuk.
Ikbal pun berjalan membuka pintu,pintu terbuka dan terlihat Dani dan Rina ada di sana.
"Kami ganggu nggak nih?"Ucap Rina.
"Ini Dani ingin tidur sama kamu sama Sasya."
"Boleh kan pa?"Ucap Dani.
Ikbal menatap Dani dan berjongkok.
"Boleh dong,ayo masuk."Ucap Ikbal.
Dani pun melangkah masuk menghampiri Sasya.
"Kalau gitu Mama pergi dulu."Ucap Rina.
"Iya ma."
Rina pun melangkah pergi dari sana,Ikbal menutup pintu dan berjalan menghampiri Sasya dan Dani yang sudah bersiap ingin tidur.
"Sini pa."Ucap Dani menepuk ranjang kosong di samping kanannya.
Ikbal dengan ragu pun duduk di samping Dani dan merebahkan tubuhnya,posisi Dani berada di tengah-tengah diantara Sasya dan Dani.
"Dani seneng banget,akhirnya bisa tidur sama Mama sama papa."Ucap Dani.
"Mama juga senang kalau Dani senang."Ucap Sasya.
Akhirnya mereka bertiga pun tidur.
Keesokan harinya
Perlahan Rianti membuka kedua matanya,Rianti pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Rianti mengingat kejadian semalam,antara sadar dan tidak dia juga mengingat kejadian dimana dia dan Diki berciuman.
Rianti pun duduk bersandar dan perlahan air matanya mengalir membasahi pipinya.
Ceklek
Terlihat Riko keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi,Riko yang melihat Rianti menangis pun menghampirinya.
"Kenapa?"Tanya Riko kalem saat sudah berdiri di samping Rianti.
"Kenapa,lo masih tanya gue kenapa.Kalau gue bilang gue kenapa lo juga pasti gak bakalan percaya??!!"Ucap Rianti marah dan menatap Riko.
"Maaf,gue udah gak percaya sama lo tentang Diki."Ucap Riko dan memeluk Rianti.
Rianti pun semakin menangis di dalam pelukan Riko.
"Udah berapa kali sih hiks gue bilang kalau temen lo itu gak baik!!!"Ucap Rianti.
"Riko hiks,dia udah apain gue?"Ucap Rianti sesenggukan.
"Diki gak apa-apain lo kok dia cuma ambil ciuman pertama lo,selebihnya gue yang apa-apain lo."Ucap Riko.
"Lo itu jahat tahu nggak sih hah!!!"Ucap Rianti.
"Iya gue tahu,gue minta maaf.Gue janji gak akan ninggalin lo."Ucap Riko penuh dengan ketulusan.
Beberapa hari kemudian
Varo,Zanna,Darren dan Keisha sudah tiba di Indonesia pagi ini setelah 2 Minggu mereka pergi ke Eropa.
Varo dan Zanna sedang berada di dalam mobil dengan Varo yang mengemudikannya,sementara Darren dan Keisha sudah pulang terlebih dahulu.
"Ini kita kemana Al?"Tanya Zanna saat melihat jalanan yang mereka lalui bukan menuju rumah Varo ataupun rumah Zanna.
"Lo akan tahu sebentar lagi."Jawab Varo.
Tak berselang lama mobil yang dikemudikan Varo pun berhenti di depan sebuah rumah yang cukup luas dan asri,bagus sekali.
"Rumah siapa ini Al?"Tanya Zanna menatap Varo.
"Rumah kita,kita akan tinggal disini mulai sekarang."Jawab Varo tersenyum menatap Zanna.
"Beneran,baiknya lo beli rumah buat gue.Kita tinggal berdua?"
"Enggak,sama Bi Siti dan pak Bani."Jawab Varo.
"Baiklah,gue ingin masuk ke dalam rumah."
"Ayo."
Akhirnya merekapun melangkah masuk ke dalam rumah itu.
"Wahhh bagus banget Al rumahnya,luas juga."Ucap Zanna saat mereka memasuki ruang tamu yang cukup luas.
"Gimana,lo suka gak?"
"Suka Al."
"Kamar kita ada di lantai 2,di lantai 1 kamar Bi Siti dan pak Bani.Dan ya 1 lagi,semua barang-barang kita sudah ada di sini."Jelas Varo.
"Kayaknya lo udah nyiapin ini dari lama ya?"Ucap Zanna.
"Waktu kita di Eropa,supaya nanti kalau kita pulang semuanya sudah siap tidak harus pindahin barang-barang lagi."
"Mana Bi Siti dan pak Bani?"Tanya Zanna.
__ADS_1
"Nanti saat jam makan siang mereka datang."Ucap Varo,Zanna mengangguk dan tersenyum.