Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Beberapa Tahun Kemudian


__ADS_3

Diki mengangguk dan segera naik keatas motornya,Diki pun melajukan motornya pulang.


"Riko lo harus percaya sama gue."Ucap Rianti mendongakkan kepalanya dan menatap Riko.


"Iya gue percaya sama lo."Ucap Riko tersenyum dan menghapus air mata Rianti.


"Yaudah ayo kita masuk ke dalam."Ucap Riko,merekapun melangkah masuk ke dalam rumah.





Riko dan Rianti sedang duduk di ruang keluarga dan sedang menonton tv untuk mengalihkan pikiran mereka soal kejadian tadi.


"Lo berhenti aja ya kerja di supermarket."Ucap Riko menoleh kearah Rianti.


"Emangnya lo bakalan kasih uang ke gue kalau gue berhenti kerja di supermarket?"Tanya Rianti menatap Riko.


"Gue bakalan kasih lo apapun,termasuk uang."Jawab Riko.


"Yaudah kalau gitu,secepatnya gue akan berhenti bekerja di supermarket."


Riko mengangguk.


"Riko gue gak mau ya lo temenan lagi sama temen lo yang tadi."Ucap Rianti menatap Riko dengan tatapan sendu.


"Udah lo gak usah pikirin soal itu,gue yakin kok Diki tadi gak ada maksud apa-apa sama lo."Ucap Riko yang lebih percaya kepada Diki.


Rianti hanya diam..


Beberapa tahun kemudian


Waktu terus berlalu,semuanya berubah dengan seiring berjalannya waktu.


Zanna dengan profesinya sebagai seorang dosen kimia di salah satu universitas negeri ternama di kotanya,Kevin yang saat kuliah mengambil jurusan IT mengurus dan mengelola perusahaan papanya di kota sebelah yang bergerak di bidang teknologi.


Sementara Laila,berhasil mendirikan beberapa apotek terbaik dan terbesar di kota Zanna.


Laila ingin tinggal di kota kelahiran Zanna karena dia masih berharap bisa bertemu dengan laki-laki tampan yang bertahun-tahun lalu dia bertemu di taman,yang tak lain laki-laki itu adalah Varo.


Hari ini Zanna dan Laila berjanji akan bertemu di sebuah cafe untuk makan siang.


"Sorry ya gue telat,lo pasti udah nunggu lama."Ucap Laila dan duduk di hadapan Zanna.


Zanna hanya tersenyum senang,sikap Laila yang dulu sibuk dan tidak memperdulikan Zanna sekarang malah sebaliknya.


Laila akan menyempatkan waktu untuk Zanna,makan siang ataupun pergi ke suatu tempat.


Dan Laila juga sudah meminta maaf kepada Zanna berkali-kali atas sikapnya dulu,Zanna pun juga pastinya memaafkan Laila.


"Kita pesen makanan sekarang?"Tanya Laila.


"Bentar ya,nunggu temen gue dulu."Ucap Zanna.

__ADS_1


"Temen yang mana Zanna?"


"Ada deh,temen SMA gue.Nanti gue kenalin lo sama dia."Ucap Zanna tersenyum.


"Sorry telat."Ucap seseorang tiba-tiba.


Zanna dan Laila pun menoleh kearah sumber suara.


Terlihat Varo dengan pakaian rapinya sedang berdiri di samping Zanna.


"Iya gak papa,duduk.Kita pesen makanan sekarang."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo,Varo pun balas tersenyum dan duduk di samping Zanna.


Sementara Laila,dia hanya bengong menatap Varo.


Laila ingat betul jika laki-laki tampan dan baik yang bertemu dengannya di taman beberapa tahun lalu adalah laki-laki yang ada di hadapannya ini,Laila sungguh tak menyangka akan secepat ini bertemu dengannya.


Tentu saja Laila sangat bahagia,tapi tunggu.


Tadi Zanna bilang sedang menunggu teman SMA nya dan ternyata laki-laki ini yang datang,berarti Zanna lebih dulu mengenal laki-laki ini darinya dong.


"Laila!"Panggil Zanna melambaikan tangannya di hadapan Laila yang sedang bengong.


"Eh iya."Ucap Laila saat tersadar.


"Bengong aja,ini lo pilih menu yang mana."Ucap Zanna sambil menyodorkan buku menu,Laila pun menerimanya dan melihat-lihat menu itu.


Setelah mereka semua memesan makanan dan minuman yang mereka sukai mereka hanya diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Oh iya gue lupa,tadi gue bilang kan sama lo kalau gue bakal kenalin temen SMA gue."Ucap Zanna menatap Laila.


"Ini temen SMA gue,Alvaro Sankara namanya.Dan Al ini temen kuliah gue,Laila Lestari namanya."Ucap Zanna memperkenalkan Varo kepada Laila begitupun sebaliknya.


"Panggil aja Varo,senang bisa bertemu."Ucap Varo tersenyum menatap Laila dan menyodorkan tangan kanannya.


"I-iya,panggil aja gue Laila."Ucap Laila gugup dan menjabat tangan Varo.


Varo pun melepaskan jabat tangan mereka.


"Sebenarnya ini bukan pertemuan pertama kita."Ucap Laila menatap Varo.


"Tunggu-tunggu,maksud lo.Lo pernah ketemu sama Varo?"Tanya Zanna bingung dan menatap Laila.,Laila mengangguk.


"Emangnya kita pernah ketemu dimana ya?"Tanya Varo bingung.


"Di taman,beberapa tahun yang lalu."Jawab Laila.


"Emangnya lo pernah ketemu sama Laila Al,kok gue gak tahu?"Tanya Zanna menoleh kearah Varo.


"Nggak tahu juga ya,bentar gue inget-inget."Jawab Varo dan mencoba mengingat-ingat saat dia bertemu dengan Laila di taman beberapa tahun lalu.


"Oh iya gue inget,iya iya gue sama Laila emang ketemu di taman beberapa tahun lalu."Ucap Varo tiba-tiba dan menoleh kearah Zanna.


Laila tersenyum senang saat Varo masih mengingat pertemuan mereka.


"Gue gak tahu kalau kalian pernah ketemu sebelumnya."Ucap Zanna.

__ADS_1


"Ternyata bener ya,dunia itu sempit dan kita bisa bertemu lagi."Ucap Laila.


"Iya."Ucap Varo menatap Laila dan tersenyum sedikit.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang,merekapun makan dengan hening.


Sesekali Laila mencuri-curi pandang kearah Varo.


Varo sama Laila ketemu di taman,gue baru inget kalau dulu gue sama Laila sempat pergi ke taman waktu pulang ke sini.Gue tanya aja deh nanti sama Laila'Batin Zanna'


Sementara itu


Seorang gadis cantik sedang berjongkok di samping mobilnya dan menatap ban depan mobilnya yang berhenti berada di pinggir jalan raya,sepertinya ban mobilnya bocor.


"Kok bocor sih bannya,perasaan tadi gak apa-apa."Gumam gadis itu kesal.


Tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang mengendarai motor sport berhenti di depan mobil gadis itu dan turun dari motor,laki-laki itu yang tak lain adalah Darren berjalan menghampiri gadis itu.


"Permisi,apa ada yang bisa dibantu?"Tanya Darren saat sudah berdiri di samping gadis itu.


Gadis itu mendongakkan kepalanya dan berdiri.


"Keisha!"


"Darren!"


Ucap mereka bersamaan saat sudah melihat satu sama lain,ternyata gadis itu adalah Keisha.


"Lo apa kabar,lama kita gak ketemu."Ucap Keisha tersenyum senang.


"Gue baik,lo juga kenapa gak bisa dihubungi nomor lo."Ucap Darren yang juga sangat bahagia,setelah bertahun-tahun akhirnya Darren bertemu dengan Keisha.


Keisha,masih saja tetap cantik,apalagi menurut Darren Keisha adalah perempuan paling cantik.


"Sorry ya,handphone gue waktu itu hilang terus gue gak hafal nomer telfon siapa-siapa.Terus gue beli handphone baru tapi isi kontak gue cuma nomor telfon orang tua gue sama temen kuliah gue doang.Nomor lo,Zanna,Varo sama yang lainnya gak punya gue."Ucap Keisha.


"Yaudah gak papa,btw ini mobil lo kenapa?"Tanya Darren.


"Bannya bocor,mana gue laper lagi."Jawab Keisha yang mukanya menjadi kesal.


"Lo belum makan siang?"Tanya Darren,Keisha menggeleng.


"Yaudah ayo kita makan siang bareng,gue ini juga mau makan siang.Di restoran."Ajak Darren tersenyum.


"Tapi ini mobil gue gimana?"


"Udah lo tenang aja,nanti gue suruh orang untuk urus mobil lo dan antar ke rumah lo."Ucap Darren.


"Yaudah deh ayo,bentar gue ambil tas gue dulu."Ucap Keisha berjalan masuk kedalam mobil dan mengambil tasnya.


Darren pun menelfon seseorang untuk mengurus mobil Keisha,setelah itu mematikan sambungan telfon dan segera naik keatas motor.


"Udah,ayo cepet gue udah laper."Ucap Keisha dan naik keatas motor Darren.


Darren pun segera melajukan motornya menuju salah satu restoran terbaik yang ada di kota itu.

__ADS_1


__ADS_2