Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Perintah Bunda Marissa


__ADS_3

Tak lama kemudian terlihat mobil P.Subroto berhenti di depan rumah Bu Rimbi,terlihat P.Subroto keluar dari dalam mobil dan berjalan ke rumah Bu Rimbi.


"Assalamualaikum."Ucap salam P.Subroto saat sudah berdiri di ambang pintu rumah Bu Rimbi.


"Waalaikumsalam."Jawab salam Zanna dan Bu Rimbi bersamaan lalu menoleh kearah pintu.


"Papa."Ucap Zanna berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri P.Subroto lalu memeluknya,P.Subroto pun balas memeluk Zanna.


Merekapun melepaskan pelukannya.


"Kita pulang sekarang?"Tanya P.Subroto menatap Zanna,Zanna mengangguk.


"Hati-hati pulangnya."Ucap Bu Rimbi tiba-tiba yang sudah berdiri di samping Zanna.


"Iya Bu,Zanna pulang dulu ya."Ucap Zanna menoleh kearah Bu Rimbi dan memeluknya.


Bu Rimbi balas memeluk Zanna,merekapun melepaskan pelukannya.


"Kalau begitu kami pergi dulu ya."Ucap P.Subroto.


"Iya pak,hati-hati ya."Ucap Bu Rimbi tersenyum menatap P.Subroto,P.Subroto mengangguk dan tersenyum.


"Kalau gitu Zanna pulang dulu ya Bu Assalamualaikum."Ucap Zanna.


"Waalaikumsalam."Jawab salam Bu Rimbi.


Zanna dan P.Subroto pun melangkah pergi ke mobil dengan P.Subroto membawa koper Zanna.


P.Subroto menaruh koper Zanna di bagasi mobil lalu masuk ke dalam mobil diikuti Zanna.


TIN


P.Subroto pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Bu Rimbi.


Di perjalanan


"Laila enggak ikut,papa kira dia ikut."Ucap P.Subroto menoleh sekilas kearah Zanna yang duduk di sampingnya lalu kembali menatap jalanan di depan.


"Enggak pa,Laila juga gak tahu kalau Zanna pulang hari ini."Ucap Zanna tanpa menoleh kearah P.Subroto.


"Kenapa enggak tahu,kamu enggak kasih tahu dia?"


"Enggak."Ucap Zanna pelan dan lesu.


"Kamu kenapa,bertengkar sama Laila?"Tanya P.Subroto.


"Bertengkar sih enggak pa,cuma hubungan Zanna sama Laila itu enggak sedekat dulu lagi."Jawab Zanna.

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu?"


"Ya karena Laila itu sibuk banget pa,sibuk kuliah sama kerja sampai gak ada waktu untuk Zanna.Laila juga udah gak pernah kirimin Zanna pesan lagi."Ucap Zanna kesal.


"Mungkin Laila memang sangat sibuk Na,Laila juga harus membagi-bagi waktunya."Ucap P.Subroto,Zanna hanya menghela nafas panjang.


"Maafin Zanna ya pa."Ucap Zanna pelan dan menoleh kearah P.Subroto.


"Untuk apa?"Tanya P.Subroto tak mengerti.


"Mama sama papa udah Zanna suruh untuk bayar kuliah Laila,pasti beban banget ya untuk Mama sama papa."Ucap Zanna merasa bersalah.


"Enggak apa-apa Na,lagian itu semua juga sudah terjadi.Enggak mungkinkan papa berhenti kasih Laila uang untuk bayar kuliah nya,kasihan Laila kalau berhenti kuliah.Sia-sia juga uang yang sudah dikeluarkan selama ini untuk membayar kuliah Laila kalau Laila berhenti kuliah."Ucap P.Subroto menoleh kearah Zanna sekilas dan tersenyum lalu kembali menatap jalanan di depan.


"Iya sih pa,tapi Zanna tetep aja merasa bersalah.Enggak tahu kenapa waktu itu Zanna punya ide konyol kayak gitu,Mama sama papa bayarin uang kuliah Laila."Ucap Zanna.


"Sudah Na kamu enggak boleh menyesal begitu,semoga saja di masa depan Laila menjadi orang yang sukses dan mengingat kebaikan kamu,Mama sama papa."Ucap P.Subroto.


"Iya pa semoga aja."Ucap Zanna.


Tak lama kemudian mobil yang dikemudikan P.Subroto pun memasuki halaman rumah,terlihat Mama Nia sedang berdiri di teras untuk menyambut kedatangan Zanna.


Zanna keluar dari dalam mobil dan segera berlari kearah Mama Nia lalu memeluknya.


"Zanna kangen banget sama mama."Ucap Zanna di dalam pelukan Mama Nia.


"Kangen-kangenan nya di dalam rumah saja."Ucap P.Subroto melangkah masuk ke dalam rumah dengan membawa koper Zanna.


Mama Nia dan Zanna melepaskan pelukan mereka,merekapun melangkah masuk ke dalam rumah.


Sementara itu di bandara internasional Soekarno-Hatta


Terlihat seorang laki-laki tampan sedang menyeret 1 koper berjalan menuju sebuah mobil yang sudah terparkir dengan seorang pria paruh baya yang sedang berdiri di samping mobil,laki-laki tampan itu adalah Varo.


"Ngapain Al pulang,kangen sama Ayah?"Ucap Ayah Nando saat Varo sudah berdiri di hadapannya.


"Sorry,Varo gak kangen sama Ayah.Varo pulang demi teman SMA Varo."Ucap Varo santai.


"Memangnya kenapa teman kamu,pengen ketemu sama kamu?"Tanya Ayah Nando.


"Iya,yaudah ayo kita pulang sekarang Yah."Jawab Varo dan berjalan menuju bagasi mobil untuk menaruh kopernya.


Setelah itu masuk ke dalam mobil diikuti Ayah Nando,Ayah Nando pun segera melajukan mobilnya pulang.


Selama perjalanan suasana hening,tak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Tak berselang lama merekapun sudah sampai di rumah,Varo segera keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju bagasi mobil untuk mengambil kopernya.

__ADS_1


Setelah itu Varo berjalan masuk ke dalam rumah,diikuti Ayah Nando.


"Kamu sudah datang Al."Ucap Bunda Marissa yang sedang duduk di sofa ruang tamu saat melihat Varo dan Ayah Nando baru saja memasuki ruang tamu.


Bunda Marissa pun berdiri dari duduknya berjalan menghampiri Varo dan memeluknya,Varo pun balas memeluk Bunda Marissa.


"Kamu istirahat sana,atau mau makan dulu."Ucap Bunda Marissa dan melepaskan pelukan mereka.


"Varo mau langsung ke kamar aja Bun."Ucap Varo.


"Yasudah terserah kamu."Ucap Bunda Marissa tersenyum.


Varo pun melangkah pergi ke kamarnya dengan membawa kopernya.


Sesampainya di dalam kamar Varo menaruh kopernya sembarangan,melepas sepatu serta kaus kakinya lalu merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


Tok


Tok


Tok


Terdengar pintu kamarnya diketuk,Varo bangun dari rebahan nya dan berjalan kearah pintu lalu membukanya.


Pintu terbuka,terlihat Bunda Marissa berdiri di sana.


"Bunda,ada apa.Ayo masuk ke dalam."Ucap Varo mempersilahkan Bunda Marissa untuk masuk ke dalam kamarnya.


Bunda Marissa tersenyum dan mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang,Varo menutup pintunya lalu berjalan menghampiri Bunda Marissa dan duduk di sebelahnya.


"Ada apa Bun?"Tanya Varo menatap Bunda Marissa.


"Sasya,katanya dia mau pergi dari sini."Jawab Bunda Marissa menatap Varo.


"Pergi,pergi kemana Bun?"Tanya Varo mengerutkan keningnya.


"Enggak tahu,Sasya enggak bilang mau pergi kemana dia."


Varo hanya diam dan menatap kearah lain.


"Bunda tahu,kamu enggak benci sama Sasya tapi kamu hanya kecewa saja.Lebih baik sekarang kamu pergi temui Sasya,Bunda enggak mau hubungan diantara kalian terputus.Bagaimanapun juga kamu dan Sasya berhubungan baik dulunya."Ucap Bunda Marissa lemah lembut.


Varo menatap Bunda Marissa dan mengangguk.


TERIMA KASIH YANG SUDAH MENDUKUNG KARYA PERTAMA SAYA SAMPAI SEJAUH INI,MAAF JIKA CERITANYA MEMBOSANKAN ATAU BERTELE-TELE TAPI MEMANG SEGINI YANG SAYA MAMPU.


SEKALI LAGI SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK YANG SUDAH MENDUKUNG KARYA SAYA,JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE🤗

__ADS_1


SEMOGA KITA SELALU DIBERIKAN KESEHATAN,TETAP STAY❤️


__ADS_2