
1 Minggu berlalu
Zanna masih saja belum terbangun dari tidur panjangnya,selama itu juga Varo terus setia berada di samping Zanna.
"Na cepat bangun,gue khawatir banget sama lo.Setelah lo sadar lo mau marahin gue gak papa,gue lebih suka kalau lo marah daripada begini.Na bangun,gue mohon."Ucap Varo lirih.
Tiiiiittttt
Tiba-tiba saja layar monitor menunjukkan satu garis lurus dan berbunyi,Varo yang melihat itu langsung pergi keluar memanggil Ayah Nando dengan paniknya.
"Yah Zanna Yah."Ucap Varo gemetar.
Ayah Nando langsung masuk ke ruang ICU dengan beberapa suster.
"Bun Zanna Bun."Ucap Varo gemetar dan menatap Bunda Marissa.
"Kamu yang tenang ya."Ucap Bunda Marissa dan memeluk Varo.
Mama Nia pun menangis di pelukan P.Subroto.
"Pa,Zanna akan baik-baik saja kan."Ucap Mama Nia sesenggukan.
"Iya ma,Zanna akan baik-baik saja.Mama yang tenang ya."Ucap P.Subroto.
Tak lama kemudian
Ayah Nando keluar dari ruang ICU dengan wajah sedikit panik dan lega.
"Yah,Zanna gimana?"Tanya Varo cepat.
"Alhamdulillah Zanna udah sadar,walaupun tadi memang jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa detik."Jawab Ayah Nando tersenyum lega.
Semua yang ada di sana pun merasa sangat lega dan bersyukur akhirnya Zanna sudah sadar dari komanya.
"Varo boleh masuk gak Yah,Varo pengen ketemu Zanna?"Ucap Varo.
"Boleh,tapi jangan terlalu ajak dia berbicara.Nanti setelah dia benar-benar pulih baru kamu bisa menyuruh Zanna untuk menceritakan semuanya."Ucap Ayah Nando.
Varo mengangguk dan segera melangkah masuk ke dalam ruang ICU untuk menemui Zanna.
"Al."Ucap Zanna pelan saat melihat Varo,tanpa sadar air mata Zanna pun menetes.
"Jangan nangis,ada gue disini."Ucap Varo pelan dan menghapus air mata Zanna.
"Al,Laila.Laila,dia-."
"Sssttt iya gue tahu,lo tenang aja ya.Laila gak bakalan ganggu lo lagi."Ucap Varo menenangkan,terlihat jelas dari sorot mata Zanna kalau dia merasa sangat ketakutan.
Tak berapa lama Varo pun keluar dari ICU untuk membiarkan Zanna berisitirahat.
"Bagaimana Al Zanna?"Tanya Bunda Marissa.
"Zanna baik-baik aja Bun,tadinya Zanna mau bilang soal Laila tapi Varo mencegahnya.Kondisi Zanna belum pulih benar soalnya."Ucap Varo.
"Iya enggak apa-apa,yang terpenting sekarang Zanna sudah sadar.Semoga saja segera pulih."Ucap Bunda Marissa.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian
Zanna sudah dipindahkan dari ICU ke ruang rawat inap VVIP,kondisi Zanna semakin membaik.
"Ma."Panggil Zanna pelan.
Mama Nia dan Bunda Marissa yang sedang duduk di sofa pun menoleh kearah Zanna,Mama Nia berdiri dari duduknya dan menghampiri Zanna.
"Iya Na,butuh sesuatu?"Ucap Mama Nia membelai lembut rambut Zanna.
"Ma,di dalam mimpi Zanna.Zanna lihat Laila yang mengenakan baju warna putih tersenyum sama Zanna dan bilang maaf,Laila bersama dengan seorang anak kecil laki-laki yang Zanna gak bisa lihat wajahnya.Zanna mau kejar Laila tapi tiba-tiba Zanna bangun."Ucap Zanna.
"Zanna takut ma sama Laila,waktu itu Laila bawa pisau mau nusuk Zanna."Ucap Zanna menatap Mama Nia dengan mata yang berkaca-kaca.
Mama Nia pun langsung memeluk Zanna.
"Kamu jangan takut lagi ya,Laila sudah meninggal dalam kecelakaan itu.Laila gak akan ganggu kamu lagi kok."Ucap Mama Nia.
"Terus siapa ma anak kecil yang bersama dengan Laila?"Tanya Zanna.
"Sudah,kamu enggak perlu memikirkan itu ya.Yang harus kamu pikirkan adalah kesembuhan kamu."Ucap Mama Nia.
Apa mungkin anak kecil yang Zanna lihat di mimpinya yang bersama dengan Laila itu adalah anaknya Zanna'Batin Mama Nia'
Menjelang malam Varo pun datang bersama dengan Ayah Nando.
"Bagaimana kondisi lo,apa ada yang sakit?"Tanya Varo menatap Zanna,Zanna menggeleng.
"Gue lapar mau makan."Ucap Zanna.
P.Subroto,Mama Nia,Ayah Nando dan Bunda Marissa pun memutuskan untuk keluar dari ruang rawat Zanna.
Mereka mengobrol di luar ruangan Zanna sedikit menjauh.
"Besan,apakah Zanna secepatnya harus diberitahu kalau dia mengalami keguguran saat kecelakaan itu?"Ucap Ayah Nando menatap P.Subroto.
"Enggak Yah jangan,nanti pasti Zanna akan merasa sangat sedih.Bunda enggak tega lihatnya."Sahut Bunda Marissa.
"Tapi Bun,kalau Zanna enggak diberitahu pasti dia juga bakalan merasa sangat sedih.Dan pastinya dia akan kecewa kepada kita,kenapa kita tidak memberitahu kalau Zanna sempat keguguran."Ucap Ayah Nando.
"Iya saya setuju,apapun itu kita juga harus memberitahu Zanna yang sebenarnya.Sepahit apapun kenyataan itu."Sahut Mama Nia.
Dan sudah diputuskan mereka akan memberitahu Zanna setelah Zanna selesai makan malam.
Di dalam ruang rawat Zanna
Zanna pun makan dengan disuapi Varo.
"Ini minum."Ucap Varo sambil memberikan segelas air putih kepada Zanna,Zanna menerimanya dan meminumnya.
Setelah itu memberikan gelas kosong itu kepada Varo,Varo menerimanya dan menaruhnya di atas nakas.
Varo pun menatap Zanna dalam diam.
"Kenapa?"Ucap Zanna.
__ADS_1
"Lo percaya gak kalau gue khawatir sama lo saat lo koma?'Ucap Varo.
"Percaya."
"Kenapa?"
"Mana ada sih Al seorang suami yang gak khawatir sama istrinya yang lagi sakit."Ucap Zanna tersenyum.
Varo pun langsung memeluk Zanna.
"Lo jangan sakit lagi ya Na,gue khawatir banget sama lo."Ucap Varo pelan.
"Iya,kalaupun gue sakit kan ada lo yang bakalan rawat gue."Ucap Zanna.
"Bisa aja."
"Al."Panggil Zanna pelan,posisi mereka masih berpelukan.
"Iya?"
"Waktu gue lari dikejar sama Laila yang bawa pisau perut gue sakit banget Al,gue gak kena penyakit apa-apa kan.Gue takut nanti kena penyakit berbahaya Al."Ucap Zanna yang baru saja menceritakan kejadian yang dia alami,itu saja hanya sedikit.
"Lo gak kena penyakit apa-apa kok Na,lo tenang aja ya."Ucap Varo.
"Beneran?"
"Iya bener,lo gak papa kok."
"Kamu mengalami keguguran Na waktu kecelakaan."Sahut Mama Nia tiba-tiba yang sudah berdiri di ambang pintu ruang rawat Zanna bersama dengan P.Subroto,Bunda Marissa dan Ayah Nando,mereka mendengar semua pembicaraan Varo dan Zanna.
Varo dan Zanna pun melepaskan pelukan mereka dan menatap Mama Nia.
"Apa maksud Mama?"Tanya Zanna.
Mama Nia berjalan mendekati Zanna dan memeluknya.
"Kamu yang sabar ya Na,kamu keguguran waktu kecelakaan itu."Bisik Mama Nia di telinga Zanna.
"Hiks Mama pasti bohong."Ucap Zanna yang langsung menangis dan melepaskan pelukan Mama Nia.
"Mama enggak bohong Na,kamu yang sabar ya."Ucap Mama Nia yang ikut sedih melihat Zanna menangis.
"Hiks hiks Al."Ucap Zanna dan langsung memeluk Varo yang berdiri di samping Mama Nia.
"Maafin gue Al,gue gak bisa hiks jaga calon anak kita."Ucap Zanna pelan dan terisak.
"Enggak Na,ini semua bukan salah lo.Udah jangan nangis lagi."Ucap Varo pelan.
Varo tak menyangka jika Mama Nia akan memberitahu Zanna tentang dia keguguran secepat ini,Varo tidak tega jika melihat Zanna terus saja bersedih.
Mama Nia dan P.Subroto pun memutuskan untuk pulang dan memberikan waktu untuk Zanna dan Varo.
Sementara Bunda Marissa dan Ayah Nando duduk di kursi tunggu yang berada di luar ruang rawat Zanna.
"Bunda merasa sangat sedih Yah,padahal Bunda sudah ingin sekali menggendong cucu."Ucap Bunda Marissa sedih dan menatap Ayah Nando.
__ADS_1
"Bunda yang sabar ya,Masih banyak kesempatan untuk Varo dan Zanna memiliki anak."Ucap Ayah Nando merangkul Bunda Marissa.