Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Berusaha Melupakan


__ADS_3

Raka memang selalu mengedepankan bisnis dan uang,bagaimana caranya agar dia bisa menjadi orang yang kaya raya.Jadi dia juga tidak terlalu memperhatikan anak dan istrinya.


"Setiap orang itu berbeda Pa,aku gak mau ya nanti kalau mereka nikah terus cerai."Ucap Rina menatap suaminya tajam.


"Ck,udah deh Ma.Gak usah khawatir berlebihan."Ucap Raka malas.


"Ini karena kamu gak perhatian sama anak Pa,dan juga terlalu memanjakan dia dengan kamu beliin barang-barang mewah,dengan kamu izinin Riko begini begitu."Omel Mama Rina,tiba-tiba matanya tertuju pada pintu masuk.


Seorang laki-laki yang cukup tampan dengan penampilan sedikit mirip preman,sedang berdiri mematung.


"Apa,Riko mau dijodohin sama Rianti?"Tanyanya terkejut,dia memang menyimak obrolan kedua orang tuanya karena penasaran.


Raka mengalihkan pandangannya dari koran,menatap istrinya dengan bingung.


Mereka memang belum memberitahu Riko soal ini,rencananya mereka akan memberitahu saat mereka akan menikah.Agar tidak ada acara kabur-kaburan segala,tapi sekarang Riko sudah tahu dan pasti dia akan menolak pernikahan ini.


"Jawab Pa,Ma.Apa bener aku bakalan dijodohin sama Rianti temennya Sasya?!"Tanya Riko sekali lagi,nada suaranya naik 1 oktaf.


"Iya,setelah dia lulus."Jawab Raka pelan.


Riko menggelengkan kepalanya kuat"Enggak,aku gak mau!"Ucapnya tegas dan pergi ke kamarnya,Rina dan Raka hanya diam dan saling menatap satu sama lain.





"Assalamualaikum."Ucap Sasya pelan dan melangkah masuk ke dalam rumah,sepi dan hening.


Sasya sekarang hanya bisa menatap foto kedua orang tuanya,dia duduk di sofa sambil memejamkan matanya.


Tak terasa bulir-bulir air mata mulai berjatuhan membasahi pipi mulusnya,dia merasa sangat sedih dan hancur.


Sasya sangat menyayangi kedua orang tuanya,Ibu Sasya seorang ibu rumah tangga dan Ayahnya seorang kuli bangunan.


Dan mobil yang dipakai orang tua Sasya itu adalah mobil pemberian bos Ayahnya karena pekerjaan Ayah Sasya sangat bagus.


"Tuhan,mengapa kau mengambil kedua orang tuaku hiks hiks.Kenapa kau tak ambil aku juga agar aku bisa bertemu kedua orang tuaku dan berkumpul kembali."Ucap Sasya sesenggukan.


Sasya juga sangat menyesal telah menyia-nyiakan Varo,jika waktu bisa diputar dia tidak akan melakukan hal bodoh dengan cara menjalin hubungan dengan Riko saat dia masih menjadi pacarnya Varo.

__ADS_1


Sekarang menyesal pun tak ada gunanya,Sasya pasrah dengan jalan hidupnya karena ini sudah takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa.





Zanna baru saja selesai makan siang dengan Mama Nia,gadis itu sekarang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang.


Dia melamun menatap langit-langit kamar,dia sangat tersiksa melihat kedekatan Keisha dan Varo.


Jujur saja,dari Sekolah Dasar sampai dia SMP,dia tidak punya teman dekat mungkin hanya saling kenal dan mengobrol.


Tapi saat SMA dia berteman dengan Keisha dan merasa sangat nyaman dan berbeda,Zanna bahkan menganggap Keisha adalah saudarinya begitupun sebaliknya.Sebisa mungkin Zanna memendam dalam-dalam perasaannya pada Varo,dia tidak ingin Keisha tahu jika dia menyukai Varo.


Zanna akan mengikuti alur hidupnya,setelah lulus SMA Zanna pasti tidak akan bertemu dengan Varo lagi.Walaupun lulusnya masih lama.


"Baiklah,gue pasti bisa lupain Varo."Gumam Zanna menyemangati dirinya sendiri.





"Al,gue pengen nanya deh."Ucap Darren di sela-sela makan siangnya.


"Nanya aja,ngapain pakek izin segala."Jawab Varo sambil terus makan.


"Lo beneran suka gak sih sama Keisha?"Pertanyaan Darren sontak membuat Varo tersedak,segera dia meminum jusnya.


"Kok lo nanyanya gitu?"Tanya balik Varo gugup.


"Karena gue tuh ngerasa kalau lo gak suka sama Keisha,jangan bilang kalau lo masih suka sama Sasya."Selidik Darren,Varo hanya diam.


Darren menyimpulkan bahwa diamnya Varo berarti Varo memang masih mencintai Sasya,Varo masih diam tak bergeming.


"Al,kalau lo gak suka sama Keisha.Buat apa lo pacarin dia?!"Tanya Darren dengan amarah tertahan,karena mereka sedang berada di restoran dan banyak orang.


"Y-ya karena gue pikir dengan gue pacaran sama Keisha,gue bisa lupain Sasya.Tapi nyatanya enggak."Jawab Varo dengan nada sedih,Darren tertawa mendengar penuturan Varo.

__ADS_1


"Kok lo ketawa sih,gak ada yang lucu tahu."Gerutu Varo kesal.


"Lucu sih menurut gue,emang apa sih yang buat lo tertarik sama Sasya.Dan lo belum move on sampai sekarang."Ucap Darren.


"Jujur nih gue,Sasya itu gadis yang baik dan ceria tapi gak tahu kenapa dia sekarang jadi jahat gitu.Terus dia juga termasuk gadis yang cantik,tapi entah mengapa dia tega mengkhianati gue."Jawab Varo jujur.


"Udah deh,lo itu ribet tahu nggak."Ucap Darren berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kasir,Varo pun mengikutinya.





"Rianti."Panggil Papa Bima saat melihat putri semata wayangnya yang ia benci baru masuk ke dalam rumah,Rianti hanya menatap Bima yang sedang duduk di sofa ruang tamu sekilas dan melanjutkan langkahnya ke kamar.


"Kamu tuh punya kuping gak sih,dasar pembunuh!!!"Bentak Bima.


Rianti membalikkan badannya."Papa yang kenapa,aku gak mau Pa nikah sama Riko.Apa alasan yang sebenarnya,gak mungkin kan karena persahabatan?"Tanya Rianti dengan volume sedang,dan mengabaikan kata 'pembunuh'yang dilontarkan oleh Bima.


"Kamu yakin mau dengar alasan yang sebenarnya?"Tanya Bima sambil tersenyum menyeringai,Rianti hanya mengangguk.


"Kamu tahu kan kalau di dunia ini gak ada yang gratis,jadi aku menyuruh kamu nikah sama Riko setelah lulus.Terus Papanya bayarin hutangku,aku kan berhutang untuk biayai kamu.Aku baik kan,padahal kamu kan udah bunuh istriku."Ucap Bima sinis dan memutari tubuh Rianti.


"Berapa kali harus ku katakan,aku gak bunuh Mama.Itu semua kecelakaan,asal kamu tahu itu!!!"Teriak Rianti histeris dan menangis,Bima tertawa dengan keras.


"Hahaha,baiklah baiklah.Mana ada pembunuh ngaku."Ucap Bima dan pergi,Rianti pun pergi ke kamarnya dengan berlari.


'Brakkk'


Rianti menutup pintu dengan keras,tubuhnya merosot ke bawah dan menyandar pada pintu.


"Ma,aku gak sengaja Ma.Aku sayang Mama aku gak mungkin bunuh Mama,Mama sayang kan sama aku?!?"Teriak Rianti dengan keras,untung kamarnya kedap suara.


"Ma,maafin Rianti Ma,Maafin Rianti hu hu hu!!!"Teriak Rianti kembali,tangisnya begitu pilu dan menyayat hati.


Rianti kembali teringat pada kejadian 2 tahun yang lalu,waktu dia masih kelas 10 SMA.


Waktu itu di siang hari,Lina Mamanya Rianti sedang asik berkebun walaupun udah tengah hari.


"Ma,makan siang dulu.Udah siang lho ini!!"Teriak Rianti dari teras rumah,Lina menoleh sekilas dan tersenyum.

__ADS_1


"Iya bentar lagi sayang!!"Jawab Lina masih sibuk mengurusi bunga-bunga.


__ADS_2