
Al,Bunda enggak nyangka kamu ngelakuin hal itu sama Sasya.Padahal dulu kamu sendiri yang bilang kalau kamu akan menikahi Sasya setelah kamu lulus kuliah,tapi apa ini.Sasya hamil,dan usia kandungannya sudah memasuki 3 bulan'Batin Bunda Marissa'
Bunda Marissa duduk di kursi tunggu dengan perasaan yang sangat kecewa kepada Varo.
"Ayah harus tahu soal ini."Gumam Bunda Marissa.
Bunda Marissa pun mengambil handphonenya yang berada di dalam tas lalu menghubungi Ayah Nando.
Dering pertama langsung diangkat oleh Ayah Nando.
"Hallo Bun ada apa?"Tanya Ayah Nando.
"Yah,Sasya hamil."Jawab Bunda Marissa pelan.
"Apa,Sasya hamil.Bunda jangan bercanda deh,bagaimana mungkin Sasya hamil dan siapa yang sudah menghamilinya."
"Bunda serius Yah Bunda enggak bercanda ini Bunda lagi ada di rumah sakit Permatasari,mengenai siapa yang menghamili Sasya jawabannya adalah Varo.Varo putra kita Yah."
"Bagaimana Bunda bisa yakin kalau Varo yang melakukannya?"Tanya Ayah Nando.
"Ya iyalah Yah,mana mungkin sih Sasya merelakan tubuhnya untuk laki-laki lain selain Varo.Hubungan Varo sama Sasya itu deket banget Yah dan setelah Varo lulus kuliah mereka akan menikah kan,makanya mereka berani macam-macam kayak gini karena mereka yakin pada akhirnya mereka berdua juga bakalan nikah."
"Iya sih Bun,tapi bagaimana caranya.Varo kan sudah 2 tahun Bun enggak pulang."Ucap Ayah Nando.
"Ya bisa saja kan Yah Varo pulang kesini tanpa memberitahu kita,terus Varo menemui Sasya."
"Apa Sasya sudah tahu kalau dia lagi hamil?"Tanya Ayah Nando.
"Kayaknya sih enggak Yah,soalnya Sasya enggak ngomong apa-apa sama Bunda.Usia kandungan Sasya juga sudah memasuki usia 3 bulan."Jawab Bunda Marissa.
"Yasudah semoga saja Sasya belum tahu kalau dirinya sedang hamil,nanti Ayah akan telfon Varo dan menyuruhnya untuk segera pulang ke Indonesia.Dan nantinya Ayah juga akan mengumpulkan kita semua,setelah itu Ayah akan katakan yang sebenarnya."Ucap Ayah Nando.
"Iya Yah,kalau begitu Bunda tutup dulu ya telfonnya."
Tut
Panggilan pun terputus.
Bunda Marissa menundukkan kepalanya menatap handphonenya yang dia pegang.
"Tante."Panggil Sasya pelan yang sudah berdiri didepan pintu ruang pemeriksaan.
__ADS_1
Bunda Marissa mendongakkan kepalanya dan terkejut melihat Sasya.
"Emmm i-iya,ada apa?"Tanya Bunda Marissa gugup dan berdiri dari duduknya.
"Kenapa Sasya dibawa ke rumah sakit Tan,Sasya baik-baik aja."Ucap Sasya dan berjalan menghampiri Bunda Marissa.
"Ya Tante khawatir sama kamu,soalnya kamu tadi muntah-muntah terus pingsan."Ucap Bunda Marissa mencoba tersenyum.
Sepertinya Sasya tadi tidak mendengarkan percakapan aku sama Ayah'Batin Bunda Marissa'
Karena tadi Bunda Marissa berfikir jika Sasya mendengarkan percakapannya dengan Ayah Nando,tapi sepertinya Sasya tidak mendengarkan percakapannya.
"Iya nih Tan,akhir-akhir ini Sasya sering banget muntah-muntah apalagi setiap pagi saat baru bangun tidur.Sasya juga kadang merasa pusing."Ucap Sasya mengatakan apa yang akhir-akhir ini dia alami.
Bagaimana kamu enggak muntah dan pusing Sya,kamu lagi hamil dan itu biasa terjadi kepada ibu hamil'Batin Bunda Marissa'
"Mungkin karena kamu kelelahan dan tidak memperhatikan makanan yang kamu makan makanya kamu muntah dan pusing."Ucap Bunda Marissa.
"Iya Tan bisa jadi,yaudah Tan ayo sekarang kita pulang.Sasya juga udah baik-baik aja Tan."
"Ayo,tapi sebelum pulang Tante harus pergi dulu ke apotek sebelah rumah sakit ini untuk menebus vitamin kamu."Ucap Bunda Marissa.
"Biar Sasya aja Tan yang ke apotek."
"Yaudah kalau gitu makasih ya Tan,Sasya tunggu di mobil."Ucap Sasya.
"Iya."Ucap Bunda Marissa tersenyum.
Sasya pun melangkah pergi dari sana menuju parkiran.
Bunda Marissa pun melangkah pergi ke apotek yang terletak di sebelah rumah sakit itu,setelah menebus vitamin Sasya Bunda Marissa berdiri didepan apotek sambil memandangi botol vitamin untuk Sasya.
Bunda Marissa melepas label botol vitamin itu dan membuangnya ke tempat sampah,setelah itu Bunda Marissa pergi ke parkiran rumah sakit.
Sesampainya di parkiran rumah sakit Bunda Marissa melihat Sasya yang sedang berdiri di samping badan mobil.
"Sasya,ngapain enggak masuk kedalam mobil?"Tanya Bunda Marissa saat sudah berdiri dihadapan Sasya.
"Enggak apa-apa Tan,Sasya nungguin Tante."
"Baik banget,oh iya ini vitaminnya.Kamu minum ya."Ucap Bunda Marissa sambil memberikan botol vitamin itu,Sasya pun menerimanya.
__ADS_1
"Makasih banyak ya Tan."Ucap Sasya tersenyum.
"Iya sama-sama,yasudah ayo masuk kedalam mobil."Ucap Bunda Marissa dan masuk kedalam mobil,diikuti Sasya.
Pak sopir pun melajukan mobilnya menuju rumah Sasya untuk mengantar Sasya pulang.
•
•
•
Jam pulang kampus pun tiba
Laila udah masuk kuliah kan,bisa dong gue gak usah pulang bersama Kevin dengan alasan harus menemani Laila pulang'Batin Zanna'
"Mira,lihat diluar kelas ada Kevin nggak."Perintah Zanna pada Mira yang sudah bersiap untuk pulang.
"Bentar,gue lihat."Ucap Mira dan melangkah pergi melihat keluar kelas.
"Gak ada Zanna."Ucap Mira dan melihat kearah Zanna.
"Beneran,thanks ya.Lo kalau mau pulang,pulang aja."Ucap Zanna senang karena pasti hari ini Zanna pulang tidak diantar oleh Kevin.
"Yaudah,kalau gitu gue pulang dulu ya."Ucap Mira dan melangkah pergi.
Zanna pun berlari keluar kelas karena ingin segera menemui Laila,pasti sekarang Laila sedang menunggunya didepan kampus untuk pulang bersama.
"Mau kemana?"Tanya sebuah suara tiba-tiba dari arah belakang Zanna dan memegang pergelangan tangan Zanna sampai Zanna tertarik dengan sedikit kuat sampai berada dalam pelukan Kevin,orang itu adalah Kevin.
Kevin tadi sudah menunggu diluar kelas Zanna,tapi Kevin kebelet jadi dia pergi ke toilet sebentar.
Saat Kevin kembali lagi ke kelas Zanna Kevin melihat Zanna yang sedang berlari,Kevin pun langsung memegang pergelangan tangan Zanna sampai Zanna berada dalam pelukannya.
Kevin pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini,Kevin pun langsung memeluk Zanna dengan erat.
Jangankan dipeluk,Zanna saja enggak mau Kevin memegang tangannya.
"Kevin lo apa-apaan sih,lepasin."Ucap Zanna meronta.
"Gak mau,lo tahu kan kalau kesempatan gak datang 2 kali."Ucap Kevin santai,dan tak peduli kalau ada orang yang melihatnya memeluk Zanna sekalipun orang itu adalah dosen.
__ADS_1
Sial,tadi kata Mira Kevin gak ada.Dasar Mira'Batin Zanna'
Zanna pun mencubit pinggang Kevin dengan sangat greget,Zanna juga menggigit lengan kiri Kevin.