Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Rumah Sakit


__ADS_3

Keisha terus mengikuti laki-laki itu sampai laki-laki itu masuk ke dalam salah satu ruang rawat inap,Keisha akan mengintip ke dalam tapi ponselnya berdering.


Ternyata Mama Rita yang telfon,Keisha sedikit menjauh dari ruangan itu dan mengangkat telfonnya.


"Hallo Ma."Sapa Keisha saat sambungan terhubung.


''Hallo,kamu dimana kok gak ada di belakang Mama?"Tanya Mama Rita khawatir.


"Maaf Ma,ini Keisha lagi jenguk teman di rumah sakit ini juga kok."Jawab Keisha berbohong.


"Ooo,yaudah kalau gitu.Nanti tunggu Mama di mobil aja ya."


"Iya Ma,yaudah kalau gitu Keisha tutup dulu ya telfonnya."


Sambungan telfon pun terputus,Keisha pun mulai mendekati ruang inap tadi dan membuka pintunya.


Pelan,sangat pelan sampai tak menimbulkan suara apapun.Dannn waaaaa.


Keisha melihat Varo menyuapi Sasya makan sambil bercanda,hati Keisha sangat sakit melihat itu.


'Klotak'


Handphone Keisha pun terjatuh dari genggamannya dan itu membuat Varo dan Sasya menoleh ke arah pintu.


"Keisha."Gumam Varo pelan,sementara Sasya hanya menunduk.


Keisha segera mengambil handphonenya yang jatuh dan segera pergi dari ruangan itu.


"Keisha!!"Varo pun meletakkan kotak makan siang yang masih berisi makanan di atas nakas.


Varo pun mengejar Keisha keluar ruangan dan berhasil memegang pergelangan tangannya.


"Sha,aku mohon.Dengerin aku ngomong."Ucap Varo sambil terus memegang pergelangan tangan Keisha yang terus memberontak.


"Dengerin gue dulu Sha."Ucap Varo lagi.


"Gue gak mau,lo mau jelasin apa.Udah jelas tadi gue lihat lo suapin Sasya makan sambil bercanda!!!"Teriak Keisha dan menghempaskan tangan Varo,Keisha terus saja menangis.


"Maaf mbak mas,ini rumah sakit jangan teriak-teriak."Tegur seorang suster yang kebetulan lewat,Keisha pun segera pergi dari situ.


"Iya sus maaf."Ucap Varo tak enak.


Suster itu pun tersenyum dan pergi dari sana.


Bugggh


Varo meninju tembok yang ada di sampingnya,dia memang tidak mencintai Keisha.


Tapi Varo tidak mau menyakiti hati gadis itu,Varo yang kesal pun pergi dari rumah sakit dan akan ke rumah Darren.


Sementara itu

__ADS_1


Sasya menatap ke arah pintu ruangannya,sudah 10 menit tapi Varo tak kunjung datang.


Sasya pun kembali merasakan rasa penyesalan itu,penyesalan dulu sudah mengkhianati Varo dan lebih memilih Riko yang jelas-jelas bukan pria yang baik.


Sementara itu


Keisha menangis sejadi-jadinya di dalam mobil,dia tidak siap jika harus kehilangan Varo.Jangankan kehilangan,melihat Varo bersama Sasya saja rasanya hati Keisha sudah hancur lebur.


Tak lama kemudian Mama Rita masuk ke dalam mobil,dia heran melihat Keisha sedang menangis sampai tidak menyadari kedatangannya.


Mama Rita menyentuh pundak Keisha pelan.


"Kamu kenapa Sha,kok nangis?"Tanya Mama Rita,Keisha yang tersadar pun menghapus air matanya.


"Enggak,Keisha gak papa kok Ma."Jawab Keisha tanpa menoleh ke arah Mamanya.


"Gak kenapa-kenapa kok nangis sampai gak tahu kalau mamanya udah di sini?"Tanya Mama Rita heran,Keisha pun menoleh ke arah Mama Rita.


"Keisha cuma sedih aja Ma,lihat temen Keisha sakit ."Jawab Keisha berbohong.


"Lembut banget sih hati kamu,kamu do'a in aja temen kamu supaya cepat sembuh."Ucap Mama Rita mengelus lembut kepala Keisha.


"Iya Ma,kita pulang sekarang."


Keisha segera tancap gas pergi dari rumah sakit.


Sementara itu


"Darren nya ada Pak?"Tanya Varo pada satpam yang jaga di rumah Darren,Pak Damar namanya.


"Ada mas,silahkan masuk."Jawab Pak Damar dan membukakan pintu gerbang,Varo pun melajukan motornya dan memarkirkannya di halaman.


Setelah itu Varo berjalan masuk ke dalam rumah.


"Tumben lo kesini?"Tanya Darren yang melihat Varo sambil mengelap meja ruang tamu.


"Rajin amat lo,tumben."Jawab Varo yang langsung menuju ke kamar Darren yang ada di lantai 2,tak lama Darren pun menyusulnya.


'Ceklek'


"Hahaha,kenapa lo?"Tanya Darren menutup pintu dan berjalan ke arah Varo yang sedang duduk di atas kasur dengan wajah yang masam,Varo menghela nafas dan menghembuskan nya dengan kasar.


Varo pun beranjak dari kasur dan berjalan muter-muter gak jelas.


"Keisha,Keisha tadi lihat gue suapin Sasya makan sambil bercanda tadi di rumah sakit."Gumam Varo pelan.


"Terus?"Tanya Darren santai dan merebahkan tubuhnya di kasur.


"Ya ini,Keisha salah paham.Gue gak mau jujur tentang Sasya yang kecelakaan terus gue sama Bunda yang rawat dia karena gue gak mau Keisha salah paham,dan sekarang dia marah sama gue.Padahal baru aja tadi baikan."Jawab Varo kesal.


"Keisha kok bisa ada di rumah sakit?"Tanya Darren lagi.

__ADS_1


"Gue juga gak tahu."Jawab Varo lesu dan duduk di tepi kasur,Darren bangun dari rebahannya.


"Kok lo galau banget sih,bukannya lo gak cinta ya sama Keisha?"Tanya Darren tersenyum masam,Varo menoleh ke arah Darren.


"Gue emang gak cinta sama Keisha,tapi gue gak mau nyakitin dia."Jawab Varo.


"Lebih sakit lagi kalau Keisha tahu lo gak pernah cinta sama dia selama ini,walaupun lo pacaran sama dia."Ucap Darren menohok,Varo mengerutkan keningnya.


"Omongan lo emang bener,tapi setidaknya gue udah berusaha untuk mencintai Keisha."


"Terserah elu deh,pusing gue."





Keisha baru saja sampai di rumah.


"Keisha ke kamar dulu ya Ma."Pamit Keisha setelah memarkirkan mobilnya di garasi.


"Iya sayang."


Keisha tersenyum dan bergegas pergi ke kamarnya,Mama Rita pun merasa heran dengan sikap putrinya.


Dia terlihat sangat sedih sejak di rumah sakit tadi.


Di dalam kamar


Keisha menangis sejadi-jadinya,Keisha terduduk di lantai dengan terisak.


Sebenarnya Keisha ingin sekali menghancurkan barang-barang yang ada di dalam kamarnya ini,tapi Keisha berfikir.Dia tidak mau membereskan kekacauan yang dia buat nanti dan mengganti barang-barang yang dia rusak.


Tiba-tiba mata Keisha tak sengaja melihat 2 bunga mawar merah yang dari Varo tergeletak di atas kasurnya,Keisha pun berdiri dari duduknya.


Dia mengambil bunga mawar itu dan meremasnya sampai hancur dengan penuh amarah.





"Kamu kapan lulusnya Na,dan mau kuliah di mana rencananya?"Tanya Mama Nia sambil menyiapkan makan malam dibantu oleh Zanna.


"Belum tahu Ma."Jawab Zanna.


"Kamu mau kuliah di mana setelah lulus?"Tanya P.Subroto yang datang dari ruang tamu dan duduk di kursi meja makan,diikuti Mama Nia dan Zanna.


"Belum tahu Pa."

__ADS_1


"Dimana pun itu,Papa sama Mama selalu dukung keputusan kamu."Ucap Mama Nia tersenyum,mereka pun mulai makan malam.


__ADS_2