Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Zanna Sakit


__ADS_3

Pukul 10.00 malam


Suasana di hotel tempat dilangsungkannya pernikahan Darren dan Keisha sudah mulai sepi,tamu-tamu yang hadir pun juga sudah pulang.


Kedua orang tua Keisha dan Darren memutuskan untuk menginap semalam di hotel,Keisha dan juga Darren pastinya juga menginap di hotel.


Sesampainya di dalam kamar hotel Keisha langsung menuju kamar mandi tanpa memperdulikan Darren,Keisha mandi dengan sangat nyaman dan santai tanpa memikirkan apapun.


Tak berselang lama Keisha sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan lengkap memakai baju tidur dan terlihat lebih segar.


"Lo gak mandi?"Tanya Keisha menatap Darren yang sedang duduk di tepi ranjang sambil memainkan handphonenya.


"Mandi."Jawab Darren mendongakkan kepalanya.


Darren pun bergegas pergi ke kamar mandi.


Keisha mengerutkan keningnya melihat ada bunga mawar yang berbentuk hati bertaburan di atas ranjang,terlihat sangat cantik dan romantis tapi Keisha tak menyukai itu.


Keisha pun membersihkan bunga-bunga itu.


Tapi tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang,Keisha membalikkan badannya dan menatap Darren yang sudah memeluknya.


"Kenapa?"Tanya Darren saat melihat Keisha terus menatapnya.


"Gak sopan lo,main peluk-peluk aja."Ucap Keisha.


"Terserah gue dong,gue berhak peluk istri gue."Ucap Darren dan memeluk Keisha.


"Gue pengen kita menghabiskan malam yang panjang dengan bersenang-senang."Ucap Darren berbisik lembut di telinga Keisha.


Keisha yang mendengar itu pun merasa geli karena hembusan nafas Darren.


Darren pun langsung mencium bibir Keisha dengan tiba-tiba,Keisha pun terkejut tapi dia juga membalas ciuman Darren.


Perlahan Darren membaringkan Keisha ke atas ranjang dan langsung menimpanya.


"Gue pengen lebih."Ucap Darren pelan.


Keisha dengan malu-malu pun hanya mengangguk.


Tak menunggu waktu yang lama Darren pun langsung menerkam Keisha.


Akhirnya malam yang panjang itu pun mereka lalui dengan kegiatan panas mereka.


Dengan cahaya lampu yang temaram.





Pagi pagi sekali

__ADS_1


Zanna terbangun dari tidurnya,dia merasa sangat tidak nyaman dengan perutnya.


Zanna juga merasa perutnya sakit dan mual.


Zanna pun berlari kearah kamar mandi dan muntah dengan hebat,perutnya juga terasa sangat sakit.


"Aduhhh,ini gue kenapa."Gumam Zanna lemas.


Zanna membasuh mulut dan tangannya lalu kembali berjalan kearah ranjangnya dan melihat jam berapa sekarang,baru jam 4 pagi.


Zanna pun merasa perutnya kembali sakit,Zanna pun kembali lagi ke kamar mandi.


Tak lama kemudian Zanna sudah kembali lagi dan duduk di tepi ranjang dengan wajah pucat dan keringat yang bercucuran.


Dan,Zanna bolak-balik ke kamar mandi sampai pagi tiba sampai waktunya sarapan.


"Ma,Zanna kok belum turun.Apa enggak pergi ke kampus."Ucap P.Subroto saat sudah selesai sarapan.


"Enggak tahu ya pa,mungkin Zanna enggak masuk pagi.Nanti Mama lihat Zanna,papa berangkat saja ke kampus."Ucap Mama Nia.


P.Subroto pun berangkat ke kampus tempat dia mengajar.


Selama ini walaupun Zanna sudah bekerja P.Subroto tidak ingin berhenti mengajar di kampus,jadi sampai sekarang P.Subroto masih mengajar di salah satu universitas negeri yang ada di kota itu.


Mama Nia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar Zanna.


Sesampainya di depan pintu kamar Zanna Mama Nia mengetuk pintu.


"Na,kamu sudah bangun?!"Ucap Mama Nia,tapi tak ada jawaban.


"Zanna,kenapa?"Ucap Mama Nia khawatir dan berjalan menghampiri Zanna.


Zanna mendongakkan kepalanya menatap Mama Nia dan menangis.


"Ma hiks,perut Zanna sakit banget ma hiks.Dari tadi pagi."Ucap Zanna.


"Yasudah,kita ke rumah sakit saja ya sekarang."Ucap Mama Nia dan berjongkok di samping Zanna,Zanna hanya mengangguk.


Mama Nia pun membantu Zanna berdiri dan mendudukkannya di tepi ranjang.


"Sakit banget ya Na?"Ucap Mama Nia khawatir dan mengelus-elus perut Zanna.


"Iya ma hiks,dari tadi pagi pagi sekali Zanna bolak-balik pergi ke kamar mandi hiks muntah ma.Zanna sampai gak sanggup,jijik juga sama muntahannya Zanna sendiri."Ucap Zanna menundukkan kepalanya.


"Yasudah,kamu tunggu disini Mama mau ke depan mencari taxi."Ucap Mama Nia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju depan rumah untuk mencegat taxi.


"Hiks demi apa,kenapa sih gue bisa sakit perut kayak gini."Gumam Zanna.


Tiba-tiba saja handphone Zanna yang ada di atas nakas berdering,Zanna mengambilnya dan melihat siapa yang telfon.


Ternyata Varo yang telfon,Zanna akan mengangkat telfon itu tapi keburu Mama Nia masuk ke dalam kamar Zanna.


"Mama sudah nyetop taxi Na,ayo Mama bantu kamu jalan ke depan rumah."Ucap Mama Nia.

__ADS_1


Zanna kembali menaruh handphonenya di atas nakas dan berdiri dari duduknya.


Zanna dengan dibantu Mama Nia berjalan menuju taxi yang sudah terparkir di halaman depan rumah,Zanna pun masuk ke dalam taxi.


"Sebentar ya Na Mama mau ambil tas dulu."Ucap Mama Nia,Zanna hanya mengangguk.


Mama Nia segera masuk ke dalam rumah dan mengambil tasnya yang ada di dalam kamar,tak lupa Mama Nia juga menutup pintu depan dan menguncinya.


Setelah itu Mama Nia segera masuk ke dalam taxi,pak sopir pun segera melajukan taxi nya.


"Pak,ke rumah sakit ya.Cepat."Ucap Mama Nia panik,wajah Zanna begitu sangat pucat.


"Baik Bu."Ucap pak sopir dan menambah laju kecepatan mobilnya.


Sementara itu


Varo yang sedang berada di halaman rumahnya dan menaiki motornya mengerutkan keningnya menatap layar handphonenya,Zanna tidak mengangkat telfon nya.


"Zanna kemana kok gak angkat telfon dari gue,masak iya belum bangun."Gumam Varo.


Tiba-tiba saja ada telfon masuk,Varo sangat bahagia karena pasti Zanna itu yang telfon balik.


Tapi sayang,bukan Zanna yang telfon melainkan pihak rumah sakit.


"Iya hallo."Ucap Varo malas.


"Saya mau mengingatkan pak Al kalau 30 menit lagi pak Al akan melakukan operasi,saya harap bapak tidak telat."Ucap suara di seberang sana,perempuan.


"Iya,ini saya mau berangkat.Kamu siapkan saja semuanya yang diperlukan."Ucap Varo.


"Baik pak."


Tut


Panggilan pun terputus.


Varo menyimpan handphonenya di dalam saku celana dan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.





"Pak,kenapa kita ke rumah sakit ini?"Tanya Mama Nia saat taxi berhenti di depan rumah sakit Kasih Bunda.


"Maaf Bu,saya tahunya cuma rumah sakit ini sama rumah sakit Bintang Harapan.Orang baru saya,memangnya ibu mau pergi ke rumah sakit yang mana?"Tanya pak sopir taxi itu.


Padahal jika pergi ke rumah sakit Permatasari hanya memakan waktu 15 menit,jika pergi ke rumah sakit Kasih Bunda 30 menit dan jika pergi ke rumah sakit Bintang Harapan malah akan memakan waktu 1,5 jam.


"Enggak,yasudah pak ini uangnya.Terima kasih."Ucap Mama Nia dan menyodorkan selembar uang,pak sopir itu pun menerimanya.


Mama Nia segera keluar dari dalam taxi dengan Zanna yang kondisinya sudah sangat lemas,taxi pun melaju meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Ma,Zanna gak kuat lagi kalau harus jalan.Kepala Zanna pusing."Ucap Zanna pelan dan langsung duduk di bawah.


__ADS_2