Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Beda Alam


__ADS_3

Tak berselang lama taxi pun sampai di rumah sakit,tanpa berkata apa-apa Varo langsung keluar dari taxi dan berlari di sepanjang koridor rumah sakit.Sang sopir taxi pun hanya bengong.


"Dokter,suster tolong!!!"Beberapa dokter pun datang menghampiri Varo dan seorang suster membawa brankar,Varo meletakkan Sasya di atas brankar dan Sasya pun dibawa ke ruang UGD.


Varo terduduk sedih di kursi depan UGD, tiba-tiba ada yang menepuk bahu Varo.


"Mas."


Varo pun mendongakkan kepalanya.


"Ada apa ya pak?"Tanya Varo.


"Maaf mas,belum bayar ongkos taxi nya."Jawab orang itu yang ternyata adalah sopir taxi tadi,Varo pun jadi ingat kalau dia belum bayar.


"Oh iya pak,maaf saya lupa."Ucap Varo merogoh kantung celananya dan memberikan 1 lembar uang 50 ribu.


"Makasih mas,semoga mbaknya gak kenapa-kenapa.Saya permisi."Sopir taxi itu pun berlalu pergi.


Tiba-tiba ponsel Varo berdering,Varo merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.


Nama Bunda yang terpampang di layar ponsel,Varo segera menggeser tombol berwarna hijau.


"Hallo Assalamualaikum Bun."Sapa Varo saat panggilan sudah terhubung.


"Waalaikumsalam,kamu dimana Al.Bunda sama Ayah ini ada di depan apotek nyusulin kamu soalnya kamu lama banget,tapi disini cuma ada motor kamu."Ucap Bunda Marissa khawatir.


"Emmm anu Bun,Sasya kecelakaan.Jadi Varo sekarang ada di rumah sakit."Jawab Varo pelan takut Bunda Marissa marah,karena sudah membuatnya khawatir.


"Sasya yang pernah nginep di rumah itu?"Tanya Bunda Marissa terkejut.


"Iya Bun."


"Yaudah kalau gitu Bunda sama Ayah kesana aja sekarang."


"Enggak usah Bun,besok pagi aja.Sasya juga masih ditangani sama dokter."


"Yaudah kalau gitu,nanti kalau ada apa-apa telfon Bunda atau Ayah ya.Ini motor kamu gimana?"Tanya Bunda Marissa bingung.


Karena dia tidak bisa mengemudi,jika Ayah Nando membawa motor Varo.Terus Bunda Marissa gimana?


"Bunda tenang aja,besok Varo ambil."


"Yaudah kalau gitu Bunda tutup dulu ya telfonnya, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam Bun."


Sambungan pun terputus,beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruang UGD.Varo langsung menghampirinya.


"Gimana keadaan pasien di dalam dok?"Tanya Varo benar-benar khawatir.


"Alhamdulillah pasien baik-baik saja walaupun tadi sempat kritis,pasien juga akan dipindahkan ke ruang inap."Jawab dokter laki-laki itu tersenyum.

__ADS_1


"Gak ada yang serius kan dok, misalnya efek dari kecelakaan itu?"Tanya Varo lagi.


"Tidak ada,jadi anda jangan khawatir."


"Makasih banyak dok."Jawab Varo benar-benar lega,karena tadi pikiran-pikiran buruk tentang Sasya terus saja hinggap di otaknya.Sekarang dia merasa sangat tenang karena Sasya baik-baik saja.


Tak lama Sasya pun sudah di pindahkan ke ruang inap,Varo pun masuk ke ruangan Sasya.


Duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Sasya,menggenggam jari-jemari Sasya.


"Sya,gue yakin lo pasti baik-baik saja.Cepat sembuh."Ucap Varo pelan,entahlah dia merasa sangat sedih dan takut kehilangan Sasya.


Karena sudah malam, akhirnya Varo pun tertidur dengan menggenggam jari-jemari Sasya.





Keesokan harinya


"Non,Non Rianti bangun."Ucap Bi Laras membangunkan Rianti,tapi Rianti tak kunjung bangun juga.


Bi Laras pun menaruh telapak tangannya di dahi Rianti,astaga panas.Bi Laras pun segera turun ke bawah,tak lama setelah itu Bi Laras kembali ke kamar Rianti.


Dengan membawa sebaskom air untuk mengompres lengkap dengan handuk kecilnya,1 mangkuk bubur yang baru saja dibuat,segelas penuh air putih dan obat penurun panas.


Perlahan Rianti pun membuka matanya,dia merasa sangat pusing dan juga meriang.


"Makan dulu ya Non,Bibi sudah membuatkan Non bubur."


"Enggak mau Bi,Rianti mau tidur aja."Jawab Rianti lemah.


"Gak boleh gitu Non,Non Rianti harus makan setelah itu minum obat biar cepat sembuh.Bibi udah capek-capek buat bubur masak gak di makan."


Rianti tersenyum lalu mengangguk pelan,Rianti perlahan bangun dan duduk bersandar dibantu oleh Bi Laras.


Bi Laras pun mulai menyuapi Rianti,setelah makan Rianti pun minum obat dan kembali tidur.


Bi Laras mengompres Rianti sebentar,setelah itu bersiap-siap pergi ke sekolah Rianti untuk memberitahu pihak sekolah kalau hari ini Rianti gak masuk sekolah karena sedang sakit.





"Al,sayang bangun."Ucap Bunda Marissa membangunkan Varo,perlahan Varo pun membuka matanya.


"Eh ada Bunda."Sapa Varo nyengir dan melepaskan tangannya yang menggenggam jari-jemari Sasya.

__ADS_1


"Udah pagi,kamu pulang terus sekolah."


"Sekolahnya besok aja ya Bun,Varo masih ngantuk nih."


"Gak ada,sekarang kamu cepet pulang terus siap-siap ke sekolah.Sasya biar Bunda yang jaga,gak ada alasan.Tuh Darren udah nungguin kamu di luar!"Ucap Bunda Marissa tegas.


"Iya Bun,Varo pulang dulu Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam hati-hati."


Varo pun pergi meninggalkan ruang rawat inap Sasya dengan mata yang sangat berat,benar saja Darren sudah menunggunya di luar ruang rawat inap Sasya.


"Yaelah,kusut amat muka lo."Ejek Darren.


"Ngantuk banget gue,udah yuk pulang."


Mereka pun pulang ke rumah Varo.


"Kita belum telat kan ke sekolahnya?"Tanya Varo saat sudah sampai di halaman rumahnya.


"Belum,udah sana cepetan mandi."


Varo segera masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya lalu mandi.


15 menit kemudian


Varo sudah siap dengan seragam dan tas punggungnya dan menghampiri Darren yang masih di halaman rumahnya.


"Yaelah muka lo masih kusut aja,Sasya bakalan sembuh.Udah deh gak usah khawatir."


"Bukan itu,gue masih ngantuk."Ucap Varo dan menguap.


"Lemah banget lo."Ejek Darren.


"Lemah itu bukannya yang kita pijak ini ya?"Tanya Varo usil.


"Itu tanah bego."Jawab Darren benar-benar kesal.


"Mulut lo jahat banget sih kalau ngomong,sama aja kan.Lemah itu sebutan dalam Bahasa Jawa,kalau tanah itu sebutan dalam Bahasa Indonesia.Tapi artinya sama aja."Ucap Varo menjelaskan seperti guru.


"Udah deh, berangkat yuk nanti telat lagi."


"Gue bonceng lo ya."


"Astaga Bambang,itu tuh motor lo.Udah gue ambilin tadi."Ucap. Darren nyolot.


"Iya makasih,tapi kan gue masih ngantuk.Kalau gue bawa motor sendiri nanti di jalan mleot lagi,trs pas gue buka mata beda alam deh kita."Ucap Varo mengsedih.


"Ck iya deh dari pada telat,udah buruan naik."


Mereka pun berangkat sekolah dengan Varo dibonceng Darren,saat mereka sudah sampai di parkiran sekolah bel masuk pun berbunyi.

__ADS_1


Mereka pun cepat-cepat menuju ke kelas.


__ADS_2