
Rianti yang sadar pun melepaskan tangannya yang memeluk Riko dan turun dari motor diikuti Riko.
Riko langsung berjalan masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan Rianti,Rianti pun bingung dia harus mengikuti Riko masuk ke dalam rumah atau diam di halaman.
Tiba-tiba saja ada seorang pembantu yang nyamperin Rianti.
"Non Rianti ya?"Tanyanya,Rianti hanya mengangguk.
"Mari ikut saya ke dalam rumah,Ny.Ratna sudah nunggu."Ucap pembantu itu berjalan terlebih dahulu,Rianti pun mengikutinya.
Saat Rianti memasuki ruang tamu,terlihat Riko dan Rina sedang duduk berhadapan.
"Kamu apa kabar Rianti?"Tanya Rina berdiri dari duduknya dan menghampiri Rianti sambil tersenyum.
"Baik Tante."Jawab Rianti tersenyum canggung.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya."Ucap pembantu itu.
"Iya Bi Marni,makasih ya."Ucap Rina,Bi Marni tersenyum dan segera pergi dari ruang tamu.
"Tante nyuruh Riko bawa kamu kesini karena Tante ingin makan siang sama kamu,ayo kita ke ruang makan."Ucap Rina menggandeng lengan Rianti dan berjalan menuju ruang makan diikuti Riko.
"Silahkan duduk."Ucap Rina mempersilahkan Rianti duduk saat mereka sudah sampai di ruang makan,Rianti pun duduk diikuti Rina yang duduk di samping Rianti.
Sementara Riko duduk di hadapan Rianti.
"Sekarang,Tante mau lihat Rianti mengambilkan makanan untuk Riko.Itu salah satu tugas seorang istri."Ucap Rina.
"Enggak-enggak,Riko gak mau.Riko masih punya tangan Ma,lengkap juga.Ngapain makan di ambilin,kayak orang sakit tahu nggak."Seru Riko kesal.
Riko pun mengambil nasi dan lauk pauk dengan serampangan lalu makan tanpa menghiraukan Rianti dan Rina,Rianti dan Rina saling berpandangan.
"Ayo dimakan Rianti,gak usah sungkan."Ucap Rina mengambil nasi dan lauk pauk diikuti Rianti,mereka pun makan dengan hening.
Tak berapa lama
Rianti pun berdiri dari duduknya setelah selesai makan.
"Eh,mau kemana?"Tanya Rina.
"Mau ini Tante,mau nyuci piring."Jawab Rianti.
"Udah gak usah,biar Bibi aja yang nyuci.Sekarang mendingan kamu duduk."
"Tapi Tan-."
__ADS_1
"Udah gak papa."
Rianti pun duduk kembali di kursinya,sekarang Riko yang berdiri dari duduknya.
"Eh,mau kemana kamu Riko?"Tanya Rina.
"Mau keluar Ma,ketemu sama temen-temen."Jawab Riko akan melangkah pergi.
"Berhenti,hari ini kamu gak usah ketemu sama temen-temen kamu.Diam di rumah!"Ucap Rina tegas.
"Tapi Ma,aku udah janji sama temen-temen aku kalau aku bakalan datang."Ucap Riko.
"Sekarang kamu bilang sama temen-temen kamu kalau kamu gak jadi datang hari ini,atau Mama aja yang bilang sama mereka!"Ucap Rina tegas.
"Iya Ma."Ucap Riko pasrah dan kembali duduk.
Riko memang anak yang nakal,tapi saat Rina sudah berkata tegas terkadang Riko nurut.Terkadang lho ya bukan selalu.
"Bi,Bi Marni!!"Teriak Rina.
Bi Marni datang dengan tergopoh-gopoh."Iya Nyonya."
"Bi ini tolong diberesin ya,dicuci sekalian piring sama gelasnya."
"Baik Nyonya."
Di ruang tamu
Rina dan Rianti duduk berdampingan.
"Tante,Rianti mau tanya."Ucap Rianti ragu sambil menatap Rina,Rina pun menoleh ke arah Rianti.
"Tanya aja Rianti."
"Sebenarnya apa sih Tan tujuan kalian nikahin Rianti sama Riko,kalau cuma untuk bayar hutang Papa ke kalian Rianti bakal usahain kok cari uang.Tanpa Rianti harus nikah sama Riko,bisa kan Tan.Rianti ngerasa kalau Rianti kayak dijual aja gitu,buat bayar hutang."Ucap Rianti.
"Kamu gak mau ya nikah sama Riko?"Tanya balik Rina,tapi Rianti hanya diam saja.
"Harapan kami setelah Riko menikah sama kamu dia bisa menjadi anak yang lebih baik lagi,yang memiliki sopan santun.Dan menjadi suami yang bertanggung jawab,Riko menjadi seperti itu karena kesalahan kami.Dari kecil apapun yang diinginkan Riko harus dia dapatkan,sampai sekarang.Kami terlalu memanjakan dia."Jelas Rina.
"Kenapa harus Rianti Tan,diluar sana banyak kan wanita-wanita yang lain?"
"Karena Papa kamu udah setuju dan merestui jika kamu menikah dengan Riko dan menjadi menantu kami,sebagai balasannya Papa kamu minta di lunasin semua hutang-hutangnya dan membeli toko emasnya yang dulu lagi dari orang lain.Jadi,disini semua mendapat keuntungan."Jawab Rina.
"Semua Tan,kecuali aku."Ucap Rianti tak terima,Rina hanya diam dan menatap Rianti.
__ADS_1
"Maafin Tante,Tante gak bisa berbuat apa-apa."Ucap Rina mulai meneteskan air matanya.
"Enggak Tan,Tante gak salah apa-apa.Rianti hanya kecewa pada keadaan,keadaan yang membuat Rianti ingin marah dan menyerah."Ucap Rianti yang juga mulai meneteskan air matanya.
Mereka pun berpelukan,Rina menepuk pelan punggung Rianti.
"Kamu tenang aja ya,Tante akan berusaha menjadi ibu mertua yang baik buat kamu."Ucap Rina,Rianti pun mengangguk.
Mereka pun melepaskan pelukannya.
"Udah,kamu jangan nangis lagi."Ucap Rina sambil menghapus air mata Rianti dengan ibu jarinya.
Rianti malah merasa terharu dan ingin menangis lagi karena mendapat perlakuan seperti itu dari Rina,sudah lama sekali Rianti tak merasakan kasih sayang dari Mamanya.
Pelukan hangat Mamanya,senyuman yang membuat hati terasa sejuk dan damai,pokoknya semuanya.
"Makasih Tan."Ucap Rianti parau.
"Kamu anak yang baik,percayalah.Suatu hari nanti kamu akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa."Ucap Rina menyemangati Rianti,Rianti mengangguk dan tersenyum.
"Yaudah Tan kalau gitu,Rianti pamit pulang dulu ya soalnya udah jam 4 sore."
"Iya,kamu diantar Riko ya."Ucap Rina,Rianti hanya mengangguk pasrah.
"Riko,Riko!!!"Teriak Rina.
Riko pun datang dengan wajah mengantuk dan rambut yang berantakan,sepertinya dia baru saja bangun tidur.
"Apa Ma?"Tanya Riko dengan nada malas.
"Kamu anterin Rianti pulang."Perintah Rina.
"Riko masih ngantuk Ma,suruh naik taxi aja deh Rianti."Ucap Riko sedikit kesal dan mengacak-acak rambutnya.
"Gak ada alasan,cepat kamu antar Rianti.Cuci muka dulu kalau masih ngantuk."Ucap Rina.
"Iya Ma."Ucap Riko dan kembali pergi ke kamarnya untuk mengambil kunci motor dan mencuci muka,tak lama kemudian Riko sudah kembali ke ruang tamu dan langsung pergi ke halaman dimana motor sportnya berada.
"Rianti pulang dulu ya Tan."Ucap Rianti menyalami Rina.
"Iya,hati-hati dijalan."
Rianti pun akhirnya pulang diantar Riko.
Di perjalanan
__ADS_1
Masih sama seperti tadi,Riko menyetir dengan sangat kencang.