
Bapak-bapak yang berjumlah 5 orang itu pun berjalan menghampiri Varo,diikuti Zanna di belakangnya dengan berjalan tertatih-tatih.
"Mas nggak apa-apa,apa ada yang hilang?"Tanya salah satu bapak-bapak itu saat sudah berdiri dihadapan Varo.
"Alhamdulillah pak saya enggak apa-apa."Jawab Varo.
"Mas ngapain masuk ke gang ini,disini itu rawan.Kalau mas jalan terus masuk ke dalam gang ini,cuma ada kebun-kebun doang di sana?"
"Lha kan tadi kata bapak di gang ini tempat tukang tambal bannya,kenapa malah jadi kebun?"Tanya balik Varo.
"Saya gak bilang mas harus masuk ke gang ini,tapi gang yang ada disebelah gang ini."Jawab bapak itu menjelaskan.
Varo pun hanya nyengir.
Zanna dengan penuh perjuangan pun akhirnya sampai juga dihadapan Varo tapi.....
"Aduh."Ucap Zanna,Zanna jatuh tersungkur tepat dibawah kaki Varo.
"Zanna."Ucap Varo terkejut dan berjongkok dihadapan Zanna.
"Lo gak papa kan?"Tanya Varo memegang pundak Zanna.
"Kaki gue sakit Al."Jawab Zanna mengusap sudut bibir kirinya yang mengeluarkan darah dengan tangan kanannya.
"Yaudah,ayo gue bantu berdiri."Ucap Varo memegang kedua pergelangan tangan Zanna untuk membantunya berdiri,Zanna pun balas memegang kedua pergelangan tangan Varo dan berdiri.
Celana berwarna putih yang Zanna kenakan pun menjadi kotor terkena debu.
"Kaki lo kenapa kok bisa sakit?"Tanya Varo menatap Zanna saat sudah berdiri tanpa melepaskan pegangan tangannya.
"Tadi gue jatuh pas dikejar sama preman itu,kayaknya kesleo ini kaki gue."Jawab Zanna menatap Varo.
"Yasudah ayo mas,mbak kita segera pergi dari sini."Ajak salah satu bapak itu,Varo menoleh ke arah bapak itu dan mengangguk.
"Lo bisa jalan nggak Na?"Tanya Varo menatap Zanna.
Zanna menundukkan kepalanya dan menggeleng.
"Sakit banget Al kaki gue buat jalan."Ucap Zanna pelan.
__ADS_1
"Yasudah kalau gitu mas gendong aja mbaknya,kasihan kakinya sakit.Biar motor mas saya yang dorong sama yang lain."
"Iya pak,ke tukang tambal ban ya."Ucap Varo.
Bapak itu pun mengangguk,2 orang dari 5 bapak-bapak itu pun mendorong motor Varo untuk dibawa ke tukang tambal ban.Sementara 3 bapak yang lainnya kembali lagi ke warung kopi.
"Ayo Na gue gendong."Ucap Varo melepaskan pegangan tangan mereka dan berjongkok di hadapan Zanna.
Zanna naik ke atas punggung Varo dan melingkarkan tangannya di leher Varo,Varo berdiri sambil memegangi 2 kaki Zanna agar tidak jatuh dan mulai melangkah mengikuti 2 bapak yang mendorong motornya yang sudah berjalan terlebih dahulu menuju tempat tukang tambal ban.
"Lo nggak papa kan Al?"Tanya Zanna pelan dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Varo.
"Gue nggak apa-apa,lo nggak usah khawatir."Jawab Varo.
"Lo jago juga ya berkelahi."
"Iya dong,gue gitu lho."Ucap Varo bercanda.
Zanna pun menciumi bau rambut Varo yang wangi,Zanna pun juga mencium parfum Varo yang khas parfum cowok di hoodie berwarna putih yang Varo pakai.
Wangi banget,di saat orang-orang yang berada di bar sedang mabuk karena minuman keras.Disini gue malah mabuk cinta karena Varo,sampai kapan sih cinta gue bertepuk sebelah tangan kayak gini'Batin Zanna'
"Pak,ini tolong ditambal ya bannya."Ucap bapak yang mendorong motor Varo pada si bapak tukang tambal ban.
"Siap pak Joko,ngomong-ngomong mereka siapa pak?"Tanya tukang tambal ban itu pada pak Joko yang membantu mendorong motor Varo.
"Mereka berdua itu tadi hampir aja dicelakai oleh preman."Jawab pak Joko.
"Oalla gitu,kasihan banget.Ayo kalau gitu ke rumah saya aja,biar dibuatin teh sama istri saya."Ajak tukang tambal ban itu menatap Zanna dan Varo.
"Enggak usah pak kami disini aja."Ucap Varo tak enak.
"Udah mas gak papa,ke rumah pak Zaki aja sambil nunggu bannya selesai ditambal.Rumahnya juga gak jauh kok,itu di samping."Ucap pak Joko sambil menunjuk rumah pak Zaki yang berada di sebelah tempat menambal ban.
"Yaudah deh pak kalau gitu."Ucap Varo.
"Pak Zaki saya permisi dulu ya,mas mbak saya permisi dulu."Ucap pak Joko.
"Iya pak,makasih ya udah nolongin kami."Ucap Varo.
__ADS_1
"Iya sama-sama mas."Ucap pak Joko dan berlalu pergi bersama bapak yang satunya lagi yang enggak tahu siapa namanya.
"Mari mas,mbak ke rumah saya."Ucap pak Zaki dan melangkah terlebih dahulu,diikuti Varo.
Zanna pun berjalan terakhir dengan sangat pelan-pelan,Varo menghentikan langkahnya menatap Zanna dan menghampirinya.
"Emangnya sakit banget itu kaki lo?"Tanya Varo.
"Ya sakit lah."Jawab Zanna sedikit kesal.
"Yaudah sini gue gendong."Ucap Varo berjongkok di hadapan Zanna,Zanna naik ke atas punggung Varo dan melingkarkan tangannya di leher Varo.
Varo berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti pak Zaki.
"Sebenernya gue udah capek banget pengen cepet-cepet rebahan,lo tahu kan tadi gue berantem dengan sangat brutal."Ucap Varo.
"Hemmm,iya."Ucap Zanna singkat.
"Ayo silahkan masuk."Ucap pak Zaki saat mereka sudah sampai didepan teras rumahnya.
"Kami disini aja pak,ngadem."Ucap Varo mendudukkan Zanna di sebuah kursi yang ada di teras,Varo pun duduk di kursi satunya dan dibatasi oleh sebuah meja bundar antara Varo dan Zanna.
Zanna mengusap pipi kirinya dan sudut bibirnya dengan tangan kanannya.
"Oh iya,lo tadi ditampar ya sama preman itu.Sakit nggak?"Tanya Varo yang melihat Zanna memegangi pipinya.
"Ya sakit lah,gue sampek jatuh gitu.Papa gue aja gak pernah nampar gue,lha preman itu bukan siapa-siapa gue malah nampar gue."Jawab Zanna melirik Varo dan melepaskan tangannya dari pipi,Zanna pun membungkuk dan mengelus-elus pergelangan kaki kanannya yang keseleo.
Tak lama kemudian pak Zaki keluar dari rumah dengan diikuti istrinya di belakangnya dengan membawa nampan berisi 2 gelas teh hangat.
"Itu mbaknya kenapa kok elus-elus kaki?"Tanya istrinya pak Zaki.
Zanna pun kembali duduk tegak dan menatap istrinya pak Zaki nyengir.
"Kakinya keseleo itu Bu,bibirnya juga luka."Jawab Varo.
"Kasihan banget,bentar saya ambilin obat dulu."Ucap istrinya pak Zaki menaruh nampan di atas meja dan kembali masuk ke dalam rumah.
"Ayo tehnya diminum,saya mau urus motor masnya dulu."Ucap pak Zaki.
__ADS_1
Zanna dan Varo pun mengangguk dan tersenyum,pak Zaki pun berlalu pergi meninggalkan Varo dan Zanna.