
"Wahhh sarapan udah siap."Ucap Zanna.
"Iya Na,ayo cepat makan."Ucap Varo tersenyum.
Akhirnya mereka berempat pun sarapan dengan hening.
"Setelah ini kita pergi jalan-jalan yuk."Ucap Keisha saat mereka sudah selesai makan.
"Yuk,disini pemandangannya bagus banget ya."Ucap Zanna.
Setelah sarapan mereka pun pergi ke kebun teh bersama-sama,mencoba memetik daun teh juga.
Tak lupa mereka semua juga berfoto bersama,banyak sekali foto yang mereka ambil.
Setelah itu berlanjut memetik buah strawberry dan memakannya,dan mereka berjalan-jalan serta mencoba hal-hal baru sampai sore menjelang.
Merekapun memutuskan untuk kembali lagi ke vila.
Malam harinya
Varo,Zanna,Darren dan Keisha pun barbeque di halaman depan Vila,mereka duduk melingkar dan menyalakan api unggun juga.
"Seru banget ya hari ini,kita bisa jalan-jalan dan bisa berkumpul bersama."Ucap Zanna.
"Kalau lo seneng gue juga ikut seneng kok Na."Ucap Varo tersenyum menatap Zanna.
Zanna pun balas tersenyum.
Setelah cukup lama mereka barbeque,merekapun masuk ke dalam Vila dan menuju kamarnya masing-masing.
"Al."Ucap Zanna terkejut saat Varo tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
"Dingin juga ya disini."Ucap Varo.
"Iya."
"Gue ada ide untuk mengatasi ini semua."Ucap Varo dan membalikkan badan Zanna.
"Apa?"Ucap Zanna,Varo tak menjawab melainkan langsung mencium bibir Zanna.
"Gue ingin lo."Ucap Varo berbisik pelan di telinga Zanna,tangannya juga sudah pergi kemana-mana.
"Al tangan lo."Ucap Zanna lirih yang merasa gairahnya memuncak,Zanna pun menghentikan tangan Varo yang bergerilya.
"Kenapa?"Ucap Varo santai dan kembali mencium bibir Zanna,Zanna pun membalas ciuman Varo.
Varo pun menggendong Zanna dan membawanya ke atas ranjang dengan mereka yang masih berciuman,setelah membaringkan Zanna perlahan tangan Varo membuka satu persatu kancing baju tidur yang dikenakan Zanna.
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
1 minggu kemudian
Setelah 1 minggu mereka semua berada di puncak merekapun memutuskan untuk pulang dan melakukan aktivitas masing-masing seperti semula.
Zanna juga masih mengajar di kampus,perlahan dia sudah tidak merasa sedih lagi atas kegugurannya.
1 bulan kemudian
Di rumahnya Darren
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Keisha memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan juga Darren,Darren sudah berangkat ke rumah sakit setelah sarapan.
"Aduhhh,kepala gue pusing banget."Gumam Keisha.
Keisha dengan tertatih-tatih berjalan keluar dari dalam kamar untuk menghampiri Mama Renita mertuanya,tetapi saat baru sampai di depan kamarnya Keisha pun pingsan.
Mama Renita yang kebetulan lewat di depan kamar Darren pun melihat Keisha yang pingsan sangat terkejut,Mama Renita langsung memanggil pak Damar untuk membantu membawa Keisha ke dalam mobil.
Keisha pun dibawa pergi ke rumah sakit Stay Healthy dengan diantar oleh sopir.
Tak berselang lama mobil yang dikendarai pak sopir pun berhenti di depan pintu masuk rumah sakit,Mama Renita segera memanggil dokter dan suster untuk segera memeriksa keadaan Keisha.
Mama Renita duduk di kursi tunggu ruang pemeriksaan Keisha,Mama Renita merasa sangat khawatir terhadap keadaan Keisha takut kenapa-napa.
Mama Renita pun segera menghubungi Darren untuk menghampirinya,tak berselang lama Darren pun datang menghampiri Mama Renita.
"Bagaimana ma Keisha,kenapa bisa pingsan dia?"Tanya Darren khawatir.
"Mama juga enggak tahu,tadi waktu Mama lewat di depan kamar kamu Mama lihat Keisha pingsan di depan kamar.Keisha masih diperiksa."Jelas Mama Renita.
Tak berselang lama dokter pun keluar dari ruang dimana Keisha diperiksa.
"Bagaimana,apa yang terjadi pada Keisha?"Tanya Darren.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan pak,istri bapak sedang mengandung dan usianya kandungannya sudah 6 minggu."Ucap dokter perempuan tersebut tersenyum.
"Apa,beneran menantu saya hamil?"Tanya Mama Renita bahagia.
"Iya Bu benar."
Darren dan Mama Renita pun langsung melangkah masuk ke dalam ruangan dimana Keisha berada.
Sesampainya di dalam Darren melihat Keisha sudah sadar dan sedang duduk bersandar,Darren mendekati Keisha dan tersenyum.
"Selamat ya sayang kamu sekarang sedang hamil."Ucap Mama Renita tersenyum menatap Keisha.
Keisha bengong menatap Mama Renita lalu menatap Darren,Darren mengangguk dan tersenyum.
"Beneran,Darren gue hamil!"Ucap Keisha bahagia dan langsung memeluk Darren,Darren pun balas memeluk Keisha.
"Iya,lo harus jaga baik-baik ya calon anak kita."Ucap Darren.
"Hem iya."
•
•
•
Zanna dan Varo sedang makan siang di sebuah restoran.
"Al."Panggil Zanna pelan.
"Iya?"Jawab Varo dan melihat kearah Zanna yang masih fokus makan.
"Apa Na lo manggil gue?"Tanya Varo saat tak ada respon lagi dari Zanna,Zanna pun mendongakkan kepalanya menatap Varo.
"Apa,gue gak manggil lo."Ucap Zanna.
__ADS_1
"Lha tadi,lo manggil gue."
"Kapan,gue gak manggil lo ya."Ucap Zanna nyolot.
"Astaga Na baru aja lo manggil gue,masak lupa sih."
"Gua gak manggil lo ya Al,ada-ada deh lo itu."Ucap Zanna kesal.
"Iya Na iya,mungkin gue salah denger."Ucap Varo mengalah.
"Si Zanna belum juga tua masak dia udah pikun kalau tadi dia manggil gue."Gumam Varo pelan dan meminum jusnya.
"Lo bilang apa?"Ucap Zanna yang tidak mendengar jelas gumaman Varo.
"Enggak,bukan apa-apa.Sekarang mendingan kita lanjut makan."Ucap Varo tersenyum,Zanna pun lanjut makan.
Tiba-tiba saja handphone Varo berdering.
Varo mengambil handphonenya dan melihat siapa yang telfon,ternyata Darren yang telfon.
"Siapa?"Tanya Zanna.
"Darren,bentar gue angkat dulu."Ucap Varo dan menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya ke telinga.
"Hallo iya Ren ada apa?"Ucap Varo.
"Nanti malam gue mau lo datang ke rumah gue,kita makan malam bersama sekalian gue mau kasih lo kabar baik."Ucap Darren.
"Kabar baik,kabar baik apa?"Tanya Varo penasaran.
"Ada deh,kalau lo mau tahu jangan lupa nanti malam datang ke rumah.Ajak Zanna juga."Ucap Darren dan langsung mematikan sambungan telfon sepihak.
"Ada apa?"Tanya Zanna.
"Darren,dia undang kita makan malam di rumahnya nanti."
"Oohh gitu,yaudah nanti malam kita datang."Ucap Zanna,Varo mengangguk.
Varo pun membayar pesanan mereka terlebih dahulu,Zanna dan Varo pun pulang.
Malam harinya
Varo dan Zanna sudah siap untuk pergi ke rumah Darren.
"Mau kemana Al?"Tanya Ayah Nando yang sedang duduk di sofa ruang tamu bersama dengan Bunda Marissa saat melihat Varo dan Zanna.
"Mau pergi ke rumah Darren Yah,Varo sama Zanna diundang makan malam di rumah Darren."Jawab Varo menatap Ayah Nando.
"Yasudah pergilah,hati-hati."Ucap Bunda Marissa,Varo mengangguk.
Varo dan Zanna pun pergi ke rumah Darren dengan berjalan kaki.
Tak berselang lama merekapun sudah sampai di rumah Darren.
"Kalian udah datang?"Ucap Darren menyambut kedatangan Varo dan Zanna bersama dengan Keisha.
""Yaudah ayo kita langsung makan malam aja,gue udah lapar."Ucap Keisha.
Akhirnya merekapun makan malam bersama,dengan kedua orang tua Darren juga.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam Varo,Zanna,Darren dan Keisha pun berkumpul di ruang tamu.Sementara papa Dimas dan Mama Renita sudah pergi ke dalam kamar.
"Oh iya,tadi siang lo mau bilang soal kabar baik ya.Emangnya kabar baiknya itu apa?"Tanya Varo menatap Darren.