Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Kecelakaan


__ADS_3

"Akhirnya muncul juga lo Zanna,gue cariin lo yang ada malah orang ini."Ucap Laila santai dan tersenyum menyeringai menatap Zanna.


Zanna berbalik badan dan berlari akan pergi ke kamarnya untuk mengambil handphonenya dan menghubungi Varo,tapi sayangnya saat Zanna baru menapaki beberapa anak tangga Laila langsung menarik pergelangan tangannya sampai Zanna berbalik badan dan terjatuh.


Laila akan menusuk Zanna tapi pisaunya meleset dan akhirnya mengenai lengan kanan Zanna.


"Aduhhh."Gumam Zanna merintih.


"Laila apa yang lo lakuin hah?!"Ucap Zanna menatap Laila yang tersenyum menyeringai menatap Zanna.


"Gue akan singkirin lo Zanna,dan gue akan hidup bahagia bersama Alvaro setelah lo gue singkirkan."Ucap Laila.


"Apa maksud lo?"Tanya Zanna tak mengerti.


"Gue suka Zanna sama Alvaro,tapi kenapa lo yang nikah sama dia.Gue marah sama lo,gue benci sama lo!!!"Teriak Laila dan mengarahkan pisaunya ke Zanna.


Zanna langsung memegang tangan Laila dengan sekuat tenaga agar Laila tidak bisa menusuknya,sampai akhirnya Zanna berhasil membuat pisau yang dipegang Laila terjatuh dan terlempar cukup jauh.


"Kurang ajar!!!"Ucap Laila dan langsung menampar pipi kiri Zanna dengan sangat keras.


Laila pun berjalan mengambil pisau itu,Zanna langsung berdiri dan berlari keluar dari rumah.


Berharap pak Bani bisa menolongnya ataupun warga sekitar.


Saat Zanna sudah sampai di pos satpam Zanna melihat pak Bani sudah tergeletak berlumuran darah,sama halnya dengan Bi Siti.


"Zanna mau kemana lo,lo gak bakalan bisa lari dari gue!!!"Teriak Laila yang sedang berdiri di teras.


Zanna yang melihat Laila berjalan mendekatinya terus pun memutuskan untuk berlari meminta pertolongan,Laila tentu saja mengejar Zanna.


"Tolong,aduhhh"Gumam Zanna ingin berteriak,tapi tiba-tiba saja perutnya terasa sangat sakit.


Zanna pun berjongkok dan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


"Sakit banget perut gue,Al lo beli martabak dimana sih lama banget."Ucap Zanna lirih.


"Zanna tunggu!!!"Teriak Laila yang semakin mendekati Zanna.


Zanna dengan sekuat tenaga berdiri dari duduknya dan berjalan menuju jalan raya berharap ada yang bisa menolongnya.


"Zanna!"Ucap Laila dan berhasil memegang pergelangan tangan Zanna,posisi mereka sekarang sedang berdiri di pinggir jalan.


"Laila lepasin gue mohon."Ucap Zanna lirih dan meronta-ronta.


Sampai akhirnya Zanna pun terlepas dari genggaman Laila dan tanpa sadar langsung berlari ke tengah jalan raya saking paniknya,Laila pun juga mengikuti Zanna.


Sampai tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang dan menabrak Zanna serta Laila,sampai Zanna dan Laila terpental.


Mobil yang sudah menabrak Zanna itu pun hendak kabur,tapi sayang karena dia terburu-buru dan dalam keadaan yang mabuk dia tidak tahu jika ada sebuah truk yang sedang melaju berlawanan arah dan akhirnya merekapun tabrakan dengan hebat.

__ADS_1


Jalanan di sana pun macet total,sampai ada beberapa mobil ambulans yang datang dan beberapa polisi untuk mengatur jalan.


"Ini kenapa sih macet banget,gak biasanya."Gumam Varo kesal karena terjebak macet.


Varo lama beli martabak karena memang tempat Varo beli martabak ini lumayan terkenal dengan kelezatannya jadilah Varo harus mengantri panjang untuk membeli martabak itu.


"Maaf pak,itu kenapa ya kok bisa macet?"Tanya Varo pada petugas kepolisian yang kebetulan sedang lewat dan mengatur jalan.


"Ada kecelakaan di sana."Jawab polisi itu menoleh kearah Varo.


"Parah ya pak kecelakaannya kok sampai macet gini jalannya,saya harus buru-buru pulang soalnya."Ucap Varo.


"Lumayan mas,ada 2 perempuan yang tertabrak,dan mobil yang menabrak 2 perempuan itu bertabrakan sama truk."Jawab polisi itu.


Entah mengapa perasaan Varo tiba-tiba tidak enak,Varo memikirkan Zanna.


Varo pun memarkirkan motornya di tepi jalan dan berjalan menelusuri trotoar untuk melihat kecelakaan itu.


Saat sudah sampai di tempat kecelakaan Varo sangat-sangat terkejut saat melihat Zanna yang berlumuran darah sedang digotong masuk ke dalam ambulans.


"Zanna,Zanna!!"Ucap Varo dan menerobos kerumunan itu.


"Maaf mas mau kemana?"Ucap salah satu polisi dan menghadang Varo.


"Itu istri saya,minggir saya mau menemuinya!!!"Bentak Varo dan langsung menabrak polisi itu.


Varo pun menghadang 2 petugas ambulans yang sedang membawa Zanna di sebuah tandu.


"Maaf mas,mas siapanya korban ya?"Tanya salah satu petugas yang itu.


"Saya suaminya,cepat bawa istri saya ke rumah sakit."Ucap Varo.


Akhirnya Zanna pun dibawa ke rumah sakit Bintang Harapan,Varo pun ikut juga masuk ke dalam ambulans untuk menemani Zanna.


Sementara Laila juga dibawa oleh mobil ambulans yang lain menuju rumah sakit Bintang Harapan.


Pengendara mobil yang sudah menabrak Zanna yang tak lain adalah papanya Rianti pun juga dibawa ke rumah sakit dengan ambulans,juga jangan lupa sopir truk itu juga dibawa ke rumah sakit.


Jadi totalnya ada 4 ambulans yang menuju ke rumah sakit Bintang Harapan,suara sirine ambulans meraung-raung sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.


"Na bangun,kenapa lo bisa kayak gini sih."Gumam Varo dengan badan yang gemetar.


"Gue harus hubungi Ayah."Gumam Varo.


Varo merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya lalu menghubungi Ayah Nando,dering pertama langsung diangkat oleh Ayah Nando.


"Iya Al?"Sapa Ayah Nando di seberang sana.


"Yah tolongin Varo hiks."Ucap Varo.

__ADS_1


"Tolongin apa,kamu nangis ya Al?"


"Zanna Yah,Zanna tertabrak mobil dan sekarang ini sedang menuju ke rumah sakit Bintang Harapan.Ayah datang ya ke sana."Ucap Varo.


"Astaga,baiklah Ayah akan ke rumah sakit sekarang."


Tut


Panggilan pun terputus


Beberapa menit kemudian 4 mobil ambulans itu pun sudah sampai di rumah sakit Bintang Harapan,mereka sudah disambut oleh suster dan beberapa dokter yang sebelumnya sudah dihubungi oleh pihak ambulans.


"Yah."Ucap Varo benar-benar kacau,sekarang bukan Varo yang tampan yang terlihat tapi Varo yang lemah dan penampilan yang acak-acakan.


"Kamu tenang ya,Ayah akan berusaha menolong Zanna.Sebentar lagi Bunda kamu sampai."Ucap Ayah Nando menenangkan Varo.


Zanna pun dibawa ke ruang UGD dengan diikuti Ayah Nando.


Begitupun Laila,Bima dan seorang sopir truk itu dibawa ke ruang UGD.


"Riko lo kenapa sih gak mau diperiksa sama dokter tadi?"Tanya Rianti kesal.


Riko dan Rianti datang ke rumah sakit Bintang Harapan untuk memeriksakan kondisi Riko yang akhir-akhir ini Riko sering sekali muntah dan merasa pusing.


Tapi tadi saat Riko akan diperiksa oleh dokter Riko malah tidak mau dan memutuskan mengajak Rianti pulang.


"Gue takut kalau nanti disuntik."Ucap Riko pelan.


"Apa,gak ada Riko yang mau suntik lo.Lo itu cuma diperiksa doang."Ucap Rianti.


"Gue gak mau,udah deh mendingan sekarang kita pulang."Ucap Riko.


Mata Rianti pun melihat beberapa suster dan dokter yang terlihat panik sambil mendorong sebuah brankar yang diisi oleh pasien,sampai pada akhirnya Rianti melihat Bima yang sedang terbaring di salah satu brankar itu.


"Papa."Ucap Rianti sang langsung mencegah suster dan dokter yang mendorong brankar Bima.


"I-ini papa saya,papa saya kenapa.Pa,bangun pa."Ucap Rianti menangis.


"Maaf Bu pasien harus segera ditangani."Ucap dokter perempuan itu dan langsung mengisyaratkan suster itu untuk segera membawa Bima pergi ke UGD.


"Pa,papa!!!"Teriak Rianti dan akan mengejar suster serta dokter itu.


"Rianti."Ucap Riko dan menahan Rianti.


"Riko,papa.Itu tadi papa hiks."Ucap Rianti menangis dan menatap Riko.


Riko langsung memeluk Rianti dan menenangkan nya.


"Sssttt lo jangan nangis,semoga papa baik-baik aja."Ucap Riko.

__ADS_1


Rianti pun pingsan di pelukan Riko,Riko langsung menggendong Rianti dan membawanya ke ruangan dokter yang akan memeriksa Riko tadi untuk menolong Rianti.


__ADS_2