Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Kecurigaan Varo


__ADS_3

"Bi Siti bisa tolong ambilin Varo kantong kresek,untuk membawa kuenya."Ucap Varo.


Bi Siti mengangguk dan melangkah pergi ke dapur untuk mengambil kantung kresek.


"Kunci motor ada di kamar kan Yah?"Tanya Varo menatap Ayah Nando.


"Iya,ini sekalian kamu bawa kopernya."Jawab Ayah Nando memberikan koper Varo,Varo menerimanya dan melangkah pergi ke kamarnya.


"Bunda enggak tahu Yah bagaimana nanti reaksi Varo saat mengetahui kalau Sasya hamil."Ucap Bunda Marissa menatap Ayah Nando sedih.


"Bunda tenang saja ya,Sasya hamil kan karena perbuatan Varo.Biar nanti Ayah yang bicara tentang kehamilan Sasya saat semua sudah berkumpul."Ucap Ayah Nando.


Tak lama kemudian Varo pun sudah kembali,disusul Bi Siti yang membawa kantung kresek berwarna hitam dan memberikannya pada Varo.


"Makasih ya Bi."Ucap Varo menerima kantung kresek itu.


Bi Siti tersenyum dan mengangguk,Bi Siti pun melangkah pergi dari sana.


"Yaudah Yah,Bun Varo pergi dulu ya."Ucap Varo menyalami tangan kedua orang tuanya dan melangkah pergi.


Varo mengambil box kue yang ada di atas meja teras dan memasukkannya kedalam kantung kresek,Varo pun melangkah pergi ke garasi untuk mengambil motornya.


"Wissshh motor gue dirawat dengan baik ini."Ucap Varo saat sudah sampai di garasi dan melihat motornya yang kinclong dan bersih,benar-benar dirawat dengan sangat baik.


Varo segera menaiki motornya dan melajukan nya ke restoran.


Tak berselang lama motor Varo pun berhenti di depan restoran.


Varo turun dari motor dan melangkah masuk kedalam restoran.


"Sasya ada?"Tanya Varo pada bagian kasir.


"Ada pak,silahkan pergi keruangannya.Apa mau saya antar."Ucap perempuan bagian kasir itu.


"Enggak,enggak perlu.Saya sendiri aja,yaudah kalau gitu saya keruangan nya Sasya sekarang."Ucap Varo.


Perempuan itu pun mengangguk,Varo pun melangkah pergi keruangan nya Sasya.


Sesampainya di depan pintu ruangannya Sasya tanpa mengetuk pintu Varo langsung masuk kedalam,terlihat Sasya yang sedang duduk di kursinya sambil memakan buah mangga yang sudah diiris-iris didalam baskom.


Sasya saking asyiknya makan sampai tidak menyadari keberadaan seseorang di ruangannya,Varo menghela nafasnya dan berjalan ke meja Sasya dan menaruh kuenya di atas mejanya Sasya.


"Enak banget ya."Ucap Varo.

__ADS_1


"Hem,enak banget."Ucap Sasya manggut-manggut sambil terus makan,dan tak menoleh ke kanan dan ke kiri.


Beberapa menit kemudian Sasya yang baru sadar pun berhenti makan dan mendongakkan kepalanya.


Uhukk


Uhukk


Sasya pun tersedak saking terkejutnya melihat Varo ada di hadapannya.


"Al."Ucap Sasya terkejut.


Varo hanya tersenyum dan merentangkan kedua tangannya,Sasya segera berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Varo lalu memeluknya dengan sangat erat sambil menangis.


"Kok nangis sih."Ucap Varo dan balas memeluk Sasya.


"Lo kapan pulang hiks,kenapa gak ngasih tahu gue."Ucap Sasya terisak di dalam pelukan Varo.


"Gue baru aja sampai tadi,dan kenapa gue gak ngasih tahu lo karena gue pengen kasih kejutan ke lo."Ucap Varo.


Varo pun melepaskan pelukan mereka.


"Jangan nangis dong."Ucap Varo menghapus air mata Sasya dengan kedua ibu jarinya.


"2 tahun kita gak ketemu Al,dan sekarang tiba-tiba aja lo udah berdiri dihadapan gue.Gue terkejut sekaligus bahagia."Ucap Sasya,Varo hanya tersenyum.


Varo mulai mengeluarkan box kue itu dari dalam kantung kresek dan membukanya,Sasya yang melihat cheesecake itu pun merasa sangat mual dan enek.


Sasya menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan berlari ke kamar mandi yang ada di ruangannya.


"Sasya mau kemana."Ucap Varo saat melihat Sasya.


Varo pun mengikuti Sasya,sesampainya didalam kamar mandi Varo melihat Sasya yang sedang muntah di wastafel.


Varo mendekat dan memijit-mijit tengkuk Sasya.


"Sya lo kenapa,sakit?"Tanya Varo Khawatir.


Sasya hanya menggeleng pelan dan masih saja muntah.


Beberapa menit kemudian,Sasya pun berhenti muntah.


Sasya menyalakan kran air lalu membasuh tangan serta mulutnya.

__ADS_1


"Lo gak papa kan?"Tanya Varo sekali lagi.


"Singkirin,buang kue itu.Gue gak mau lihat."Ucap Sasya pelan tanpa membalikkan badannya atau menoleh kearah Varo.


Varo menurut,Varo melangkah pergi dari kamar mandi dan berjalan menghampiri meja Sasya.


Varo kembali menutup box kue itu dan memasukkannya kedalam kantung kresek,Varo melangkah keluar dari ruangannya Sasya dengan membawa kue itu dan memberikannya pada perempuan bagian kasir tadi.


Setelah itu Varo kembali lagi ke ruangan Sasya dan pergi ke kamar mandi,terlihat Sasya masih berada di sana berdiri di depan wastafel sambil memijit kepalanya.


"Kuenya udah gue kasih ke perempuan yang ada di kasir."Ucap Varo.


Sasya membalikkan badannya dan melangkah pergi dari kamar mandi,Varo pun mengikuti Sasya.


Sasya duduk di kursinya dan menyandarkan tubuhnya.


"Sebenernya lo kenapa sih Sya,sakit.Kalau sakit pulang aja,gue anter."Ucap Varo kahwatir saat sudah berdiri di depan meja Sasya.


"Enggak tahu gue Al,akhir-akhir ini gue ngerasa mual apalagi saat lihat kue dan kadang gue pusing.Bahkan saat gue baru bangun tidur di pagi hari aja gue langsung pergi ke kamar mandi,muntah."Ucap Sasya sambil memijit-mijit kepalanya dan menatap Varo.


"Emangnya lo nggak pergi ke dokter buat periksa?"Tanya Varo.


"Udah,tapi katanya gue cuma kelelahan doang."Jawab Sasya.


"Lo jaga diri dengan baik kan Sya selama gue gak ada?"Tanya Varo.


Sasya pun langsung duduk tegak dan menatap Varo.


"Iya,gue jaga diri dengan baik kok."Jawab Sasya mantap.


Kok gue ngerasa aneh ya sama Sasya,mungkin cuma perasaan gue aja kali'Batin Varo'


"Oh yaudah kalau gitu,mungkin emang bener kalau lo kelelahan."Ucap Varo berusaha tersenyum.


"Makan."Ucap Sasya menyodorkan baskom yang berisi mangga yang ada di hadapannya ke Varo.


"Enggak,gue gak terlalu suka sama mangga."Ucap Varo.


"Makan kenapa Al,mubazir kalau dibuang."Ucap Sasya menatap Varo dengan mata yang berkaca-kaca.


"Y-yaudah deh,gue makan."Ucap Varo dan mengambil baskom itu dengan ragu,Varo melangkah pergi kearah sofa dan duduk di sana.


Varo pun mulai memakan mangga itu dengan sangat-sangat terpaksa,Sasya tersenyum sekilas menatap Varo dan dia pun memainkan handphonenya.

__ADS_1


Tak berselang lama Varo pun sudah menghabiskan mangga yang berada di baskom.


"Udah habis."Ucap Varo menatap Sasya sambil menunjukkan baskom nya yang sudah kosong,Sasya menoleh kearah Varo dan mengangguk.


__ADS_2