
"Enggak apa-apa pak,santai saja."Ucap Sasya.
Sial,masak sih kak Sasya gak tahu dimana keberadaan kak Keisha sekarang'Batin Ikbal'
"Sudah larut malam,sebaiknya kita istirahat saja di hotel ini.Saya pesankan kamar."Ucap pak Irfan.
"Aduhhh enggak usah pak,saya pulang saja."Ucap Sasya tak enak.
"Pulangnya naik apa,naik taxi?"Tanya pak Irfan.
"Iya pak."
"Sulit cari taxi kalau sudah malam,ini saya mau pulang tapi badan saya capek banget jadi saya memutuskan untuk tidak pulang.Kalau saya pulang pasti saya anterin kamu pulang,saya juga bawa mobil sendiri."
"Kalau gitu biar Ikbal aja pa yang antar kak Sasya pulang,Ikbal juga mau pulang."Ucap Ikbal yang sangat berharap diizinkan pulang oleh papanya.
Jika diizinkan pulang Ikbal akan mengantar Sasya pulang terlebih dahulu,baru setelah itu Ikbal akan pergi ke bar atau ke rumah Elvan untuk minum lagi.
Elvan tinggal di rumah hanya bersama dengan beberapa pembantu,satpam dan tukang kebun,sementara kedua orang tua Elvan sedang mengurus bisnis diluar kota untuk beberapa waktu.
Jadi jika Ikbal ingin minum di rumah Elvan mereka akan minum didalam balkon kamar Elvan tanpa ketahuan oleh pembantu,entah mengapa sekarang Ikbal melampiaskan semuanya dengan minum-minuman keras.
Apalagi jika Ikbal mengingat Keisha.
"Enggak,papa enggak izinin kamu pulang.Papa yakin,kamu enggak akan pulang.Pasti kamu pergi ke bar atau ke rumah teman kamu untuk minum,besok setelah kita sampai di rumah papa akan hukum kamu!"Ucap pak Irfan tegas.
Ikbal hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Saya beritahu kepada nak Sasya,kalau Ikbal anak saya ini sekarang mulai suka minum-minuman keras.Enggak tahu siapa yang ajarin,saya juga enggak pernah ajarin dia seperti itu.Saya cuma khawatir Ikbal melakukan hal buruk saat dia mabuk."Ucap pak Irfan menatap Sasya.
"Iya pak,selain minum-minuman keras dapat merusak organ tubuh.Minuman keras juga bisa menjerumuskan kita ke hal-hal yang buruk."Ucap Sasya manggut-manggut.
Akhirnya setelah berbincang Sasya pun mau menginap di hotel,tentu saja pak Irfan yang membayar biaya menginapnya.
__ADS_1
Merekapun menginap di hotel dengan kamar yang saling berhadapan.
"Hemmm kenapa sih pak Irfan minta nginap di hotel segala,sebenernya gue gak mau tidur di hotel tapi demi menghargai pak Irfan gue mau.Lagian kalau taxi susah di malam hari kan gue bisa pesen taxi online."Gumam Sasya yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar hotel yang sangat empuk dan nyaman itu.
Setelah beberapa saat merebahkan tubuhnya Sasya pun bangun dan memutuskan untuk mandi karena Sasya merasa tubuhnya lengket karena keringat.
Sementara itu di dalam kamar hotel Ikbal
Ikbal sedang minum-minuman keras yang beberapa saat lalu Ikbal pesan,tanpa menggunakan gelas Ikbal langsung menenggak minuman itu dari botolnya.
"Kak Keisha,gue kayak gini gara-gara kakak.Kenapa sih gue bisa jatuh cinta sama kakak,gue gak bisa sedikitpun hilangin kak Keisha dari pikiran gue."Gumam Ikbal dan menenggak minumannya.
Selang beberapa jam
Ikbal sudah hampir hilang kesadarannya dan mabuk berat,Ikbal pun tergeletak di lantai.
Tapi masih sempet-sempetnya Ikbal menyebut nama Keisha.
"Kak Sasya pasti tahu,keberadaan kak Keisha."Gumam Ikbal tak jelas.
Sasya yang sudah selesai mandi dan akan merebahkan tubuhnya di atas ranjang terkejut melihat Ikbal berada didalam kamarnya.
"Ikbal,lo ngapain ada disini?"Tanya Sasya terkejut dan menatap Ikbal.
"Kaaakkk Sasya,kakaaak pasti tahu kan dimana keberadaan kak Keisha sekarang?"Tanya Ikbal berjalan sempoyongan menghampiri Sasya dan memegang kedua bahu Sasya saat sudah berdiri di hadapan Sasya.
"Gue bener-bener gak tahu dimana keberadaan Keisha,lo mabuk mendingan lo pergi dari sini."Ucap Sasya dan melepaskan tangan Ikbal yang memegang kedua bahunya.
"Gue gak akan pergi sebelum kak Sasya mengatakan keberadaan kak Keisha sekarang ada dimana!!!"Bentak Ikbal menatap tajam Sasya dengan kedua bola matanya yang sayu.
"Gue gak tahu Ikbal gue gak tahu,kenapa sih lo nanyain Keisha terus!!!"Teriak Sasya balik yang merasa sangat frustasi atas pertanyaan Ikbal.
Ikbal menundukkan kepalanya dan tertawa dengan suara mengejek.
__ADS_1
"Gak mungkin gak tahu,kakak pasti tahu kan keberadaan kak Keisha sekarang.Kalau kakak gak jujur,gue akan buat kakak jujur!!!"Bentak Ikbal dan mendorong Sasya sampai Sasya jatuh ke atas ranjang.
Ikbal pun sedikit menunduk dan mencengkeram erat kedua bahu Sasya.
"Sekarang kak Sasya mau jujur nggak,atau gue bakal ngelakuin sesuatu ke kak Sasya yang bakalan buat kak Sasya menyesal seumur hidup."Ucap Ikbal pelan.
"Ikbal please apa yang lo lakuin,lo itu sedang mabuk dan gak sadar apa yang lo lakuin."Ucap Sasya lirih dan tak mau menatap Ikbal.
Sasya sangat takut jika Ikbal berbuat macam-macam padanya,secara kan Ikbal sedang mabuk dan gak sadar apa yang sudah dia lakuin.
"Kakak tahu kan gimana rasanya kalau kita sedang rindu sama seseorang,baiklah jika kakak gak mau mengatakan dimana keberadaan kak Keisha sekarang."Ucap Ikbal dan mendekatkan wajahnya pada Sasya hendak mencium bibir Sasya.
Sasya pun mendorong Ikbal dengan keras sampai Ikbal terhuyung ke belakang,Sasya segera bangun dan hendak lari tapi pergelangan tangannya ditarik oleh Ikbal dengan sangat kuat sampai Sasya berada dalam pelukan Ikbal.
"Kakak gak bakalan bisa lari dari gue."Bisik Ikbal tepat ditelinga Sasya dan mulai menciumi jenjang leher Sasya dan tangan Ikbal sudah pergi kemana-mana.
"Ikbal hentikan."Ucap Sasya pelan dan meronta,tapi tenaga Ikbal lebih kuat darinya walaupun Ikbal sedang mabuk.
Ikbal tak memperdulikan ucapan Sasya dan malah membaringkan Sasya ke atas ranjang,dengan Ikbal yang berada di atas tubuh Sasya.
Ikbal pun melanjutkan kegiatannya dengan penuh hawa nafsu,Sasya yang juga sudah dipenuhi oleh hawa nafsu karena tangan Ikbal yang sudah bergerilya kemana-mana dan ketidakberdayaan nya pun hanya bisa pasrah.
Dannn terjadilah apa yang seharusnya terjadi..........
Keesokan harinya
Hari ini pertama kali Zanna pergi ke kampus tanpa Laila, sebenarnya teman Zanna juga bukan Laila doang.
Tapi entah mengapa Zanna lebih suka berteman dengan Laila.
Jam istirahat pun tiba
Zanna sedang makan di kantin sendirian.
__ADS_1
Tak jauh darinya,ada 3 cowok yang sedang memperhatikan Zanna.